MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Makin berkembangnya produk teknologi di segala aspek kehidupan juga dirasakan oleh pihak yang berjibaku dengan penerbitan, termasuk UIN Maliki Press. Agar tetap update dengan perubahan di dunia penerbitan, tim UIN Maliki Press menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) 2025 di Universitas Islam Bandung pada 27-28 November 2025. Kegiatan level nasional ini mengusung tema “Adopsi Teknologi Artificial Intelligence pada Ekosistem Penerbitan Buku”.
Menurut Kepala Divisi UIN Maliki Press, Benny Afwadzi, M.Hum., kegiatan ini adalah ajang strategis bagi penerbit perguruan tinggi untuk bertukar pikiran serta merumuskan arah pengembangan penerbitan akademik di Indonesia. Keterlibatan UIN Maliki Press dalam Mukernas tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyerap berbagai praktik terbaik (best practices) di bidang penerbitan. Utamanya yang berkaitan dengan digitalisasi dan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence-AI).
Teknologi AI, lanjut Benny, dapat dimanfaatkan untuk membantu distribusi, pemasaran, dan pengelolaan naskah agar meningkatkan daya saing penerbit di lingkup universitas. “UIN Maliki Press akan memaksimalkan media sosial dan AI untuk penguatan ekosistem penerbitan buku yang dimiliki. Kami ingin memastikan bahwa berbagai karya dosen dan penulis kami dapat menjangkau pembaca yang lebih luas,” paparnya.
Benny menegaskan, fokus utama UIN Maliki Press tetap pada peningkatan mutu penerbitan. Hal ini sejalan dengan mandat Undang-Undang No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Pasal 51 ayat (1) menyebutkan bahwa penerbitan di perguruan tinggi harus mengedepankan prinsip 3M, yaitu bermutu, murah, dan merata. “Kami berkomitmen menjaga kualitas buku sebagai wujud peran universitas dalam menyediakan literatur ilmiah yang terjangkau dan merata,” tambah dosen Prodi Pendidikan Agama Islam tersebut.
Dari kegiatan Mukernas, UIN Maliki Press merumuskan beberapa langkah strategis ke depan. Beberapa di antaranya ialah optimalisasi pemasaran digital yang lebih agresif, pengembangan katalog digital terpadu, intensifikasi kerja sama dengan penerbit anggota APPTI, serta eksplorasi penggunaan AI untuk penerbitan buku. “Langkah-langkah Ini kami harapkan dapat mendukung kinerja penerbit dalam menghadapi tantangan industri buku yang semakin kompetitif,” harap Pria asal Kabupaten Lamongan tersebut.
Sebagai peserta aktif Mukernas APPTI 2025, UIN Maliki Press menunjukkan komitmen sebagai divisi di bawah naungan P2B UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ini dibuktikan dengan mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari seminar nasional, workshop pemasaran buku berbasis media sosial dan komunitas, talkshow pemanfaatan Gen AI untuk penjualan buku, hingga penyusunan program kerja APPTI 2026. Berbagai sesi dalam Mukernas memberikan wawasan baru tentang bagaimana penerbit perguruan tinggi dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.Kehadiran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran UIN Maliki Press dalam ekosistem penerbitan ilmiah nasional. “Kami akan berusaha untuk terus berkembang, berkolaborasi, dan berinovasi dalam dunia penerbitan perguruan tinggi dengan dukungan teknologi, jejaring nasional, dan fokus pada kualitas,” tegas Benny.



