OPENING: Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah M.Ag saat menyematkan kalung I-Yes kepada para peserta di Hometeater Fakultas Humaniora. Senin (7/8/2023).
HUMAS UIN MALANG - Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berwawasan global, Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar program "Humaniora I-YES" yang dijadwal akan berlangsung dari 6-12 Agustus 2023 dengan diikuti oleh 12 delegasi dari 10 negara. Dalam kegiatan Opening Ceremony Humaniora I-YES 2023 yang berlangsung di Ruang Teater Fakultas Humaniora, Senin (7/8/2023), ketua pelaksana kegiatan ini, Whida Rositama M.Hum menyampaikan ucapan selamat datang pada seluruh peserta dari berbagai negara yang akan mengikuti program Humaniora I-YES ini. Dalam sebuah lagu ia menyampaikan alasan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas demi mewujudkan pendidikan yang berwawasan Global. “Sesuai tema yang diangkat yaitu Globalizing the Lokal, Localizing the Global,” paparnya.
Hadir mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademi, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menyampaikan ucapan selamat datang di Univesitas Maulana Malik Ibrahim Malang pada 12 delegasi dari 10 negara yang terdiri dari negara Zimbabwe, Pakistan, Sudan, Afghanistan, Uganda, Singapura, Kirgistan Republik, Bangladesh, Yaman, Nigeria. Beliau menyampaikan selamat dan sukses dalam mengikuti program Humaniora I-YES. “Para peserta I-Yes ini akan diberi kesempatan untuk belajar dan mengenal budaya selama menjalani kegiatan,” paparnya. Prof. Umi sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang merupakan 1 dari 2 universitas yang telah berakreditasi unggul di seluruh PTKIN yang ada di Indonesia. Program "Humaniora I-YES 2023" ini sangat sejalan dengan visi UIN Maliki Malang yaitu menjadi kampus Islam unggul bereputasi internasional. “Menjadikan kampus UIN Maliki Malang unggul, terpercaya, berdaya saing, dan bereputasi internasional menjadi cita-cita kita bersama,” ujarnya dalam sesi sambutan.
Untuk itu, upaya melakukan internasionalisasi universitas ini perlu dilakukan demi meningkatkan kualitas SDM dalam rangka mewujudkan pendidikan global. Upaya Internasionalisasi Universitas yang dilaksanakan Fakultas Humaniora ini bertujuan menyiapkan SDM yang mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui perspektif inklusif. “Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta Humaniora I-Yes, semoga selalu enjoy dalam mengikuti kegiatan ini,” harapnya. Sementara itu, dalam opening ceremony Humaniora I-YES, Dekan Fakultas Humaniora, Dr.M.Faisol mengatakan bahwa di era digital saat ini, banyak perusahaan besar yang memerlukan orang yang memiliki kreatifitas luar biasa untuk melakukan sesuatu yang luar biasa di dunia global. “Maka dari itu, kegiatan Humaniora I-YES ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Fakultas Humaniora dan juga mahasiswa UIN Maliki Malang pada dunia global,” ujarnya. Dengan pengenalan peserta dan pengalungan slempang serta pembacaan bismillah dan pemukulan gong oleh Dr. Umi Sumbulah, Program Humaniora I-YES 2023 resmi dibuka, Senin 7 Agustus 2023, Ruang Teater Fakultas Humaniora.
SAMBUTAN: Dekan Fakultas Humaniora Dr. M. Faisol saat memberikan sambutan pada I-Yes 2023 di Home teater Lt.3. Senin (7/8/2023).
HUMAS UIN MALANG-Humaniora I-Yes 2023, sebuah studi peningkatan pemuda internasional, telah resmi dimulai di Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang pada tanggal 6 Agustus 2023. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 12 Agustus ini diikuti oleh 10 negara, termasuk Zimbabwe, Pakistan, Sudan, Afghanistan, Uganda, Singapura, Kyrgyz Republic, Bangladesh, Yaman, dan Nigeria. Tema yang diusung dalam Humaniora I-Yes 2023 adalah "Globalizing the Lokal, Localizing the Global". Peserta dari berbagai negara akan dipertemukan untuk menjelajahi keanekaragaman budaya dan bahasa serta memperdalam pemahaman tentang perspektif inklusif. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pendidikan internasional yang bertujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang memiliki wawasan global. Dr. M. Faisol, Dekan Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang, menjelaskan bahwa program Humaniora I-Yes ini dirancang dalam bentuk studi intensif selama satu minggu dengan mengundang mahasiswa dari seluruh dunia untuk berpartisipasi. Proses pembelajaran berlangsung melalui sesi kelas, interaksi sosial budaya langsung, dan kunjungan budaya. "I-Yes ini merupakan kolaborasi penting upaya Fakultas Humaniora untuk menduniakan dan membangun jejaring antara sivitas akademika Humaniora dengan mahasiswa luar negeri di belahan dunia," paparnya.
Dr. M. Faisol menjelaskan di era digital saat ini telah mengubah gaya hidup konfensional menjadi serba digital, bahkan aktifitas apapun tidak bisa terlepas dari keberadaan digital. "I-Yes ini merupakan upaya untuk menduniakan budaya lokal yang ada," jelasnya.
Humaniora I-Yes ini diharapkan bisa menjadi media untuk mengantarkan para sivitas akademika menjalin jejaring di kancah internasional. Pasalnya, kegiatan ini memang dibuka untuk seluruh peserta dari belahan dunia.
"Tahun ini ada mahasiswa dari sepuluh negara yang berpartisipasi dalam program ini. Pembelajaran mereka akan dikemas dalam beberapa sesi, baik dalam kelas maupun di luar kelas. Mereka juga akan berinteraksi dengan mahasiswa lokal di kampus kita," ungkap Dekan Fakultas Humaniora, M. Faisol. Lebih lanjut, kegiatan Humaniora I-Yes ini menawarkan pengalaman belajar melalui kegiatan akademik dan sosial budaya. Pengalaman ini dianggap sebagai aset penting untuk menciptakan dunia yang lebih baik di masa depan. Selain itu, program ini diharapkan juga dapat memperkuat posisi Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang di tingkat internasional dengan semakin mendekatkan mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal, sehingga mereka dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kegiatan Humaniora I-Yes 2023 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan global dan membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan berwawasan luas. Dengan semangat yang kuat untuk mempererat jaringan budaya internasional, program ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi semua peserta dan menjadi langkah maju menuju pendidikan yang lebih berkualitas dan berdaya saing di dunia global saat ini.
HUMAS UIN MALANG-Pelaksanaan apel pagi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) kali ini dipimpin langsung Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masayarakat (LP2M) Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd, Senin (7/8/2023). Dalam arahannya, Prof. Agus sapaan akrabnya mengajak seluruh pegawai UIN Maliki untuk senantiasa menjaga kekompakan dalam bekerja. Pasalnya, kekompakan ini menjadi salah satu aspek terpenting dalam sebuah organisasi. Untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan dalam tim atau kelompok tentu dibutuhkan kekompakan untuk saling mendukung satu sama lainnya untuk mencapai tujuan Bersama. “Untuk itu, mari kita jaga kekompakan ini dan jangan sampai ada yang saling menjatuhkan,” pesan Prof. Agus.
Sebab, ada banyak manfaat dari menerapkan nilai semangat dan kekompakan ini, salah satunya yaitu bisa menimbulkan pemikiran yang positif sehingga bisa memberikan ketenangan dalam bekerja. Ketika semua anggota tim memiliki suara dan sudut pandang yang sama, akan lebih mudah untuk bersimpati, menghindari miskomunikasi dan konflik, serta mempercepat pengambilan keputusan. “Jelas sekali bahwa kekompakan dalam bekerja ini akan menimbulkan dampak yang positif baik ruhani maupun jasmani,” ujarnya. Untuk itu, mari bersama-sama mewujudkan mimpi besar UIN Maliki Malang menjadi kampus unggul bereputasi internasional dengan cara bekerja dengan produktif dan terus berusaha menjaga kekompakan dalam bekerja. “Kuncinya lakukan komunikasi yang baik serta saling percaya adalah kunci agar anggota tim bisa lebih kompak dan meraih tujuan Bersama dalam sebuah pekerjaan,” tutupnya.
HUMAS UIN MALANG – Kesehatan menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas hidup warga. Dengan pola makan kurang sehat dan kurangnya aktivitas fisik, berbagai masalah kesehatan terus menghantui. Untuk mengatasi hal ini, Kelompok Karang Taruna Kelurahan Merjosari menggelar pelatihan Jamu dengan dukungan Narasumber Eny Yulianti, M.Si dari Program Studi Kimia, Fakultas SAINTEK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengajak warga mengadopsi pola hidup sehat dengan memanfaatkan bahan alami sekitar.
Acara berlangsung pada Minggu, 6 Agustus 2023 di Aula Kelurahan Merjosari Kota Malang. Bapak Lurah Merjosari, Bapak Tomi Sukarno, membuka acara dengan harapan bahwa pelatihan ini akan mendorong lahirnya UMKM berbasis Jamu di kelurahan.
Pentingnya Perubahan Pola Makan dan Gaya Hidup
Makanan olahan dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi telah membawa lonjakan penyakit degeneratif. Diabetes, hipertensi, dan obesitas merajalela. Kelompok Karang Taruna Kelurahan Merjosari bertekad untuk memberi pemahaman tentang pentingnya makanan dan minuman sehat. Eny Yulianti sebagai narasumber menyajikan informasi mengenai manfaat berbagai bahan alami seperti jahe, pandan, sereh, dan secang. Kandungan nutrisi dan senyawa aktif dalam bahan-bahan ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan peradangan.
Minuman Herbal Infusa: Solusi Sehat dari Alam
Minuman herbal infusa adalah minuman yang terbuat dari bahan alami yang direndam dalam air hangat atau dingin untuk mendapatkan rasa dan manfaatnya. Proses ini mengizinkan senyawa-senyawa aktif larut dalam air, memberikan manfaat yang mudah diserap oleh tubuh. Selain menyegarkan, minuman ini juga penuh dengan antioksidan yang penting untuk kesehatan. Jahe, sereh, pandan, dan secang memiliki manfaat unik, dan kombinasinya menciptakan minuman yang menyehatkan. Prosedur pembuatan infusa pun diajarkan, memungkinkan warga untuk menciptakan minuman sehat ini di rumah.
Peserta Pelatihan Menginspirasi Melalui Semangat
Peserta dari Kelompok Karang Taruna Kelurahan Merjosari sangat bersemangat mengikuti pelatihan ini. Mereka berusaha untuk menciptakan minuman herbal infusa yang kreatif dan inovatif. Semangat peserta ini memotivasi keberhasilan acara ini. Pelatihan ini berhasil membawa potensi ekonomi lokal melalui usaha UMKM berbasis produk herbal. Dalam kolaborasi dengan berbagai pihak, kelompok ini berharap mampu mempengaruhi masyarakat lain untuk menjalani pola hidup sehat dan berkontribusi pada ekonomi lokal.
Menuju Masyarakat Sadar Sehat
Narasumber Eny Yulianti mendorong masyarakat untuk merangkul gaya hidup sehat melalui minuman herbal infusa. Edukasi mengenai manfaat bahan alami dan cara membuat minuman herbal ini akan membantu masyarakat mengurangi risiko penyakit dan menjaga kesehatan mereka. Kelompok Karang Taruna Kelurahan Merjosari berkomitmen mendukung kegiatan semacam ini agar berjalan secara berkesinambungan, memungkinkan masyarakat untuk hidup lebih sehat dan berkontribusi dalam perkembangan ekonomi lokal.
Tantangan untuk Masa Depan
Pengembangan ramuan jamu tradisional menawarkan peluang besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan tren gaya hidup sehat yang terus berkembang, permintaan akan produk-produk alami seperti ramuan jamu semakin tinggi. Langkah-langkah dalam edukasi, kolaborasi, pengembangan produk, dan pemasaran kreatif diperlukan untuk mewujudkan masyarakat sadar sehat dan memanfaatkan tanaman toga secara optimal.
Dengan usaha kolektif, Kelompok Karang Taruna Kelurahan Merjosari berharap dapat mendorong perubahan positif dalam pola hidup masyarakat, menjadikan ramuan jamu tradisional sebagai jembatan menuju gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
HUMAS UIN MALANG-Kesehatan telah menjadi prioritas utama dalam kehidupan kita. Namun, pola makan tidak sehat dan gaya hidup kurang aktif telah membawa berbagai masalah kesehatan kepada masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, Karang Taruna Merjosari telah menggelar pelatihan pembuatan jamu dengan Eny Yulianti, M.Si, dari Program Studi Kimia Fakultas SAINTEK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tujuannya adalah mengajak masyarakat beralih ke gaya hidup sehat dengan memanfaatkan bahan alami di sekitar kita. Pelatihan ini digelar pada 6 Agustus 2023 di Aula Kelurahan Merjosari Kota Malang, dengan dukungan Bapak Lurah Tomi Sukarno, KM, M.Ling. Bapak Tomi berharap pelatihan ini akan mendorong munculnya UMKM berbasis jamu di kelurahan Merjosari.
Pola makan modern yang tinggi gula dan lemak telah membawa lonjakan penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi. Karang Taruna Merjosari ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya memilih makanan dan minuman sehat. Dalam pelatihan ini, Eny Yulianti memperkenalkan manfaat berbagai bahan alami seperti jahe, pandan, sereh, dan secang. Bahan-bahan ini mengandung nutrisi dan senyawa aktif yang mendukung daya tahan tubuh, mengurangi peradangan, dan memperkuat sistem pencernaan.
Minuman herbal infusa dibuat dengan merendam bahan alami dalam air panas atau dingin untuk mendapatkan rasa dan manfaatnya. Proses ini membantu zat-zat aktif larut dalam air, memberikan manfaat yang mudah diserap tubuh. Minuman ini bukan hanya penyegar, tapi juga penuh antioksidan. Contohnya, jahe mengandung senyawa antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan dalam tubuh. Sereh memberikan aroma segar dan meredakan pencernaan, sementara pandan dan secang memiliki manfaat bagi kulit dan meredakan stres. Semua ini bisa digabungkan dalam minuman herbal infusa yang menyehatkan. Cara pembuatannya pun sederhana, hanya dengan merebus air di atas kompor menggunakan panci berlapis enamel, lalu menambahkan bahan-bahan dan menunggu hingga air dingin. Antusiasme peserta pelatihan dari Karang Taruna Merjosari sangat tinggi. Mereka antusias menciptakan inovasi dalam minuman herbal infusa. Lebih dari itu, mereka juga tertarik konsultasi mengenai masalah kesehatan lain yang bisa diatasi dengan minuman herbal dan gaya hidup sehat.
Karang Taruna Merjosari bertekad mendukung kegiatan semacam ini secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan pihak lain, mereka berharap menginspirasi masyarakat lain untuk hidup sehat dan berkontribusi pada ekonomi lokal. Minuman herbal infusa menjadi cara merawat tubuh sambil mendukung potensi lokal. Langkah Karang Taruna Merjosari ini baru awal. Masih banyak ramuan jamu tradisional lain yang bisa dikembangkan, membuka peluang lebih besar untuk perekonomian dan kesehatan masyarakat.Dengan upaya ini, Karang Taruna Merjosari berharap menciptakan masyarakat yang sadar kesehatan dan memanfaatkan tanaman toga. Dengan edukasi, kolaborasi ahli, dan kreativitas pemasaran, minuman herbal tradisional bisa menjadi bagian hidup sehat yang menguntungkan semua.
Humas UIN Malang - Ajang pemilihan Duta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) kembali digelar oleh DEMA-FITK UIN Malang yang saat ini telah sampai pada puncak Grand Final, Jumat sore (4/8). Turut hadir para undangan seperti Dewan Juri, Dekanat FITK, Pimpinan Program Studi dan perwakilan mahasiswa untuk meramaikan ajang yang bertempat di Aula lantai 2 Gedung Micro Teaching. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan, Dr. Marno, M.Ag, yang membuka ajang ini dengan sambutannya, “Dalam dunia pemilihan duta, penting aspek Brain, Behavior, Beauty, Brave (4B) yang perlu dipelajari dan dikuasai.” Terangnya di awal sambutan. Sebab dengan adanya pemilihan Duta Fakultas ini, dapat menciptakan wadah kontestasi bagi seluruh mahasiswa FITK dalam rangka menghasilkan inspirator yang menjadi komunikator atas segala informasi dalam lingkungan FITK.
Sejalan dengan penyampaian Bapak Marno, Qushayyi Akbar, selaku ketua panitia penyelenggara perhelatan ini, dengan mengangkat tema "Pendidik Berkarakter Mandiri Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045" rentetan agenda pemilihan duta ini dimulai sejak pendaftaran dan tahapan lain seperti wawancara dan unjuk bakat hingga karantina (29-30/7) di Ruang Sidang Gedung Student Centre UIN Malang yang diisi dengan berbagai materi sebelum akhirnya menatap Grand Final. Lalu, ia menambahkan, ajang ini sebagai bekal untuk para Finalis untuk saling bersilaturahmi antara DEMA-FITK dan pihak fakultas. “Kami sangat bersyukur bisa mengadakan kegiatan ini karena memang fakultas meminta kita untuk berkolaborasi sekaligus mensukseskan berbagai kegiatan di fakultas dan Insya Allah mereka (Duta FITK) ini siap berkontribusi,” Tuturnya.
Berikut daftar pemenang dari 10 finalis pada Grand Final kali ini, diantaranya adalah Achmad Zain (TBI) bersama dengan Grandis Rahmatika (PGMI) yang berhasil menduduki urutan pertama sebagai Duta FITK. Disusul oleh Runner Up 1, Achmad Fahim Nurfatih (MPI) dan Auliya Syahda Nabilah Rahma (TBI). Kemudian di urutan berikutnya ada Muhammad Fikri Fadli (PBA) dan Naula Sulma Aghna (TBI). Selanjutnya, para Grand Finalis putra dan putri yaitu Muhammad Rizki Ansyori (TBI), Muhammad Fajrin Abdillah (MPI), Fi Rahmatillah Maulida (PAI), dan Fatia Nurinda (PBA). Zain, sapaan akrab peraih Juara 1 Duta Putra FITK, menceritakan awal mengikuti ajang ini ketika ia mencoba mendaftar dan didukung oleh beberapa temannya. Karena suka tantangan dan hal baru, mahasiswa Angkatan 2022 itu memberanikan diri untuk mendaftar sebagai Peserta Pemilihan Duta FITK tahun ini. “Saya sendiri suka tantangan baru, dan juga ada dorongan dari teman-teman dekat saya untuk menyuruh saya mendaftar ajang tersebut,” ujarnya. Sementara itu, Grandis Rahmatika selaku peraih Juara 1 Duta Putri FITK, terkesan atas capaiannya kali ini, oleh karena itu, ia dan teman-teman duta siap mendukung Program DEMA-FITK dan Fakultas untuk saling bersinergi. “Kesannya jujur saya tidak menyangka bisa menjadi juara, berawal dari ikut-ikutan ternyata bisa menjadi juara. Untuk inovasi dan kontribusi kedepannya, semoga kami bisa membantu DEMA-FITK dan humas fakultas dalam menjalankan tugas-tugasnya.” Ucap Grandis.
Terakhir, Mira Asmira selaku Bendahara, mewakili Ketua DEMA-FITK mengucapkan terima kasih kepada panitia dan ucapan selamat sekaligus berharap kepada para duta terpilih dan grandfinalis agar memanfaatkan dari kegiatan ini. “Terimakasih kepada seluruh panita yang telah menyiapkan acara dengan baik hingga hari ini dan selamat untuk para grandfinalis, dari ajang ini semoga kalian bisa mengambil banyak pelajaran dan manfaat,” Ucapnya di akhir wawancara.
Sabet Juara 3 dalam Olimpiade Bahasa Inggris National Competition Festival 2023
HUMAS UIN Malang - UIN Malang kembali diharumkan di kancah Nasional berkat kemenangan olimpiade Bahasa Inggris National Competition Festival oleh mahasiswa baru TBI FITK. Mahasiswa rantau ini berhasil mengerjakan 120 soal multiple choice yang diberikan Etanider, sebuah organisasi Pendidikan yang terdaftar di Kementerian Nomor: AHU-015811.AH.01.30.Tahun 2023. Dalam waktu 40 detik, peserta diminta memilih jawaban secara tepat dan cepat. Inilah yang menjadi penentu kemenangan.
Berkeinginan untuk memberi tantangan kepada diri sendiri, Alfan Farizal terdorong mengikuti olimpiade dan berkembang sesuai dengan jurusan yang diambilnya. Tak berhenti sampai di situ, mahasiswa yang akrab disapa Alfan ini juga berharap dapat membawa nama UIN Malang, khususnya jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI).
Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Alfan melakukan persiapan olimpiade itu mulai dari berkali-kali mengerjakan tes TOEFL sampai tidak segan meminta arahan kating mengenai materi yang belum dipahami. Kiat tersebut cukup efektif sampai mahasiswa rantau ini berhasil menyabet juara ketiga.
“Pesan untuk teman-teman, kita harus selalu berusaha untuk mencapai apa yang kita impikan dan harus ada pengorbanan,” tuturnya dalam wawancara. “Karena apa? Karena untuk mencapai angka 10 tidak harus 5+5 tapi bisa dengan 6+4 , 9+1 atau bisa 100-90 begitupun untuk mencapai kesuksesan, tidak hanya dengan satu cara melainkan banyak untuk mencapai kesuksesan jadilah 10 dengan versi terbaikmu,” lanjutnya filosofis. Alfan juga berpesan untuk tidak takut jatuh dan tidak ragu untuk bangkit Kembali serta menjaga semangat agar tetap berkobar dalam diri.
HUMAS UIN Malang - Direktorat Pendidikan Tinggi Kegamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendis Kemenag RI menggelar Review Substansi Proposal Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2023 yang disinergikan dengan Harmonisasi Regulasi Program Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LITAPDIMAS) di Ijen Suites Hotel, Malang pada hari Kamis sampai dengan Sabtu, 3-5 Agustus 2023. Kegiatan yang dilakukan ini dalam rangka memberikan panduan tentang prosedur, mekanisme, tahapan hingga pelaporan hasil penelitian Tahun Anggaran 2023. Diharapkan, dengan adanya Petunjuk Teknis Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2023 ini dapat memberikan kontribusi bagi tertatanya pelaksanaan penelitian serta mendukung bagi tumbuhnya manajemen data penelitian yang sehat sehingga memudahkan pengguna dan stakeholders untuk mengakses hasil penelitian sivitas akademika di lingkungan masing-masing PTKI di Indonesia. Kasubdit, Abdul Basid, S.Pd.I., M.Pd.I mengatakan bahwa masih banyak jurnal yang harus direview oleh para reviewer. “Ada ratusan artikel jurnal yang harus kita review dengan pembagian yang akan kita atur nanti,” ungkapnya. Selanjutnya, ia berpesan, arahan pak direktur tetap diperharikan. “Jangan sampai klaster itu hanya untuk "jalan-jalan",” ingatnya.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menyambut hangat para peserta diantaranya Dirjen Pendis, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, Direktur PTKI Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., serta para Reviewer Proposal LITAPDIMAS. Sebelum membuka acara, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag mengapresiasi kepada reviewer yang meluangkan waktunya untuk menunaikan tugas luar kota hingga lupa untuk pulang. “Luar biasa sekali kepada bang thoyyib dan mbak thoyyibah yang jarang pulang demi melaksanakan tugas sebagai reviewer,” canda beliau di awal sambutan. Selanjutnya, beliau menyampaikan terima kasih telah diberikan kesempatan menjadi tuan rumah sekaligus memohon maaf apabila ada kekurangan selama ada di Kota dingin ini. “Terima kasih kepada pimpinan Diktis yang telah menjadikan Malang sebagai shohibul wilayah, betapa kami dipercayai oleh pak direktur untuk menentukan penilaian proposal penelitian baik untuk PTKIS ataupun PTKIN. Ini semua diniatkan untuk kemajuan Kemenag dan seluruh PTKI di Indonesia,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia menawarkan, bagi para reviewer yang ingin melepas penat di tengah tugasnya, pihaknya siap memfasilitasi mereka semampunya. “Kami ingin mengajak bapak ibu sekalian untuk refreshing dengan keliling Malang di tengah melaksanakan tugas mereview selama 3 hari ini,” tawarnya. Sebab, itu adalah tugas mulia sebagai komitmen yang luar biasa. Oleh karena itu, tim LITAPDIMAS merawat silaturahmi dengan para reviewer agar tetap saling bersinergi. Tetapi, menurutnya, lebih dari itu riset menjadi tugas utama seorang dosen yang harus dilakukan. Terakhir, ia membuka acara ini sekaligus berharap kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini dapat berjalan dengan lancar. “Harapannya, semoga dalam pelaksanaannya 3 hari ini dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi semuanya,” harapnya di akhir sambutan.
Humas UIN Malang - Saat ini, publikasi menjadi bukti utama orisinalitas penelitian yang dapat menjadi modal rekam jejak peneliti sebagai akademisi. Oleh karena itu, Civitas Akademika UIN Malang menggelar Workshop Peningkatan Publikasi Internasional yang diikuti oleh perwakilan Dosen dari 7 Fakultas dan Pascasarjana pada Rabu (2/8) hingga Kamis (3/8).
Mengawali workshop yang bertempat di Ball Room Hotel Rayz UMM, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menegaskan bahwa adanya kegiatan ini adalah langkah awal kita sebelum melanjutkan pengabdian kepada seluruh stakeholder. "Yang terpenting saat ini, kita tetap semangat dalam pengabdian kepada masyarakat, universitas kita tercinta, bangsa, dan negara. Karena ini kan, selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi," tegasnya di awal sambutan.
Kemudian, ia menambahkan, bahwa menulis artikel untuk jurnal internasional merupakan sebuah kewajiban bagi para dosen dan tenaga pendidik dan diharapkannya bisa mengikuti dengan serius sehingga menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi universitas. "Hal ini wajib pagi para dosen sekalian, oleh karena itu saya berharap kita bisa mengikuti serius sehingga nanti menghasilkan output yang bermanfaat untuk kita semua," imbuhnya sekaligus menutup sambutannya.
Workshop kali ini menghadirkan Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. apt. Abdul Rahman, M.Sci dan Prof Irwan Tri Nugroho berasal dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Mengawali materinya, Guru Besar kelahiran Pati itu mengemas materinya dengan ringan dan motivasi kepada para peserta workshop agar dalam penulisan Jurnal ataupun artikel ilmiah membutuhkan semangat yang kuat dan penuh kecintaan agar semakin terwujud keinginannya. "Layaknya mencintai pasangan kita, kita harus semangat dan penuh cinta. Begitu juga dengan penulisan jurnal, kita harus semangat dan mencintai tulisan kita agar selalu terikat dengan publikasi artikel ataupun jurnal. Beliau melanjutkan, bagaimana strategi yang tepat dalam publikasi, salah satunya dengan menentukan jenis jurnal ataupun artikel. Dalam hal ini jurnal/artikel ilmiah biasanya berbentuk catatan teknis, laporan penelitian, prosiding dan jurnal yang dalam penulisannya perlu mengasumsikan pembaca cukup familiar dengan topik yang diambil.
Tak hanya itu, beliau menerangkan bahwa yang mempengaruhi jurnal sebenarnya adalah jumlah sitasi dibagi jumlah dokumen. Oleh karena itu, pentingnya memilih jurnal yang berafiliasi dan penerbit yang bereputasi agar terhindar dari predator jurnal. "Perlu memilih jurnal yang bereputasi seperti Elsevier, Springer, Wiley, Taylor and Francis, dan sebagainya, agar kita terhindar dari predator," terangnya dengan tersenyum. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa Jurnal itu sendiri memiliki rangking yang dibagi menjadi empat kuartil (Q1, Q2, Q3, dan Q4) dimana Q1 adalah jurnal dengan reputasi yang paling tinggi diikuti Q2, Q3, dan Q4. "Artinya, semakin tinggi reputasi jurnal yang dituju semakin tinggi tuntutan kontribusi dan semakin mendalam analisis yang harus dibuat," paparnya.
Usai mendapatkan materi tentang Strategi Publikasi, Dr. Hj. Samsul Susilawati salah satu peserta mengatakan, sangat antusias dengan diadakannya workshop ini. Selain mendapatkan ilmu, ia mengatakan, senang bisa memperluas wawasan tentang publikasi internasional. “Saya sangat tertarik dan senang dengan diadakannya workshop peningkatan publikasi internasional ini. Jadi tahu tips dan strategi publikasi,” ujar Dosen Pascasarjana itu.
Dia berharap semoga ke depannya kegiatan publikasi artikel pada jurnal internasional rutin dilakukan. Sebab, untuk meraih peringkat World Class University salah satu upaya yang bisa diandalkan adalah hasil publikasi jurnal yang bereputasi baik. "Sebaiknya terus dilakukan kegiatan publikasi pada jurnal internasional karena dalam rangka untuk meraih peringkat WCU maka salah satu instrumennya adalah hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal yang bereputasi baik," harapnya usai mendapatkan materi.