Guru bertemu
Istri di ruang tamu
Menjelang kematian yang ditunggu
Aku bekerja sosial penuh
Kata guru pada Ibu
Tuntas tanpa beban lagi di pundakku
Semua anak telah lalu
Aku masih ingat anakku
Meninggal lebih dulu
Istri membaca ada apa
Tak biasa berbicara
Sendu dan nestapa
Bahkan wasiat padanya
Agar berikan uang pada penjaja
Tempe di dekat rumah
Untuk pergi ke Ka'bah
Bersama istri tercinta
Usai sudah guru bicara
Dengan istrinya
Lalu pergi ke kamar mandinya
Entah mengapa
Tak biasa
Tanpa suara
Guru telah tiada
Meradang nyawa
Tiada lagi nafasnya
Guru dibawa
Untuk diperiksa
Dinyatakan telah tiada
Kisah
Dialog guru menjelang kematiannya
Mengubah orientasi hidup semula
Menjadi bekerja sosial belaka
Agar bermakna
Sungguh aku merasa
Inilah yang sesungguhnya
Hidup untuk ibadah
Penuh makna
Bungurasih, 8 Des 2015
Abd
Aku harus pergi
Ziarah ke makam Nabi
Adukan hal pribadi
Bertanya sendiri
Dengan mempercayai
Kata hati
Nabi menjawab pasti
Aku seperti Abu Dar Al-Ghifari
Tidak pantas menjabat lagi
Penuh tipu dan strategi
Jatuhkan teman dan lawan apa lagi
Sungguh aku ngeri
Meski aku bukan Kiyai
Tapi ingin jadi sufi
Walau dibenci wahabi
Asal hidup damai
Beserta orang suci
Bukan aku berpura-pura menjadi
Orang baik biar dihormati
Menipu diri
Tapi memang aku niati
Membangun tradisi
Memperbaiki hati
Agar jika kembali
Tuhan meridloi
Sungguh aku berharap mimpi
Bertemu Nabi
Adukan nasib ini
Biar aku berfikir jernih
Bukan nafsu birahi
Allah penuhi
Dimensi hidup ini
Meski tidak berlebih
Sudah cukup untuk biayai
Hidup dan keluarga mandiri
Tanpa menjadi petinggi
Biarlah aku buat puisi
Jangan dirintangi
Buang atau nikmati
Menjadi opsi
Mungkin berarti
Untuk mencari solusi
Persoalan yang meliputi
Hidup setiap hari
Bukan aku ingin jadi
Seniman kaligrafi
Aku bukan saingi
Pengurus Lesbumi
Aku hanya berkomunikasi
Dengan sejawat dan sejawati
Agar bisa ungkap makna hidup ini
Bungurasih,7 Desember 2015
Abd
Hujan turun penuh rahmat
Terasa nikmat
Segarkan ingat
Hidupkan semangat
Tuhan Maha Pemurah tanpa hemat
Berikan pada semua umat
Pendosa atau yang taat
Syukur terucap dengan tutur
Rakyat menjadi mujur
Ladang dan sawah menjamur
Tumbuhkan harap menjadi makmur
Tuhan!
Terimakasih atas hujan
Engkau berikan
Tepat sesuai harapan
Bagi yang kekeringan
Surabaya, 6 Desember 2015
Abd
Guru tiba waktumu
Sebagai kau ajarkan padaku
Waktu telah menunggu
Kembali menuju
Tuhan Yang Maha dahulu
Kini engkau mengerti
Semua akan mengalami
Alam akan berganti
Semua menjadi bukti
Amal menyertai
Baik buruk sangat berarti
Damai menyertai
Selamat jalan guru
Sampai ketemu
Engkau guru yang dirindu
Sepanjang waktu
Tuhan menyertaimu
Aku muridmu
Engkau guru terbaikku
Semoga Allah meridloimu
Surabaya, 06 Desember 2015
Abd
Sunyi menyelimuti
Tetap tak peduli
Terus kabari
Penuhi ajakan hati
Kembali merindu lagi
Malam penuh rahmat
Cucuran berkat
Nikmat
Sapa malaikat
Serukan ingat
Tanpa batas saat
Kini waktu berlari
Renungi diri
Kemana lagi
Akan kembali
Kecuali pada ilahi
Aku pasrah tak kuasa
Semua telah ada
Tulisan di sana
Tinggal lakukan saja
Tanpa sela
Sekali lagi aku kembali
Sekian lama aku jauhi
Tanpa mengerti
Makna di balik yang terjadi
Malam bersujud
Tepekur bertahajud
Memohon asa terwujud
Hari penuh maksud
Tuhan!
Meski melangkah
Mengarah
Pahala dan surga
Tetap saja
Terperangah
Banyak dosa
Tak kuasa
Tinggal pasrah
Kembali pada Yang Maha
Tanpa tahu apa
Tuhan!
Kini aku kembali
Sucikan diri
Meski berduri
Tetap aku cari
Walau ke negeri
Jauh sekali
Asal ampunan kau beri
Tanpa peduli
Sampai nanti
Tuhan!
Aku angkat dua tangan
Aku bacakan
Do'a dari al- Qur'an
Berharap ketentuan
Agar selamat sampai tujuan
Kampung akhirat tanpa rintangan
Di pelukan Tuhan
Obati kerinduan
Tuhan!
Ini aduan
Jangan lupakan
Sampai akhir zaman
Tanpa batas dan keperluan
Semua Engkau ijabakan
Bungurasih, 05 Desember 2015
Abd
Teringat cerita
Seorang bijaksana
Meski telah tiada
Tetap bermakna
Diabadikan dalam kitab agama
Pendidik manusia
Agar dewasa
Esakan Tuhan
Jangan sekutukan
Meski hanya dalam angan
Orang tua mulyakan
Ibu mengandung sembilan bulan
Susah tanpa ukuran
Penderitaan
Maka jangan remehkan
Apalagi dinistakan
Tuhan membalas perbuatan
Sebiji sawi tidak kelihatan
Penuh pengetahuan
Hai anakku, kata LUQMAN
Dirikan salat siang dan malam
Serukan kebaikan untuk dikerjakan
Jauhi kemaksiatan
Sabar atas segala cobaan
Semua perintah Tuhan
Jangan palingkan
Muka dari orang
Sebagai kesombongan
Buang keangkuhan
Biasa saja berjalan
Lirihkan suara dan tekan
Tidak seperti himar atau jaran
Nasihat pendidikan
Untuk mengarahkan
Generasi idaman
Baik dan banyak teman
Menjadi rujukan
Seru sekalian
Bungurasih, 5 Desember 2015
Abd