MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Menteri Agama RI periode 2014-2019, Dr. (HC) Lukman Hakim Saefuddin (LHS), hadir di tengah peserta TOT Moderasi Beragama Batch II yang diikuti 30 dosen muda UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya moderasi beragama dalam mencegah intoleransi dan mempromosikan kerukunan antar umat beragama. Selasa, 18 November 2025.
"Ajaran agama yang universal adalah ajaran yang diakui oleh semua manusia, apapun latar belakang dan agamanya," kata Lukman Hakim. "Contohnya, agama mengajarkan semua manusia harus dihormati dan dihargai. Tidak ada satu ajaran agama apapun yang mengajarkan untuk saling merendahkan satu sama lain."
Beliau juga menekankan bahwa moderasi beragama adalah kunci untuk mencegah radikalisme dan intoleransi. "Jika ada manusia yang keluar dari ajaran agama yang universal, maka dia menjadi radikal yang keluar dari inti ajaran agama itu sendiri," tegasnya.
Lukman Hakim juga menekankan bahwa keragaman adalah kehendak Allah SWT, dan Al-Qur'an memiliki multi tafsir. "Jika Allah berkehendak, ummatan Wahidan atau menjadikan semua manusia di muka bumi ini umat Islam semua jika Allah berkehendak pasti bisa," katanya. "Tapi, Allah berkehendak lain, keberagaman ini sudah menjadi ketentuan Allah." imbuhnya.
Beliau juga mengajak peserta untuk menebarkan kasih sayang dan menghormati satu sama lain, serta mencegah ujaran kebencian dan intoleransi. "Ajaran agama yang inti itu menebarkan kasih sayang, jangan sampai terjadinya perbedaan pendapat disikapi berlebihan mengatasnamakan agama," katanya.



