MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Komitmen Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si dalam menyiapkan pemimpin mahasiswa yang berkualitas terus diwujudkan secara nyata. Salah satunya melalui kegiatan retreat ketua organisasi mahasiswa (Ormawa ) yang digelar bekerja sama dengan Pusdiklat Arhanud TNI AD Kota Batu selama dua hari, Selasa–Rabu, 13–14 Januari 2026.
Mengusung tema Catalyst for Change: Empowering Student Movement, retreat ini diikuti oleh 63 ketua Ormawa yang terdiri dari 50 peserta laki-laki dan 13 peserta perempuan. Seluruh peserta merupakan pimpinan organisasi mahasiswa, mulai dari SEMA dan DEMA universitas maupun fakultas hingga ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Ilfi Nur Diana hadir langsung memberikan dukungan dan motivasi. Ia menegaskan bahwa menjadi ketua Ormawa di era sekarang adalah pilihan yang tidak biasa, sekaligus istimewa. Berdasarkan berbagai riset, minat generasi Z terhadap dunia organisasi cenderung menurun. Fakta ini justru menjadi nilai lebih bagi mahasiswa yang berani mengambil peran kepemimpinan.
“Tantangan generasi Z jauh lebih berat. Dunia kerja sudah berubah, industri membutuhkan SDM yang adaptif, paham IT, dan siap hidup berdampingan dengan teknologi AI. Pengalaman memimpin organisasi menjadi modal penting untuk itu,” ujar Prof. Ilfi.
Ia menekankan bahwa menghadapi masa depan dibutuhkan tiga bekal utama, yaitu competency, character, dan commitment. Kompetensi membentuk keahlian, karakter membangun integritas, sementara komitmen melahirkan rasa memiliki, kemauan bekerja sama, dan kesediaan bekerja keras demi visi organisasi. Pesannya jelas, kesempatan retreat ini adalah momentum emas yang tidak boleh disia-siakan.
Dalam paparannya, Prof. Ilfi juga mengutip konsep kepemimpinan John Maxwell tentang lima level pemimpin, mulai dari position hingga personhood. Level tertinggi adalah pemimpin yang diikuti bukan karena jabatan, melainkan karena keteladanan pribadi. “Pemimpin mahasiswa harus cerdas dan berkepribadian kuat agar mampu menjadi contoh bagi anggotanya,” tegasnya.
Secara resmi, peserta retreat diberangkatkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. Ia menjelaskan bahwa pendidikan di lingkungan Arhanud dirancang untuk membentuk disiplin, ketangguhan, dan tanggung jawab kepemimpinan mahasiswa, baik di tingkat universitas, fakultas, maupun program studi.
“Seluruh peserta adalah ketua Ormawa. Mereka dipersiapkan menjadi pemimpin yang siap diuji, bukan hanya di kampus, tetapi juga di masyarakat,” ujarnya.
Mewakili Komandan Pusdiklat Arhanud, Brigjen TNI I Made Suryawan, M.Sos., MA, Letkol Arh Muda Setyawan, S.I.P., M.I.P menyampaikan sambutan selamat datang. Ia menegaskan bahwa retreat ini tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter yang tangguh, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, integritas, dan tanggung jawab moral.
Mahasiswa, menurutnya, harus mampu menjadi katalis perubahan. Tidak berhenti pada menyampaikan tuntutan, tetapi mampu menghadirkan solusi dan perubahan positif yang nyata.
Senada dengan itu, Kabag Kemahasiswaan Romi Faslah menambahkan bahwa retreat ini bertujuan membentuk pemimpin mahasiswa yang cinta NKRI, memiliki visi yang sejalan, serta mampu membangun sinergi kuat dengan pimpinan universitas.
"Retreat ini diharapkan melahirkan pimpinan mahasiswa yang visioner, berintegritas, dan siap menjadi pelopor perubahan," pungkasnya.



