MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Memasuki hari ketiga pelaksanaan Training of Trainer (TOT) Moderasi Beragama bagi 30 dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, para peserta kembali diajak memperdalam pemahaman melalui sesi review menyeluruh atas materi yang telah diberikan pada hari sebelumnya. Kegiatan ini dipandu langsung oleh fasilitator TOT, Dr. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Rabu, 19 November 2025.
Pada sesi tersebut, peserta diminta melakukan telaah kembali atas materi yang disampaikan oleh narasumber ahli Dr. (HC) Lukman Hakim Saifuddin serta rangkaian materi yang diberikan oleh tim fasilitator. Dr. Iklilah memandu jalannya proses review secara klasikal, memastikan setiap peserta memahami inti materi secara utuh.
Berdasarkan hasil diskusi kelompok, fasilitator menilai bahwa peserta mampu menyerap dan mengolah materi dengan baik. "Di akhir setiap sesi, tim fasilitator selalu memberikan pendalaman materi kepada para peserta training moderasi beragama," tegas Dr. Iklilah.
Ia menambahkan bahwa dalam TOT, proses review bersama menjadi bagian penting untuk memastikan pemahaman tidak hanya pada tataran substansi, tetapi juga pada metode penyampaiannya. “Menjadi calon trainer itu tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus memahami alur dan metodologinya,” ungkapnya.
Selain itu, Dr. Iklilah kembali menekankan pentingnya verifikasi dan validasi terhadap setiap informasi, terutama yang berkaitan dengan isu keagamaan. “Setiap sumber informasi yang diterima harus melalui proses verifikasi dan validasi untuk memastikan keakuratan dan kebenarannya. Ini penting untuk menghindari penyebaran informasi yang salah atau menyesatkan, khususnya persoalan agama,” pesannya.
Melalui rangkaian kegiatan TOT ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep moderasi beragama, tetapi juga mampu menyampaikan kembali materi secara tepat, metodologis, dan bertanggung jawab sebagai calon trainer moderasi beragama di lingkungan akademik UIN Maliki Malang.
selain itu, tim fasilitator juga mengajak seluruh peserta untuk ice breaking melalui gerakan senam indoor dengan iringan shalawat.



