MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pembukaan IC-ISLEH 2025 berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme ketika Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Basri Zain, M.A., Ph.D., menyampaikan pidato pengarahannya. Mewakili Rektor, ia hadir membawa penegasan visi kelembagaan yang berorientasi pada penguatan daya saing global. Senin 24 November 2025.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menjelaskan bahwa UIN Malang saat ini memasuki fase pertumbuhan strategis yang ditandai dengan pengembangan tiga kawasan kampus di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Perkembangan tersebut, ditambah capaian sebagai PTKIN terbaik nomor satu di Indonesia, dinilai menjadi landasan penting bagi kampus untuk melangkah lebih jauh dalam percaturan pendidikan tinggi internasional.
Ia kemudian menyampaikan pernyataan visioner yang menjadi sorotan utama “Lima tahun ke depan, insyaAllah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan melampaui Universitas Al-Azhar dan menjadi perguruan tinggi Islam terbaik kedua di dunia.” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut dengan tepuk tangan hangat dari para peserta, menandakan keyakinan kolektif terhadap arah pengembangan institusi.
Sejalan dengan tema konferensi yang mengkaji Islam, Artificial Intelligence, dan tantangan etika global, Dr. Basri menyoroti fenomena akademik yang muncul akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus tetap diiringi dengan penguatan literasi dan daya nalar. “AI sangat penting, tetapi AI bukan segalanya. Tidak semua data yang dihasilkan AI valid. Kemampuan menulis meningkat, tetapi budaya membaca menurun. Jika hanya mengandalkan AI, nalar kritis tidak akan berkembang.”
Menurutnya, AI perlu ditempatkan dalam porsi yang tepat sebagai pendukung proses ilmiah, bukan sebagai pengganti kapasitas intelektual manusia. Penguatan nalar kritis tetap menjadi pilar utama bagi tradisi akademik.
Mengakhiri sambutannya, Dr. Basri secara resmi membuka IC-ISLEH 2025 melalui pembacaan basmalah. Momen tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan akademik yang berlangsung selama dua hari, melibatkan pemakalah, pembicara, dan akademisi dari berbagai negara. Konferensi ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring riset internasional dan menghasilkan kontribusi akademik yang relevan bagi masa depan pendidikan Islam di tengah dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Reporter : Faiqotul Himmah



