Upacara HAB ke-80 Kemenag di UIN Maliki Malang, Tegaskan Kerukunan dan Tantangan AI
Abadi Wijaya Sabtu, 3 Januari 2026 . in Berita . 123 views

 

10606_hazawawi.png

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Seluruh ASN dan sivitas akademika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI ke-80, Sabtu, 3 Januari 2026. Upacara berlangsung khidmat di lingkungan kampus sebagai bagian dari refleksi delapan dekade pengabdian Kementerian Agama bagi bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro AUPK UIN Maliki Malang, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag, bertindak sebagai pembina upacara menggantikan Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. Dalam amanatnya, Muhtar membacakan sambutan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

10608_upacara.jpg

Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Menteri Agama menegaskan bahwa kerukunan tidak berhenti pada ketiadaan konflik, tetapi menjadi energi kebangsaan yang produktif. Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial harus dirajut sebagai kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan Indonesia.

Dalam sambutannya, Menag mengingatkan bahwa kehadiran Kementerian Agama sejak awal merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Kemenag lahir bukan untuk satu golongan, melainkan sebagai ruang sinergi seluruh komponen bangsa agar kehidupan keagamaan tumbuh damai, adil, dan sejahtera.

Delapan puluh tahun perjalanan Kemenag juga menegaskan perannya sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Peran tersebut kini semakin luas, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, penguatan kerukunan berbasis kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga memastikan agama hadir sebagai solusi atas persoalan bangsa.

10607_peserta.jpg

Menag juga menyoroti capaian sepanjang 2025 melalui semangat “Kemenag Berdampak.” Transformasi digital dinilai telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat. Di sisi lain, penguatan ekonomi umat melalui pesantren serta optimalisasi zakat, wakaf, dan dana sosial keagamaan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Di bidang pendidikan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan terus menunjukkan peningkatan kualitas. Inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana membuat institusi pendidikan di bawah Kemenag sejajar dengan standar pendidikan nasional lainnya. Program Desa Sadar Kerukunan pun disebut sebagai contoh nyata bagaimana nilai kerukunan dibumikan langsung di tengah masyarakat.

Menatap masa depan, Menteri Agama mengingatkan tantangan besar era kecerdasan buatan dan dunia VUCA. ASN Kementerian Agama diminta tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut mewarnai perkembangan AI dengan konten keagamaan yang valid, moderat, dan mencerahkan. Algoritma masa depan, menurutnya, tidak boleh kosong dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Menutup amanatnya, Menag mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus bertransformasi menjadi pribadi yang adaptif, terbuka terhadap teknologi, dan sigap melayani umat dengan empati serta integritas. Dengan fondasi kerukunan, sinergi, dan penguasaan teknologi yang beretika, Indonesia diyakini mampu melangkah menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.

Upacara HAB ke-80 di UIN Maliki Malang pun menjadi penanda bahwa semangat pengabdian Kementerian Agama tetap relevan, bahkan semakin menantang. Delapan puluh tahun bukan usia pensiun, melainkan usia matang untuk terus bergerak, berpikir ke depan, dan memberi dampak nyata bagi umat dan bangsa.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up