Skip to Content

Rektor IV UIN Malang, Prof. Abdul Hamid Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Global yang Tetap Berakar pada Nusantara

August 19, 2026 by
Rektor IV UIN Malang, Prof. Abdul Hamid Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Global yang Tetap Berakar pada Nusantara
Ajeng Ayu Kemala

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY | KAMPUS I - Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., mendorong mahasiswa untuk memiliki wawasan global tanpa meninggalkan identitas dan akar budaya Nusantara. Pesan tersebut disampaikan dalam pengarahan kepada mahasiswa di Gedung Sport Center UIN Malang, Selasa 18 Agustus 2026.

Abdul Hamid menilai mahasiswa perlu mempersiapkan diri menghadapi lingkungan yang semakin terbuka dengan memperluas kemampuan, pengalaman, dan jejaring. Salah satu bekal yang dinilai penting adalah penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris.

“Jadilah mahasiswa global, tapi berakar di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini,” ujar Prof. Hamid.

Menurutnya, kemampuan berbahasa asing dapat membuka akses mahasiswa terhadap berbagai kesempatan akademik dan profesional di tingkat internasional. Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai ilmu dari bidang studi masing-masing, tetapi juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan masyarakat global.

Namun, menjadi mahasiswa global tidak berarti meninggalkan identitas sebagai bagian dari Indonesia. Prof. Hamid menekankan pentingnya mahasiswa tetap memahami dan membawa nilai-nilai budaya Nusantara ketika berinteraksi di lingkungan internasional.

Dengan perpaduan wawasan global dan identitas lokal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi individu yang terbuka terhadap perkembangan dunia sekaligus memiliki pijakan yang kuat dalam nilai dan budaya sendiri.

Selain kemampuan bahasa, Prof. Hamid menyoroti pentingnya mahasiswa membangun jejaring sejak berada di bangku kuliah. Menurutnya, pengalaman mahasiswa tidak seharusnya hanya diperoleh melalui kegiatan akademik di dalam kelas.

Ia mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti organisasi, membangun relasi akademik, serta memanfaatkan berbagai program yang dapat mempertemukan mereka dengan mahasiswa maupun institusi dari berbagai negara.

“Jadilah mahasiswa yang haus terhadap jejaring prestasi akademik. Ijazah yes, tetapi jejaring organisasi juga penting, jejaring internasional juga penting,” tegasnya.

Menurut Prof. Hamid, jejaring yang dibangun selama masa kuliah dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Relasi yang luas dapat membuka kesempatan untuk memperoleh pengalaman, mengembangkan kompetensi, maupun menemukan peluang di dunia profesional.

Salah satu kesempatan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa adalah program pertukaran pelajar dan magang di luar negeri. Melalui International Office UIN Malang, mahasiswa memiliki akses terhadap berbagai peluang untuk mendapatkan pengalaman internasional.

Program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman berada di lingkungan baru, tetapi juga dapat melatih mahasiswa beradaptasi dengan budaya, sistem pendidikan, dan pola kerja yang berbeda. Pengalaman internasional tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi persaingan di dunia kerja dan akademik.

Prof. Hamid juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menjalani pendidikan. Pengalaman organisasi dan jejaring yang dibangun selama menjadi mahasiswa juga memiliki nilai penting dalam membentuk kapasitas pribadi.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan masa perkuliahan dengan mengikuti berbagai kegiatan yang dapat memperluas pengalaman. Kesempatan untuk berorganisasi, mengikuti program internasional, maupun membangun relasi perlu dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan.

UIN Malang sendiri terus mengembangkan jejaring kerja sama sebagai bagian dari upaya memperluas ruang belajar dan pengalaman mahasiswa. Lingkungan akademik yang terhubung dengan dunia internasional diharapkan dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri.

Melalui pengarahan tersebut, Prof. Hamid mengajak mahasiswa untuk berani melihat peluang di tingkat global tanpa kehilangan identitas sebagai bagian dari Indonesia. Penguasaan bahasa asing, pengalaman organisasi, serta jejaring internasional menjadi bekal yang dapat memperkuat posisi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dunia.

Dengan menjadi mahasiswa yang berwawasan global sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai Nusantara, mahasiswa UIN Malang diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat internasional, tetapi juga dapat membawa identitas dan kontribusi Indonesia ke lingkungan global.


Editor:
Reporter: Ajeng Ayu Kemala
Fotografer: Humas UIN Malang
Rektor IV UIN Malang, Prof. Abdul Hamid Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Global yang Tetap Berakar pada Nusantara
Ajeng Ayu Kemala August 19, 2026
Share this post
Tags
Archive