UIN Malang dan Kemenag RI Sinergikan Penguatan Pesantren di Jawa Timur: 200 Kiai Siap Hadiri Halaqah Akbar
Abadi Wijaya Jumat, 7 November 2025 . in Berita . 222 views
10344_sinergi.jpg
PERSIAPAN: WR 4 Prof. Dr. Abdul Hamid bersama Dr. Sutaman saat rapar koordinasi persiapan halaqah nasional. Rabu, 5 November 2025.

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. Bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, UIN Malang akan menggelar Halaqah Akbar bersama 200 kiai se-Jawa Timur pada 27–28 November 2025 mendatang. Kegiatan strategis ini akan dipusatkan di Kampus 3 Ar-Rahim UIN Malang.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Abdul Hamid, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari mandat resmi Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI dalam upaya memperkuat koordinasi antarpondok pesantren di Jawa Timur.
“Pertemuan dewan kiai pengasuh pondok pesantren ini adalah amanah dari Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag RI. Melalui halaqah ini, kita ingin memperkokoh sinergi dan soliditas dunia pesantren demi terjaganya keutuhan NKRI di bumi pertiwi,” ungkap Prof. Abdul Hamid.
Lebih lanjut, Prof. Hamid menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum istimewa bagi UIN Malang. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan hadir dalam acara tersebut untuk meresmikan Gedung Ar-Rahim — simbol komitmen UIN Malang dalam pengembangan pusat studi keislaman dan pesantren.
Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag RI melalui program ini menegaskan tiga fokus utama penguatan pesantren, yakni di bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, pesantren diharapkan semakin berkualitas melalui peningkatan kurikulum dan kompetensi guru. Dalam bidang dakwah, pesantren akan terus menjadi pusat penyebaran Islam yang moderat, toleran, dan damai.
Dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pesantren diarahkan menjadi sentra ekonomi umat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sinergi antara kampus dan pesantren ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran pesantren di era modern tanpa meninggalkan akar tradisi keislaman yang luhur.
“Kami ingin menjadikan halaqah ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk meneguhkan peran pesantren sebagai benteng moral dan penjaga keutuhan bangsa,” pungkas Prof. Hamid optimistis.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up