MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Sebagai langkah konkret dalam menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), rombongan Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan kerja ke kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Senin pagi. Kunjungan ini bertujuan untuk mematangkan skema kerja sama strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Delegasi UIN Malang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Abdul Hamid, didampingi Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Agus Maimun, Wakil Direktur II Dr. Sutaman, serta Ketua Program Studi S3 Studi Islam Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif. Rombongan tiba di kantor PWNU Jawa Timur di kawasan Jemursari, Surabaya, pada pukul 11.08 WIB.
Kedatangan delegasi akademisi ini disambut hangat oleh jajaran petinggi PWNU Jawa Timur. Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menerima langsung rombongan tersebut bersama Sekretaris PWNU H. Muhammad Faqih dan Wakil Ketua PWNU Prof. Dr. H. Maskuri Bakri. Kehadiran para pimpinan inti ini menegaskan komitmen kuat PWNU dalam membangun kemitraan jangka panjang dengan UIN Maliki Malang.
Dalam sambutannya, Gus Kikin mengapresiasi langkah cepat UIN Maliki dalam merealisasikan butir-butir kerja sama. Ia menilai model pengelolaan Ma’had (pesantren kampus) yang diterapkan UIN Maliki memiliki relevansi tinggi bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Nahdliyin.
"UIN Maliki memiliki keunggulan integrasi antara pendidikan karakter pesantren dan tradisi akademik modern. Kami berharap ini dapat menjadi referensi untuk memperkuat tata kelola pendidikan dan pesantren di bawah naungan NU," ujar Gus Kikin.
Di bidang penelitian, kedua belah pihak sepakat untuk menggenjot kolaborasi riset dan publikasi ilmiah. Potensi ini didukung oleh keberadaan jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) yang telah terindeks Scopus, membuka peluang pertukaran peneliti dan penulisan artikel bersama guna meningkatkan reputasi akademik.
Sementara itu, pada aspek pengabdian masyarakat, UIN Maliki diundang untuk berpartisipasi dalam Kelompok Kerja (Pokja) Kehutanan Sosial. Hal ini menyusul diterimanya SK pengelolaan kawasan hutan seluas 100 hektar oleh PWNU, yang memerlukan pendampingan ilmiah dari berbagai disiplin ilmu untuk pengembangan ekonomi dan sosial berbasis komunitas.
Gus Kikin menekankan bahwa kolaborasi ini krusial untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan kualitas SDM NU. Menurutnya, perpaduan keilmuan pesantren dan modern diperlukan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berkarakter qana‘ah. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani



