MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Bedah Buku The Future Society pada Jumat, 13 Februari 2026 di Aula Gedung Micro Teaching FITK. Kegiatan ini menghadirkan dua dari dua belas penulis buku tersebut, yakni Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag. dan Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., sebagai narasumber utama.
Acara dibuka dengan sambutan Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., yang dilanjutkan dengan penyerahan eksemplar buku secara simbolis dari para narasumber. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi akademik atas arah masa depan masyarakat, agama, dan dunia pendidikan tinggi.
Imajinasi The Future Society lahir dari kegelisahan intelektual para penulis terhadap kondisi dunia akademik, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Ia menilai diskursus akademik saat ini kerap bersifat dangkal dan reaktif karena terlalu dipengaruhi oleh dinamika media sosial.
“Ini sebetulnya adalah kegalauan. Buku ini itu buku kegalauan, salah satunya kegalauan PTKI itu,” ungkapnya.
Menurutnya, manusia saat ini hidup dalam situasi perubagan besar yang nyaris tanpa preseden sejarah. Namun, kajian tentang masa depan justru belum menjadi perhatian serius di lingkungan akademik.
“Rasanya kita belum sungguh-sungguh menjadikan studi masa depan itu sebagai discourse yang secara serius digumuli,” ujarnya.
Dalam salah satu bagiannya, Prof. Zainul Hamdi secara khusus mengulas imajinasi tentang agama di masa depan melalui pendekatan sosiologi agama. Ia menekankan bahwa agama perlu dipahami secara historis sebagai ekspresi simbolik manusia yang terus berubah, bukan dinilai dengan standar tunggal masa kini.
“Bagaimana kita mengimajinasikan tentang agama masa depan? Ini wilayah yang taruhannya sangat besar,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag—Staf Ahli Menteri HAM sekaligus Ketua PBNU—menyampaikan bahwa buku ini merupakan upaya kolektif para akademisi untuk menghidupkan kembali keberanian berpikir visioner di tengah perubahan sosial yang cepat dan kompleks. Ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai ruang produksi gagasan strategis, bukan sekadar respons terhadap isu sesaat.
Melalui kegiatan ini, UIN Malang menegaskan komitmennya dalam mendorong tradisi akademik yang kritis, reflektif, dan berorientasi pada masa depan. (kml)
Reporter: Ajeng Ayu Kemala



