MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Layyinah Basri, S. Ag menaruh perhatian serius pada isu kesehatan perempuan. Peringatan HUT DWP ke-26 yang bertepatan dengan Hari Ibu ke-97 tahun ini ditandai dengan penyelenggaraan Seminar Kesehatan bertajuk “Breast Aware and Healthy”. Rabu, 10 Desember 2025.
Seminar yang digelar di Home Theater Fakultas Humaniora itu menjadi ruang edukasi bersama tentang pentingnya kesadaran deteksi dini kesehatan payudara. Tema yang diusung, “Breast Aware and Healthy: Edukasi untuk Kesehatan Perempuan Indonesia”, diarahkan untuk membangun pemahaman yang benar mengenai risiko, pencegahan, hingga langkah mandiri menjaga kesehatan payudara.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah dr. Badariyatud Dini, Sp.BP.RE, dokter spesialis bedah plastik, rekonstruksi, dan estetik. Ia memaparkan secara komprehensif aspek medis kesehatan payudara serta pentingnya kewaspadaan sejak dini sebagai kunci utama pencegahan.
Tidak hanya sebatas seminar, DWP juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan. Sebanyak 50 peserta pertama mendapat fasilitasi pengecekan gula darah, serta layanan SADANIS atau pemeriksaan payudara klinis yang dilakukan langsung oleh tenaga medis dari Klinik UMMI.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota DWP lintas unit, mulai dari DWP fakultas, DWP Pascasarjana, hingga PSGAD. Hadir pula para murabbiyah dan musyrifah Ma’had, serta perwakilan santri dari sejumlah pondok pesantren sekitar kampus, seperti Pondok Pesantren Luhur, Fatimiyyah, Azkiya, Sabilur Rosyad, Nurul Huda, dan Al Fadholi.
Tingginya kasus kanker payudara di Indonesia menjadi latar penting penyelenggaraan seminar ini. DWP UIN Maliki Malang memandang literasi kesehatan sebagai fondasi utama dalam membentuk keluarga yang tangguh. Akses pengetahuan yang benar, konsultasi profesional, serta layanan pemeriksaan menjadi langkah nyata yang ditawarkan melalui agenda ini.
Melalui peringatan Hari Ibu tahun ini, DWP juga menegaskan kembali peran strategis perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga. Sehat itu berantai. Dimulai dari satu orang perempuan yang sadar, dampaknya bisa sampai ke satu generasi.



