Maliki Islamic University - Menyikapi urgensi permasalahan klasik terkait molornya penyelesaian tugas akhir di kalangan mahasiswa masih menjadi isu krusial di berbagai perguruan tinggi, Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang merumuskan sebuah terobosan yang dimulai sejak Senin, (23/2/2026) kemarin.
Pihak prodi secara resmi mengimplementasikan skema intervensi terstruktur melalui peluncuran Program Percepatan Tugas Akhir. Kebijakan strategis ini dirancang khusus untuk mewadahi dan mendampingi para mahasiswa tingkat akhir, terutama mereka yang telah memasuki fase masa studi perpanjangan atau next periode di semester ini.
Kepala Prodi PAI UIN Malang, Dr. Laily Nur Arifa, M.Pd.I., memberikan penegasan bahwa inisiatif pendampingan bagi mahasiswa senior ini membawa target tata kelola kelembagaan yang sangat terarah.
"Harapan utama kami terhadap peluncuran program percepatan tugas akhir ini sangatlah jelas. Ini bukan sekadar ajang untuk mempercepat kelulusan semata, melainkan sebuah ikhtiar menertibkan proses akademik agar jauh lebih bermutu, sistematis, dan terukur," paparnya.
Efektivitas skema pendampingan kampus langsung dirasakan oleh Chelsya, salah satu peserta program percepatan yang menyatakan klinik metodologi dan forum diskusi sebagai jalan keluar atas berhentinya progres penelitian. Pendekatan sistemik ini dinilai sukses menciptakan iklim akademik yang sehat dan mengeliminasi tekanan individual mahasiswa.
Melalui ruang diskusi terbuka tersebut, ia menyadari bahwa kebingungan penyusunan skripsi juga turut dirasakan oleh rekan seperjuangannya. Ekosistem pendampingan ini pada akhirnya membuat mahasiswa tidak lagi merasa berjuang sendirian.
Ke depan, intervensi sistemik dari Prodi PAI diharapkan mampu menjadi rujukan ideal bagi tata kelola akademik guna menekan angka keterlambatan kelulusan, sekaligus konsisten mencetak sarjana yang matang secara keilmuan.



