MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Usai bersilaturahmi di Kampus I UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (16/6/2025), Rektor Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, mengajak Dewan Pengawas (Dewas) BLU yang baru, H. M. Arum Sabil, untuk meninjau langsung kemegahan Kampus III yang berada di Kota Batu. Kunjungan ini menjadi momen istimewa, karena memperlihatkan sinergi nyata antara pimpinan kampus dan tokoh nasional dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi Islam.
H. M. Arum Sabil, tokoh nasional asal Jember yang dikenal luas di bidang pertanian dan pendidikan, terlihat antusias saat mengelilingi kawasan kampus yang berdiri megah di tengah suasana sejuk dan asri Kota Batu. Rektor Zainuddin memaparkan berbagai capaian pembangunan Kampus III, yang turut didukung oleh pembiayaan melalui Skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/SFD).
Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah gedung Dormitory atau Makhad Putra, bangunan lima lantai yang menjadi asrama modern bagi para mahasiswa. Dengan kapasitas 275 kamar dan daya tampung mencapai 1.650 mahasiswa, gedung ini dirancang untuk mendukung sistem pendidikan berbasis integrasi antara ilmu dan keislaman yang menjadi ciri khas UIN Maliki Malang.
Ketua Dewas tampak mengapresiasi kemajuan pembangunan tersebut. "Ini luar biasa, bukan hanya megah dari sisi fisik, tetapi juga memiliki visi kuat dalam membentuk karakter dan integritas mahasiswa," ungkap Arum Sabil saat meninjau fasilitas asrama.
Menariknya, kunjungan ini ditutup dengan santai namun penuh keakraban. Ketua Dewas diajak menikmati hangatnya Bakso Malang khas kampus di kafetaria Makhad Putra yang terletak di rooftop lantai lima. Pemandangan indah pegunungan yang mengelilingi Kota Batu menjadi latar sempurna untuk momen kebersamaan ini.
Kegiatan ini menjadi simbol harapan besar bahwa sinergi antara manajemen kampus dan pengawas BLU akan terus memperkuat langkah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menuju World Class University.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali meneguhkan langkahnya menjadi kampus unggul kelas dunia. Kali ini melalui momentum silaturahmi dengan Dewan Pengawas (Dewas) BLU yang baru, H. M. Arum Sabil, seorang tokoh nasional asal Jember yang dikenal luas di bidang pertanian dan pendidikan. Senin, 16 Juni 2025.
Acara penyambutan yang berlangsung hangat di Ruang Rektor ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, bersama para Wakil Rektor, Kepala Biro, dan para Dekan di lingkungan kampus.
Dalam kesempatan itu, Prof. Zainuddin memaparkan arah pengembangan kelembagaan UIN Maliki Malang ke depan, termasuk rencana besar pembangunan kampus agrokomplek di atas lahan seluas 12 hektare di wilayah Turen, Kabupaten Malang. “Kehadiran Pak Arum Sabil sangat selaras dengan semangat kampus ini untuk mengintegrasikan keilmuan, terutama dalam bidang pertanian dan pendidikan,” ungkap Rektor.
Tak hanya soal infrastruktur, Prof. Zainuddin juga memaparkan data terkini mahasiswa aktif yang mencapai 16.129 orang, berasal dari berbagai belahan dunia — mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Menurutnya, kampus Ulul Albab ini telah menjadi ruang belajar terbuka dan inklusif bagi semua kalangan lintas negara dan lintas agama.
“Kampus ini sudah menjadi milik dunia. Kita buka pintu bagi siapa pun yang ingin belajar integrasi ilmu dan nilai-nilai spiritualitas,” tambahnya.
Pembangunan kampus pun terus melesat. Kampus satu dibangun dengan dukungan pendanaan dari Islamic Development Bank (IDB), sedangkan kampus tiga dari Saudi Fund for Development (SFD). Sebagai bagian dari pembinaan karakter, seluruh mahasiswa baru juga diwajibkan tinggal di ma’had selama satu tahun.
Sementara itu, H. M. Arum Sabil menyampaikan optimisme dan dukungannya terhadap visi besar kampus ini. Menurutnya, UIN Maliki Malang memiliki potensi luar biasa untuk berkembang sebagai pusat riset integratif.
“Saya yakin kampus ini bisa mencetak generasi unggul. Dengan pendekatan pembelajaran yang menyatukan ilmu agama dan ilmu umum, UIN Malang punya pijakan kuat menuju keberlanjutan,” ujarnya penuh keyakinan.
Silaturahmi ini menjadi langkah awal sinergi antara Dewas dan sivitas akademika dalam memperkuat posisi UIN Malang sebagai kampus Islam berkelas dunia yang adaptif, inovatif, dan inklusif.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi sekadar wacana masa depan, tetapi sudah menjadi bagian nyata dari kehidupan digital saat ini. Dalam Workshop Internasional bertajuk International Tutorial and Workshop on Particle and Heavy Ion Transport Code System (PHITS), yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 16–20 Juni 2025, tokoh nasional Prof. Dr. Ir. M. Nuh, DEA, hadir memberikan pandangannya yang mencerahkan tentang AI dan data.
Dalam paparannya, M. Nuh menekankan bahwa prinsip dasar AI adalah mesin yang tidak hanya bisa berpikir, tetapi juga bisa belajar sendiri—belajar dari data yang tersedia, khususnya data yang ada di internet seperti di Google.
“Kalau ingin belajar AI, jangan langsung lompat ke aplikasinya. Pahami dulu tentang data. Karena AI belajar dari data. Semakin banyak data yang dia miliki, maka dia akan semakin pintar,” tegas mantan Menteri Pendidikan Nasional ini.
Ia menjelaskan bahwa AI bekerja dengan cara menyerap dan menganalisis data yang tersedia secara daring. Setiap kali data baru diunggah ke internet, AI akan segera mengambil dan mempelajarinya. Dengan proses ini, kemampuan AI akan terus berkembang seiring bertambahnya informasi yang masuk.
“AI itu mesin pencari yang cerdik. Kecerdikannya bukan datang dari langit, tetapi hasil dari kumpulan data yang sangat besar, yang dipelajari dan dimodelkan melalui algoritma,” tambahnya.
Pernyataan ini disampaikan dalam sesi penting workshop internasional PHITS, sebuah kegiatan yang menjadi wadah penguatan kolaborasi riset global, khususnya dalam bidang fisika partikel dan teknologi simulasi transportasi ion berat. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari penuh, dari 16 hingga 20 Juni 2025, di Aula Gedung B Lantai 4 Pascasarjana UIN Malang.
Dengan semangat kolaboratif dan atmosfer akademik internasional, M. Nuh juga mendorong para peserta dan peneliti untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga memahami fondasinya. Sebab, dalam dunia yang dipenuhi informasi, siapa yang menguasai data, maka dialah yang akan menguasai masa depan.
“Jangan hanya jadi pemakai. Jadilah pencipta. Tapi untuk mencipta, pahami dulu dasarnya—dan dasar dari AI itu adalah data,” pungkasnya dengan penuh semangat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk semakin memperkuat perannya dalam jejaring keilmuan global, dan terus mendorong sinergi antara keilmuan Islam, sains, dan teknologi di era digital ini.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan komitmennya dalam penguatan kolaborasi riset global melalui penyelenggaraan kegiatan International Tutorial and Workshop on Particle and Heavy Ion Transport Code System (PHITS) yang digelar mulai 16 hingga 20 Juni 2025 di Aula Gedung B Lantai 4 Pascasarjana.
Acara penting ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, Dekan Fakultas Saintek Prof. Dr. H. Sri Harini, M.Si dan juga para pejabat lainnya.
Kegiatan bergengsi ini digelar atas kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan diikuti oleh para praktisi, mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) BRIN, serta sivitas akademika UIN Maliki Malang. Fokus utama workshop ini adalah pelatihan aplikasi sistem kode transportasi partikel dan ion berat (PHITS), sebuah teknologi mutakhir yang banyak digunakan dalam riset nuklir, medis, dan teknologi tinggi lainnya.
Sejumlah tokoh terkemuka turut hadir sebagai narasumber, antara lain Prof. Tatsuhiko Ogawa dari Japan Atomic Energy Agency, Dr. Yoshihito Kameda dari Sumitomo Heavy Industries, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA dari Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, Prof. Ir. Yohannes Sardjono, APUdari BRIN, Rizka Andalucia dari Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan RI.
Dalam sambutan pembukaannya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menilai workshop internasional ini sangat relevan dengan tuntutan era digital dan merupakan bagian penting dari kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Tutorial dan Workshop Internasional ini sangat penting di era digital seperti sekarang. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” tutur Prof. Zainuddin.
Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah nyata UIN Maliki Malang untuk mewujudkan visi sebagai universitas kelas dunia.
“Kami meyakini bahwa UIN Maliki Malang akan terus berkembang dan mencapai reputasi di kancah internasional,” tegasnya penuh optimisme.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar forum pelatihan teknis, melainkan juga wujud nyata dari kontribusi akademik terhadap peningkatan daya saing dan produktivitas bangsa Indonesia.
“Semoga kita semua dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan bangsa dalam waktu yang tidak terlalu lama,” harapnya.
Di akhir sambutannya, Prof. Zainuddin menyampaikan ucapan terima kasih kepada para narasumber atas ilmu dan wawasan yang dibagikan, serta secara resmi membuka acara dengan pembacaan Basmalah yang diikuti oleh seluruh peserta.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan lembaga riset nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi UIN Maliki Malang sebagai pionir pengembangan sains dan teknologi berbasis nilai-nilai keislaman.
HUMAS UIN MALANG - Dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat SETONOGEDONG CHAMPIONSHIP Jawa Timur 2025 yang digelar pada 10-11 Juni 2025 di Gedung Serbaguna IAIN Kediri, mahasiswa UIN Malang menunjukkan prestasi yang gemilang. Kejuaraan ini mempertandingkan beberapa kelas, seperti kelas tanding, solo kreatif, ganda, dan tunggal, dengan kategori dini 1, dini 2, pra remaja, remaja, dan dewasa.
Doni, salah satu atlet yang berpartisipasi dalam kejuaraan ini, mengungkapkan bahwa kunci suksesnya adalah dengan rutin melakukan latihan fisik dan memperhatikan teknik silat. "Rutin melakukan latihan fisik dan memperhatikan teknik silat dan tidak lupa berdoa sebelum ikut perlombaan," ungkap Doni.
Dalam kejuaraan ini, mahasiswa UIN Malang berhasil meraih beberapa juara, yaitu Juara 1 Seni Tunggal Dewasa yang diraih oleh Habib Ahmad Fardhi Ash Shidiqi (Hafas) dari jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), Juara 1 Tanding Dewasa yang diraih oleh Muhammad Firdaus Romadhoni dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), dan Juara 2 Tanding Dewasa yang diraih oleh Rifky Ari Setiawan.
Hafas, yang berhasil meraih Juara 1 Seni Tunggal Dewasa, mengungkapkan perasaannya saat pengumuman juara. "Kalau tentang perasaan saat pengumuman campur aduk, senang iya, terharu iya, dan memang sebelumnya sudah yakin banget bisa juara 1, Dan tidak lupa untuk bersyukur," ungkap Hafas. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Malang memiliki potensi yang besar dalam bidang pencak silat dan dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya.
Kejuaraan Pencak Silat SETONOGEDONG CHAMPIONSHIP Jawa Timur 2025 ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk meningkatkan prestasi dan mengembangkan bakat mahasiswa dalam bidang pencak silat. Dengan adanya kejuaraan seperti ini, diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang pencak silat.
HUMAS UIN MALANG - Pusat Mahad Al-Jamiah UIN Malang menggelar Ujian Semester Akhir (UAS) Taklim Al-Quran setelah hampir satu tahun persiapan pada Jumat 13 Juni 2025. Ujian ini dilaksanakan secara daring, di mana mahasantri mengerjakan soal sebanyak 60 pertanyaan.
Meskipun ujian dilakukan secara daring, mahasantri tetap hadir di kelas masing-masing di kampus 1, 2, dan 3, dengan mengenakan pakaian yang telah ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa mahasantri tetap harus mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku di Pusat Mahad Al-Jamiah UIN Malang.
Suasana ujian berlangsung dengan fokus, khidmah, dan serius, menunjukkan keseriusan mahasantri dalam mendapatkan hasil yang maksimal. Mahasantri terlihat sangat antusias dan siap menghadapi ujian ini dengan percaya diri.
Pelaksanaan ujian ini juga menunjukkan komitmen Pusat Mahad Al-Jamiah UIN Malang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan mahasantri. Dengan adanya ujian semester akhir ini, diharapkan mahasantri dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam memahami dan mengamalkan Al-Quran dengan baik.
Dengan demikian, hasil ujian ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi Pusat Mahad Al-Jamiah UIN Malang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan mahasantri. Semoga mahasantri dapat memperoleh hasil yang maksimal dan menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan penandatanganan kesepahaman (MoU) dan kuliah umum penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi mahasiswa.
Dalam kesempatan kali ini menghadirkan anggota DPD RI Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.Sos.I., S.Sos, S.H.I, M.E.I. Dalam sambutannya, Dr. Lia Istifhama menyampaikan kekagumannya terhadap UIN Malang yang unggul dalam berbagai aspek, baik secara nasional maupun internasional, termasuk dalam keberagaman agama dan budaya. Beliau menekankan pilar-pilar HAM, yaitu mulai dari penghormatan, perlindungan, hingga kemajuan penegakan HAM.
Di akhir sambutannya, Dr. Lia Istifhama juga memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa yang hadir. "Jadilah agen dari keberlanjutan bangsa," tegasnya. Beliau mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam mencegah dan mengatasi pelanggaran HAM, serta menjadi subjek, bukan objek, dari pelanggaran HAM. Pesan ini menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam memperjuangkan dan melindungi HAM di Indonesia.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen UIN Malang dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman dan kepedulian yang tinggi terhadap HAM. Penandatanganan MoU dan kuliah umum ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kapasitas mahasiswa dalam memperjuangkan dan melindungi HAM, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa yang beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan akademik. Hari ini, Kamis, 12 Juni 2025 UIN Maliki Malang dijadwalkan akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Hometheater Fakultas Humaniora, lantai 3. Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA dan Wakil Menteri HAM RI, Mugiyanto Sipin. Kegiatan ini dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Wamenham di hadapan para dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika UIN Maliki. Kegiatan strategis ini diprakarsai oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Toar RE Mangaribi. Dijadwalakan akan hadir pula anggota DPD RI, Lia Istifhama, yang turut memberikan sambutan hangat dan apresiatif terhadap sinergi antara perguruan tinggi dan kementerian dalam menyemai budaya HAM sejak dini. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan kapasitas akademik mahasiswa UIN Malang dalam bidang HAM, serta membuka peluang kolaborasi riset, pelatihan, dan edukasi publik bersama Kemenkumham. Dengan langkah progresif ini, UIN Malang membuktikan diri sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam keilmuan keislaman, tetapi juga berperan aktif dalam memajukan nilai-nilai kemanusiaan dalam bingkai kebangsaan.
HUMAS UIN MALANG, (12/6) — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenham RI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia bagi Komunitas Mahasiswa”. Kegiatan ini berlangsung di Home Theatre Kampus UIN Malang dan dihadiri puluhan mahasiswa dari Fakultas Syariah.
MoU ini menandai kerja sama strategis antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah dalam memperkuat pemahaman hak asasi manusia (HAM) di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Kuliah umum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber penting, termasuk Wakil Menteri HAM RI, Dr. Mugiyanto, dan anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, M.E.I.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UIN Malang merupakan kampus inklusif yang menaungi mahasiswa dari berbagai latar belakang, baik dari dalam maupun luar negeri. “Kami memiliki 19.129 mahasiswa, termasuk 460 mahasiswa asing dari 42 negara. Semua mahasiswa baru wajib tinggal di asrama selama setahun sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepemimpinan,” jelasnya.
Senator DPD RI, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menilai keterlibatan dunia kampus dalam penguatan HAM sangat strategis. “Dari tujuh kelompok strategis nasional, dunia akademisi adalah salah satunya. Maka, ketika KemenHAM memilih UIN Malang, itu adalah langkah yang sangat tepat,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Wamenkumham RI, Dr. Mugiyanto, mengajak mahasiswa untuk tidak hanya memahami HAM secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam upaya perlindungan dan pemajuan HAM di masyarakat. “Mahasiswa bukan obyek, bukan pelanggar HAM, tapi subyek penting dalam menjaganya. Jadilah agen untuk keberlanjutan bangsa!,” tegasnya.
Acara berlangsung lancar dan partisipatif. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi, baik dalam sesi materi maupun diskusi terbuka. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan ekosistem pendidikan HAM yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.