MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Pelaksanaan Uji Pengetahuan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UP UKMPPG) Periode 1 Tahun 2026 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya soal soal ujian dan peserta. Di balik layar, ada satu faktor yang menentukan sukses tidaknya kegiatan ini, yakni stabilitas jaringan internet. Sabtu, 21 Februari 2026.
Selama dua hari, 21–22 Februari 2026, hampir 7.998 peserta dari berbagai daerah Indonesia mengikuti ujian berbasis komputer secara daring. Jumlah besar itu membuat kebutuhan koneksi internet menjadi krusial. Sedikit saja gangguan jaringan, dampaknya bisa langsung terasa pada ribuan peserta sekaligus.
Peran tersebut berada di tangan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Maliki Malang. Unit ini memegang kendali penuh atas jaringan kampus selama pelaksanaan ujian berlangsung.
Ketua PTIPD UIN Maliki Malang, Abid Yusron, menjelaskan bahwa persiapan tidak dilakukan mendadak. Timnya sudah melakukan serangkaian tahapan sejak jauh hari sebelum ujian digelar.
Menurutnya, jaringan untuk UKMPPG tidak cukup hanya “menyala”. Kapasitas harus dihitung, diuji, lalu disimulasikan sesuai beban riil pengguna. PTIPD melakukan pengecekan bandwidth, penguatan titik akses, serta uji coba sistem agar server tetap stabil ketika diakses ribuan peserta secara bersamaan.
“Ujian ini skalanya nasional. Pesertanya ribuan. Jadi kami memastikan jaringan benar-benar siap. Tidak hanya stabil, tetapi juga memiliki cadangan jika terjadi gangguan,” jelas Abid.
Tim teknis bahkan melakukan monitoring selama 24 jam selama pelaksanaan ujian. Setiap ruang ujian diawasi dari sisi konektivitas. Jika muncul kendala kecil, penanganan dilakukan segera sebelum memengaruhi jalannya tes.
Langkah antisipasi juga disiapkan melalui sistem backup jaringan. Artinya, ketika satu jalur koneksi bermasalah, sistem otomatis dialihkan ke jalur lain tanpa harus menghentikan ujian. Bagi peserta, proses tetap terasa normal. Bagi tim teknis, itu berarti kerja senyap yang tidak boleh gagal.
Keberhasilan menjaga stabilitas jaringan ini membuat pelaksanaan UP UKMPPG berjalan tertib dan lancar. Panitia dan pengawas dapat fokus pada pengawasan akademik, sementara peserta bisa mengerjakan soal tanpa gangguan teknis.
Pelaksanaan ujian ini memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan dosen, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur digital. Di era pendidikan berbasis teknologi, ruang server sama pentingnya dengan ruang kelas.
Melalui dukungan PTIPD, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan bahwa mencetak guru profesional bukan hanya urusan akademik, melainkan juga kesiapan teknologi. Guru masa depan lahir dari sistem yang juga siap menghadapi masa depan.



