MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Memasuki hari kedua Training of Trainers (TOT) Moderasi Beragama, suasana pelatihan semakin dinamis dan penuh antusiasme. Para fasilitator moderasi beragama mengajak seluruh peserta untuk kembali mereview materi yang telah disampaikan pada sesi sebelumnya, sebagai langkah penting memperkuat pemahaman dasar sebelum memasuki tahap pelatihan lanjutan. Selasa, 18 November 2025.
Dalam sesi ini, Prof. Fawaiziul Umam dari UIN KHAS Jember bersama Dr. KH. Marzuki Wahid memandu 30 peserta untuk melakukan diskusi kelompok. Para peserta kemudian dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing mendapatkan tugas untuk membahas dua hal penting yaitu mengapa peran fasilitator sangat dibutuhkan dalam sebuah pelatihan, dan apa yang membedakan fasilitator dengan dosen dalam proses pembelajaran.
Diskusi berlangsung aktif. Para peserta saling bertukar pandangan mengenai pentingnya fasilitator sebagai penggerak dinamika pelatihan, penguat partisipasi, sekaligus penjaga suasana belajar agar tetap hidup dan inklusif. Peran fasilitator dinilai berbeda dari dosen yang lebih terfokus pada penyampaian materi, sedangkan fasilitator menekankan interaksi, keterlibatan peserta, dan penguatan pengalaman belajar.
KH. Marzuki Wahid juga tak lupa mengingatkan peserta tentang pentingnya sikap proaktif sebagai calon fasilitator moderasi beragama. Ia mendorong setiap anggota kelompok untuk menghadirkan kreativitas dalam setiap sesi.
Menariknya, untuk menciptakan suasana yang cair dan menyenangkan, setiap kelompok diminta membuat yel-yel kreatif yang akan ditampilkan pada sesi berikutnya. Inisiatif ini disambut meriah oleh peserta, yang tampak antusias mempersiapkan yel-yel terbaik mereka.
Suasana pelatihan pun menjadi lebih hidup. Dengan metode interaktif dan suasana penuh semangat, TOT Moderasi Beragama hari kedua ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan peserta menjadi fasilitator yang kompeten, komunikatif, dan inspiratif dalam menjalankan misi moderasi beragama di masyarakat.



