MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ifli Nur Diana, M.Si, menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya pengalaman ilmu moderasi beragama dalam penutupan Training of Trainer (TOT) Penguatan Moderasi Beragama yang berlangsung di Hotel Onsen, Songgoriti, Kota Batu, pada Jumat, 21 November 2025. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta pelatihan memiliki tanggung jawab besar setelah mendapatkan bekal ilmu setelah enam hari kegiatan.
"Setelah pelatihan ini, bapak ibu memiliki tanggung jawab yang luar biasa. Jika sudah punya ilmunya maka wajib hukumnya untuk mengamalkannya," ujar Rektor di hadapan 30 peserta TOT.
Dalam pidatonya, Rektor menyoroti kondisi pembinaan mahasiswa di mahad UIN Malang yang saat ini menampung sekitar 5.000 mahasiswa. Menurutnya, keputusan untuk memondokkan mahasiswa dalam jumlah besar dengan kebutuhan biaya yang signifikan bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi bagian dari upaya strategis pembentukan karakter.
Namun, Prof. Ifli juga mengajak seluruh pihak, terutama para pembina, untuk reflektif dan jujur dalam menilai capaian pembinaan karakter di mahad.
"Apakah anak-anak kita yang berada di mahad sudah memiliki pemahaman keislaman yang moderat? Ataukah belum? Jangan-jangan itu hanya justifikasi kita saja bahwa keluar dari mahad 100% semuanya memiliki pemahaman yang moderat?" ujarnya.
Mengingat pembelajaran berbasis kitab-kitab klasik di mahad dinilai masih kurang menyasar pemahaman keagamaan yang moderat. Prof. Ilfi menekankan bahwa para peserta TOT, yang terdiri dari 30 dosen, memiliki kewajiban moril untuk mengimplementasikan materi moderasi beragama yang telah dipelajari kepada mahasiswa, terutama di lingkungan mahad.
Rektor juga menyampaikan komitmen institusi untuk terus memberikan apresiasi dan penguatan kompetensi kepada para dosen.
"Tentu kami akan mengapresiasi bapak ibu semuanya dengan pelatihan-pelatihan yang setelah ini akan ditingkatkan lagi kualitasnya," ujarnya.
Pidato Rektor ini mempertegas arah dan komitmen UIN Malang dalam memperkuat moderasi beragama sekaligus memperbaiki sistem pembinaan karakter mahasiswa di mahad agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Reporter: Ajeng Ayu Kemala
Fotografer: Ahmad Fawwaz Willdani



