MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar ajang ilmiah bergengsi Maliki International Competition of Economic and Business (MICEBIS) 2025 yang tahun ini memasuki babak puncak. Digelar secara online, acara ini mempertemukan 34 finalis dari berbagai kampus di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan karya terbaik mereka. Kamis 27 November 2025.
Para finalis berkompetisi dalam empat kategori: International Essay Competition, Business Plan International, Equity Research International, dan Pameran Poster Ilmiah. Keempat cabang lomba ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan analisis, solusi, dan gagasan inovatif sesuai tema besar tahun ini, “Green Revolution: Shaping an Innovative, Entrepreneurial, and Smart Investor Generation for a Sustainable Economy.”
Dalam sambutan pembukaan, Feri Dwi Riyanto, S.E., M.E., CFP., CPMM., selaku Ketua Pelaksana MICEBIS 2025, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh finalis yang berhasil menembus tahap akhir setelah proses seleksi panjang sejak Agustus.
Beliau menyampaikan bahwa kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah untuk melatih kemampuan riset, menajamkan logika analitis, dan membangun keberanian dalam mempertahankan ide.
Sebanyak 34 finalis dari kampus seluruh Indonesia hadir dalam ajang ini. Mulai dari Essay, Business Plan, hingga Equity Research, semuanya menjadi ruang untuk menggali potensi terbaik kalian. Sesuai tujuan kampus, saya mengucapkan selamat kepada seluruh finalis. Di sini, kalian semua adalah pemenang yang membedakan hanyalah bagaimana kalian mempertahankan ide-ide kalian,” ujarnyadalam sesi daring.
Presentasi final dilakukan secara online melalui sesi live yang berlangsung dari pagi hingga siang hari. Setiap peserta memaparkan riset dan proposal mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, analis pasar modal, praktisi bisnis, hingga profesional kreatif.
Meskipun berlangsung secara virtual, antusiasme peserta maupun juri tetap tinggi. Tanya jawab berlangsung intens, terutama dalam kategori Equity Research, yang menuntut ketajaman analisis data dan strategi investasi berkelanjutan.
Reporter : Faiqotul Himmah



