HUMAS UIN MALANG - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar acara tahunan yang sangat dinantikan, yaitu Grand Final Pemilihan Duta Safir-safirah 2023. Acara megah ini mengusung tema "Unstoppable Movement Unstoppable Become Greater" dan berhasil menghadirkan suasana silver glamour yang dipadukan dengan sentuhan merah muda yang anggun. Acara ini diawali dengan tarian kolaborasi yang menakjubkan antara para finalis Safir-Safirah dan LSO Senior DEMA FKIK UIN Malang. Minggu (18/6/2023).
Grand Final ini dihadiri oleh duta kampus UIN Malang, duta dari berbagai fakultas seperti Fakultas Psikologi, Fakultas Syariah, Fakultas Humaniora, serta Duta Fakultas Dimas dan Nimas Saintek. Turut hadir juga seluruh ketua angkatan dan ketua ORMAWA FKIK yang memberikan dukungan kepada para finalis.
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci al-Quran sebagai pembukaan. Kemudian, sambutan dari ketua pelaksana dan penampilan pembukaan dari para finalis Safir-Safirah menghiasi acara tersebut. Pada tahap pertama, dilakukan pemilihan 12 besar dengan memberikan pertanyaan acak kepada finalis yang harus dijawab dalam waktu 1 menit. Selama acara, diselingi pula pemberian sertifikat sponsor dan hiburan games yang dipandu oleh MC. Home Band FKIK juga turut meramaikan acara tersebut.
Setelah melewati tahap eliminasi 6 besar, diumumkanlah finalis yang berhasil masuk dalam 6 besar. Para finalis terpilih kemudian diseleksi lagi melalui pertanyaan dengan mekanisme yang serupa dengan tahap pertama, untuk memilih 4 finalis terbaik. Setelahnya, dilanjutkan dengan acara selingan berupa parade dan last speech dari Safir-Safirah tahun sebelumnya.
Akhirnya, para Safir-Safirah 2023 terpilih bersama Profesor Yuyun, Dekan FKIK. Dzawil Uqola dari Program Studi PSPD 2022 berhasil meraih gelar Safir, sementara Uswatun Hasanah dari Program Studi Farmasi 2022 menjadi Safirah, dan Muhamad Abdulloh Umar dari Program Studi Farmasi 2020 terpilih sebagai Safir-Safirah favorit. Sedangkan, Runner up Safir diraih oleh Renoven Pratama Putra dari Program Studi PSPD 2022, dan Runner up Safirah diperoleh oleh Naila Riezqi Shalsabillah dari Program Studi Farmasi 2021. Kedua runner up tersebut berharap paguyuban ini dapat menciptakan, menjaga, dan menyebarluaskan citra positif FKIK UIN Malang.
Safir yang akrab disapa Uqol memberikan semangat kepada seluruh finalis untuk terus meningkatkan dan mengembangkan bakat serta potensi yang dimiliki sesuai dengan passion masing-masing. Dia menyatakan, "Tidak ada yang mustahil selama kita mau mencobanya."
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FKIK, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M. Kes., Sp. Rad (K) menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan pendapat serta bersikap sebagai duta. Beliau juga memberikan pesan kepada seluruh finalis agar tidak berkecil hati jika tidak terpilih sebagai pemenang, karena perjalanan menuju panggung Grand Final ini membutuhkan perjuangan yang panjang, berliku, dan penuh pengorbanan. "Seluruh finalis luar biasa! Semua hal ini akan dikenang sebagai bagian dari perjalanan para finalis Safir-Safirah yang menjabat selama setahun, tetapi akan menginspirasi seumur hidup," ujarnya. Prof. Yuyun juga berharap agar Safir-Safirah ke depannya dapat terus berkembang dan menjadi perwajahan yang lebih baik bagi FKIK dan UIN Malang.
Ketua Pelaksana, Safir Yazid, dalam wawancara menyampaikan harapannya bahwa Grand Final ini bukanlah titik akhir perjalanan bagi para finalis, melainkan langkah awal dalam memulai karir di dunia pageant. "Meskipun paguyuban Safir-Safirah masih tergolong muda, saya berharap para finalis mampu berkompetisi dan berkolaborasi dengan duta-duta eksternal di luar sana," ucapnya dengan penuh kebanggaan.
Larasati Sekar Kinasih, M.Gz., selaku pembina paguyuban Safir-Safirah, juga berharap agar paguyuban ini menjadi lebih solid dan amanah, mengingat akan banyak kegiatan fakultas yang melibatkan mereka. Dia berpesan kepada para Safir-Safirah agar konsisten dengan komitmen yang telah diikrarkan, sehingga mampu menciptakan program-program yang bermanfaat bagi paguyuban, program studi, dan juga FKIK khususnya.
Grand Final Pemilihan Duta Safir-safirah 2023 berhasil menyajikan momen yang penuh semangat dan inspiratif. Semoga para Safir-Safirah terpilih dapat mewujudkan harapan dan tanggung jawab mereka sebagai duta FKIK UIN Malang, serta terus mengembangkan potensi diri untuk menciptakan prestasi yang membanggakan
HUMAS UIN MALANG-Unit Bagian Umum Pusat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menyelenggarakan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tema "Jaga Aset Negara". Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 14 hingga 16 Juni, dan diadakan di Hotel Selorejo.
Kepala Bagian Umum UIN Maliki Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., MM, selaku ketua pelaksana pembinaan, menyatakan bahwa peserta yang hadir adalah para pengelola Badan Milik Negara (BMN) dan penatausahaan barang persediaan di UIN Maliki Malang serta instansi lainnya di bawah Kementerian Agama. Tujuan dari agenda ini adalah menjaga aset negara, dan dipilihnya tema ini agar mudah diingat dan menjadi semangat bagi para peserta.
Bu Ita(sapaan akrabnya) ini menjelaskan bahwa salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan performa para pengelola BMN dan barang persediaan dalam menjalankan tugas pokok mereka. Oleh karena itu, pada pembinaan ini tidak tanggung-tanggung dalam mendatangkan para narasumber yang ahli dan berkompeten di bidangnya, antara lain ada yang dari Kementerian Agama, KPKNL dan juga dari KKPN Kota Malang.
Sementara itu, hadir secara langsung dan membuka acara pembinaan SDM tersebut, Dr. Hj. Ifi Nurdiana, M.Si, Wakil Rektor II Bidang AUPK UIN Maliki Malang. Pada kesempatan tersebut, Ning Ilfi begitu sapaan akrabnya ini memberikan arahan tentang berbagai kebijakan pimpinan dan juga paparan tentang target kampus berlogo Ulul Albab menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum(PTN-BH). Salah satunya alasan kenapa UIN Maliki Malang ingin merubah statusnya menjadi PTN-BH, dijelaskan oleh WR II ini karena dengan berstatus PTN-BH maka kampus akan memiliki keleluasaan dalam berbagai hal dan kebijakan. Misalnya, lebih leluasa mengelola di bidang akademik terkait salah satunya pembukaan prodi baru, lebih luwes dalam mengelola bisnis,dsb.
Lanjut, selain itu beliau juga memberikan support penuh kepada para peserta melalui pentingnya diadakan agenda pembinaan SDM ini. "Oleh karena itu, untuk mewujudkan tertibnya pengelolaan dan penatausahaan BMN maka beliau berharap setelah diadakan pembinaan atau pelatihan nanti bisa menjadikan para petugas di bidang tata usaha dan pengelola aset bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya dan memberikan hasil terbaik!"terangnya.
Mengakhiri sambutannya, WR II asal Pasuruan ini berharap semua peserta bisa secara optimal mengikuti acara dari awal hingga akhir dan semoga kegiatannya membawa banyak manfaat.(ptt/*)
PERESMIAN: Rektor UIN Malang memotong pita sebagai simbol pembangunan gedung perkuliahan di kampus tiga dimulai. Senin (12/6/2023).
HUMAS UIN MALANG- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, melakukan pemancangan tiang pertama untuk pembangunan gedung perkuliahan di wilayah kampus 3. Pembangunan gedung tersebut berlokasi di jalan Locari Telekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Senin (12/6/2023).
Proyek pembangunan gedung ini dilaksanakan di atas areal lahan seluas 5400 m2 dan didukung pendanaannya oleh Saudi Found Development (SFD) dengan total dana sebesar 1 triliun. Acara pemancangan tiang pertama ini dihadiri oleh Rektor beserta para Wakil Rektor, Kepala Biro, dan para dekan.
Kegiatan dimulai dengan Khotmil Qur'an, istighotsah, serta pembacaan tahlil bersama tokoh masyarakat. Pejabat daerah juga turut hadir dalam acara tasyakuran dan sosialisasi pembangunan gedung kuliah ini.
Pemancangan tiang pertama ini memiliki makna sebagai awal dimulainya pembangunan kampus tiga. Ketika bangunan tersebut selesai, akan membentuk lafal "Bismillahirrahmanirrahim". Acara pemancangan tiang ini berlangsung pada pukul 13.00 WIB dan disaksikan oleh warga sekitar dan para tamu VIP, termasuk Dr. Harun Arrasyid (Satgassus Pencegahan Tipikor Mabes Polri), KH. Chamzawi, Romo KH. Ahmad Soeroso, KH. Mas Mansyur, KH Zainul Arifin, Camat Dau, Camat Junrejo, Kepala Dusun Precet, Kasun Krajan, Kades Sumbersekar, dan Kares Tlekung.
Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sepenuhnya proses pembangunan kampus ini, terutama kepada warga dan masyarakat sekitar. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan moral dan materiil yang diberikan.
Sebelumnya, UIN Maliki Malang juga telah melaksanakan ground breaking untuk pembangunan ma'had yang dihadiri langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Prof. Zainuddin menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan pembangunan gedung dormitory atau asrama ma'had.
Dalam proses pembangunan ini, kata dia, akan ada banyak alat berat dan mobil material yang beraktivitas di sekitar kampus, sehingga sedikit mengganggu aktivitas warga sekitar. "Saya atas nama pimpinan kampus ini meminta maaf atas gangguan tersebut dan yakinlah bahwa pembangunan ini akan berlangsung sesuai target," paparnya.
Rektor juga menyampaikan bahwa pembangunan kampus ini akan memberikan dampak luar biasa bagi warga sekitar, terutama dalam sektor ekonomi. Kampus ini akan menjadi pusat pendidikan yang unik, dengan bangunan yang membentuk kalimat "Bismillahirrahmanirrahim".
Manager PMU sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UIN Maliki Malang, Dr. Zainal Habib, M. Hum, menjelaskan bahwa pemancangan tiang pertama ini menandai dimulainya pembangunan gedung yang bangunannya membentuk lafal "arrahim". Pembangunan tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT. PP dan konsultan pengawas (PMSC) PT. Jaya CM, dalam kerjasama dengan PT. Andaru Koncer Jagad. Pembangunan fase kedua ini dibiayai oleh Saudi Found Development (SFD) dari Saudi Arabia. "Rencananya, pembangunan akan berlangsung hingga tahun 2024," jelasnya.
Kegiatan pemancangan tiang pertama ini merupakan bentuk sosialisasi dan tasyakuran dalam pembangunan gedung kampus 3. Pembangunan ini akan fokus pada gedung arrahim dan ditargetkan selesai pada tahun 2024. Gedung arrahim terdiri dari empat gedung yang berada di atas lahan seluas 5400 m2.
Setelah pembangunan selesai, diharapkan gedung ini dapat segera digunakan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan masyarakat Indonesia secara umum. "Untuk itu saya memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pembangunan ini dapat berjalan lancar, aman, tertib, dan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan," pungkasnya.
Rektor UIN Maliki Malang saat memberikan pengarahan kepada jamaah calon haji yang hendak berangkat di masjid At Tarbiyah. Senin (12/6/2023).
HUMAS UIN MALANG - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin MA, secara simbolis melepas para jamaah calon haji (JCH) yang akan berangkat pada 18 Juni 2023 di Masjid At Tarbiyah, Senin (12/6/2023).
Pelepasan terhadap 17 tamu Allah dari UIN Maliki Malang itu dihadiri oleh Kepala WR 1, 2, dan 4, serta Kepala Biro AAKK, Direktur Program Pascasarjana, para Dekan dan juga perwakilan dari Senat UIN Maliki Malang.
Adapun nama-nama JCH UIN Maliki Malang yaitu Akhmad Nurul Kawakib FITK / Tadris Bhs Inggris(home base)/S-2 PAI, Lailia Nur Rachma Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Suud Fuadi Syariah, 4 Alvi Milliana FKIK, Achmad Diny Hidayatullah P3SR, Suyanto Bagian Umum, Ahmad Fahrudin Alamsyah Fakultas Ekonomi, Mamluatu Solihah Pusat Bahasa, Abbas Arfan HES/Syariah, Elok Mutiara MT Fakultas saintek/prodi teknik arsitektur, A. Zuhdi Pendidikan Agama Islam/FITK, Moh Bahrun Amiq Fakultas Psikologi, dr. Riskiyah FKIK UIN Malang, Dr. Sri Harini, M.Si Fakultas Saintek , Ust. Zulfi mubarak, Ust Jalaluddin, Aprilia Mega dosen fakultas Psikologi.
Rektor UIN Maliki Malang dalam sambutannya meminta calon jamaah haji dari UIN Malang untuk senantiasa memanjatkan syukur kepada Allah atas nikmat besar yang diberikan untuk menyempurnakan rukun Islam berupa naik haji ke Baitullah.
"Kami atas nama pimpinan sangat bangga dan bahagia sekali, semoga bapak ibu yang hendak menunaikan ibadah haji senantiasa diberi kelancaran, kesehatan, dan hajinya mabrur," ucapnya.
Para calon jamaah haji ini dipilih dari sekian ribu orang yang telah mendaftar haji. Oleh karena itu, mereka diharapkan untuk bersyukur dan menata hati jauh sebelum berangkat ke tanah suci Mekah. Di tempat suci ini, hati para jamaah harus tulus dan ikhlas dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.
"Manfaatkan waktu haji ini dengan memperbanyak ibadah dan hindari percakapan yang tidak bermanfaat," pesannya.
Rektor juga berharap agar perjalanan mereka sampai tujuan berjalan dengan selamat dan lancar. Oleh karena itu, para jamaah diingatkan untuk memperbaiki niat dan menjaga kesabaran sepanjang perjalanan.
"Selama berada di tanah suci, saya berpesan agar menghindari pembicaraan yang tidak penting dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Jangan sampai terjadi pertengkaran, jika ada yang membuat keributan, lebih baik dihindari," ungkapnya.
Rektor menjelaskan bahwa jamaah calon haji harus dapat membawa pesan haji dan satu modal utama dalam berhaji adalah kesabaran. "Jika sabar, Insya Allah perjalanan akan lancar dan haji akan diterima dengan baik," katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kesabaran tidak hanya selama ibadah haji, tetapi juga setelah pulang ke tanah air. Pesan haji tersebut harus tetap dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Inilah yang harus dijaga dengan baik oleh para JCH. Bagi yang belum berhaji, semoga segera dipanggil oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji," pungkasnya.
Dengan pelepasan JCH ini, diharapkan para jamaah calon haji dari UIN Malang dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik, menjaga persatuan, dan membawa pulang nilai-nilai kebaikan dari tanah suci Mekah. "Semoga perjalanan mereka lancar dan mendapatkan haji yang mabrur," doa Prof. Zainuddin.
SIMBOLIS: Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H.M. Zainuddin MA memakaikan jaket OASE Ke salah satu peserta. Senin (12/6/2023).
HUMAS UIN MALANG-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, M.A., melepas 36 peserta Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan (OASE PTKIN) ke-2 yang akan diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Senin (12/6/2023).
Kegiatan OASE PTKIN yang dijadwalkan berlangsung mulai 13-17 Juni 2023 ini merupakan ajang lomba hasil riset para mahasiswa. Dalam arahannya, Prof. Zainuddin meminta seluruh peserta OASE untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan matang, seperti orang yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
"Yang kedua, pesan saya tetap mengupayakan diri dan keluarkan semua potensi yang dimiliki untuk bisa menjadi juara. Syukur bisa juara umum tentu akan lebih baik lagi. Saya tidak tahu, yang penting usaha semaksimal mungkin. Jika tidak bisa juara umum, ya UIN Malang bisa meraih banyak juara di berbagai cabang lomba," paparnya.
Rektor mengungkapkan rasa optimisnya bahwa UIN Malang dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan saudara dalam persaingan tersebut. "Jadi ya harus menjadi bagian dari kalau bisa kita yang juara umum, kalau tidak, ya yang terbanyak. Karena saya yakin dari 36 peserta, pasti ada yang dimenangkan. Apalagi tadi sudah ada yang masuk final dari saintek. Harapan kami nanti yang lain juga begitu. Puasa ini adalah bidang akademik yang tentu memiliki apa memiliki Kediri. Jadi kalau kemarin itu PWN PTK di Gorontalo, kemudian juga ada yang dulu sebelum menguasai itu pesona di Bandung, itu olahraga. Nah, sekarang ini puasa itu lebih pada bidang akademik dan keilmuan," jelasnya.
Prof. Zainuddin berharap bahwa jika tim OASE PTKIN dari UIN Malang tidak dapat meraih juara umum, mereka dapat menunjukkan prestasi yang membanggakan dalam kompetisi ini. Dia juga mengingatkan kepada para wakil dan pendamping, serta di bawah komando Pak WR 3 dan Biro Akademik, untuk menjaga kebersamaan dalam menjalani kompetisi ini.
Selain itu, dia juga menyampaikan apresiasi terhadap fasilitas akomodasi yang nyaman bagi peserta selama berada di Jakarta. "Insya Allah, nanti saya akan hadir langsung untuk memberi support," tutup Prof. Zainuddin.
HUMAS UIN MALANG- Kegiatan apel pagi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada hari Senin ini dipimpin langsung oleh Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I. Senin (12/6/2923).
Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh sivitas akademika UIN Maliki Malang untuk turut serta mensukseskan kegiatan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OASE PTKI) Ke II se-Indonesia yang akan dilaksanakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 13-17 Juni 2023.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah menyiapkan 36 peserta yang akan berkompetisi dalam 13 cabang lomba. "Ini semua untuk membawa nama harum UIN Maulana Malik Ibrahim. Kita semua harus mendukung dan mendoakan agar kegiatan OASE di Jakarta nanti dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat serta berkah bagi semua yang terlibat," papar Dr. H. Barnoto.
Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa menjalankan tugas kedinasan adalah bagian dari disiplin sebagai ASN UIN Maulana Malik Ibrahim. Semangat dan disiplin harus terus dikuatkan serta dilestarikan dalam diri setiap individu. Kehadiran dalam apel pagi juga menjadi bagian dari disiplin, di mana kehadiran tersebut dicatat melalui absen fingerprint atau aplikasi pusaka.
"Kita harus melaksanakan tugas-tugas kita dengan sebaik-baiknya, terutama dalam hal disiplin seperti jam masuk, tugas-tugas yang diberikan, dan lainnya. Ketika kita melaksanakannya dengan baik, bukan hanya berarti tugas kita selesai, tetapi juga menunjukkan ketaatan kita sebagai ASN atau pegawai di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim. Semua itu harus didasari oleh ibadah yang baik dan selalu memohon ridho Allah," lanjutnya.
Selain itu, Dr. H. Barnoto juga mengingatkan pentingnya menjaga keberkahan dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Ia mengajak semua sivitas akademika untuk selalu mengingatkan diri sendiri dan memohon kepada Allah dalam setiap perbuatan baik yang dilakukan. Hal ini tidak hanya akan membawa kemuliaan di dunia, tetapi juga menjadi catatan amal di akhirat.
Apel pagi ini juga menjadi momen untuk saling mengingatkan untuk selalu menebarkan kebaikan dalam setiap pekerjaan di dalam kampus ini. Dr. H. Barnoto berharap semangat dan kehadiran pada hari-hari berikutnya akan terus memperkuat dan menjaga disiplin serta mendapatkan berkah dari Allah.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Barnoto juga menyampaikan beberapa informasi terkait kegiatan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satunya adalah tentang keberangkatan kontingen di ajang OASE, peletakan batu pertama pembangunan kampus 3, dan juga keberangkatan jamaah haji UIN Maliki Malang serta kegiatan study exchange.
HUMAS UIN MALANG - Rombongan persemakmuran 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) eks IAIN Sunan Ampel Surabaya melakukan kunjungan ke lokasi sirkuit Mandalika di Lombok pagi ini. Para peserta diajak langsung untuk melihat kondisi sirkuit Mandalika dari bukit Jokowi. Kunjungan ini dilakukan pada Sabtu (10/6/2023).
Setelah mengunjungi sirkuit, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Desa Adat Sade di Rembitan, Lombok. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat sirkuit yang menjadi andalan Indonesia.
Perjalanan dari Mandalika menuju Desa Adat Sade hanya ditempuh dalam waktu 20 menit. Penduduk lokal yang ramah membuat para wisatawan merasa nyaman berada di lokasi adat asli Lombok tersebut.
Setelah turun dari bus, rombongan yang terdiri dari para rektor, wakil rektor, kepala biro, dan direktur Pascasarjana disambut dengan tarian asli suku Sasak. Tarian ini dikenal dengan sebutan Tari Gendang Beleq, salah satu budaya yang tetap dilestarikan di provinsi Lombok.
Tari Gendang Beleq adalah tari tradisional adat Sasak di Pulau Lombok. Tarian ini memiliki ciri khas karena penari sambil memukul gendang. Bagi masyarakat asli Lombok, tarian ini memiliki arti penting dan dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dalam kehidupan suku Sasak, terutama saat upacara sakral dan pernikahan.
Pada zaman dahulu, tarian ini dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan diri para prajurit, dan biasanya hanya ditampilkan oleh penari pria dengan kostum sederhana.
Saat ini, Tari Gendang Beleq tidak lagi digunakan untuk keperluan peperangan, melainkan lebih sering dipertunjukkan untuk menyambut tamu spesial yang datang ke wisata desa adat Sade.
Kunjungan rombongan dari persemakmuran 9 PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya ini memberikan apresiasi terhadap keberagaman budaya di Indonesia, serta meningkatkan pemahaman dan hubungan antarperguruan tinggi keagamaan Islam Negeri
HUMAS UIN MALANG - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) eks IAIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Acara FGD tersebut bertujuan untuk mempererat kerjasama dalam meningkatkan kualitas PTKIN, terutama 9 perguruan tinggi yang tergabung dalam persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Acara FGD kali ini dihelat di UIN Mataram Lombok sebagai tuan rumah. Kegiatan persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya ini telah menjadi agenda tahunan. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 9 hingga 11 Juni 2023, dengan lokasi di Merrumatta Hotel Senggigi, Senggigi Lombok. Para jajaran sivitas akademika dari PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya hadir dalam acara ini, termasuk Rektor, Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, dan Kabiro.
Acara ini dibuka pada Jumat malam di Hotel Merrumatta. Prof. Dr. H. Masnun Tohir, Rektor UIN Mataram, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang hadir dalam acara ini. "Atas nama pimpinan dan sivitas akademika UIN Mataram Lombok, saya mengucapkan ahlan wasahlan wa marhaban bihudurikum," ucapnya.
Rektor UIN Mataram juga mengajak semua peserta untuk menjadikan silaturahmi ini sebagai awal gerakan bersama untuk membantu dan memajukan beberapa IAIN yang masih belum berubah statusnya menjadi UIN. "Saat ini masih terdapat tiga perguruan tinggi eks IAIN Sunan Ampel Surabaya yang belum menjadi UIN, yaitu IAIN Madura, Kediri, dan Ponorogo dan ini harus kita bantu bersama-sama," ajaknya.
Dalam forum persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya ini, diharapkan akan terbentuk formulasi yang dapat membantu merumuskan langkah bersama. "Apabila UIN Surabaya maju, maka UIN lain juga harus maju dan berkembang," pintanya.
Rektor UIN Mataram menekankan pentingnya kerjasama dalam memajukan PTKIN ini agar dapat berkembang bersama. Selain itu, dalam pertemuan malam ini, dilakukan penandatanganan MoU oleh sembilan rektor sebagai langkah untuk saling melengkapi dan maju bersama. "Kita harus memberikan dukungan kepada satu sama lain agar dapat maju dan berkembang bersama-sama," tegasnya.
Selain itu, melalui forum FGD ini, para rektor dan pimpinan lain yang hadir dapat mendiskusikan isu-isu penting, terutama persoalan P3K yang harus menjadi perhatian bersama. "Banyak sumber daya manusia kita yang belum terserap, dan hal ini harus kita perjuangkan bersama," ungkapnya.
Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Rektor UIN Surabaya yang juga Ketua Persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya, meminta agar persemakmuran ini dapat memberikan pemerataan di berbagai sektor secara adil tanpa ada rasa terancam. Status IAIN Madura, Kediri, dan Ponorogo harus mendapatkan bantuan untuk mengubah statusnya menjadi UIN. "Kita semua wajib memberikan bantuan tanpa ada yang merasa terancam," tegasnya.
Sembilan rektor yang tergabung dalam persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya diharapkan dapat berperan aktif. Kesepakatan yang dicapai dalam FGD ini diharapkan menjadi komitmen bersama. "Jika ada IAIN yang membutuhkan bantuan, jangan ada saling proteksi diri," pesannya.
Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menjelaskan bahwa persemakmuran ini hanya ada di PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan dapat memberikan kemakmuran bersama serta menjadi contoh bagi PTKIN lainnya. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengangkat PTKIN agar dapat diakui secara internasional.
Selain itu, PTKIN memiliki keunggulan dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya, karena tidak hanya memiliki program studi keagamaan, tetapi juga memiliki program studi umum seperti saintek dan kedokteran. "Kita memiliki kelebihan dalam disiplin ilmu agama dan sains, sehingga ini menjadi modal untuk bersaing," jelasnya.
Prof. Zainuddin menambahkan bahwa harapan masyarakat terhadap PTKIN semakin tinggi, dan hal ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan agar kepercayaan masyarakat terjaga. "Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di PTKIN ini," paparnya.
HUMAS UIN MALANG- Sebanyak 20 mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang telah dinyatakan lolos seleksi interview program studi exchange ke negara Eropa. Mereka kembali berkumpul pada hari Kamis (8/6/2023) untuk menerima pengarahan dari Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Ketua Senat, dan Kepala Biro AAKK, dan berlangsung di ruang Senat gedung Rektorat lantai 4. Dalam pengarahannya, Prof. Zainuddin memberikan ucapan selamat kepada para peserta yang telah lulus seleksi program studi exchange ke negara Eropa ini.
"Program ini merupakan kali pertama dan menjadi program yang prestisius untuk mengirimkan para mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang belajar ke luar negeri. Program ini harus berhasil agar dapat menambahkan reputasi kampus ini di kancah internasional," papar Prof. Zainuddin.
Prof. Zainuddin juga menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan visi kampus untuk menjadi unggul dan bereputasi internasional. Oleh karena itu, panitia seleksi study exchange ini menjalankan proses seleksi secara objektif tanpa ada istilah titipan. Kemampuan bahasa Arab dan Inggris para peserta harus bagus di atas rata-rata. Selain itu, para peserta yang diberangkatkan harus mampu menyampaikan visi, misi, dan profil UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan baik.
Para peserta juga diharapkan dapat membuat catatan harian selama berada di luar negeri. Catatan tersebut akan berguna sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk program selanjutnya. Prof. Zainuddin berharap catatan-catatan tersebut dapat dibukukan agar dapat dijadikan sumber inspirasi bagi mahasiswa lain yang belum berkesempatan untuk berkuliah di luar negeri.
Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag, juga turut berbagi pengalamannya saat mengikuti program serupa di Turki. Ia menjelaskan bahwa perbedaan budaya dan geografis akan memberikan pengalaman yang berbeda kepada peserta studi exchange. Dengan demikian, program unggulan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa yang terpilih untuk menjalani kehidupan di luar negeri.
"Meskipun program ini hanya berlangsung selama 14 hari, manfaatnya akan dirasakan secara berkelanjutan dan tidak hanya oleh peserta studi exchange, tetapi juga oleh seluruh civitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang," tegas Prof. Zainal Habib, M.Hum, Manager PMU UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dalam laporannya, Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, yang juga menjabat sebagai ketua pelaksana kegiatan studi exchange, menjelaskan bahwa sejak dibukanya pendaftaran program ini, peminatnya sangat banyak. Total pendaftar mencapai 113 peserta, namun melalui proses seleksi administrasi, hanya 91 peserta yang lolos. Kemudian dilakukan proses seleksi lanjutan hingga terpilihlah 20 peserta yang akan mewakili UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam program studi exchange di negara Eropa.
Diharapkan program studi exchange ini dapat memberikan pengalaman berharga dan memperkaya pengetahuan para mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Semoga keberhasilan mereka dalam program ini dapat semakin meningkatkan reputasi kampus dan membuka peluang bagi mahasiswa lainnya untuk mengikuti kesempatan serupa di masa depan