MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan ASSIE III 2025. "Airlangga Start-Up Summit & Innovation Expo 2025", ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga di Main Atrium Grand City Mall, Surabaya. Diikuti oleh lebih dari 100 galeri start up dan peneliti serta inkubator bisnis se-Jawa Timur, UIN Maliki Malang hadir mengikuti pameran inovasi yang berlangsung pada tanggal 14 – 16 November 2025. Acara ini menjadi ruang strategis bagi sivitas akademika untuk mempresentasikan produk inovatif hasil riset sekaligus memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi, start up dan investor dalam mendorong hilirisasi hasil riset.
UIN Maliki Malang yang diwakili oleh Dosen dan Peneliti dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Dr. apt. Burhan Ma’arif, M.Farm., dan apt. Novia Maulina, M.Farm., menampilkan produk riset unggulan yang telah berhasil memasuki tahap komersialisasi, yaitu Hermarin Healthy Drink. Produk tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan hilirisasi pengembangan produk berbasis riset ilmiah. Selain itu, UIN Maliki Malang juga memamerkan empat prototipe inovatif yang saat ini tengah dipersiapkan untuk proses scale up, yakni OSTEPRIM Tablet, MALSTONIN Tablet, UVAMAX Kapsul, dan RAHZA Face Mist. Keempat produk tersebut merupakan hasil riset kolaborasi dosen dan mahasiswa yang difokuskan pada pemecahan masalah kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
ASSIE III 2025 dihadiri oleh peneliti dan inkubator bisnis dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Jawa Timur, yang berperan aktif dalam mengembangkan ekosistem inovasi dan kewirausahaan akademik. Kehadiran berbagai institusi ini mencerminkan semakin eratnya sinergi antar Universitas dalam memperkuat kualitas riset dan mempercepat proses hilirisasi produk-produk inovatif menuju industri.
Melalui partisipasinya dalam kegiatan ini, UIN Maliki Malang tidak hanya mempresentasikan capaian riset terbaru, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, lembaga riset, dan pelaku industri. Keterlibatan ini mempertegas komitmen UIN Maliki Malang dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. (af)
Kontributor: Dina Aulia Rahma Editor: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Program Studi Magister Biologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan Laboratorium Halal Terintegrasi (LHT) Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Malang sukses menyelenggarakan "Mini Lecture & Workshop 2025 on RT-PCR Application". Kegiatan yang menggandeng PT GeneCraft Labs ini dilaksanakan secara hibrida, yakni luring di Auditorium Gedung D UIN Malang dan daring melalui Zoom, pada Jumat, 15 November 2025.
Workshop ini digelar sebagai upaya strategis untuk memperkuat pemahaman akademisi dan praktisi mengenai aplikasi metode Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dalam analisis biologi molekuler. Secara spesifik, kegiatan ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan pemeriksaan laboratorium halal yang menuntut akurasi tinggi.
Dalam sesi materi, narasumber ahli dari PT GeneCraft Labs, Muchamad Nur Cholis, M.Si, menekankan peran vital teknologi PCR dalam biologi modern. Menurutnya, selain digunakan secara luas dalam riset genetika, teknik RT-PCR memiliki relevansi yang sangat tinggi bagi laboratorium halal.
"Teknik ini sangat relevan untuk laboratorium halal karena mampu mengidentifikasi DNA dan mendeteksi kontaminasi biomolekuler, sehingga mendukung proses verifikasi kehalalan bahan dengan tingkat akurasi yang tinggi," jelas Muchamad Nur Cholis dalam pemaparannya. Kemampuan deteksi hingga level DNA ini menjadi kunci dalam memastikan otentisitas produk halal di tengah kompleksitas rantai pasok saat ini.
Pada sesi praktikum ini, peserta mempelajari alur lengkap proses RT-PCR secara komprehensif. Materi praktik mencakup tahapan persiapan sampel, teknis pengaturan mesin PCR, hingga tahap krusial interpretasi hasil analisis. Pendekatan praktis ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang mumpuni.
Kolaborasi antara Magister Biologi dan LHT LPH UIN Malang ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Penyelenggara berharap sinergi yang telah terbangun dapat semakin diperkuat di masa mendatang. Dampak positif yang diharapkan dari sinergi ini meliputi peningkatan kualitas layanan akademik, kemajuan penelitian, serta pengembangan ekosistem kehalalan di lingkungan kampus. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, LHT UIN Malang di bawah naungan P2B optimistis dapat terus menghadirkan inovasi serta layanan laboratorium yang semakin profesional dan berdaya saing. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan forum akademik strategis guna mendorong penyusunan konsep final integrasi sains dan Islam. Forum yang digelar oleh Pusat Studi Integrasi Sains dan Moderasi Beragama diruang rapat lt. 111 Gedung Dr. Ir. Soekarno UIN. Maliki pada Sabtu, 15 November 2025 ini menjadi momentum krusial untuk merumuskan arah yang lebih jelas setelah wacana integrasi bergulir selama lebih dari dua dekade di kampus Ulul Albab.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., serta Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang, Dr. H. M. Luthfi Musthofa, M.Ag, yang juga dibuka secara resmi oleh Ketua LP2M UIN Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyoroti posisi vital UIN Malang dalam lanskap pendidikan Islam nasional dengan menegaskan bahwa integrasi sains dan agama bukan sekadar slogan pemanis, melainkan landasan epistemologis yang telah mengakar kuat.
Diskusi dipandu langsung oleh Dr. Dewi Chamidah, M.Pd., selaku Ketua Pusat Studi Integrasi Sains dan Moderasi Beragama. Dalam pengantarnya, Dr. Dewi Chamidah menekankan urgensi diskusi ilmiah yang sistematis. Menurutnya, pengembangan konsep integrasi di UIN Malang memerlukan arah yang tegas dan terstruktur agar tidak sekadar menjadi wacana yang berulang tanpa ujung.
Sesi materi dibuka oleh Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., yang membedah jejak historis wacana integrasi sains dan agama dalam tradisi intelektual Islam modern. Beliau memaparkan pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Ismail Raji al-Faruqi, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Ziauddin Sardar, yang masing-masing memiliki pendekatan unik dalam menjembatani ilmu modern dan keislaman. “Kita mengakui kontribusi para pemikir besar itu, tapi realitas akademik dan sosial Indonesia menuntut model integrasi yang lebih aplikatif, termasuk di UIN Malang,” ungkapnya.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. H. M. Luthfi Musthofa, M.Ag., yang membawa diskusi ke ranah epistemologi melalui pendekatan tafsir. Beliau mengkritisi pemahaman dangkal yang menganggap integrasi hanya sebatas pengutipan ayat untuk mendukung materi sains. Menurutnya, integrasi harus dimaknai sebagai perubahan paradigma dalam menilai objek, metodologi, dan orientasi ilmu.
Forum berlanjut dengan sesi diskusi yang dinamis, melibatkan tanggapan dari para akademisi senior. Dr. Drs. M. Yunus, M.Si., memberikan contoh praktik integrasi yang telah berjalan di berbagai fakultas melalui kurikulum dan riset, sembari menekankan perlunya standardisasi yang lebih jelas ke depan.
Sementara itu, Dr. Halimi, M.Pd., dan Prof. Dr. Sudirman, M.A., kompak menyoroti dimensi spiritualitas. Mereka mengingatkan bahwa integrasi ilmu harus sejalan dengan pembentukan karakter Ulul Albab, di mana spiritualitas menjadi ruh agar integrasi tidak terjebak menjadi prosedur akademik yang kering nilai.
Poin krusial muncul dari tanggapan Dr. Muallifah, M.A., dan Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., yang menggarisbawahi urgensi panduan operasional konkret. Mengingat gagasan ini telah dicanangkan sejak 2004 atau lebih dari 21 tahun lalu, mereka mendesak adanya dokumen resmi yang menjadi rujukan kurikulum dan riset. Dr. Zaenul Mahmudi, M.A., menambahkan bahwa pedoman institusional ini akan menjadi bukti keseriusan UIN Malang dalam membangun tradisi keilmuan integratif.
Menutup forum, moderator menyimpulkan bahwa UIN Malang kini berada pada fase krusial untuk merumuskan konsep final dan menyusun pedoman integrasi yang aplikatif bagi seluruh sivitas akademika. Forum ini diharapkan menjadi pijakan strategis menuju penguatan integrasi yang komprehensif, terukur, dan kontributif bagi dunia akademik Islam. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Mahasiswa internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tampil memukau dalam acara Gembyar FITK 2025, dengan membuka stand pameran budaya dari 17 negara berbeda yang digelar di Gedung Sport Center lantai 2. Kamis, 13 November 2025
Mereka menjual beragam produk khas negara asalnya seperti baju tradisional, uang kuno, pembatas buku, hingga berbagai pernak-pernik unik yang mencerminkan kekayaan budaya masing-masing. Suasana pameran tampak semarak dengan interaksi antara mahasiswa lokal dan mahasiswa internasional yang saling bertukar cerita tentang budaya mereka.
Salah satu mahasiswa internasional, Ozodbek, mengungkapkan rasa bahagianya bisa ikut serta dalam kegiatan ini. “Kami menjual barang-barang dari 17 negara. Kami merasa sangat senang dengan diadakannya acara ini, karena bisa memperkenalkan produk dan budaya negara kami kepada mahasiswa UIN Malang. Selain itu, kegiatan ini juga mengobati rasa rindu kami terhadap tanah air,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Muhammad Khafid, staf International Office UIN Malang, yang turut mendampingi para mahasiswa asing. “Acara ini menjadi kesempatan yang baik bagi mahasiswa internasional untuk mempromosikan produk dan budaya mereka. Mereka merasa bangga karena mendapat sambutan positif dari mahasiswa UIN Malang,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Gembyar FITK 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran budaya, tetapi juga simbol persahabatan antarbangsa. Mahasiswa internasional membawa warna baru bagi kampus dengan semangat keberagaman dan kebersamaan dalam satu ruang budaya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang gelar Temu Alumni Mahasiswa PAI untuk lulusan angkatan 2020-2025. Kegiatan ini berlangsung di salah satu ruang pertemuan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) pada Kamis, 13 November 2025 di gedung Megawati Lantai 2. Acara ini diinisiasi program studi sebagai wadah strategis untuk mempererat silaturahmi, menjalin komunikasi konstruktif, dan menyusun progres ke depan bagi mahasiswa aktif.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan prodi, termasuk Kepala Program Studi (Kaprodi) PAI, Dr. Hj. Laily Nur Arifa, M.Pd., dan Sekretaris Prodi, Shidqi Ahyani, M.Ag. Turut hadir pula Ketua Alumni PAI, Akhmad Khusyairi, S.Pd., bersama perwakilan beberapa teman alumni dari angkatan 2017 hingga 2021. Kehadiran pimpinan prodi dan ketua alumni menunjukkan komitmen bersama untuk membangun jejaring yang kuat antara almamater dengan para lulusan.
Temu Alumni ini dikemas dalam format diskusi yang interaktif dan penuh keakraban. Para peserta dan pimpinan prodi duduk dalam tatanan melingkar, bukan seminar satu arah, yang mengindikasikan sesi berbagi dan dialog yang mendalam. Agenda "Temu Alumni" ini menjadi platform penting bagi program studi untuk menjaring umpan balik (feedback) dari para lulusan. Masukan dari alumni yang telah berkiprah di dunia kerja sangat berharga untuk evaluasi dan pengembangan kurikulum prodi agar tetap relevan dengan tuntutan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Alumni PAI, Akhmad Khusyairi, S.Pd., secara khusus mengutarakan beberapa masukkan ke depan bagi mahasiswa yang masih aktif. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara alumni dan prodi untuk membekali mahasiswa aktif agar menjadi lulusan yang terbaik dan perlunya lulusan PAI yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri, terutama di sektor pendidikan. Forum ini, menurutnya, menjadi langkah awal untuk memetakan kompetensi apa saja yang paling dibutuhkan di lapangan saat ini.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama di depan word wall "Tarbiyah" yang ikonik di lobi fakultas. Seluruh peserta, baik alumni maupun pimpinan prodi, berfoto bersama dengan menunjukkan gestur "salam", mencerminkan eratnya ikatan emosional mereka dengan almamater, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar "Gebyar FITK 2025" di Gedung Sport Center kampus pada Kamis, 13 November 2025. Acara yang berlangsung meriah dari pagi hingga sore hari ini menyatukan ribuan mahasiswa, dosen, dan alumni dalam empat rangkaian kegiatan utama: Expo Prestasi Mahasiswa, Temu Alumni, Cross Culture, dan FITK Festival (FIFA).
Kegiatan ini dirancang sebagai etalase untuk menampilkan pencapaian fakultas sekaligus mempererat silaturahmi antar civitas academica. Rangkaian acara pagi dimulai pukul 09.00 WIB dengan Talk Show bertajuk "Different Paths One Purpose: Melangkah Bersama, Tumbuh, dan Memberi Inspirasi". Sesi ini menghadirkan alumni sukses, Arbain dan Ida Fitri, serta mahasiswa asing, Ozobed dan perwakilan Kamboja, untuk berbagi pengalaman dan inspirasi , yang dilanjutkan dengan agenda Temu Alumni bersama program studi (prodi) masing-masing.
Sesi formal pada siang hari dibuka dengan "Parade Budaya" yang spektakuler. Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., beserta jajaran Dekanat FITK memasuki ruangan dengan diiringi Tim Cucuk Lampah dan alunan musik dari Sanggar Seni Bina Madrasah (SSBM). Parade ini menampilkan perwakilan mahasiswa dari seluruh program studi yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh (Duta FITK), Jawa (PPG), Bali (DEMA), Lampung (MPI), Minang (PIAUD), Papua (P.IPS), Dayak (PGMI), Bugis (PBA), Riau (TBI), Maluku (Lab KWU), Betawi (TM), hingga Nusa Tenggara Timur (PAI).
Daya tarik utama dari "Gebyar FITK 2025" adalah Expo Prestasi Mahasiswa, di mana seluruh program studi berkompetisi menampilkan karya dan keunggulannya. Puluhan stan pameran memadati Gedung Sport Center, menampilkan berbagai media pembelajaran, piala dan piagam prestasi, serta merchandise khas prodi.
Salah satu stan yang menarik adalah milik Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Sesuai dengan tema yang ditetapkan panitia, stan PAI mengusung budaya Nusa Tenggara Timur (NTT). Dekorasi stan dihiasi dengan ornamen khas NTT, termasuk pakaian khas, serta berbagai kain tenun tradisional yang indah.
Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi PAI, Sheva Aqilla Putra, mengungkapkan bahwa kesuksesan stan PAI tidak lepas dari kolaborasi erat dengan mahasiswa daerah. "Kegiatan ini sangat berkesan bagi banyak mahasiswa FITK karena diikuti oleh seluruh prodi, dengan banyak rangkaian seperti lomba, parade budaya, dan ekspo," ujar Sheva.
Sheva menjelaskan, untuk memaksimalkan tema NTT, pihaknya secara khusus menggandeng Organisasi Mahasiswa Daerah (Orda) NTT yang ada di Malang. "Kami rasa, sebagai salah satu program studi di FITK, kami senang bisa membersamai kegiatan fakultas. Dengan stan kami yang bertemakan budaya NTT, kami berkolaborasi dengan Orda NTT," jelasnya.
Selain stan PAI, stan lain seperti International Office dan PPG juga ramai dikunjungi. Stan International Office secara khusus merepresentasikan tema "Cross Culture" dengan menampilkan berbagai bendera negara, piala penghargaan internasional, dan pakaian adat dari mahasiswa asing.
Acara ditutup dengan meriah melalui pembagian hadiah untuk berbagai kategori, termasuk "The Best Colaboration Performance" antar prodi dan para pemenang lomba FITK Festival (FIFA) yang mencakup Futsal, Voli, dan PS. Gebyar FITK 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran prestasi, tetapi juga bukti nyata keberhasilan kolaborasi antar prodi dan antar organisasi mahasiswa di UIN Malang. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Dalam upaya memperkuat ekosistem produk halal di Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia bekerja sama dengan Halal Center Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang menggelar kegiatan verifikasi on the spot sekaligus sosialisasi produk halal kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil di sekitar kampus, Kamis, 13 November 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari layanan sertifikasi halal gratis yang ditujukan untuk membantu UMKM memastikan produknya sesuai dengan standar kehalalan yang diatur pemerintah.
Direktur Sertifikasi Halal RI, Wahyu Arif, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi para pendamping halal di lapangan.
“Kegiatan verifikasi langsung ini sangat penting untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para pendamping agar tetap konsisten dalam mendampingi pelaku usaha menuju sertifikasi halal,” ujarnya.
Para pendamping halal yang hadir berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo, dan Kediri. Mereka merupakan garda terdepan dalam memastikan produk masyarakat terjamin kehalalannya.
Hal senada juga disampaikan devisi pendamping produk halal Halal Center UIN Maliki Malang Nurun Nayyiroh bahwa kegiatan penguatan pendamping sertifikasi produk halal ini selain untuk memberikan sertifikat secara gratis kepada pelaku usaha juga untuk meningkatkan kualitas SDM para pendamping produk halal yang berada di bawah naungan BPJPH Halal Center UIN Maliki Malang.
Sementara itu, Kepala Pusat BPH Halal Center UIN Malang, Eny Yulianti, mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh pendamping yang telah bekerja keras mendampingi UMKM di wilayah masing-masing.
“Semoga semua jerih payah bapak dan ibu menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga yaumil qiyamah,” ucapnya penuh haru, disambut doa bersama seluruh peserta.
Dukungan juga datang dari Sekretaris LP2M UIN Malang, Prof. Dr. Lutfi Mustofa, M.Ag., yang menilai program ini memiliki nilai strategis bagi masyarakat.
“Jaminan sertifikasi produk halal ini sangat penting, terutama untuk produk makanan dan kosmetik. Dengan adanya pendamping yang kompeten, maka kepercayaan masyarakat terhadap label halal akan semakin kuat,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat eksistensi BPJPH Halal Center UIN Malang sebagai pusat pengembangan dan pendampingan halal berbasis akademik.
“Kualitas para pendamping ini bisa diukur dari intensitas pelatihan yang mereka jalani. Halal Center UIN Malang kini telah menjadi bagian dari keunggulan akademik yang diminati mahasiswa. Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara dunia kampus dan masyarakat,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, UIN Malang kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor kampus pelayan umat, yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga hadir langsung mendampingi masyarakat dalam membangun industri halal yang berdaya saing global.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memperluas jejaring kemitraannya. Siang ini. Kamis, 13 November 2025, UIN Maliki Malang resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) di ruang Rektor lantai 1. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, riset hukum Islam, serta praktik keilmuan mahasiswa. Acara yang berlangsung penuh khidmat itu diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, Hymne Pengadilan Tinggi Agama, dan Hymne UIN Maliki Malang. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. A. Basri, MA., Ph.D, serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. Abdul Hamid, M.A. Dari pihak pengadilan hadir sejumlah pimpinan penting, di antaranya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Dr. H. Zulkarnaen, S.H., M.H, Ketua Pengadilan Agama Kota Malang Dr. Hj. Nurul Maulidiah, S.Ag., M.H, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Malang Drs. H. Misbah, M.HI, dan Ketua Pengadilan Agama Pasuruan H.A. Zahri, S.H., M.HI.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi Nur Diana menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh pimpinan Pengadilan Tinggi Agama. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen kampus untuk menghadirkan lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersinergi dengan lembaga peradilan agama.
“Kami bercita-cita menyiapkan kader terbaik bagi bangsa ini. InsyaAllah UIN Malang siap bersinergi dengan berbagai pihak, khususnya Pengadilan Tinggi Agama. Kami juga membuka ruang riset bagi dosen dan mahasiswa agar bisa berkontribusi langsung dalam pengembangan hukum Islam,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Dr. Zulkarnaen menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai, hubungan antara lembaga peradilan agama dan UIN sudah terjalin secara historis, mengingat banyak alumni UIN yang kini menjadi hakim di berbagai daerah.
“Bagi kami, UIN Malang sudah seperti keluarga. Namun, saat ini formasi SDM di Pengadilan Agama mulai diisi oleh lulusan non-UIN. Ini menarik untuk dikaji lebih dalam—mengapa tren ini berubah. Karena itu, kami berharap kerja sama ini juga membuka ruang riset bagi mahasiswa UIN untuk meneliti fenomena tersebut,” ungkapnya.
Zulkarnaen juga menambahkan bahwa MoU ini diharapkan dapat mempermudah akses bagi para aparatur peradilan agama yang ingin melanjutkan studi di UIN Maliki Malang, khususnya di program Pascasarjana. Selain itu, UIN Malang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam bentuk tenaga mediator, konselor, dan mahasiswa magang di lingkungan Pengadilan Agama Jawa Timur.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Ilfi menyampaikan bahwa UIN Malang telah menyiapkan program pengembangan SDM yang sejalan dengan kebutuhan lembaga peradilan agama. “Program Pascasarjana kami siap menjadi mitra dalam peningkatan kompetensi aparatur peradilan agama. Kami ingin MoU ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi dunia akademik dan praktik hukum Islam di Indonesia,” tutur Rektor menutup sambutannya.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan sinergi antara dunia akademik dan lembaga peradilan agama dapat semakin kuat, melahirkan riset-riset hukum yang aplikatif, serta memperluas kesempatan mahasiswa UIN Malang untuk belajar langsung dari dunia praktik peradilan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi melantik 21 pejabat baru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Pelantikan berlangsung di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, pada Rabu, 12 November 2025. Para pejabat yang dilantik terdiri atas Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi, serta Kepala Biro Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).
Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan sekaligus upaya memperkuat tata kelola kelembagaan. Ia menekankan bahwa jabatan bukan sekadar prestise, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan dedikasi. Menurutnya, Kemenag harus menjadi rumah yang sejuk bagi semua serta motor penggerak kemajuan umat dan bangsa.
Salah satu pejabat yang dilantik adalah Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penunjukan ini diharapkan mampu memperkuat peran universitas dalam meningkatkan mutu akademik, pembinaan kemahasiswaan, serta memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional.
Pelantikan turut dihadiri pejabat eselon I dan II, staf ahli, staf khusus, serta tenaga ahli Menag. Kehadiran jajaran pimpinan menegaskan dukungan penuh terhadap agenda reformasi birokrasi yang terus digelorakan Kemenag. Menag meminta seluruh pejabat yang dilantik bekerja profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurut Nasaruddin Umar, reformasi birokrasi harus menjadi gerakan berkelanjutan agar lembaga keagamaan semakin dipercaya masyarakat. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas, terutama di era modern yang menuntut pelayanan cepat, tepat, dan akuntabel. Dengan demikian, Kemenag diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Dengan pelantikan ini, Kemenag menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembaruan. Reformasi birokrasi, peningkatan mutu pendidikan, serta penguatan jejaring kerja sama menjadi agenda utama yang harus dijalankan. Menag berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. (af)