MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) 2025 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mencapai babak penting. Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si bersama 132 pimpinan secara resmi menyepakati dan menandatangani hasil rekomendasi RTM dalam sidang pleno yang digelar Jumat, 19 Desember 2025.
Penandatanganan ini menjadi penanda arah kebijakan kampus ke depan. Prof. Ilfi menegaskan bahwa penguatan Kurikulum Cinta dan ekologi tidak boleh berhenti di dokumen. Implementasinya harus dikawal secara konsisten dan berdampak nyata, dimulai dari internal kampus. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas publikasi jurnal dosen, sitasi karya ilmiah, serta penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Kita harus memastikan keberdampakan itu terasa. Dari ruang kelas, dari karya dosen, hingga layanan kampus,” ujar Prof. Ilfi dalam arahannya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan perubahan pendekatan pengembangan SDM. Tahun depan, UIN Maliki Malang tidak lagi menggelar capacity building ke luar. Energi dan anggaran dialihkan sepenuhnya untuk memperkuat layanan mahasiswa.
“Kita akan memberikan layanan yang sebesar-besarnya dan sebaik-baiknya untuk adik-adik mahasiswa,” tegasnya, dengan nada lugas.
Upaya peningkatan minat mahasiswa baru juga menjadi perhatian serius. Prof. Ilfi mendorong pembaruan kurikulum yang lebih adaptif serta penerapan skema hybrid learning yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Kampus, menurutnya, harus lentur tanpa kehilangan jati diri.
Tak kalah penting, konektivitas lulusan dengan dunia kerja menjadi agenda prioritas. Career Development Center (CDC) didorong berada di garda depan sebagai penghubung aktif antara kampus dan dunia industri serta dunia kerja. Targetnya jelas. Lulusan UIN Maliki Malang tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga cepat terserap dan sukses di dunia profesional.
Sidang pleno yang berlangsung hingga malam hari tersebut juga mengesahkan hasil pembahasan Komisi 1 dan 2. Rekomendasi perbaikan mutu layanan, baik akademik maupun non akademik, termasuk penguatan sarana dan prasarana, mendapat atensi penuh seluruh pimpinan.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si menekankan bahwa hasil RTM bukanlah garis finis. Evaluasi lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan setiap rekomendasi benar-benar dijalankan.
“Hasil evaluasi ini tidak final. Kita akan mengukur realisasi perbaikan program agar dampaknya nyata dan dirasakan langsung oleh para pemangku kepentingan,” ujarnya.
RTM 2025 pun menegaskan satu pesan penting. UIN Maliki Malang tidak sekadar merencanakan perubahan, tetapi menyiapkan langkah konkret agar mutu layanan, kualitas lulusan, dan relevansi kampus terus melesat. Mahasiswa diuntungkan, dosen tertantang, dan kampus dipaksa bergerak lebih gesit. Sebuah kombinasi yang, jika konsisten, sulit untuk gagal.



