Dua PTKIN Teken MoU dengan UIN Malang, Dorong Akselerasi Pembukaan Fakultas Kedokteran
Abadi Wijaya Senin, 1 Desember 2025 . in Berita . 81 views

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Dua perguruan tinggi Islam negeri, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penandatanganan ini berlangsung di kampus UIN Malang dan menjadi tonggak baru penguatan kolaborasi PTKIN dalam pengembangan kelembagaan, khususnya percepatan pendirian Fakultas Kedokteran di UIN Bandung.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M. Ag, menegaskan bahwa kerja sama ini telah dibicarakan sejak lama secara informal, bahkan sejak beberapa kali pertemuan di luar agenda resmi.
“Ini sebenarnya pembicaraan lama. Kita sering bertemu di berbagai tempat, termasuk di Bali. Dan hari ini, semua pimpinan dari Bandung saya ajak untuk menindaklanjuti secara serius,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa UIN Bandung telah lama menggagas pendirian Fakultas Kedokteran, namun belum terealisasi. Menurutnya, kebutuhan tenaga medis di Jawa Barat yang berpenduduk 50 juta jiwa menjadi alasan kuat percepatan pendirian program tersebut.
“Saya melihat Jawa Barat memerlukan tambahan tenaga medis. Ini bagian dari kontribusi PTKIN terhadap program prioritas pemerintah, terutama bidang kesehatan,” tegasnya.
Prof. Rosihon menyampaikan apresiasi kepada UIN Malang yang bersedia menjadi pembina dalam proses pendirian fakultas tersebut.
“Kita saling menguatkan, bukan bersaing. Kita maju bersama,” tambahnya.
Sementara itu Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. juga menyampaikan bahwa hubungan kultural antara Lirboyo dan UIN Malang sudah terjalin sejak lama. Sejumlah dosen dari UIN Malang kerap berkunjung untuk mengajar, termasuk beberapa lulusan Lirboyo yang kini menjadi mahasiswa UIN Malang.
“Kami sudah sering bersilaturahim ke UIN Malang sejak zaman Prof. Imam Suprayogo. Banyak santri kami yang kuliah di sini, dan hampir tiap semester ada dosen UIN Malang yang memberi kuliah, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar salah satu pimpinan UIT Lirboyo.
UIT Lirboyo juga membuka kemungkinan berkolaborasi dalam pengembangan fakultas kedokteran di masa mendatang.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M. Si, menyambut hangat kunjungan kedua perguruan tinggi tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini akan ditindaklanjuti secara serius oleh jajaran UIN Malang.
“Kami ingin memberikan yang terbaik. Kerja sama ini bukan seremonial, tetapi harus berdampak bagi penguatan institusi kita bersama,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Ilfi juga memaparkan perkembangan pembangunan Kampus 3 di Batu, khususnya Gedung Fakultas Kedokteran UIN Malang, termasuk fasilitas laboratorium, ruang perkuliahan modern, serta dukungan infrastruktur kampus yang berada di kawasan lembah pegunungan Malang Raya.
“Gedung Fakultas Kedokteran kami dibangun untuk menampung hingga 1.600 mahasiswa. Lingkungannya kami desain ramah lingkungan, dengan ruang belajar yang nyaman sampai rooftop café agar mahasiswa bisa belajar dengan optimal,” jelasnya.
Ketiga perguruan tinggi sepakat bahwa kerja sama ini bukan hanya untuk kepentingan internal kampus masing-masing, tetapi juga sebagai langkah strategis PTKIN dalam berkontribusi pada pembangunan nasional, terutama penyediaan tenaga kesehatan.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program bersama, seperti pendirian atau percepatan Fakultas Kedokteran, pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, dan penguatan kapasitas kelembagaan.
Acara ditutup dengan doa dan sesi foto bersama seluruh pimpinan dari tiga kampus tersebut.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up