HUMAS UIN MALANG – Sebagai tanda kelulusan resmi dan menyandang gelar sarjana pendidikan, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Kegiatan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2022/2023 pada Jumat pagi (21/7), bertempat di Aula Rektorat UIN Malang. Diikuti oleh 523 calon wisudawan dan wisudawati serta dihadiri oleh dekanat dan pimpinan masing-masing program studi.
Berdasarkan Laporan Akademik yang dibacakan oleh Bapak Abdul Walid, M.Pd bahwa sebanyak 523 mahasiswa yang mengikuti yudisium kali ini terdiri dari 510 mahasiswa S1 dan 13 mahasiswa Pascasarjana.
Syafiatul Maf'udah mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Arab mampu menyelesaikan masa studi selama delapan semester dengan IPK 3,97 sekaligus lulusan terbaik FITK pada Yudisium Periode Juni 2023 tahun akademik 2022/2023. Nurma Millatina mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3.96. Selanjutnya, penghargaan pada lulusan terbaik tingkat Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) diberikan kepada Lutfi Adinda Sasabila dengan raihan IPK 3.95, dengan delapan semester. Sedangkan lulusan terbaik prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, yaitu Candra Avista dengan IPK 3.93, masa studi delapan semester. Terakhir, lulusan terbaik Pascasarjana (S2) Prodi Pendidikan Matematika diraih oleh Asfira Zakiatun Nisa’ dengan IPK 3.94, masa studi dua semester.
Sejatinya, yudisium ini sarana untuk mengevaluasi kesiapan mahasiswa dari aspek akademik maupun kemahasiswaan secara holistik terkait dengan kelengkapan syarat mendapatkan ijazah.
“Ini menjadi ajang untuk memberikan penguatan intelektual, spiritual dan soft skill para mahasiswa sehingga lebih mantap menatap masa depan,” Ujarnya.
Kemudian, ia menambahkan, meminta para wisudawan untuk tidak berhenti menuntut ilmu dan selalu mengedepankan kemampuan keilmuannya beserta karakter-karakter Islami yang diaplikasikan. Dan yang terpenting mereka dapat memanfaatkan waktu menjadi hal yang produktif.
“Ilmu yang didapatkan, mesti diamalkan demi kemaslahatan dunia dan akhirat, karena hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini,” Pungkasnya.
HUMAS UIN MALANG – Di antara ratusan wajah yang berseri di acara Yudisium Periode Juni tahun 2023 (21/7). Syafiyatul Maf’udah, mahasiswi S1 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab meraih IPK tertinggi dengan jumlah IPK 3,97 dan masa studi yang ditempuh selama 3 tahun 5 bulan.
Meraih IPK tinggi, ia menceritakan alasan memilih Prodi PBA di UIN Malang. Salah satunya, karena adanya keinginan meneruskan kemampuan bahasanya saat di pesantren dulu dengan dukungan dan doa restu kedua orang tua serta gurunya. “Menjadi seorang ahli di dalam bahasa Arab dan tak lupa dengan adanya restu dan Ridho dari kedua orang tua dan juga guru yang ada di pesantren,” Ujar perempuan dengan segudang prestasi itu. “Saya biasanya membagi waktu sesuai porsinya saja dan hasilnya itu lebih maksimal,” Lanjutnya.
Syafiyatul Maf’udah
Menurutnya, kesuksesan seorang itu ketika kita melihat saat kondisi susah atau tidaknya kehidupan. Padahal, di balik dari kesuksesan ini ada nilai yang bisa dipelajari, yaitu proses atau perjuangan yang harus dikorbankan. “Sukses itu tidak sekedar ketika sudah senang di ujung hasilnya, tapi banyak itu banyak nangisnya karena banyak perjuangannya, banyak hal hal yang harus dikorbankan,” Jelasnya.
Ia juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa FITK, khususnya PBA, dalam perkuliahan itu kita mencari pengalaman dan kesempatan sebanyak mungkin karena menurutnya, pengalaman itu bisa jadi tidak dijumpai lagi ketika S2 ataupun S3, dan tidak lupa untuk tetap mempertahankan prestasi yang telah diukirnya. “Kalau bisa, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya karena pengalaman itu tidak akan terulang seperti ketika di S1 dan tetap pertahankan terus, kalau bisa lebih ditingkatkan. semangat jangan segan segan untuk bertanya kepada kami,” Ungkap perempuan asal Jombang itu,” Nasihatnya sambal tersenyum.
Dekan FITK UIN Malang, Nur Ali beserta jajarannya mengapresiasi prestasi Syafiya dan berharap agar prestasi ini dapat ditiru oleh mahasiswa lain agar lebih semangat dan terpacu untuk lebih baik. "Saya bangga atas capaian Syafiya, IPK tertinggi se-fakultas. Semoga, prestasinya dapat menjadi umpan bagi mahasiswa yang lain terpancing untuk lebih baik lagi, agar tradisi baik ini tetap dipertahankan,” Harap beliau.
“Jika engkau ingin agar Allah tetap memberikan hal yang engkau sukai, maka gigihlah dalam mengerjakan apa pun yang Allah sukai.”
Baksos diikuti oleh beberapa kakek dan Nenek lansia
HUMAS UIN Malang - Hj. Shofiyah Zainuddin, ketua DWP (Dharma Wanita Persatuan) UIN Malang bersama anggota dan pengurusnya melaksanakan kunjungan bakti sosial ke Griya Lansia Husnul Khatimah Wajak (21/7). Kegiatan ini mengusung tema “Muharrom, Peduli Sesama dalam mewujudkan Ukhuwah Insyaniyyah.” Selaras dengan tema, Ibu-ibu DWP UIN Malang turut menyumbang dalam rangka amal Muharrom pada kegiatan baksos ini.Kegiatan dimulai dari senam lansia, sambutan-sambutan, pembagian bingkisan kepada Kakek/Nenek lansia dan para sukarelawan beserta pengurus griya, dilanjutkan dengan wisata rohani berkeliling griya. Senam lansia diikuti dengan antusias dan gembira.
Sambutan Ibu Rektor
Ibu Rektor menuturkan dalam sambutannya bahwa kunjungan ini diselenggarakan untuk memperluas tali silaturrahim serta berbagi kebahagiaan bersama Kakek/Nenek lansia yang dibina di Griya Lansia Husnul Khatimah. Melalui kegiatan ini, Ibu Rektor berharap dapat berbagi kepada para lansia dan turut membahagiakannya. “Kita semua akan melewati masa tua yang tentu saja mendambakan perhatian, kesejahteraan, dan tentunya kehangatan. Oleh karena itu, kita semua harus berempati satu sama lain.” Tambah Ibu Rektor.
Terdapat juga sambutan dari perwakilan Griya Lansia Husnul Khotimah yang menuturkan; “Griya Lansia ini milik kita bersama, bukan hanya milik saya ataupun para sukarelawan, tetapi milik semuanya. Griya ini juga dapat beroperasi karena orang-orang dermawan yang turut berkontribusi menyumbang.” Ujar Bu Mufi.
HUMAS UIN MALANG – Memperingati hari catur sedunia yang tepat pada hari ini Kamis (20/7), atlet catur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berbenah dan berlatih untuk meningkatkan kompetensinya di bidang percaturan.
Salah satu atlet catur UIN Malang yang berhasil meraih cukup banyak kemenangan sekaligus mengharumkan nama Kampus Ulul Albab, Catur Adi Sagita. Beberapa kejuaraan yang pernah ia ikuti seperti, Petra Chess Competition mendapatkan Juara 3 Kategori Single Blitz pada tahun 2023, Juara 1 Kategori Catur Cepat Putera di ajang PESONA UIN tingkat nasional tahun 2022 silam.
Catur tertarik menekuni bidang catur ini awalnya karena coba-coba dan terus mengembangkan kemampuannya dengan melawan orang-orang dewasa di sekitarnya. “Seru sih, mas. Kalau mengalahkan orang dewasa, seperti ada rasa bangga dalam diri. Sampai sekarang jadi termotivasi untuk berkembang,” Jawabnya. Lebih lanjut, Catur menceritakan pengalaman yang sering terjadi. Misalnya, teknis bermain harus cekatan. “Pada game 1 dan 2 itu diusahakan harus menang, karena itu jadi titik biar bisa masuk top 3, kalau kalah di awal, game selanjutnya kita harus menggebu-gebu biar menang terus hingga masuk top 3,” Jelasnya.
Ketua Cabang Catur UIN Malang, Ravi Mahendra mengungkapkan bahwa perlu adanya pelestarian catur kepada khalayak umum, yang dinilai sedikitnya minat dari masyarakat terhadap bidang ini. “Penting untuk melestarikan catur di kalangan masyarakat, karena sekarang sudah mulai turun minat masyarakat pada olahraga ini,” Ungkap Saklar, sapaan akrab Ravi Mahendra.
Menurut Saklar, sapaan akrab Ravi Mahendra, menjadi atlet catur itu asik dan menyenangkan karena dengan bermain catur membuat penasaran untuk berpikir lebih focus. Inilah yang membuat dirinya tertarik menekuni olahraga catur. “Dulu, coba-coba bermain catur. Asik dan seru karena bikin kita mikir dan penasaran terus,” Katanya.
UKM Catur UIN Malang siap bertanding di PEMPROV Jatim II
Saat ini, tim Catur UIN Malang sedang berlaga di POMPROV yang berlangsung di Jember. Ravi berharap dan meminta doa serta dukungan kepada seluruh warga UIN Malang agar pulang membawa prestasi yang membanggakan. “Mohon doa dan dukungan di ajang POMPROV di Jember, semoga kami mendapatkan juara pada cabang catur ini dan bisa membanggakan kampus,” Harapnya.
UIN MALANG-Posisi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di suatu lembaga pendidikan seharusnya menjadi basis akademis. Artinya, PSGA diharapkan dapat berkontribusi positif dalam pengambilan keputusan atau kebijakan strategis yang tentunya ramah gender dan anak. Tak hanya itu, keberadaan PSGA di kampus dianggap urgen karena perannya dalam penyelesaian isu-isu kekerasan seksual ataupun isu lainnya yang terkait mental. Karenanya, PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengumpulkan para dosen dan tendik di lingkungan kampus dalam Focus Group Discussion (FGD) Dewan Pakar Gender yang bertema Menuju Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG). Acara yang berlangsung sehari ini bertempat di Ruang Pertemuan Gedung Perpustakaan Pusat lt. 1, Kamis (20/7). Dalam pelaksanaannya, FGD didesain sebagai acara yang full diskusi. Setiap pakar dan dosen hadir berkesempatan menyuarakan pengalaman atau concern-nya selama berkecimpung menangani isu gender dan anak. Seperti yang terlihat saat Prof. Dr. Mufidah, M.Pd. menyampaikan beragam pengalaman yang pernah ia alami selama bertahun-tahun berkecimpung di ranah studi gender. Menurutnya, meski saat ini isu gender equality sudah marak diperbincangkan, namun praktiknya tidak maksimal. Ia memberi contoh di kancah perpolitikan, "Maskulinitas di dunia politik itu masih luar biasa besar karena wanita masih dianggap beban." Terkait posisi PSGA di sebuah perguruan tinggi, ia berkomentar, seharusnya PSGA tidak fokus menangani orang-orang bermasalah. "Seperti yang sampai saat ini terjadi, akhirnya PSGA isinya penuh masalah," imbuhnya. Menurut Prof. Mufidah, PSGA perlu disupport dengan unit Woman Crisis Center dan Family Corner untuk menampung segala permasalahan. Sehingga, PSGA fokus pada melebarkan sayapnya dan mengokohkan posisinya sebagai pusat studi yang memiliki kedudukan strategis dalam pembangunan kampus.
Di awal acara, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Sudirman Hasan, MA. setuju jika dikatakan PSGA memilik posisi strategis dalam lembaga sekelas universitas. Pasalnya, universitas berisi banyak mahasiswa di usia mencari jati diri dan membangun relasi. Pada aplikasinya, mereka sering menggunakan cara yang beresiko tinggi yang tidak disadari sejak awal. "Sering sekali kami temukan para mahasiswa yang sedang dalam pencarian jodoh ini, melewati norma-norma yang seharusnya dijaga," tutur Prof. Sudirman. Karena itu, PSGA diharapkan dapat memberi edukasi secara konsisten dan memfasilitasi mereka yang membutuhkan bantuan moral. "Kita tentunya berharap tidak ada lagi kekerasan yang terjadi. Kalaupun ada, semoga masalah itu teratasi secara profesional sehingga tidak ada pihak yang dirugikan," paparnya. Sementara itu, Dr. Istiadah, MA., Kepala PSGA UIN Malang menyatakan pihaknya ingin agar FGD yang dilaksanakan sehari ini dapat secara maksimal membincang isu-isu sekaligus solusi-solusi yang kontributif. Dengan menghadirkan para pakar dan dosen yang concern dengan isu gender, ia yakin pelaksanaan FGD ini tidak sia-sia. (nd)
HUMAS UIN Malang - Muhammad Ahsnatu Dzonni menjadi perwakilan tim taekwondo UIN Malang dalam ajang POMPROV (Porseni Mahasiswa Provinsi) Jawa Timur II pada 15-22 Juli 2023 di Jember. POMPROV ini menjadi panggung bagi atlet muda Jawa Timur dari berbagai kampus yang telah terdaftar di PDDikti untuk berkompetisi dalam 19 cabang perlombaan yang beragam, mulai dari atletik, futsal, voli, hingga e-sport, dll. Dzonni menunjukkan keunggulannya dalam tiga pertandingan M Under -87 Kyorugi dan berhasil mempersembahkan medali perak untuk UIN Malang. Prestasi Dzonni bukanlah yang pertama kali, karena pada tahun sebelumnya, yaitu POMPROV I, Dzonni juga berhasil meraih medali perak dalam cabang yang sama. Keberhasilan ini menunjukkan konsistensi dan dedikasinya sebagai atlet taekwondo yang berprestasi.
Muhammad Ahsnatu Dzonni - Peraih Medali Perak
Kunci kesuksesan tim taekwondo UIN Malang dimulai dari persiapan latihan yang intensif. Mereka memfokuskan diri pada fasilitas yang memadai, dengan pusat latihan yang berlokasi di kota. Keaktifan dan keseriusan para atlet dalam berlatih juga menjadi faktor penting dalam mencapai prestasi yang gemilang. “Saya sendiri membutuhkan waktu 2 bulan untuk persiapan dalam lomba ini, namun untuk persiapan intensnya membutuhkan waktu 3 mingguan.” Jelas Dzonni.
Dengan adanya prestasi yang diraih oleh Dzonni, harapannya sebagai atlet taekwondo UIN Malang agar institusi dan pihak terkait dapat memberikan perhatian yang lebih pada pembibitan atlet. Salah satu aspek yang diharapkan diperhatikan adalah pemberian penghargaan sebagai bentuk dorongan dan semangat untuk atlet lainnya, serta menarik minat bibit atlet lainnya untuk mengembangkan potensi mereka di bidang taekwondo.
HUMAS UIN MALANG–International Class Program Development Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang telah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) secara daring bersama pembicara keren, Prof. Mun’im Sirry, M.A., Ph.D (Profesor dan Teolog Studi Islam) University of Notre Dame Amerika Serikat. Tema FGD yang diambil sangat sesuai dengan kondisi Mahasiswa saat ini, yaitu “Pengelolaan Program Kelas Internasional: Peluang dan Strateginya.” Diawali dengan memotivasi mahasiswa UIN Malang untuk tetap bersyukur akan fasilitas yang diterima hingga saat ini dan mengembangkan kemampuan berbahasanya baik secara otodidak maupun belajar dengan dosen. “Harus bersyukur seharusnya, karena kampus telah memfasilitasi kita dengan baik, lebih-lebih bisa empat Bahasa non-inggris, arab, jerman, dan perancis,” Ujar pria asal Pulau Garam (Madura) itu. Ditanya soal tips bagaimana memahami dan menguasai mata kuliah, Prof Mun’im sedikit banyak memberikan masukan, seperti membaca materi 3-5 kali hingga paham dan menyiapkan pertanyaan sebelum masuk kelas. Tak hanya itu, baliau juga meminta Mahasiswa untuk memiliki mimpi yang besar, mendisiplinkan diri (istiqomah), tekun, dan yang terpenting membuka jaringan (komunikasi) dengan pihak luar. Kegiatan FGD ini merupakan bentuk apresiasi Unit ICP kepada mahasiswa FITK, khususnya mahasiswa ICP yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri. Hal ini ditandai dengan hadirnya 120-an mahasiswa dalam Zoom Meeting, kemarin siang (18/7). Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M. Ed, selaku Ketua Unit ICP Development FITK menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk mewadahi mahasiswa-mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber sehingga membuka wawasan mereka lebih luas. “Kami agendakan khusus untuk anak-anak ICP dan mahasiswa FITK lainnya, supaya berdiskusi langsung dan membuka wawasan secara luas,” Jelas Mam Like. Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd. juga menyampaikan bahwa mahasiswa saat ini perlu mengeksplor kemampuannya melalui berbagai kegiatan internasional, contohnya bisa berkolaborasi dengan mahasiswa luar negeri, yaitu menulis dan menerbitkan buku bersama. “Kalau bisa mahasiswa kita (UIN Malang) dengan mahasiswa Notre Dame dapat menulis bersama terus diterbitkan secara resmi atau mengikuti kelas dengan kampus luar, itu akan jadi sebuah kebanggaan dan pengalaman luar biasa bagi kita,” Sambut Dekan FITK.
MALAYSIA-Komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim untuk menjadi perguruan tinggi di Indonesia dengan mahasiswa asing terbanyak terus diperkuat. Hal itu ditandai Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Isroqunnajah, M. Ag, melakukan lawatan resmi ke Sarawak Malaysia dalam 2 hari tanggal 15 hingga 16 Juli 2023.
Dalam kunjungan ini, Dr. Isroqunnajah diterima dengan hangat oleh para pemimpin lembaga Islam di Sarawak. pada kunjungan pertama Ia bertemu dengan Sayyid Muhammad Alwi Al Attos pimpinan Madrasah Al Khairot yang merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Sarawak. Kunjungan tersebut menghasilkan komitmen untuk pengiriman calon mahasiswa dari Madrasah Al Khairot ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pada kunjungan kedua, Dr. Isroqunnajah mengunjungi lembaga Hikmah Serawak yang merupakan lembaga donor untuk pengiriman mahasiswa Malaysia ke luar negeri. Dalam kesempatan ini rombongan UIN Malang yang dipimpin Dr. Isroqunnajah diterima Tuan Haji Alwi Bin Haji Morshidi, Ketua Pegawai Eksekutif Hikmah beserta jajaran pimpinan Hikmah. Hasil dari kunjungan ini Hikmah akan mengirimkan calon mahasiswa lebih banyak lagi ke Malang, karena Hikmah dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki visi yang sama dalam merawat Islam di bumi nusantara.
Lawatan Wakil Rektor IV ini mempertegas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tetap menempati puncak klasemen PTKIN dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak di Indonesia sekaligus menjadi universitas yang unggul dan bereputasi internasional. (AM)
HUMAS UIN MALANG - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah menyelenggarakan tes mandiri prestasi sebagai salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru. Tes ini meliputi beberapa kategori, antara lain hafalan Alquran, olahraga, kesenian, dan akademik. Senin (17/7/2023) Peserta tes mandiri prestasi dalam kategori hafalan Alquran mencapai 125 peserta. Sementara itu, terdapat 31 peserta dalam kategori olahraga, 16 peserta dalam kategori kesenian, dan 34 peserta dalam kategori akademik. Tes ini diselenggarakan di tiga lokasi berbeda.
Kategori kesenian dan hafalan Alquran dilaksanakan di Gedung A UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sedangkan kategori olahraga cabang pencak silat dan futsal diadakan di Gedung Sport Center, dan kategori olahraga cabang voli bertempat di lapangan utama kampus. Tes ini diikuti oleh para calon mahasiswa pada hari ini, Senin. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., menyampaikan bahwa tes mandiri prestasi ini merupakan upaya kampus dalam menjaring calon mahasiswa berprestasi di bidang non-akademik. Beliau berharap dapat menarik calon mahasiswa yang memiliki prestasi di berbagai bidang, tidak hanya akademik tetapi juga kesenian dan olahraga. Prestasi yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan di kampus dan mengharumkan nama baik universitas ke depannya. Tes mandiri prestasi ini juga memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Alquran minimal 10 hingga 30 juz. Selain sertifikat dari lembaga/sekolah/pesantren, para calon mahasiswa yang mendaftar juga diuji secara langsung untuk membuktikan kemahiran hafalan mereka. Hal ini menunjukkan dukungan dan fasilitas yang diberikan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bagi mahasiswa yang berkeinginan menghafal Alquran. Para mahasiswa yang tertarik akan dibimbing oleh lembaga Haiah Tahfizil Quran (HTQ), yang merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat kampus. Para peserta tes tampak bersemangat dan percaya diri dalam mengikuti tes mandiri prestasi ini. Salah satu peserta, Dinda, berasal dari MAN 3 Jombang, mengungkapkan keyakinannya setelah mengikuti tes ini. Kelancarannya dalam mengikuti tes membuatnya yakin bisa bergabung menjadi mahasiswa di kampus Ulul Albab yang ia cintai. "Alhamdulillah lancar, kemungkinan 80 persen, bismillah semoga keterima aja," ujarnya dengan penuh keyakinan. Tes mandiri prestasi ini menunjukkan komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mencari dan mengakomodasi calon mahasiswa berprestasi di berbagai bidang. Diharapkan, dengan adanya jalur penerimaan ini, kampus dapat melahirkan lebih banyak individu yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama baik universitas di masa mendatang.