Skip to Content

Di Balik Karantina Duta Kampus yang Menguras Tenaga dan Melatih Mental

May 29, 2026 by
Di Balik Karantina Duta Kampus yang Menguras Tenaga dan Melatih Mental
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Menjadi finalis duta kampus ternyata bukan hanya soal tampil percaya diri di atas panggung. Di balik penampilan yang terlihat elegan dan penuh senyum, ada proses panjang yang menguras tenaga, pikiran, sekaligus melatih mental para finalis selama masa karantina dan pembinaan.

Hal itu dirasakan langsung oleh Haifa Lutfah, mahasiswa Program Studi Psikologi semester 4 yang berhasil meraih Runner Up I Duta Kampus tahun ini. Ia mengaku bahwa tantangan terbesar selama mengikuti ajang tersebut adalah membagi waktu antara kegiatan duta dan kewajiban akademik. Setelah dinyatakan lolos menjadi finalis, jadwal latihan berlangsung hampir setiap hari dengan berbagai agenda yang cukup padat.

“Yang paling menguras tenaga itu latihan catwalk, opening dance, dan kegiatan lainnya karena memang harus intens. Butuh waktu lama juga untuk menghafal gerakan,” ungkapnya.

Tidak hanya fisik yang diuji, mental para finalis juga ikut ditempa selama proses berlangsung. Haifa mengaku sempat merasa minder ketika memasuki tahap penampilan bakat. Menurutnya, setiap finalis memiliki kemampuan yang luar biasa sehingga membuatnya sempat ragu terhadap diri sendiri.

Meski begitu, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi penyemangat terbesar selama menjalani karantina. Orang tua selalu menjadi sosok pertama yang ia hubungi sebelum mengikuti kegiatan. Selain itu, teman-teman paguyuban duta fakultas dan sahabat terdekat juga terus memberikan dukungan selama proses berlangsung.

Di tengah jadwal yang padat dan rasa lelah yang terus datang, ia justru menemukan pengalaman yang paling berkesan: kebersamaan dengan sesama finalis. Baginya, berada di lingkungan yang saling mendukung membuat seluruh proses terasa lebih ringan. “Sama-sama capek, tapi juga saling menguatkan dan mengingatkan,” tuturnya.

Ada pula momen lucu yang masih ia ingat hingga sekarang, yakni saat harus belajar menggunakan heels setinggi 15 centimeter untuk penampilan dance. Selama latihan, ia beberapa kali terjatuh karena belum terbiasa berjalan dan menari menggunakan heels tinggi tersebut.

Melalui proses karantina itu, Haifa merasa mendapatkan banyak pelajaran berharga. Bukan hanya belajar tampil di depan publik, tetapi juga belajar mengontrol emosi, menjaga sikap, dan berbicara dengan lebih hati-hati. Baginya, perjalanan menjadi finalis duta kampus adalah ruang untuk bertumbuh dan mengenal diri sendiri lebih jauh.

“Tumbuh itu selalu dimulai dari adanya keberanian untuk mencoba,” ujarnya.


Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Di Balik Karantina Duta Kampus yang Menguras Tenaga dan Melatih Mental
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah May 29, 2026
Share this post
Tags
Archive