HUMAS UIN Malang – Perjalanan Mukhammad Iskandar Amrulloh, seorang mahasiswa Prodi (Program Studi) Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Keguruan mulai menekuni fotografi dimulai sejak usia 10 tahun. Mahasiswa asal Sidoarjo itu kemudian semakin tertarik menekuni fotografi tersebut hingga menjadi hobi yang disukainya.
Pada tahun 2021, Iskandar, sapaan akrabnya, berani mencoba untuk memotret aktivitas olahraga, sepak bola dan futsal. Dimulai saat ia menerima job dari tim sepak bola amatir di Sidoarjo membuatnya bersemangat untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya. Walaupun dia sedang menempuh studi di UIN Malang, tetapi dia sangat enjoy menekuni bidangnya dengan mengatur waktunya dengan baik karena sudah terbiasa dengan aktivitas yang jauh dari kampusnya itu. Terbukti, semakin banyak pengalaman semakin banyak pula job yang menghampirinya, mulai tawaran dari berbagai kompetisi maupun Event Fun Football, semua diterimanya demi meningkatkan kemampuannya.
Di awal tahun 2023 lalu, ia memotret kegiatan Bank Jateng Friendship Run - Borobudur Marathon 2023, dan yang terbaru beberapa waktu kemarin, ia dipercaya untuk memotret pada Opening Ceremony Event Development Basketball League (DBL) East Java Series di Graha Pena Surabaya.
Hal yang memotivasi dirinya saat itu adalah ketika keinginannya membantu keluarga yang saat itu sedang terdampak pandemi Covid-19. Tak sedikit kendala yang harus dihadapinya di tengah kuliah sambil “bekerja”. “Kendalanya mungkin jam tidur yang dikurangi demi bisa kuliah sambil bekerja, kendala lainnnya mungkin pas ada tugas yang deadlinenya mepet,” Ungkapnya.
Ia berpesan kepada teman-teman sebayanya bahwa usia muda harus dimanfaatkan sebagai batas kemampuan untuk menentukan masa depan kita. “Di usia muda sekarang itu usia emas, dimana usia muda adalah untuk mengukur batas diri kita, jadi jangan pernah merasa capek di usia muda karena yang menentukan kedepannya adalah saat ini,” Pesannya.
Iskandar juga menambahkan, pentingnya memanfaatkan waktu dan memohon doa restu dari kedua orang tua. “Gunakan waktu yang ada, usaha maksimal, doa terus dipanjatkan, dan yang penting minta restu orang tua selalu. work hard pray hard,” Begitu imbuhnya.
HUMAS UIN Malang - Komunitas debat kebanggaan UIN Malang, LADEC (Law Debate Community), kembali menorehkan prestasi dalam kompetisi debat hukum nasional pada Pasundan Law Fair 2023 yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Hukum Universitas Pasundan di Bandung. Adapun tim delegasi LADEC ini beranggotakan 3 orang yaitu Laila Novita Maulidatul Ula, Kamiliya Noer Rakhmah, dan Abdillah Reza Mardiana. Sebelum mengikuti babak semifinal dan final di Universitas Pasundan Bandung pada tanggal 27 Juli 2023, tim LADEC telah melalui tahap penyisihan yang dilaksanakan secara online dengan mengirimkan sebuah video debat dengan mosi sistem proporsional terbuka. Setelah dinyatakan menjadi salah satu dari 8 tim yang lolos ke tahap selanjutnya, tim LADEC berangkat menuju Universitas Pasundan untuk mengikuti babak semifinal dan final dengan mosi hukum kepemiluan. “Contoh kaya pemilihan presiden melalui musyawarah. Mosinya adalah pemilihan presiden melalui jalur musyawarah. Pemilihan presiden ini apakah bisa lewat musyawarah. Nah, itu kalau pro/setuju presiden dipilih melalui musyawarah, kalau kontra tidak setuju jika presiden dipilih melalui musyawarah dengan alasan berbagai hal. Tapi alasannya harus berdasarkan hukum, berdasarkan fakta, berdasarkan teori dan berdasarkan pendapat – pendapat dari ahli hukum, serta praktisi – praktisi pemilu tersebut.” Jelas Laila Novita ketika menjelaskan gambaran mosi untuk tahap semifinal dan final.
Persiapan untuk kompetisi ini telah dilakukan oleh tim LADEC sejak pertengahan bulan Juni yang lalu. Mereka sudah melakukan riset dan mencari bahan terkait mosi untuk kompetisi tersebut. Salah satu hal menarik yang didapati oleh tim LADEC adalah ketika tahap perempatfinal mereka harus bertanding sebanyak tiga kali dengan tim lain dikarenakan nilai yang seri. Namun, pada tahap semifinal tim LADEC belum berhasil untuk masuk ke final, sehingga tim LADEC memperebutkan juara 3. Meskipun cukup banyak kesulitan yang dihadapi oleh tim LADEC, khususnya saat melakukan riset, namun akhirnya tim LADEC bisa menghadapinya dan memperoleh juara 3. “Kesannya ada sedihnya, ada kecewanya, tapi lebih dominan senengnya. Ya kami percaya bahwa usaha tidak akan menghianati hasil.” Ucap Laila Novita.
HUMAS UIN Malang – Program KKN Internasional UIN Malang merupakan salah satu kegiatan kolaborasi dengan instansi dan lembaga luar negeri. Tahun ini, kegiatan unggulan kampus berjuluk Ulul Albab mengangkat tema “Membangun Peradaban di Dunia Internasional”, dimana peradaban tentu tidak akan terlepas dari segala interaksi manusia di dalamnya. Keberadaan interaksi tersebut memerlukan suatu nilai yang dapat mempersatukan ragam pikiran dan gagasan. Salah satu sarana tersebut melalui prinsip persaudaraan (ukhuwah), dimana salah satunya adalah Ukhuwah Islamiyah.
Dalam gelaran KKN Internasional ini, salah satu program kerja yang diusung adalah mengadakan kegiatan NgajiMod. Kegiatan ini merupakan perkumpulan mahasiswa Indonesia di Thailand yang beragama Islam. Kegiatan semacam ini mampu menjadi pondasi kerukunan umat beragama di kancah internasional. "Kegiatan semacam ini sangat membantu kami (para) mahasiswa perantauan di Thailand untuk mendapatkan tempat berdiskusi dan bertukar pikiran dengan saudara seiman dan sebangsa,” tutur salah satu peserta kegiatan NgajiMod.
NgajiMod merupakan akronim dari kata “Ngaji Bangmod”, hal ini karena kegiatan ini cukup untuk memayungi mahasiswa Indonesia yang berdomisili di sekitar area Bangmod, Bangkok. Selain itu, terdapat program serupa dengan lokasi yang berbeda seperti NgajiChula (Ngaji Chulalongkorn), Ngaji-KU (Ngaji Kasetsart University), dan lainnya. Program tersebut sengaja diinisiasi oleh mahasiswa sebagai sarana menjaga khazanah keislaman di tengah tantangan Islam sebagai agama minoritas di tengah masyarakat yang dominan non-muslim.
Dalam kegiatan ngaji seperti itu, gelaran acara yang dilakukan meliputi tilawah al-Quran bersama, pembacaan sari tilawah, dan diskursus seputar pengetahuan umum, baik sains, teknologi, maupun sosial dengan integrase terkait nilai-nilai Islam. Hal ini sejalan dengan konsep yang dicanangkan UIN Malang sebagai Kampus Ulul Albab dalam mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman.
Diskursus semacam itu sudah seyogianya dimasifkan dalam rangka mengintelektualisasikan pengetahuan ke dalam nilai keislaman dan menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Bersama diskursus tersebut, sudah menjadi barang tentu juga turut meningkatkan dan mempererat tali persaudaraan di antara mahasiswa Indonesia di Thailand. Harapannya, kegiatan semacam ini tetap diperjuangkan keberlanjutannya dan senantiasa mampu menjadi tempat untuk bercengkerama dan berinteraksi membangun peradaban yang beramal ilmiah dan berilmu amaliyah.
KERJASAMA: Pdt. Izak Lattu, Ph.D Dekan Fakultas Teologi UKSW mengajukan kerjasama dengan UIN Maliki Malang, Jumat (28/7/2023).
HUMAS UIN MALANG-Siang ini, utusan dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga hadir di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (28/7/2923). Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag dan juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag dan juga Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag hadir secara langsung menyambut hangat tamu dari UKSW. Mengawali sambutannya, Prof. Umi menyampaikan permintaan maaf Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA tidak bisa hadir dikarenakan sedang menjalankan ibadah umrah. Selanjutnya Prof. Umi mengenalkan para dekan fakultas yang hadir, dan juga menyampaikan profil kelembagaan UIN Maliki Malang. Mulai dari sejarah singkat UIN Maliki Malang dan juga jumlah fakultas dan program studi program sarjana dan juga Pascasarjana beserta prodinya. "UIN Malang berupaya mengembangkan studi Islam dan kearifan lokal," paparnya. UIN Malang, kata Prof. Umi, selalu terbuka untuk menjalin kerjasama dengan pihak luar, UIN Maliki Malang mendapat mandat dari Kementerian Agama untuk menjalin relasi baik dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk bersama menguatkan moderasi beragama yang menjadi program prioritas pemerintah. "Jadi ini sangat relevan untuk menjalin kerjasama dengan lintas agama, tinggal menyesuaikan saja bentuk kerjasamanya yang sesuai dengan Tridharma perguruan tinggi," paparnya. Sehingga pengembangan kajian lintas agama akan lebih konsen untuk dilakukan jika kerjasama dengan UKSW dengan UIN Maliki Malang dilakukan. Sehingga busa menghadirkan moderasi beragama yang inklusif, moderat dan saling menghargai satu sama lain. "Sehingga mampu menghadirkan keharmonisan dan menghadirkan ajaran agama yang toleran dan penuh perdamaian," harap Prof. Umi. Hal senada juga disampaikan Dr. H. Isroqunnajah bahwa terlepas dari perbedaan UIN Maliki Malang bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) telah mengelola perbedaan antar lintas agama. Jadi kehadiran UKSW ini untuk menjalin kerjasama dengan UIN Maliki Malang ini harus di follow up dengan serius. Caranya bisa membuat satu kegiatan yang bisa disaksikan oleh dunia bahwa multikulturalisme di Indonesia ini bisa harmonis dan penuh kedamaian dan toleransi. "Setidaknya kerjasama ini harus ditindak lanjuti dengan kegiatan yang strategis," ajaknya. Sementara itu, Pdt. Izak Lattu, Ph.D Dekan Fakultas Teologi UKSW dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadirannya di UIN Maliki Malang ini untuk menjalin silaturahmi sekaligus melakukan kerjasama dengan kampus PTKIN terbaik di Malang. "Terima kasih atas sambutan hangatnya dari UIN Maliki Malang," ungkapnya. Relasi lintas agama di UKSW, kata dia, terus dikembangkan melalui pembukaan Prodi Sosiologi Agama, sehingga dengan adanya prodi baru tersebut bisa dilakukan langkah strategis untuk bisa menjalin kerjasama dengan UIN Maliki Malang. "Dengan adanya kerjasama ini para dosen dan mahasiswa UKSW bisa berkolaborasi melakukan risetnya dengan UIN Maliki Malang," tegasnya. UKSW selama ini memiliki jalinan relasi yang baik dengan temen-temen muslim, bahkan UKSW ini menyiapkan slot juga untuk mahasiswa muslim yang berminat untuk bergabung dengan kampus UKSW. "Kami terbuka sekali untuk menjalin relasi dan riset bersama," ungkapnya. "Oleh sebab itu, Saya berharap rencana kerjasama ini bisa dilakukan khususnya untuk tridharma perguruan tinggi," tutupnya.
Humas UIN Malang - Program Studi Magister Bahasa dan Sastra Arab (MBSA) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi program Jalur Fast Track melalui Zoom Meeting (Jumat, 28 Juli 2023). Acara tersebut dihadiri oleh para Kaprodi dan sekprodi MBSA, Prof. Dr. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag., dan Dr. Laily Fitriani, M.Pd., serta Kaprodi dan sekprodi BSA, Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd., dan Moh. Zawawi, M.Pd.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan dan keresahan yang mungkin dialami oleh mahasiswa yang masih meragukan atau belum yakin untuk mengambil jalur Fast Track Magister Bahasa dan Sastra Arab. Program ini merupakan sebuah kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik dan motivasi tinggi untuk menyelesaikan program magister dengan waktu yang lebih singkat dan intensif.
Dalam acara tersebut, dua mahasiswa alumni program Fast Track MBSA, Nusrotun Nida dan Ihwanarotama turut diundang untuk memberikan pengalaman serta kesan mereka selama mengikuti program Fast Track di prodi MBSA UIN Malang. Kehadiran mereka memberikan gambaran nyata tentang manfaat dan tantangan yang mereka hadapi selama menempuh program tersebut.
Sosialisasi Program Fast Track Magister BSA
Sosialisasi Program Jalur Fast Track MBSA ini mendapatkan respons positif dari peserta yang hadir. Mereka merasa terbantu dengan adanya kesempatan bertanya langsung kepada pihak-pihak terkait dan mendengarkan pengalaman langsung dari para alumni program Fast Track. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan minat dan kepercayaan mahasiswa dalam mengikuti program Fast Track MBSA di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
HUMAS UIN MALANG-Untuk meningkatkan jumlah publikasi dosen dan mempercepat kenaikan pangkat dosen, Fakultas Ushuludin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu mengadakan kegiatan "Workshop Penulisan Artikel di Jurnal Internasional". Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Juli 2023, di Gedung Pelatihan Lantai 2, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu.
Workshop tersebut menghadirkan dua orang nara sumber yang kompeten, yaitu Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, Dosen Fakultas Ekonomi dan Kaprodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Tim Penilai PAK Dosen Nasional. Narasumber kedua adalah Dr. Vivin Maharani Ekowati, M.Si, M.M, Dosen Fakultas Ekonomi dan editor jurnal MEC-J, Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. H. Khairuddin, M.Pd membuka acara tersebut, didampingi oleh Dr. Aan Sopian, M.Ag, Dekan FUAD. Dalam sambutannya, Wakil Rektor mengungkapkan pentingnya publikasi jurnal sebagai sarana komunikasi akademik, penyebaran hasil penelitian, pengembangan budaya akademik di perguruan tinggi, dan percepatan kenaikan pangkat dosen menuju Guru Besar.
Prof. Sani menyoroti pentingnya penulisan artikel yang substansial, mengikuti gaya IMRaD, dan memilih jurnal yang tepat untuk meningkatkan reputasi akademik. Dr. Vivin menekankan pencegahan plagiasi dengan menggunakan cek Turnitin dan mencatat referensi menggunakan tool seperti Mendeley atau Zotero.
Kegiatan berlangsung selama 2 hari dengan peserta sebanyak 41 dosen dari FUAD, yang mengajukan kepangkatan ke Lektor Kepala maupun Guru Besar. Sebelum penutupan, 5 artikel telah disubmit ke Jurnal Internasional Scopus setelah direview oleh Prof. Sani dan Dr. Vivin. Harapannya, artikel-artikel ini akan mendapatkan respon positif dari Editor Jurnal dan segera terbit. (San)
HUMAS UIN Malang - Prof. Dr. Umi Sumbulah M. Ag., selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik mengawali dengan menyampaikan informasi – informasi penting mengenai workshop penulisan bahan ajar, “Penulisan bahan ajar ini nantinya dapat berupa buku ajar atau dapat juga berupa monograf.” Ujar beliau. Kegiatan Pra workshop penulisan bahan ajar yang dilaksanakan di ruang senat rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada hari Selasa, 25 Juli 2023 ini bertujuan untuk melakukan penyamaan persepsi untuk draft tentang sistematika bahan ajar. Kegiatan ini dihadiri oleh para wakil dekan 1 seluruh fakultas di UIN Malang, Kepala Pusat Moderasi Beragama UIN Malang, Tim Lembaga Penjaminan Mutu, perwakilan dari Maliki Press, dan beberapa dosen undangan lainnya.
Para dosen yang terlibat dalam kegiatan ini diberi waktu satu pekan untuk melakukan koordinasi dengan tim masing – masing, dan kemudian berdiskusi untuk menyamakan persepsi. Adapun materinya adalah berupa keilmuan yang dapat disesuaikan dengan program studi masing – masing, insersi atau fondasi ulul albab, moderasi, dan antikorupsi.
Pra Workshop Penulisan Bahan Ajar
Dr. H. Achmad Khudori Soleh, M. Ag., selaku salah satu PIC kegiatan ini, menyampaikan bahwa salah satu dari beberapa hal penting terkait kegiatan ini adalah diperlukannya editor yang tersertifikasi. Menindaklanjuti hal tersebut, maka kedepannya akan diadakan pelatihan editor professional berlisensi LSP. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan oleh penyampaian kisi – kisi pembuatan bahan ajar versi Maliki Press oleh Dr. Saiful Amin, M. Pd., selaku Ketua Uin Maliki Press. Adapun salah satunya adalah bahwa naskah tersebut tidak boleh plagiasi dengan maksimal turnitin 30%, dan penerjemahannya harus sudah melalui tahap proofreading dari Pusat Pengembangan Bahasa UIN Malang. Prof. Dr. Umi Sumbulah M. Ag., berharap supaya bahan ajar ini dapat terbit di tahun 2023 baik dalam bentuk buku ajar ataupun monograf.
HUMAS UIN Malang - Mudir Pusat Mahad Al-Jami’ah, Dr. H. Badruddin Muhammad, M. HI., menyampaikan sambutannya dalam workshop Pengembangan Sumber Daya Musyrif/ah (PSDM), bahwa mahad ini adalah lembaga yang bertugas dan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan keagamaan pada seluruh mahasiswa baru selama satu tahun. Oleh karena itu, sumber daya musyrif dan musyrifah harus mumpuni dan mampu melaksanakan tugas serta tanggung jawab dengan baik. Musyrif dan musyrifah ini nantinya akan didistribusikan ke mahad – mahad yang ada di kampus 1, kampus 2, dan yang terbaru adalah kampus 3 yang akan selesai dibangun pada Agustus mendatang, sehingga akan bisa segera ditempati. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, juga menyampaikan bahwa menjadi musyrif dan musyrifah dapat meningkatkan kemampuan leadership dan manajemen yang lebih baik.
Kegiatan yang bertempat di Aula Rektorat lantai 5 ini diikuti oleh 322 peserta, yang terdiri dari musyrif/ah, santri tahfiz, dan takmir masjid. Peserta workshop ini tentunya adalah mereka yang terpilih dan telah mengikuti serangkaian seleksi, mulai dari administrasi, membaca Alquran, tes tulis dan interview. Ramadhani, salah satu peserta yang mengikuti PSDM ini sangat bersyukur bisa mengabdi menjadi musyrif. “Alhamdulillah, dengan mengikuti Workshop PSDM Musyrif/ah membuat semangat dan niat lebih tertata lagi, apalagi di periode tahun ini saya diamanahi untuk menjadi musyrif di Mahad Kampus 3 yang mana sangat jauh dari tempat perkuliahan saya di kampus 1. Meskipun dengan jarak yang sangat jauh, tidak membuat saya putus semangat dalam mengabdi di MSAA.” Jawabnya saat ditanya bagaimana perasaan menjadi musyrif di kampus 3.
Workshop yang dilaksanakan pada Selasa (25/7) ini diisi dengan penyampaian materi terkait pembinaan ta’lim dan sistem akademik ma’had oleh pemateri yang luar biasa. Materi pertama terkait ta’lim afkar disampaikan oleh Kyai Syuhadak. Beliau menyampaikan bahwa ta’lim afkar diberikan kepada mahasantri di ma’had atas dasar 4 pilar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, serta kematangan professional. Para musyrif dan musyrifah diharapkan mampu turut menyukseskan program ta’lim afkar ini dan dapat membantu agar kelas – kelas berjalan dengan kondusif. Topik selanjutnya adalah terkait ta’lim Alquran, yang disampaikan oleh Kyai Hasyim. Beliau menyampaikan bahwa ta’lim Alquran ini terdiri dari 6 jenis, yaiti ta’lim itu sendiri, tashih, tadarus Alquran, bengkel baca Alquran, wisuda juz amma, dan evaluasi. Adapun pemateri terakhir adalah Ustad Ahmad Subeh yang menjelaskan mengenai sistem akademik ma’had. Hal ini berakitan dengan presensi mu’allim dan mu’allimah, baik secara online ataupun secara manual oleh musyrif dan musyrifah, presensi mahasantri, serta perekapan nilai.
HUMAS UIN Malang – Mahasiswa KKN Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Malana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar berjudul “Sejarah Islam Thailand: Jejak masuknya islam di Thailand, dan perkembangan islam dari masa ke masa di Thailand”. Seminar ini dilaksanakan di Masjid Al Istiqomah, Bangmot, Bangkok, Thailand. Acara tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk mewujudkam moderasi beragama, meningkatkan pemahaman dan saling mengenal budaya serta sejarah islam di wilayah Asia Tenggara.
Seminar yang dilaksanakan pada 22 Juli 2023 ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa S1, S2, S3 dan masyarakat setempat. Mereka sangat antusias untuk mendengarkan paparan tentang perkembangan islam di Thailand dan bagaimana sejarahnya islam dapat berkembang dengan aman dan mendapatkan perhatian oleh raja Thailand.
Dalam pembukaan acara, Ketua Panitia KKN Internasional UIN Malang, Khairul Ikhsan menyatakan, “Seminar ini merupakan wujud moderasi beragama untuk memperkuat hubungan antarbangsa dan memperkaya wawasan keislaman di kawasan Asia Tenggara. Kami berharap melalui seminar ini, peserta dapat memahami lebih dalam tentang peran Islam dalam membentuk sejarah di Thailand dan dampaknya bagi peradaban di kawasan ini.”
Narasumber dalam seminar ini adalah ajarn (guru) Sukre Sarem, Sekretaris Masjid Al Istiqomah dan sekaligus pakar keislaman Thailand yang telah melakukan penelitian mendalam tentang sejarah perkembangan agama Islam di Thailand dari waktu ke waktu. Beliau menyajikan data-data yang menarik dilengkapi dengan foto dan berbagai peristiwa penting antara dirinya dan raja dalam menyoroti keterkaitan antara Islam di Thailand dengan budaya di thailand. Ajarn Sukre menyebutkan bahwa “Saya telah menulis ini semua dan melakukan penelitian mengenai muslim di Thailand, Jumlah masjid yang ada di Thailand dan peristiwa peristiwa penting antara islam dan raja di Thailand. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik, raja selalu mensupport dan tidak ada permasalahan dengan warga muslim di Thailand, sehingga muslim Thailand saat ini lebih merasa aman untuk bertempat tinggal dan melaksanakan ibadah”
Dalam sesi tanya jawab, peserta seminar aktif berdiskusi dan bertukar pikiran, mencermati berbagai peristiwa bersejarah yang telah membentuk identitas agama dan budaya di Thailand. Seminar ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kerjasama akademis dan budaya antarbangsa.
Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan oleh panitia kepada narasumber sebagai tanda terima kasih atas kontribusi ilmiahnya dalam seminar ini. Mahasiswa KKN Internasional UIN Malang berharap bahwa kegiatan semacam ini akan terus diadakan untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan pemahaman tentang peradaban Islam di Asia Tenggara