MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI ke-80. Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Maliki Malang, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag, memimpin langsung rapat koordinasi bersama tim panitia HAB, Senin, 29 Desember 2025.
Dalam arahannya, Muhtar menegaskan bahwa peringatan HAB bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini membawa nama baik dan marwah Kementerian Agama, sekaligus menjadi cermin profesionalitas institusi pendidikan di bawah naungannya.
“Semua harus clear dan dipersiapkan dengan matang. HAB ke-80 ini bagian dari kebanggaan kita bersama,” ujarnya lugas.
Peringatan HAB tahun ini yang direncanakan berlangsung di Kampus Tiga UIN Maliki Malang, Kota Batu masih dipanding karena persoapan persiapan teknis di lapanga, sehingga pelaksanaannupacara HAB Kemenag RI Ke-80 ini masih tetap dilaksanakan di kampus 1 Jalan Gajayana no.50 Kota Malang.
Muhtar juga mengingatkan pentingnya ketepatan teknis, mulai dari kesiapan petugas upacara hingga kehadiran para undangan. Ia meminta panitia memastikan seluruh undangan tersampaikan dengan baik agar tidak ada pihak yang terlewat.
“Hal-hal kecil sering kali menentukan kesan besar,” katanya, setengah mengingatkan, setengah menyindir pengalaman klasik panitia acara.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HAB UIN Maliki Malang, Hj. Umihanik, SE., MM, meminta setiap seksi bekerja detail dan disiplin sesuai tugas masing-masing. Pasalnya, rangkaian peringatan HAB juga akan diisi dengan penyerahan Satya Lencana Karya Satya kepada 94 ASN berprestasi di lingkungan UIN Maliki Malang.
Selain upacara dan penganugerahan, agenda syukuran juga akan digelar melalui prosesi potong tumpeng. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur atas peringatan HAB Kementerian Agama RI ke-80 sekaligus atas perpindahan Fakultas Psikologi dan Humaniora ke Kampus Tiga.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, UIN Maliki Malang berharap peringatan HAB ke-80 tidak hanya berjalan khidmat dan tertib, tetapi juga meninggalkan kesan positif sebagai momentum refleksi, syukur, dan penguatan semangat pengabdian.



