MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Pada hari ketiga pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Moderasi Beragama, salah satu fasilitator sekaligus akademisi dari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (Khas) Jember, Prof. Fawaizul Umam, memberikan penguatan materi mengenai nilai-nilai universal agama sebagai landasan teologis dalam mengembangkan sikap keberagamaan yang moderat. Rabu, 18 November 2025.
Dalam pemaparannya, Prof. Fawaizul menjelaskan bahwa nilai merupakan prinsip etika yang bersifat universal. Nilai yang dimaksud bukan tentang angka atau ukuran kuantitatif, tetapi terkait substansi moral yang membentuk pola sikap baik atau buruk seseorang dalam merespons berbagai persoalan kehidupan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun moderasi beragama.
Prof. Fawaizul mengajak peserta ToT untuk berdiskusi secara mendalam mengenai nilai universal dalam perspektif agama Islam yang dapat menjadi basis etik dalam keberagamaan yang moderat. Peserta juga diajak menganalisis sejumlah kasus aktual di masyarakat untuk melihat sejauh mana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sosial.
“Nilai-nilai universal dalam Islam dapat dijadikan dasar teologis bagi terwujudnya keberagamaan moderat,” jelasnya. Nilai-nilai seperti keadilan, kasih sayang, persaudaraan kemanusiaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap martabat manusia disebut sebagai prinsip yang tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga dapat diterima oleh seluruh umat manusia.
Tidak berhenti pada analisis nilai-nilai universal, Prof. Fawaizul juga meminta para peserta untuk mengeksplorasi dan mengkritisi penafsiran atau pandangan keagamaan di internal umat Islam yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai universal tersebut.
“Peserta juga harus memberikan hasil penafsiran atau pandangan keagamaan yang muncul di internal umat Islam dan bertentangan dengan nilai-nilai universal,” terangnya.
Penekanan ini bertujuan agar para peserta ToT tidak hanya memahami dasar teologis moderasi beragama, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan dalam menghadapi pandangan atau praktik keagamaan yang berpotensi menimbulkan sikap ekstrem, intoleran, atau diskriminatif.
Dengan penguatan materi ini, peserta ToT diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai universal agama dalam kegiatan pembelajaran maupun pengabdian masyarakat, serta berperan aktif sebagai agen moderasi beragama yang berperspektif teologis, etis, dan humanis.



