MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Semangat mengharumkan nama kampus akan dibawa 110 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam ajang PORSI JAWARA. Jumlah tersebut menjadi catatan tersendiri karena menjadi salah satu kontingen terbesar yang pernah dikirim UIN Malang untuk mengikuti ajang tersebut. Selasa, 7 September 2026.
Pelepasan kontingen berlangsung pagi ini. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, **Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno**, mewakili Rektor UIN Malang **Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.** yang berhalangan hadir.

Dalam laporannya, Triyo menyampaikan bahwa proses pembentukan kontingen telah dimulai sejak Juli 2026. Kampus membuka kesempatan kepada seluruh mahasiswa yang ingin berkompetisi sekaligus membawa nama baik UIN Malang.
Antusiasme mahasiswa ternyata sangat tinggi. Dari sekitar 176 mahasiswa yang mendaftarkan diri, setelah melalui proses seleksi ditetapkan 110 mahasiswa sebagai bagian dari kontingen UIN Malang.
"Ini luar biasa. Jumlah kontingen kita mencapai 110 mahasiswa. Ini menjadi rekor tersendiri bagi UIN Malang," ujar Triyo dalam acara pelepasan.

Para mahasiswa tersebut akan bertanding dalam berbagai cabang yang diperlombakan. Kontingen UIN Malang juga mengirimkan perwakilan untuk cabang olahraga dan seni, termasuk e-sport Mobile Legends serta peradilan semu.
Sejumlah peserta bahkan telah melewati tahapan seleksi dan menunjukkan hasil membanggakan. Salah satunya pada cabang media pembelajaran. Dari 10 peserta yang dinyatakan lolos, kontingen UIN Malang berhasil mencatatkan nilai tertinggi.
"Semoga capaian pada tahap seleksi ini dapat dipertahankan saat pelaksanaan sehingga kita bisa mendapatkan hasil terbaik," harapnya.
Kekuatan kontingen UIN Malang juga terlihat dari keterwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menjadi salah satu penyumbang peserta terbanyak dengan 24 mahasiswa, disusul Fakultas Ekonomi sebanyak 21 mahasiswa.

Fakultas Psikologi menyumbangkan 9 mahasiswa, Fakultas Humaniora 8 mahasiswa, Fakultas Syariah 24 mahasiswa, Fakultas Sains dan Teknologi 17 mahasiswa, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 3 mahasiswa, serta Fakultas Teknik 2 mahasiswa.
Keberagaman tersebut menjadi modal penting. Para mahasiswa tidak hanya membawa nama fakultas, tetapi juga membawa nama besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Triyo meminta seluruh kontingen menjadikan kesempatan tersebut sebagai bentuk pengabdian dan kebanggaan terhadap almamater.
Ia juga menyinggung adanya mahasiswa yang mengalami kendala dalam memperoleh izin mengikuti kompetisi. Kepada para peserta, ia meminta agar persoalan tersebut segera dikomunikasikan kepada tim kemahasiswaan.
"Jangan lupa, kalian berangkat membawa misi suci, yaitu mengharumkan nama baik UIN Malang. Ini merupakan kehormatan karena kalian dipercaya mewakili UIN Malang," pesannya.

Ia menegaskan, persoalan akademik maupun perizinan mahasiswa yang menjadi bagian dari kontingen akan dicarikan jalan keluar melalui komunikasi dengan pihak terkait.
"Kalau ada yang mengalami kesulitan, silakan laporkan kepada saya. Kita komunikasikan dengan baik," tegasnya.
Sementara itu, pesan Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana yang disampaikan Triyo juga menekankan pentingnya memberikan kemampuan terbaik selama perlombaan.
Para mahasiswa diminta tidak sekadar hadir sebagai peserta. Mereka harus memiliki target untuk menjadi juara.
"Ketika mengikuti perlombaan, tunjukkan usaha yang maksimal. Maksimal berarti ada harapan untuk menjadi pemenang," pesannya.
Selain prestasi, para mahasiswa diminta menjaga kesehatan. Sebab, kondisi fisik menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi kompetisi.
"Kalau sakit, tidak bisa berlomba. Karena itu kesehatan harus dijaga. Kalau mulai merasa kurang sehat, segera laporkan kepada tim kemahasiswaan," ujarnya.

Kabar baik lainnya, para juara juga berkesempatan memperoleh penghargaan berupa beasiswa. Setiap peraih juara mendapatkan beasiswa sesuai ketentuan yang berlaku.
Kontingen UIN Malang dijadwalkan berangkat menuju lokasi pertandingan setelah melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid At-Tarbiyah.
Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar enam jam. Karena itu, mahasiswa juga diminta menjaga kondisi tubuh selama perjalanan, termasuk tidak ragu meminta kendaraan berhenti apabila membutuhkan waktu untuk beristirahat atau ke toilet.
Untuk kebutuhan selama perjalanan dan di lokasi, kampus juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas, termasuk akomodasi. Konsumsi pagi disiapkan oleh hotel, sementara kebutuhan makan lainnya disesuaikan dengan mekanisme yang telah ditentukan. Mahasiswa juga mendapatkan uang saku untuk menunjang kebutuhan selama mengikuti kegiatan.

Menariknya, para kontingen juga dijadwalkan bertemu langsung dengan Rektor UIN Malang di hotel di Pekalongan.
Di balik target prestasi, ada satu pesan yang terus ditekankan Bunda Rektor kepada seluruh mahasiswa: jangan pernah lupa meminta doa restu orang tua.
Triyo menyampaikan pesan Prof. Ilfi agar para mahasiswa terus berkomunikasi dengan keluarga selama mengikuti kegiatan.
" sampaikan kepada orang tua bahwa kalian akan membawa nama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tercinta. Mohon doa restu dari ayah dan ibu," pesannya.

Doa orang tua, lanjutnya, menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalani perjuangan.
Kini, 110 mahasiswa UIN Malang telah siap berangkat. Mereka membawa satu tujuan yang sama: **bertanding dengan maksimal, menjaga nama baik almamater, dan pulang membawa prestasi.**
Perjalanan menuju podium juara pun dimulai. Bukan hanya soal medali, tetapi tentang bagaimana 110 mahasiswa tersebut membuktikan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu bersaing, berprestasi, dan mengharumkan nama kampus di tingkat nasional.