HUMAS UIN MALANG – MAN 1 Kota Probolinggo menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat pada Jumat, (24/1). Bertempat di musholla sekolah, acara ini mengusung tema "Dengan Peringatan Isra' Mi'raj Kita Tingkatkan Kesadaran Menjalankan Ibadah Sholat." Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan melalui seni Islami dan tausiyah yang inspiratif.
Diawali dengan lantunan shalawat yang merdu dari grup hadroh siswa MAN 1 Kota Probolinggo, suasana religius langsung menyelimuti musholla. Dengan iringan tabuhan rebana, para siswa membawa hadirin pada nuansa ketenangan dan kekhusyukan, mengawali acara dengan semangat keislaman yang mendalam.
Kepala MAN 1 Kota Probolinggo, Drs. Hairul Saleh, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peristiwa Isra' Mi'raj sebagai pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. "Isra' Mi'raj bukan sekadar perjalanan Rasulullah SAW, tetapi juga momentum bagi kita untuk memperbaiki ibadah shalat, karena shalat adalah tiang agama," ujarnya.
Puncak acara diisi dengan mauidzoh hasanah oleh KH Faishal Zaeni, yang membawakan ceramah dengan gaya khas Madura yang ringan namun penuh makna. Beliau menekankan bahwa Isra' Mi'raj adalah peristiwa monumental yang melahirkan kewajiban shalat lima waktu. Mengutip sabda Rasulullah SAW:
"Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya, dan jika shalatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya."
Dengan gaya ceramah yang santai dan sesekali diselingi guyonan, KH Faishal berhasil menarik perhatian siswa, membuat mereka antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan.
Kemeriahan acara tidak hanya terasa dalam tausiyah, tetapi juga dalam interaksi antar peserta. Guru-guru dan mahasiswa asistensi mengajar turut hadir dan memberikan apresiasi atas antusiasme siswa. Acara ditutup dengan makan bersama, menciptakan suasana keakraban dan mempererat silaturahmi di antara seluruh peserta.
Peringatan Isra' Mi'raj ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan dan religiusitas yang terjalin, acara ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas generasi muda.
HUMAS UIN MALANG – Dalam rangka mendekati penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok KKM 15 dan 155 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan bakti sosial di Dusun Robyong. Kegiatan ini sekaligus memperingati momentum Isra Miraj dengan semangat kepedulian sosial terhadap anak yatim piatu, dan dhuafa, Senin, 27 Januari 2025.
Bakti sosial ini disambut antusias oleh masyarakat Dusun Robyong, terutama anak-anak yang tergabung dalam lembaga peduli anak yatim dan dhuafa setempat.
Pak Didik, salah satu pengurus lembaga tersebut, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 24 anak yang menjadi bagian dari lembaga tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKM yang telah membantu dan berbagi dengan anak-anak kami,” ungkap Pak Didik.
Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa KKM menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sebagai sarana untuk memupuk rasa empati dan tanggung jawab sosial. “Kami ingin anak-anak merasa diperhatikan dan didukung, sehingga mereka terus semangat dalam menjalani hidup,” ujar salah satu mahasiswa.
Penutupan kegiatan ditandai dengan doa bersama dan santunan untuk anak-anak yatim piatu, dan dhuafa. Dengan semangat Isra Miraj, mahasiswa berharap kegiatan ini dapat meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Dusun Robyong, sekaligus menjadi inspirasi untuk terus menjaga dan memperhatikan anak-anak yang membutuhkan.
HUMAS UIN MALANG - Pada tanggal 16 Januari 2025, mahasiswa KKN Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar parenting bertajuk Peran Bunda Sholehah dalam Membentuk Generasi Unggul di Desa Pandansari. Seminar ini bertujuan memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai pentingnya peran seorang ibu dalam mendidik dan membimbing anak-anak mereka agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berbudi pekerti, dan berakhlak mulia. Acara ini menghadirkan Dr.Hj. Rofiqah, M.Pd, C.Ht, seorang ahli pendidikan dan psikologi yang membagikan materi bermanfaat bagi orang tua di desa tersebut.
Dalam seminar ini, Dr. Hj. Rofiqah menekankan bahwa seorang ibu bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi juga pendidik utama dalam keluarga. Pendidikan pertama yang diterima anak berasal dari rumah, bukan dari sekolah. Oleh karena itu, ibu memiliki kesempatan besar untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, kebiasaan positif, serta prinsip agama sejak dini. Dengan penuh cinta dan kasih sayang, ibu dapat menjadi sosok yang mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar serta membentuk karakter mereka menjadi lebih baik.
Selain itu, suasana keluarga yang harmonis menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan emosional dan sosial anak. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan penuh kasih sayang, komunikasi yang baik, serta dukungan orang tua akan lebih mudah berkembang menjadi individu yang sehat secara mental dan sosial. Seorang ibu berperan sebagai sumber ketenangan dan rasa aman bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, terciptanya hubungan yang penuh perhatian dan dukungan merupakan kunci dalam membangun generasi unggul.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj. Rofiqah juga mengingatkan pentingnya waktu berkualitas antara orang tua dan anak. Kehadiran orang tua, khususnya ibu, dalam kehidupan sehari-hari anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosional mereka. Waktu yang dihabiskan bersama bukan hanya untuk bermain atau berbicara, tetapi juga untuk memahami perasaan dan kebutuhan anak secara lebih mendalam. Sayangnya, kesibukan orang tua terkadang membuat perhatian terhadap anak menjadi terabaikan, sehingga seminar yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keterlibatan ibu dalam kehidupan anak-anaknya.
Selain aspek emosional, kesehatan fisik dan mental anak juga menjadi perhatian utama dalam seminar ini. Pola makan yang bergizi serta perhatian terhadap kesehatan mental anak harus dijaga dengan baik. Anak yang mendapatkan asupan gizi seimbang dan dukungan emosional dari orang tua akan lebih mudah berkonsentrasi dalam belajar serta mencapai perkembangan yang optimal. Oleh karena itu, orang tua diajak untuk lebih peduli terhadap kebutuhan fisik dan psikologis anak mereka.
Sebagai penutup, Dr. Hj. Rofiqah mengingatkan para orang tua untuk selalu menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Kata-kata yang bijak, sikap yang penuh kelembutan, serta komunikasi yang baik akan membentuk kepribadian anak secara positif. Selain itu, doa orang tua juga memiliki peran besar dalam membentuk masa depan anak-anak mereka. Dengan pendidikan berbasis kasih sayang, lingkungan yang harmonis, serta doa yang tulus, diharapkan anak-anak di Desa Pandansari dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang membawa perubahan positif di masa depan.
HUMAS UIN MALANG - Kabar baik datang dari tim magang asal Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (Prodi MPI) yang berada di Malaysia, pasalnya Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto berkunjung pada dini pagi hari (27/01), dan salah satu tim magang Prodi MPI, Manyingarri Alfianoor Ibrahim, dipilih oleh pihak Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia.
Rombongan Ibrahim menjadi salah satu perwakilan untuk menyambut kedatangannya. "Suatu pengalaman berharga bagi saya bisa bertemu dan bersalaman langsung dengan dengan bapak Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo di Malaysia, ini mungkin menjadi motivasi bagi saya untuk lebih semangat lagi untuk belajar dan memberikan kontribusi terbaik saya untuk Indonesia." ujar Ibrahim.
“Saya juga merasa beruntung bisa bertemu langsung dengan Bapak Mayor Teddy Indra Wijaya, Sekretariat Merah Putih. Pertemuan ini menjadi pengalaman berharga bagi saya, terutama ketika saya berkesempatan mengabadikan momen bersama beliau.” Ia menambahkan.
Mengutip dari Instagram Narasi Newsroom,kunjungan kenegaraan Pak Prabowo ke Malaysia sendiri bertujuan untuk memperkuat kerjasama antar negara. Presiden RI ke-8 itu menyampaikan, "Kita punya hubungan sejarah, hubungan darah, kita punya hubungan budaya, kita bahkan punya hubungan etnis. Jadi saya merasa bahwa hal ini harus membuat hubungan antara Malaysia dan Indonesia lebih khas".
Kesempatan berharga menyambut orang nomor satu di Indonesia saat ini, menghasilkan atmosfer semangat yang luar biasa, pasalnya kunjungan kenegaraan Pak Prabowo itu seolah juga menyambangi para mahasiswa yang sedang magang di SIKL. Meskipun tak semua mahasiswa magang bisa ikut menyambut, mereka yang terpilih saling share foto dan video dari moment ketika penyambutan di grup magang bersama antar tiga universitas itu. Dengan demikian, rasa kebersamaan tetap terjalin dengan baik.(sf)
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, menggelar kegiatan rutin Ratiban dengan tema "Moderasi Beragama Sebagai Pedoman Hidup yang Adil dan Seimbang" di Masjid Al-Amin, Dusun Pancuran. Desa Karanganyar,Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.Rabu 15 Januari 2025.
Acara ini dihadiri sekitar 40 jamaah dari masyarakat setempat. Selain sebagai ajang mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, serta pentingnya belajar agama dengan bimbingan yang benar.Dalam kegiatan rutin Ratiban kali ini mengangkat tema "Moderasi Beragama Sebagai Pedoman Hidup yang Adil dan Seimbang" para jamaah mengikuti pembacaan Surat Yasin, Ratib Al-Haddad, dan shalawat bersama, sebelum dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ustadz Rouf, Ketua TPQ Babul Fatah dengan khidmat.
Dalam ceramahnya, Ustadz Rouf menekankan pentingnya moderasi beragama, yaitu menjalankan agama secara seimbang tanpa condong ke ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Ia menjelaskan bahwa ekstrem kanan cenderung fanatik dan menutup ruang dialog, sedangkan ekstrem kiri terlalu longgar hingga mengabaikan kewajiban agama. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk berpegang pada prinsip tawasuth (jalan tengah), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan) agar tercipta kehidupan yang damai dan harmonis.
Selain itu, Ustadz Rouf menyoroti pentingnya belajar agama dengan bimbingan guru agar tidak salah memahami ajaran Islam. Menurutnya, seseorang yang mengaji tanpa guru berisiko keliru dalam mengamalkan agama. "Mengaji tanpa guru bisa membuat kita salah jalan. Ilmu agama harus dipelajari dengan benar agar tidak terjadi penyimpangan," ujarnya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu berguru kepada ulama yang memiliki pemahaman mendalam.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Dusun Pancuran diharapkan semakin memahami pentingnya moderasi dalam beragama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap toleran, saling menghormati, serta menjalankan agama secara adil dan seimbang adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Seminar parenting bertema "Pengimplementasian Nilai-nilai Isra Mi'raj dalam Parenting Anak" sukses menutup program pengabdian KKM Carya Waksudha UIN Malang di TPQ Baiturrahiim, Desa Poncokusumo. Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Malang.
Kelompok KKM Carya Waksudha UIN Malang menutup program pengabdiannya di TPQ Baiturrahiim, Desa Poncokusumo, dengan seminar parenting yang inspiratif. Seminar bertema "Pengimplementasian Nilai-nilai Isra Mi'raj dalam Parenting Anak" ini menekankan pentingnya adaptasi pola asuh di era modern, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, kesabaran, dan keikhlasan yang dipetik dari kisah Isra Mi'raj. Dosen UIN Malang dan DPL KKM, Bapak Rois Imron Rosi, M.Pd., mengajak para orang tua untuk menerapkan pendekatan asuh yang lebih lembut dan penuh kasih sayang.
Acara yang dihadiri oleh orang tua murid dan keluarga besar TPQ ini juga diramaikan oleh penampilan kolaborasi seni Al-Banjari dan vokal anak-anak TPQ, hasil pembinaan mahasiswa KKM. Suasana haru mewarnai perpisahan, menunjukkan ikatan emosional yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya menutup program KKM Carya Waksudha dengan sukses, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan nilai-nilai agama adalah kunci dalam membentuk generasi penerus yang unggul dan berakhlak mulia.
Dengan seminar parenting ini, program KKM Carya Waksudha UIN Malang di TPQ Baiturrahiim, Desa Poncokusumo, berakhir dengan sukses, meninggalkan dampak positif bagi perkembangan anak-anak dan masyarakat setempat. Semoga sinergi positif antara perguruan tinggi dan masyarakat ini dapat terus berlanjut.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Mahasiswa KKM 70 UIN Malang turut melestarikan budaya local di Desa Wonosari, Sejak Desember 2024. Mereka aktif terlibat dalam kegiatan unik yang memadukan pembacaan tahlil dengan arisan. Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Kolaborasi positif antara mahasiswa KKM 70 UIN Malang dan warga Desa Wonosari menghidupkan tradisi tahlil rutin yang unik, dimana pembacaan tahlil dikombinasikan dengan arisan. Tradisi tahlil rutin ini, merupakan kegiatan keagamaan yang dijalankan secara bergantian antar RT. Tahlil untuk kaum laki-laki biasanya diadakan pada Kamis malam, sedangkan untuk perempuan pada Jumat siang. Namun, RT 05/RW 14 memiliki jadwal berbeda untuk tahlil perempuan, yaitu pada Kamis siang. Kegiatan ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat.
Hal ini menciptakan sistem gotong royong yang unik dan mempererat rasa kebersamaan. Sebagai contoh, pada Kamis, 26 Desember 2024, tahlil laki-laki diadakan di RT 03/RW 13, dan pada Jumat, 20 Desember 2024, tahlil perempuan juga diadakan di lokasi yang sama. Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 70 yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, mulai aktif dari tanggal 20 dan 26 Desember 2024 dan seterusnya. Kehadiran mereka memberikan warna baru dan semangat dalam kegiatan tersebut. Mereka ikut serta dalam seluruh rangkaian acara, mulai dari pembacaan tahlil, arisan, hingga ramah tamah dan makan bersama. Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam menghormati dan melestarikan tradisi lokal.
Partisipasi mahasiswa KKM ini memperkuat ikatan sosial dan mempererat hubungan antar generasi. Kegiatan tahlil yang dipadukan dengan arisan ini tidak hanya bernilai keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. Semoga tradisi ini dapat terus lestari dan menjadi contoh bagi desa-desa lain.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Selama pengabdian, KKM 70 UIN Malang berpartisipasi dalam tradisi tahlil rutin dua mingguan yang unik, dimana pembacaan tahlil dikombinasikan dengan arisan. Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 70 turut serta dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmen mereka dalam melestarikan budaya lokal. Kehadiran mereka di setiap acara, mulai dari pembacaan tahlil hingga ramah tamah, menciptakan suasana yang lebih hangat dan meriah. Mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga aktif berinteraksi dengan warga, membangun hubungan yang lebih dekat.
Keunikan tradisi ini terletak pada kombinasi tahlil dan arisan. Dana arisan yang terkumpul diberikan kepada tuan rumah sebagai bentuk apresiasi dan dukungan. Setelah pembacaan tahlil, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental. Para mahasiswa yang juga turut aktif dalam sesi ramah tamah, memperkenalkan diri dan berbaur dengan warga.
Partisipasi mahasiswa KKM dalam tradisi ini menunjukkan sinergi positif antara generasi muda dan masyarakat. Mereka tidak hanya belajar tentang budaya lokal, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan tradisi tersebut. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut, menjaga kelestarian budaya dan mempererat hubungan antarwarga.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa KKM sukses lakukan program kerjanya, yakni sosialisasi bertema Parenting dan Pencegahan Stunting. Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Dusun Kampung Baru, Malang. Sabtu, 11 Januari 2025.
Acara yang bertempat di Posyandu Dusun Kampung Baru ini diikuti oleh puluhan warga, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga muda. Dalam sosialisasi kali ini, menghadirkan narasumber dari mahasiswa KKM UIN Malang, Ismi Najwa Arina, seorang mahasiswa psikologi yang telah mendapatkan pelatihan terkait isu stunting. "Stunting bukan hanya soal pertumbuhan fisik yang terhambat, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif anak. Ini dapat berdampak pada kemampuan belajar dan produktivitas mereka di masa depan," jelas Ismi Najwa Arina dalam materinya.
Selain materi edukatif tentang stunting dan parenting, peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, konsultasi gizi, dan cek darah. Kerja sama dengan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat menambah nilai positif kegiatan ini. Kegiatan ini pula mendapat apresiasi dari kepala dusun setempat, Bapak Anang Purnawan"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, terutama karena masih banyak yang belum memahami pentingnya asupan gizi dan pola asuh yang baik untuk anak-anak mereka. Kegiatan ini sangat langka di Dusun Kampung Baru. Marilah mengikuti acara ini hingga selesai karena ada ilmu yang belum kita miliki" ujar pak Anang, kepala dusun dalam sesi wawancaranya.
Keberhasilan sosialisasi ini menunjukkan komitmen KKM UIN Malang dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Antusiasme peserta dan apresiasi dari Kepala Dusun Anang Purwanto menjadi bukti nyata bahwa program ini sangat dibutuhkan dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi program-program serupa di daerah lain.