MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) LPTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Periode 1 Tahun 2026 pada 21–22 Februari 2026. Ujian ini menjadi tahap akhir yang menentukan kelayakan peserta untuk menyandang predikat guru profesional.
UP UKMPPG sering disebut sebagai “gerbang terakhir” bagi calon guru. Kualitas pelaksanaan ujian diyakini sangat menentukan mutu lulusan. Proses yang disiplin dan bermartabat diharapkan melahirkan guru yang tidak hanya kuat secara akademik dan pedagogik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.
Pelaksanaan ujian dimonitor langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi PPG, penyelia, serta para pengawas. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk komitmen menjaga kredibilitas proses uji kompetensi.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan FITK, Dr. M. Yunus, M.Si., menekankan bahwa profesionalisme pengawas menjadi kunci utama. Ia menjelaskan pengawas tidak hanya menjalankan aturan secara ketat, tetapi juga harus humanis.
“Pengawas menjaga integritas ujian, namun tetap menghormati martabat peserta. Ketegasan perlu, tapi pendekatan manusiawi juga penting agar peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman tanpa menurunkan standar,” ujarnya saat ditemui di lokasi ujian.
Selain itu, kelancaran jaringan juga menjadi perhatian utama karena ujian dilaksanakan berbasis sistem daring. Tim PTIPD disiagakan penuh selama pelaksanaan untuk mengantisipasi kendala teknis.
UP UKMPPG periode ini diikuti sekitar 7.998 guru dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Jumlah peserta yang besar menunjukkan tingginya kebutuhan peningkatan profesionalisme guru nasional.
Salah satu penyelia UP UKMPPG, Drs. H. Mujahid, M.Ag., menyampaikan hasil pemantauannya menunjukkan pelaksanaan berjalan tertib. Panitia dan pengawas dinilai disiplin sejak tahap briefing hingga ujian berlangsung.
“Secara umum pelaksanaan sangat lancar. Tidak ada kendala jaringan yang berarti. Kalau pun muncul masalah teknis kecil, tim teknis langsung menangani,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, LPTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap seluruh peserta mengikuti ujian dengan jujur dan tertib. UP UKMPPG tidak hanya menjadi evaluasi akademik, tetapi juga instrumen strategis untuk memastikan setiap guru yang diluluskan benar-benar siap mengemban tanggung jawab sebagai pendidik profesional.
Ujian ini sekaligus menegaskan peran kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Harapannya sederhana tetapi penting: ketika proses seleksi dijaga ketat, ruang kelas di seluruh Indonesia akan diisi oleh guru yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa kini.



