MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar launching short movie berjudul “Retak” sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pencegahan tindak kekerasan seksual di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026 di Auditorium Microteaching Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang.
Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa UIN Malang yang tampak antusias mengikuti pemutaran film. “Retak” menjadi media refleksi sekaligus edukasi yang menggambarkan realitas kekerasan seksual yang kerap terjadi di lingkungan sekitar, khususnya di kalangan mahasiswa.
Produser film tersebut menjelaskan bahwa film “Retak” merupakan karya ketiga yang diproduksi oleh tim PSGA dan dibuat berdasarkan hasil penelitian serta observasi lapangan. Menurutnya, film bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan mendalam kepada masyarakat.
“Film ini kami buat berdasarkan penelitian yang kami lakukan. Data yang kami temukan menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun pelaku utama kekerasan seksual sering kali adalah mantan pacar, kemudian pacar. Ini menjadi fenomena yang cukup memprihatinkan,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena yang sering ia temui, terutama pada waktu subuh ketika banyak mahasiswa diantar oleh pasangan mereka ke tempat kos yang berbeda-beda. Hal tersebut menurutnya menjadi gambaran nyata fenomena sosial yang dapat memicu berbagai persoalan, termasuk potensi kekerasan seksual.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa terdapat dua jenis kekerasan seksual, yaitu kekerasan seksual yang dapat dihindari dan yang tidak dapat dihindari. Kisah yang diangkat dalam film “Retak” termasuk dalam kategori yang sebenarnya dapat dihindari, sehingga pesan utama film ini adalah mengajak mahasiswa untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan memilih lingkungan pergaulan.
Dalam sambutannya, pihak penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada para aktor dan tim produksi yang telah berhasil menghadirkan karya yang menyentuh sekaligus edukatif. Ia bahkan menilai bahwa kualitas film tersebut sudah layak untuk ditayangkan di layar lebar.
Melalui peluncuran film “Retak”, PSGA UIN Malang berharap mahasiswa dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga diri, memahami batasan dalam relasi, serta berani mengambil langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Reporter : Amelia Dea Divanda
Fotographer : Moh Nurul Azmi



