UIN Malang Patahkan Paradigma: Ilmu Tinggi Tak Harus Melepas Tradisi
Abadi Wijaya Kamis, 27 November 2025 . in Berita . 67 views
10515_p.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNVERSITY - Rabu sore, (26/11), cahaya lampu panggung di Graha Cakrawala memantul lembut pada barisan tamu undangan. Tepuk tangan panjang pecah ketika nama Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., diumumkan sebagai penerima penghargaan Visionary Leadership in Campus and Pesantren Development pada ajang Radar Malang Awards 2025.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kepemimpinan visioner Prof. Ilfi dalam memperkuat integrasi pendidikan tinggi dengan tradisi pesantren. Dua pilar ini sejak awal menjadi identitas kuat UIN Malang. Di tengah derasnya arus modernisasi, model integrasi ini dinilai mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang seimbang antara keilmuan modern dan pembentukan karakter spiritual.

UIN Malang dikenal sebagai kampus yang menjadikan Ma’had sebagai pusat pembinaan mahasiswa. Bukan sekadar asrama, Ma’had menjadi ruang hidup yang menempa kedisiplinan, kecintaan pada ilmu, dan nilai-nilai Islam dalam keseharian mahasantri. Konsep inilah yang menjadikan UIN Malang rujukan nasional dalam penyatuan kampus dan pesantren.

“Penghargaan ini hadir karena UIN Malang terus mengembangkan proses pembelajaran yang memadukan kekuatan kampus dan pesantren. Semua ini kami lakukan agar lulusan memiliki karakter kuat, kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional,” ujar Prof. Ilfi dalam sambutannya.

10516_p.jpeg

Pesantren, menurut Prof. Ilfi, adalah lembaga pendidikan mandiri yang telah berabad-abad membentuk peradaban umat. Fungsinya melampaui ruang kelas, sebagai pusat dakwah, pembinaan moral, dan pengembangan masyarakat. Karena itu, membangun sinergi antara kampus dan pesantren bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan strategis.

Kampus memiliki kekuatan sumber daya akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Sementara pesantren memiliki jaringan sosial luas dan kedekatan langsung dengan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Mengembangkan pesantren sama halnya dengan mengembangkan masyarakat secara keseluruhan, karena santri berasal dari seluruh penjuru Nusantara,” jelasnya.

Lebih jauh, integrasi tersebut tidak berhenti pada pembinaan mahasantri di Ma’had. Berbagai program pemberdayaan pesantren kini terus diperluas melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan KKM mahasiswa.

“Kampus harus hadir dan berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” tegas Prof. Ilfi.

Penghargaan ini semakin meneguhkan posisi UIN Malang sebagai kampus dengan tradisi akademik dan spiritual yang terjalin erat. Konsep Ulul Albab yang menggabungkan ilmu, akhlak, dan kedalaman spiritual dinilai menjadi jawaban atas tantangan zaman yang membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga bermoral kokoh.

Pada penghujung acara, ketika tepuk tangan kembali memenuhi ruangan, penghargaan tersebut menjadi penanda perjalanan panjang UIN Malang menegakkan tradisi keilmuan yang berakar kuat sekaligus memandang jauh ke depan. Kampus ini berkomitmen melahirkan generasi yang siap memberi kontribusi bermakna bagi masyarakat dan peradaban global.

Reporter: Azman Fawwazi

 

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up