MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Langit malam Kota Malang terasa berbeda pada Sabtu malam ini. Di lapangan utama Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, gemerlap lampu dan lantunan nada menyatu dalam satu harmoni penuh kebahagiaan. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Malang Raya berkumpul dalam Maliki Festival, sebuah perayaan musik dalam rangka memperingati Dies Maulidiyah ke-64 UIN Malang, 8 November 2025
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Prof. Dr. H. Triyo Supriyanto, M.Ag., Wakil Rektor III UIN Malang, yang menegaskan pentingnya seni dalam kehidupan. “Musik adalah seni dan budaya hidup. Tanpa seni, hidup terasa hampa. Malam ini kita tunjukkan bahwa seni musik di Indonesia masih kita budayakan,” ujarnya di hadapan ribuan penonton yang menyambut dengan tepuk tangan meriah.
Alunan musik dari berbagai genre pun menggema, menciptakan suasana yang hidup dan penuh semangat. Setiap denting nada seolah mengajak semua yang hadir untuk melepas penat dari rutinitas akademik dan kesibukan harian. Mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum larut dalam kebersamaan, bernyanyi dan bergembira di bawah cahaya lampu yang menari di langit malam.
Yang menarik, meski suasana penuh euforia, acara ini tetap berlangsung tertib dan aman. Panitia bersama tim keamanan kampus menjaga jalannya kegiatan agar bebas dari hal-hal negatif seperti minuman keras atau keributan. Semuanya menikmati malam penuh seni dalam batas-batas aturan yang dijunjung tinggi oleh sivitas akademika UIN Malang.
Maliki Festival malam itu bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol bahwa UIN Malang terus menumbuhkan semangat seni dan budaya sebagai bagian dari kehidupan kampus yang religius, berprestasi, dan berbudaya.
Langit Malang yang gelap seolah terselimuti cahaya bahagia — malam di mana musik, persaudaraan, dan spiritualitas bersatu dalam satu harmoni.
Reporter : Faiqotul Himmah
Fotografer : Baem al-Hanif & Al Berda Salma Fariha



