ASN Perlu Bangun Personal Branding Berbasis Integritas dan Pelayanan
Abadi Wijaya Selasa, 10 Maret 2026 . in Berita . 67 views
10869_tahmid.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama didorong untuk membangun personal branding yang kuat sebagai bagian dari penguatan profesionalisme dan pelayanan publik. Hal tersebut disampaikan oleh Mohammad Tahmid dalam kegiatan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Personal Branding yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama Kementerian Agama RI. Selasa, 10 Maret 2026.

Dalam paparannya, Tahmid menegaskan bahwa personal branding bagi ASN bukan sekadar upaya untuk dikenal publik, melainkan sarana menegaskan nilai integritas, kompetensi, serta komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Sebagai ASN, personal branding bukan sekadar soal dikenal, tetapi tentang menegaskan integritas, kompetensi, dan nilai pelayanan agar kehadiran kita memberi dampak nyata bagi birokrasi dan masyarakat,” ujarnya di hadapan para peserta pelatihan.

Ia menjelaskan bahwa personal branding yang dibangun secara sadar akan membantu seseorang menunjukkan kapasitas dan keunikan yang dimiliki. Sebaliknya, jika seseorang tidak membangun citra dirinya secara terarah, maka orang lain yang akan membentuk persepsi tersebut.

“Jika Anda tidak secara sadar membangun personal branding, maka orang lainlah yang akan mendefinisikan siapa Anda — dan itu belum tentu sesuai dengan nilai serta kompetensi terbaik Anda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tahmid menyebut bahwa personal branding juga dapat menjadi sarana untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan memahami potensi dan keunikan diri, seorang ASN dapat menghadirkan kontribusi yang lebih nyata melalui peran dan bidang keahliannya.

Menurutnya, personal branding berawal dari proses mengenali jati diri dan menemukan keunikan yang dimiliki setiap individu. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang menghadapi kendala berupa rendahnya rasa percaya diri.

Ia menilai kondisi tersebut sering muncul karena rasa takut dinilai orang lain, khawatir menjadi pusat perhatian, atau merasa malu untuk menampilkan potensi yang dimiliki. Oleh karena itu, mindset tersebut perlu diubah agar seseorang berani menampilkan kemampuan terbaiknya.

“Ketidakpercayaan diri itu harus dilawan dengan memperbaiki mindset. Jangan takut dilihat atau dinilai orang lain selama apa yang kita lakukan adalah hal yang positif,” jelasnya.

Meski demikian, Tahmid mengingatkan bahwa penguatan personal branding harus tetap berlandaskan norma dan aturan yang berlaku, khususnya sebagai bagian dari etika profesi ASN.

“Pastikan sebelum personal branding itu diperkuat, tidak menyalahi norma dan aturan pada umumnya,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para ASN mampu membangun citra diri yang positif, profesional, dan berdampak dalam mendukung kinerja birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up