Klinik DOAJ: Website Estetik Namun Tidak Lengkap, Apa Gunanya?
Iffatunnida Kamis, 13 November 2025 . in Berita . 143 views
10366_ppi2.jpg
PANDUAN: Prof. Indah dan Bu Maya mendampingi pengelola jurnal ilmiah pra-pengajuan indeks ke platform DOAJ


MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Sebelum proses pengajuan ke DOAJ (Directory of Open Access Journals), pengelola jurnal ilmiah terlebih dahulu mendapat pengenalan mengenai platform tersebut dari Kepala Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Rohmani Nur Indah, M.Pd. Ia menjelaskan mengenai reputasi DOAJ juga hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pengajuan secara daring, Kamis, 13 November 2025.
Di wilayah Asia Tenggara, Prof. Indah menjelaskan, DOAJ memiliki reputasi dan kredibilitas yang tinggi. “Tidak heran kalau saat akreditasi jurnal, indeksasi ke DOAJ ini sering ditanyakan,” tambahnya. DOAJ juga menjadi pembeda antara jurnal open access yang valid dan jurnal yang predator.
Ada beberapa kualifikasi utama jika pengelola jurnal serius ingin mengajukan indeksasi ke DOAJ. Hal paling pertama yang Prof. Indah sebutkan ialah keoptimalan laman jurnal. Sebuah jurnal ilmiah diharapkan memiliki laman yang fungsional dan profesional. “Apakah lamannya bisa diakses, ada broken links atau tidak di setiap menunya,” papar Dosen Prodi Sastra Inggris itu. Setidaknya, ada dua jurnal di UIN Malang yang pernah tertolak DOAJ karena permasalahan ini. Keindahan sebuah laman jurnal memang penting, "Namun estetik saja tapi informasinya tidak lengkap, apa gunanya?" tegas Prof. Indah.
Selain itu, ia juga menjelaskan beberapa keuntungan jika jurnal ilmiah berhasil terindeks DOAJ. Visibilitas di kancah global menjadi keuntungan utama. Dengan terindeks di laman tersebut, maka artikel di sebuah jurnal lebih mudah ditemukan oleh calon penulis atau peneliti internasional.
Dengan mudah ditemukannya artikel, lanjut Prof. Indah, maka reputasi jurnal yang menerbitkannya pun akan meningkat. Hal ini akan menjadi daya tarik bagi calon penulis saat mempertimbangkan kemana mereka akan menerbitkan naskahnya. Tak hanya itu, terindeks DOAJ juga menjadi nilai tambah saat mengajukan indeksasi ke lembaga internasional lainnya, yakni Scopus dan Web of Science.

10367_ppi3.jpg


Setelah mendapatkan pemaparan dari Kepala PPI, agenda dilanjutkan dengan pemeriksaan kesiapan masing-masing jurnal. Pada sesi ini, seluruh kru PPI menjadi pemandu bagi pengelola jurnal yang masih belum memahami seluk-beluk registrasi DOAJ. Setelah semua jurnal menyatakan siap, tim PPI segera memandu pengisian dan diikuti oleh setiap pengelola. Pada saat acara berakhir, seluruh jurnal peserta DOAJ Clinic: Strategi Indeksasi Internasional secara resmi melakukan pengajuan melalui akun masing-masing. (nd)

(INFOPUB)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up