MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Pelaksanaan hari kedua Uji Pengetahuan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UP UKMPPG) Periode 1 Tahun 2026 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung lancar. Hal tersebut disampaikan langsung oleh tim penyelia, Prof. Dr. H. Jumarim, M.HI dari UIN Mataram dan Drs. H. Mujahid, M.Ag dari UIN Sunan Kalijaga, saat melakukan pemantauan pada Minggu, 22 Februari 2026.
Sejak hari pertama, tim penyelia aktif memantau proses ujian yang digelar secara daring di Tempat Uji Kompetensi (TUK) kampus 1 UIN Maliki Malang. Prof. Jumarim menilai penyelenggaraan sudah berjalan baik. Beberapa kendala teknis sempat muncul, terutama yang berkaitan dengan perangkat dan koneksi, namun tidak sampai mengganggu jalannya ujian.
Prof. Jumarim menilai panitia dan penguji dinilai sigap. Koordinasi antar tim berjalan rapi sehingga setiap persoalan dapat segera ditangani di lokasi. Dalam ujian berbasis komputer seperti UKMPPG, kesiapan jaringan menjadi faktor utama. Koneksi internet harus stabil, perangkat laptop peserta harus layak pakai, dan sistem pengawasan harus berjalan bersamaan. "Kombinasi tiga hal itu yang menentukan kelancaran," ujarnya.
Hari kedua memperlihatkan hasil persiapan tersebut, mulai dari briefing pengawas ruang, pengecekan perangkat peserta, hingga pelaksanaan ujian tiap sesi berjalan sesuai jadwal. "Tidak terlihat antrean panjang ataupun gangguan berarti pada sistem," tegasnya.
Menurut Prof. Jumarim, kesiapan panitia dan penguji cukup prima. Artinya bukan hanya soal jaringan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Pengawas ruang memahami prosedur, tim teknis siap siaga, dan peserta mendapat arahan yang jelas sebelum ujian dimulai. Dalam ujian online, sering kali masalah kecil bisa membuat panik. Di sini justru sebaliknya, masalah kecil langsung diselesaikan sebelum menjadi besar.
Ia berharap pelaksanaan hingga akhir tetap kondusif. “Semoga proses uji kompetensi mahasiswa PPG berjalan lancar dan seluruh peserta dapat lulus serta ke depan semakin sejahtera,” ujarnya.
UP UKMPPG merupakan tahapan penting bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru sebelum memperoleh pengakuan kompetensi sebagai guru profesional. Karena itu, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya dinilai dari kelulusan peserta, tetapi juga dari kesiapan sistem, jaringan, dan manajemen pelaksanaan. "Di UIN Malang, kombinasi ketiganya terlihat mulai terbentuk. Jika jaringan tenang, pengawas tenang, peserta juga ikut tenang. Biasanya justru itu kunci ujian berjalan sukses," tutupnya.



