HUMAS UIN MALANG- Workshop finalisasi dan submit empat program studi (Prodi) Teknik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi agenda yang wajib diikuti sebagai bagian dari Saudi Fund Development (SFD). Keempat Prodi tersebut meliputi Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan Pengajuan Proposal Program Studi Teknik Elektro. Kegiatan ini diadakan di Hotel Baobab Prigen, Pasuruan dan diresmikan langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA. Workshop ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari Rabu hingga Jumat (5-7/7/2023).
Dalam arahannya, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menyampaikan bahwa program studi Teknik yang sedang difinalisasi harus segera memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Menurutnya, kelengkapan dokumen tersebut merupakan kebutuhan mendesak agar kampus ini dapat mencapai tujuannya sebagai kampus Islam terbaik. Pemenuhan standar pendirian program studi Teknik sesuai Peraturan DIKTI harus dipenuhi, karena hal tersebut menjadi penentu kelayakan dan kesiapan UIN Maliki Malang untuk menambah program studi baru. Prof. Zainuddin meminta semua pihak terlibat untuk melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan agar proses submit keempat program studi teknik ini dapat berjalan lancar. Upaya ini merupakan langkah penting menuju UIN Maliki Malang yang unggul dan bereputasi internasional. Prof. Zainuddin menekankan perlunya kerja keras, kerja tepat, dan doa yang terbaik untuk lembaga yang mereka cintai.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kelembagaan, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, yang juga menjadi Penanggung Jawab Pelaksanaan 4 Prodi Teknik, memberikan materi tentang Kebijakan Pembukaan Program Studi Teknik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam agenda finalisasi proposal dan submit ini, panitia juga mengundang Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah (LLDikti) Provinsi yang dihadiri oleh Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. Dyah Sawitri menjelaskan secara detail persyaratan yang harus dipenuhi saat submit maupun pada saat visitasi. Sawitri menyatakan bahwa jika persyaratan pendirian program studi telah terpenuhi, PDDIKTI siap memberikan bantuan. "Jika semua dokumen persyaratan sudah lengkap, segera lakukan klik sebagai tanda disetujui dan menjadi dasar untuk langkah selanjutnya pada PDDIKTI, dan kami siap membantu UIN Maliki Malang," ujar Dyah Sawitri.
Kepala Biro AAKK UIN Maliki Malang, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, juga menyampaikan hal serupa. Workshop finalisasi proposal Prodi Teknik dan submit ini membutuhkan konsentrasi serius dan tinggi, sehingga digelar di luar kampus dengan tim teknis yang solid dan tanpa lelah untuk mewujudkan program studi yang dimaksud. Barnoto memohon doa dari seluruh civitas akademika, mulai dari unsur pimpinan hingga cleaning service, agar dengan doa dan usaha maksimal, segala urusan ini dimudahkan oleh Allah SWT. Kehadiran workshop ini menjadi penting dan mendesak untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Oleh karena itu, Wakil Rektor II Bidang Anggaran, Akuntansi, dan Keuangan, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, turut hadir secara kontinyu untuk mengawal dari sisi anggaran. Dengan workshop ini, diharapkan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat memenuhi persyaratan pendirian keempat program studi Teknik yang sedang difinalisasi. Hal ini akan meningkatkan standar kampus dan membawa lembaga pendidikan ini menuju keunggulan serta reputasi internasional.
HUMAS UIN MALANG-Hari ini rabu (5/7/2023) Peserta Western Australia and East Java Universities Consortium (WAEJUC) 2023 tengah merasakan pengalaman yang berbeda di UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang). Acara kolaboratif ini memberikan kesempatan luar biasa kepada para peserta untuk terlibat dalam tradisi-tradisi yang ada di Jawa Timur. Mewakili rector yang berhalangan hadir, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Isroqunnajah, M.Ag., secara resmi membuka acara ini. Dalam sambutannya, Dr. Isroqunnajah menyampaikan bahwa program WAEJUC ini sangat baik dan begitu mengesankan dan memberikan banyak manfaat. “Para peserta dari Western Australia dan Jawa Timur terlibat dalam berbagai kegiatan yang memungkinkan mereka menyelami warisan budaya yang kaya di daerah ini,” paparnya. Pertama-tama, kata dia, peserta menikmati berbagai hidangan kuliner tradisional yang lezat, memanjakan lidah dengan cita rasa unik dan keahlian kuliner lokal. Mulai dari hidangan gurih hingga makanan manis, para peserta disuguhkan perjalanan gastronomi yang memikat. Lalu diteruskan pengenalan budaya mulai dari tari topeng malangan. Para peserta terpesona oleh pertunjukan tari topeng yang memukau. Tarian topeng tradisional, yang terkenal dengan gerakan-gerakan rumit dan cerita yang dihadirkannya, menampilkan bakat dan keanggunan para penari lokal. “Iya para peserta terpesona oleh gerakan-gerakan ekspresif dan gestur simbolis yang membuat cerita hidup,” ujar beliau.
Momen lain yang menjadi sorotan adalah sesi praktik membuat batik tote bag. Peserta memiliki kesempatan untuk belajar seni batik, kerajinan tekstil tradisional Indonesia, dan membuat desain unik mereka sendiri pada tas tote. “Dipandu oleh instruktur yang terampil, mereka menemukan proses rumit pengaplikasian lilin dan pewarna pada kain, menghasilkan pola dan desain yang menakjubkan,” bebernya. Selain itu, kata dia, para peserta meresapi melodi-melodi memukau dari gamelan, ansambel musik tradisional Indonesia. Mereka aktif berpartisipasi dalam pertunjukan lagu tradisional yang diiringi oleh suara-suara ritmis dari gamelan. Melodi harmonis dan makna budaya dari musik tersebut menyentuh peserta, memupuk apresiasi yang lebih dalam terhadap tradisi Indonesia. Ketika acara ini berakhir, Dr. Isroqunnajah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para peserta atas keterlibatan aktif dan minat tulus mereka dalam program budaya di UIN Malang. Upaya konsorsium ini untuk mempromosikan pemahaman lintas budaya dan mendorong kerja sama akademik antara Western Australia dan Jawa Timur tanpa diragukan lagi ditingkatkan melalui pengalaman yang mendalam ini. Dengan perpaduan unik antara hidangan kuliner lezat, pertunjukan yang memikat, ekspresi seni, dan harmoni musik, para penjelajah WAEJUC 2023 merasakan hari yang memuaskan dan memperkaya budaya di UIN Maulana Malik Ibrahim. Saat mereka melanjutkan perjalanan pendidikan mereka, pengalaman-pengalaman seperti ini akan meninggalkan kesan yang abadi. “Semoga para peserta WAEJUC bisa memupuk apresiasi yang lebih dalam terhadap budaya dan tradisi local di Indonesia yang beragam ini,” tutupnya.
HUMAS UIN MALANG-Surakarta, 3 Juli 2023 - Pondok Pesantren Al Mu'ayyad Mangkuyudan Surakarta menerima kunjungan dari rombongan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim serta memperluas pengetahuan mengenai pendidikan Al-Qur'an di lingkungan pesantren. Kunjungan dimulai pada pukul 09.00 ketika rombongan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tiba di pesantren. Mereka disambut oleh HM. Faisol Rozak, S.Ag, sebagai ketua pengurus pesantren. HM. Faisol Rozak memberikan pengarahan dan sejarah berdirinya Pesantren selama kunjungan. Rombongan terdiri dari Ketua Hai'ah Tahfizh Al-Qur'an (HTQ), Drs. Abdulloh Zainur Rauf, M.HI, Sekretaris, serta para pembina HTQ, dan pengurus Ma'had Al-Jami'ah. Al Mu'ayyad dipilih sebagai destinasi kunjungan karena pesantren ini memiliki sejarah panjang dan reputasi yang kuat dalam pendidikan Al Qur'an. Hal ini sesuai dengan fokus kegiatan HTQ yaitu menghafal dan mempelajari Al Qur'an secara mendalam. Pesantren Al Mu'ayyad Mangkuyudan Surakarta dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mengutamakan pengajaran dan pembelajaran Al Qur'an dengan metode yang terstruktur dan mendalam. Dalam sambutannya, Ustadz Faisol menekankan pentingnya menjaga mutu dan kualitas dalam menghafal Al Qur'an, meskipun proses ini membutuhkan waktu yang lama. Ia menjelaskan betapa pentingnya kualitas dalam menghafal ayat-ayat suci Al Qur'an sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Selama kunjungan, rombongan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga diberikan penjelasan tentang tahapan santri dalam menghafal Al-Qur'an sampai tuntas. Hal ini memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai sistem pendidikan di pondok pesantren dan dapat menjadi bahan untuk peningkatan kualitas sistem pendidikan Tahfizh di HTQ. Acara kunjungan ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai tanda terima kasih dari rombongan UIN Malang kepada pengelola pesantren. Setelah itu, dilakukan sesi foto bersama di depan Pondok sebagai kenang-kenangan atas kegiatan tersebut. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Pondok Pesantren Al Mu'ayyad Mangkuyudan Surakarta dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta membuka peluang kerjasama yang bermanfaat di bidang pendidikan Al-Qur'an. Diharapkan juga kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim untuk lebih memahami dan mengapresiasi peran pondok pesantren dalam pembentukan karakter dan spiritualitas Muslim. (Zil)
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang menggelar acara pembekalan bagi mahasiswa Program Kegiatan Lapangan (PKL) semester 6. Kegiatan ini diadakan khusus untuk mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Sastra Inggris guna memberikan pandangan dan pengetahuan tentang dunia kerja serta etika yang baik dalam pelaksanaan PKL. Seni (3/7/3023). Acara pembekalan ini berlangsung di Fakultas Humaniora lantai 3 dengan dua tempat yang berbeda. Mahasiswa BSA berkumpul di Home Theater, sementara mahasiswa Sastra Inggris berkumpul di Auditorium. Pembukaan acara dilakukan pada pukul 8 pagi oleh Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol Fatawi, M.Ag untuk mahasiswa BSA, dan Imam Wahyudi dari Balai Pusat Latihan Perhotelan (BPLP) Brawijaya untuk mahasiswa Sastra Inggris. Dalam sambutannya, Dr. Faisol Fatawi menekankan pentingnya etos kerja dalam dunia kerja. Beliau berpendapat bahwa sikap dan perilaku yang baik sangat dibutuhkan dalam membangun kepribadian mahasiswa untuk masa depannya. Etika kerja ini menjadi faktor penentu yang akan membantu mahasiswa memperluas relasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan instansi yang menjadi tempat PKL mereka. "Keterampilan teknis saja tidaklah cukup, soft skill juga diperlukan. Sebagai contoh, satu orang yang memiliki kualitas yang baik dapat mengalahkan sepuluh orang dengan kualitas rendah. Oleh karena itu, kita harus mengutamakan kualitas," ujar Dr. Faisol Fatawi kepada mahasiswa BSA. Pembekalan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang dunia kerja kepada mahasiswa PKL Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang. Dengan memperkuat sikap dan etika kerja, diharapkan mahasiswa dapat menghadapi tantangan yang ada di dunia kerja dengan lebih baik dan sukses dalam pelaksanaan PKL mereka di beberapa minggu mendatang.
HUMAS UIN MALANG - Setelah libur Idul Adha, semua pegawai UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali aktif menjalankan rutinitas mereka, termasuk kegiatan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, pada Senin (3/7/2023).
Dalam pengarahannya, Barnoto mengajak seluruh karyawan untuk selalu bersyukur atas capaian upaya yang telah dilakukan, sehingga institusi ini berhasil mendapatkan akreditasi Unggul. "Ini merupakan hasil dari kerja keras kita bersama, dengan semua komponen yang ada di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saling bersinergi dan menguatkan," ujarnya.
Akreditasi unggul memerlukan kerja keras dalam memperkuat budaya kerja dan akademik yang baik, termasuk di program studi yang ada di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Barnoto menjelaskan bahwa akreditasi unggul dinilai secara keseluruhan. "Jadi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara keseluruhan mendapatkan pengakuan unggul," jelasnya.
Barnoto juga melanjutkan bahwa hanya sedikit Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang mendapatkan akreditasi unggul. Saat ini, hanya ada dua PTKIN yang lembaganya mendapatkan akreditasi unggul, yaitu UIN Yogyakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. "Hanya kedua institusi ini yang mendapat akreditasi unggul, dan tentunya pencapaian ini memerlukan kerja keras di masing-masing institusi," ujarnya.
Skor minimal yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) untuk akreditasi unggul adalah 361, yang merupakan akreditasi tertinggi. Hal ini harus terus dipertahankan dan tidak boleh dilepaskan dari institusi ini.
Meraih akreditasi unggul bukanlah hal yang mudah, dan hal ini selalu dikampanyekan oleh pimpinan. Dengan memiliki reputasi unggul yang diakui secara internasional, berarti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah mencapai tujuan tersebut. "Kedepannya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan sesuai dengan visinya untuk menjadi institusi unggul dengan reputasi internasional," ajaknya.
Tentu saja, tambahnya, upaya untuk mencapai reputasi internasional ini memerlukan doa dan perjuangan yang seimbang. "Semoga tahap selanjutnya dalam meraih reputasi internasional dapat segera tercapai," tutupnya.
Sayyidaturrohimah, Wisudawati peraih IPK 3,97 (Cumlaude). Foto : dok FITK
HUMAS UIN MALANG- UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Wisuda Periode III tahun 2023 pada hari Selasa (27/6/2023) yang bertempat di Gedung Student Centre (SC) Kampus 1 UIN Malang. Sebanyak 800 mahasiswa diwisuda, terdiri dari mahasiswa Program Sarjana (S1) sejumlah 549 wisudawan (69%), Program Profesi sejumlah 27 wisudawan (3%), Program Magister (S2) sejumlah 190 wisudawan (24%) dan Program Doktor (S3) sejumlah 34 wisudawan (4%).
Di antara ratusan wisudawan-wisudawati dan tamu undangan dengan raut wajah bahagia di hari itu, terdapat salah seorang wisudawati yang paling berbahagia. Ya, Sayyidaturrohimah, mahasiswi S-1 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Betapa tidak, Say, Panggilan Akrab Sayyidaturrohimah, meraih IPK tertinggi di prodi maupun fakultasnya, bahkan di lingkup kampus ia menduduki urutan pertama sebagai mahasiswa dengan gelar Cumlaude unggul dari ratusan mahasiswa sarjana lainnya, dengan jumlah IPK 3,97 dan masa tempuh kurang dari empat tahun.
Meraih IPK tinggi, ia mengungkapkan perasaannya dan menceritakan kepada Humas FITK tentang sedikit perjalanannya dalam menuntaskan masa studi di FITK UIN Maliki Malang.
“Bahagia sekaligus bangga tentunya, setelah kurang lebih 4 tahun saya berjuang di prodi yang menurut saya tidak mudah, akhirnya saya mampu mencapai predikat cumlaude yang saya yakin menjadi incaran hampir seluruh mahasiswa,” cetusnya.
Meski IPK hanya sebuah angka, tetapi Say berpesan kepada teman-teman seperjuangan agar bersungguh-sungguh dalam berproses di masa studi (kuliah, red).
“Memang IPK cuma angka, tapi dari sini kita belajar bahwa segala sesuatu yang dengan sungguh-sungguh memperjuangkan baik secara material maupun spiritual, pasti akan membawa hasil yang membahagiakan dan patut untuk dibanggakan.” Imbuhnya.
Lebih-lebih, Say memberikan tips sekaligus berpesan kepada teman seperjuangan bahwa dalam kuliah adalah harus tekun dengan penuh inisiatif ketika belajar dan tidak hanya sekedar mengerjakan tugas. Akan tetapi perlu memahami lagi materi yang sudah diajarkan serta pandai dalam mengatur waktu diri sendiri.
“Dimulai dari hal kecil saja, nugas dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya asal mengerjakan yang penting selesai lalu dikumpulkan. Kalau ada materi yang kurang paham, ditanyakan lalu diulangi sampai paham. Tugas itu diberikan untuk mematangkan apa yang sudah disampaikan kepada mahasiswa. Namanya kuliah pasti susah, kalau nggak susah kita nggak akan paham makna perjuangan. Dan yang terpenting jangan membiasakan menunda waktu, baiknya kita lebih bijak dalam memanage waktu” Ungkap gadis asal Ponorogo itu.
Dalam prestasinya ini, Say termotivasi dengan orang tuanya yang membuatnya tergerak untuk sedikit lebih bersusah payah demi yang terbaik untuk mereka (kedua orang tuanya, red).
“Motivasi pertama saya tentu saja orang tua. Walaupun orang tua saya bukan tipe orang tua yang menuntut lebih kepada anaknya, tapi justru itu yang membuat saya terpacu untuk mampu memberikan segala yang terbaik untuk mereka.” Ujarnya.
Bahkan, Dekan FITK UIN Malang, Nur Ali beserta jajarannya mengapresiasi prestasi Sayyidaturrohimah dan berharap agar prestasi ini dapat ditiru oleh teman-teman yang lain agar saling menginspirasi untuk sesama.
"Ya, kami sangat bangga dan mengapresiasi prestasi itu (Cumlaude, red). Semoga, prestasi ananda dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi mahasiswa yang lain, agar budaya akademik kita yang baik tetap terjaga dan menjadi sebuah tradisi sehat di lingkungan FITK maupun UIN Malang program-program kegiatan lainnya," ujar Nur Ali.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan acara pembukaan kegiatan "Penguatan Kompetensi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Penerima Beasiswa Tahun 2023" dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan prestasi mahasiswa, khususnya mahasiswa penerima beasiswa. Acara ini diselenggarakan di Ruang Auditorium Utara Lt. 4, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (26/06/2023).
Pembukaan kegiatan ini dihadiri Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag, Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Barnoto M.Pd.I, 2 narasumber, serta para mahasiswa penerima beasiswa dari UIN Malang.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, M. Zainuddin, MA, berharap mahasiswa yang menerima beasiswa dapat lulus tepat waktu dan mampu tampil sebagai mahasiswa yang elegan dan unggul, sejajar dengan mahasiswa dari kampus lain. Mahasiswa penerima beasiswa juga diharapkan dapat berkontribusi dalam memajukan UIN Malang menjadi universitas kelas dunia. "Prestasi mahasiswa akan membawa kampus ini menuju cita-citanya yaitu unggul berputasi internasional," jelasnya.
Rektor juga menyampaikan komitmen UIN Malang dalam memenuhi syarat-syarat untuk menjadi universitas kelas dunia, salah satunya dengan meningkatkan peran dosen dan interaksi dengan masyarakat melalui program tridharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. "Selain itu, UIN Maliki Malang juga terus memperluas kerjasamanya dengan kampus dalam negeri mapun luar negeri," bebernya.
Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Barnoto M.Pd.I, menyampaikan data mengenai jumlah mahasiswa UIN yang menerima beasiswa. Beliau memaparkan terkait data penerima beasiswa di UIN Malang mulai dari Beasiswa Tahfiz berjumlah yang diberikan kepada 146 mahasiswa, beasiswa prestasi berjumlah 126 mahasiswa di tahun 2022, KIP-Kuliah 1.163 mahasiswa.
Selain itu ada juga beasiswa dari luar yaitu beasiswa santri berprestasi ada 40 mahasiswa, beasiswa PLN 70 mahasiswa, beasiswa bangkit 35 mahasiswa, Beasiswa BAZNAS 26 mahasiswa, BRI 23 mahasiswa, dan masih ada beberapa beasiswa yang lainnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag mengingatkan para mahasiswa agar menjaga Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mereka selama perkuliahan guna mempertahankan beasiswa. Seluruh penerima beasiswa juga diharapkan untuk aktif bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk meningkatkan kemampuan soft skill mereka. "Sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan reputasi kampus ini," paparnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber. Pemaparan pertama mengenai "Optimalisasi Kompetensi Mahasiswa Penerima Beasiswa Terhadap Universitas" disampaikan oleh Dr. Endah Kurniawati Purwaningtyas, M.Psi, yang merupakan wakil dekan bidang kemahasiswaan dan kerjasama fakultas psikologi UIN Malang sekaligus dosen di fakultas tersebut. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya pengenalan diri dan pengembangan skill yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini. Beberapa skill yang disoroti antara lain kemampuan berpikir analitis, kemandirian, pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, penguasaan teknologi, dan kemampuan merancang teknologi. Para mahasiswa juga diajak untuk bijak dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan kompetensi mereka.
Pemaparan materi kedua mengenai "Penguatan Kompetensi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Penerima Beasiswa" disampaikan oleh Nasruloh Hadis, S.Pd., ACP, selaku Manager Digital dan training IBLU Academy-Microsoft Partner & Reseller. Beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi selama masa kuliah dan keberlanjutan belajar di era perkembangan teknologi yang pesat. Beliau juga memberikan praktik kepada mahasiswa dalam cara membuat akun website blog pribadi melalui platform Blogger.
Acara ditutup dengan foto bersama antara Rektor UIN Malang, staf, dan para mahasiswa penerima beasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa UIN Malang, terutama dalam bidang karya tulis ilmiah, sehingga mampu meraih prestasi akademik yang lebih tinggi.
HUMAS UIN MALANG - Pusat Studi Gender dan Anak di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan seminar dengan tema "Gender dan Tantangan Ketenagakerjaan" pada tanggal 26 Juni 2023. Seminar ini bertujuan untuk menyoroti permasalahan yang dihadapi perempuan dalam dunia kerja. Dalam acara tersebut, Hj. Hindun Anisah Wasekjend DPP PKB, yang merupakan salah satu staff ahli dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, hadir dan memberikan pandangannya terkait masalah ini. Hj. Hindun menyampaikan bahwa tantangan bagi perempuan tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan, tetapi juga di dunia kerja, khususnya di Kementerian Ketenagakerjaan sendiri. Ia menekankan bahwa perempuan masih menghadapi berbagai kesulitan dalam mencapai posisi manajemen atas di Kementerian tersebut. Meskipun jumlah tenaga kerja perempuan secara keseluruhan lebih banyak, namun terdapat ketimpangan jumlah perempuan di tingkat manajemen yang lebih tinggi. Sebaliknya, lebih banyak perempuan yang bekerja di pekerjaan dengan tingkat rendah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa tingkat partisipasi tenaga kerja masih didominasi oleh laki-laki. Meskipun banyak perempuan memiliki pendidikan tinggi, termasuk lulusan program sarjana, partisipasi perempuan dalam dunia kerja masih relatif rendah. Banyak perempuan yang memilih untuk tidak bekerja atau masih berstatus pelajar, karena mereka terlibat dalam tugas mengurus rumah tangga atau membantu keluarga. Akses perempuan terhadap pendidikan juga masih terbatas dibandingkan dengan laki-laki. Mayoritas pekerja adalah lulusan SMP ke bawah, terutama di sektor informal. Pekerja migran juga cenderung memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah. Meskipun terdapat peningkatan jumlah perempuan dengan pendidikan diploma dan sarjana, persentase mereka masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Dalam seminar tersebut, Hj. Hindun Anisah Wasekjend menekankan pentingnya memberikan perhatian terhadap tantangan dan kesenjangan ketenagakerjaan yang dihadapi oleh perempuan. Ia mendorong perlunya perluasan akses dan peluang kerja yang setara bagi perempuan di masa depan. Dengan mengatasi berbagai hambatan dan mendorong pemberdayaan perempuan, diharapkan dapat tercipta lingkungan kerja yang inklusif dan setara bagi semua gender. Pusat Studi Gender dan Anak UIN Malang berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan yang mempromosikan kesetaraan gender dan mengatasi diskriminasi dalam dunia kerja. Mereka berharap agar para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, dapat bekerja sama dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan merata bagi perempuan, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini menghelat kegiatan Workshop Evaluasi 9 Model MBKM dan Pengembangan Learning Management System (LMS) yang dilaksanakan di aula gedung Rektorat lt.5 yang dijadwalkana akan berlangsung selama dua hari Senin-Selasa (26-27/6/2023).
Kegiatan workshop MBKM ini menghadirkan dua pemateri utama yaitu Dr. Rusna Resnawati, MP dari UNPAD Jatinangor dan Nanang Zubaidi, S.S., MA., P.hD dari Universitas Negeri Malang.
Acara diawali dengan khidmat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan penting. Sambutan pertama diberikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran semua peserta dan pentingnya evaluasi model MBKM dalam meningkatkan kualitas pendidikan di universitas.
Selanjutnya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA memberikan pengarahan dan membuka acara tersebut dengan harapan agar evaluasi dan pengembangan MBKM dapat membawa perubahan positif dalam penyelenggaraan program MKM di perguruan tinggi.
UIN Malang sudah melaksanakan best practice MBKM di masing masing fakultas hal ini sesuai dengan rencana program jangka menengah pemerintah bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat penggerak MBKM dan moderasi beragama. "Alhamdulillah beberapa hari yang lalu ada pertemuan para rektor PTN dan PTKIN di Jakarta dan para rektor diminta untuk mengirimkan pengalamannya dalam menerapkan MBKM dan yang mengirimkan hanya UIN Malang dan UIN Jakarta saja," ceritanya.
Upaya ini, tambah dia, tidak lain untuk menjadikan kampus ini unggul dan bereputasi internasional. Hal ini UIN Maliki Malang sudah menyiapkan diri sejak 2 tahun lalu dan proses rekognisi internasional ini ditargetkan sampai dengan 2025. "Alhamdulillah saat ini UIN Malang sudah menjadi kampus bereputasi internasional, peminat mahasiswa asing yang kuliah di kampus ini juga terus bertambah dan terbanyak di antara PTN atau PTKIN di Indonesia," paparnya.
Dalam acara tersebut, Dr. Risna Resnawati, MP, sebagai narasumber utama, memaparkan materi mengenai pelaksanaan program MBKM di perguruan tinggi. Dr. Risna menjelaskan tentang pedoman implementasi MBKM yang telah mengalami beberapa perubahan. Pedoman tersebut mencakup poin-poin penting seperti identifikasi mitra, verifikasi kelayakan mitra dan program, penanganan mahasiswa yang gagal atau mengundurkan diri, penghentian program yang sedang berjalan, pendaftaran mahasiswa, penempatan mahasiswa, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi, pelaporan pelaksanaan program, konversi atau penyetaraan sks, serta penilaian atau penyetaraan nilai.
Selain membahas pedoman tersebut, Dr. Risna juga menyampaikan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah mengadakan Festival Kampus Merdeka setiap semester sejak Januari 2021. "Pada Juli 2021, universitas ini meluncurkan Festival Kampus Merdeka 2.0 yang bertujuan mencari mitra industri seperti Danone, Lazada, Tanihub, dan Paragon," ungkapnya.
Dalam acara ini juga diungkapkan bahwa pengakuan terhadap kegiatan mahasiswa memiliki beberapa bentuk, yaitu bentuk terstruktur, bebas, dan kombinasi. Kegiatan terstruktur adalah kegiatan di luar studi yang diakui sesuai dengan struktur kurikulum yang ditempuh. Bentuk pengakuan bebas adalah kegiatan MBKM atau di luar program studi yang dikonversi menjadi mata kuliah enrichment course yang disediakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas ini menyediakan 33 mata kuliah enrichment course. "Bentuk pengakuan kombinasi adalah kegiatan di luar program studi yang dikonversi dengan kurikulum yang ditempuh oleh mahasiswa dan mata kuliah enrichment course," paparnya.
Dr. Risna menambahkan, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan hak belajar di luar program studi selama 3 semester dengan tujuan meningkatkan kompetensi lulusan dalam soft skills dan hard skills agar siap dengan kebutuhan zaman. "Program experiential learning juga disediakan untuk memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensi sesuai dengan passion mereka," ungkapnya.
Acara evaluasi sembilan model MBKM dan pengembangan LMS MBKM ini diharapkan memberikan masukan berharga dalam pengembangan program MBKM di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan keahlian mahasiswa.