MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, hadir langsung memberi dukungan dalam peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 dan Hari Ibu ke-97. Kehadiran orang nomor satu di UIN Maliki itu menjadi penanda kuat bahwa isu kesehatan perempuan dan peran ibu bukan sekadar agenda seremonial.
Dalam arahannya, Prof. Ilfi menegaskan bahwa peran istri dan ibu memiliki posisi yang sangat menentukan dalam kehidupan keluarga. Ia menyampaikan bahwa setiap langkah seorang suami tak pernah lepas dari izin dan doa seorang istri. Kalimat itu disambut anggukan peserta, sebagian tersenyum, sebagian tampak merenung.
Ia juga mengajak agar relasi suami istri dibangun dalam semangat kesalingan. Menurutnya, kegiatan bersama antara bapak dan ibu perlu terus diupayakan agar satu sama lain saling memahami peran, tantangan, dan tanggung jawab. Terlebih ketika yang dibahas menyangkut kesehatan perempuan dan kesehatan reproduksi, yang dampaknya langsung terasa dalam kehidupan keluarga.
Kesehatan alat reproduksi perempuan, termasuk payudara, disebutnya sebagai isu penting yang perlu dipahami sejak usia muda. Terutama bagi para remaja dan calon ibu. Pengetahuan sejak dini dianggap sebagai tameng utama menghadapi berbagai risiko penyakit yang dapat menyerang perempuan.
Prof. Ilfi juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para santri dari sejumlah pondok pesantren di sekitar kampus, seperti Pondok Pesantren Luhur, Fatimiyyah, Azkiya, Sabilur Rosyad, Nurul Huda, dan Al Fadholi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda perempuan dalam kegiatan edukatif semacam ini adalah investasi besar bagi kesehatan keluarga di masa depan.
Dalam bagian yang paling reflektif, Prof. Ilfi berbagi pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu. Ia bercerita tentang kebiasaan mengaji bersama anak-anaknya di waktu kecil, kebiasaan yang menurutnya sederhana, tetapi membekas dalam ingatan anak-anak hingga dewasa. Dari kisah itu, ia menegaskan bahwa teladan kecil yang dilakukan ibu di rumah sering kali menjadi warisan paling berharga bagi anak.
Ia juga mengingatkan bahwa peran ibu tidak hanya mendidik secara fisik, tetapi juga membentuk kesehatan mental dan spiritual dalam keluarga. Keteladanan dinilai jauh lebih kuat daripada sekadar nasihat.
Menutup sambutannya, Prof. Ilfi mendoakan seluruh ibu yang hadir agar selalu diberi kekuatan lahir dan batin, dilimpahi keberkahan dalam keluarga, serta dianugerahi anak-anak yang sukses dan berakhlak baik. Ia juga menyampaikan harapan agar pada kegiatan berikutnya, semakin banyak keluarga yang hadir bersama, membangun ruang belajar yang hangat dan bermakna.
Peringatan HUT DWP ke-26 dan Hari Ibu ke-97 di UIN Maliki Malang pun terasa lebih dari sekadar perayaan. Di dalamnya mengalir pesan tentang peran ibu, kesehatan perempuan, dan masa depan keluarga yang dititipkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.



