MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, Batu– Suasana Hotel Onsen, Kota Batu, pagi ini terasa semakin hangat dan penuh semangat ketika Ketua Pusbangkom MKMB BMBPSDM Kemenag RI, Dr. Musyarrafah, hadir langsung untuk membuka Training of Trainer (TOT) Moderasi Beragama yang diikuti oleh 30 dosen muda UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Senin, 17 November 2025.
Dalam sambutannya, Dr. Musyarrafah menekankan bahwa peran dosen tidak berhenti pada aktivitas mengajar di ruang kelas. Lebih dari itu, dosen harus tampil sebagai role model, penggerak nilai-nilai kebaikan, dan penjaga spirit keberagamaan yang moderat.
“Tugas dosen bukan hanya mengajar, tetapi menjadi teladan. Moderasi beragama mengajarkan kita untuk berpikir positif, menjauhi intoleransi, dan mencegah perpecahan di negeri ini,” ujar beliau di hadapan para peserta.
Ia berharap cara para dosen UIN Malang dalam mengajar dan berdialog dengan mahasiswa dapat mencerminkan jati diri seorang cendekiawan yang moderat, sejuk, dan mampu merawat keberagaman.
TOT yang dirancang oleh Pusbangkom ini bukan sekadar pembekalan konsep, melainkan upaya membentuk ekosistem penggerak moderasi beragama di tingkat fakultas. Para peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh sertifikat Penggerak Moderasi Beragama, sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi mereka dalam menjadi duta nilai-nilai moderasi.
Selama pelatihan, para narasumber akan memperdalam pemahaman peserta mengenai nilai-nilai moderasi beragama, khususnya dalam penerapannya pada proses pembelajaran di kampus. Dr. Musyarrafah menegaskan bahwa dosen memiliki peran kunci dalam memperkuat moderasi beragama, terutama dalam menghadapi dinamika mahasiswa dari kelompok yang inklusif hingga yang cenderung radikal.
“Kami berharap para fasilitator mampu berbagi teknik menghadapi keberagaman di kampus. Di lapangan, para dosen akan berhadapan dengan beragam karakter dan pemikiran mahasiswa,” tambahnya.
Ia juga mendorong adanya refleksi pribadi dari setiap peserta TOT yang datang dari berbagai fakultas. Semangat, integritas, dan keseriusan para peserta diharapkan mampu menjadikan program ini bermanfaat secara luas, baik bagi kampus maupun masyarakat.
Menutup sambutannya, Dr. Musyarrafah membacakan sebuah pantun yang mengajak seluruh peserta untuk mempraktikkan moderasi beragama dengan akhlak mulia dan kedamaian. Setelah itu, ia resmi membuka kegiatan TOT Moderasi Beragama dengan bacaan basmalah bersama, menandai dimulainya rangkaian pelatihan secara resmi.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk melahirkan para penggerak moderasi beragama yang siap menjaga harmoni di tengah keberagaman, khususnya di lingkungan akademik UIN Malang.



