MONITORING: Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA memantau langsung jalannya ujian Mandiri berbasis CBT di Laboratorium Komputer Fakultas Saintek. Senin (17/7/2023).
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang) telah memulai pelaksanaan tes mandiri menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) pada hari ini. Tes ini merupakan bagian dari proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Mandiri UIN Malang tahun 2023, yang akan berlangsung pada tanggal 17, 18, dan 20 Juli 2023. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M Zainuddin MA, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah M. Ag, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. A. Fatah Yasin. M.Ag, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK), Dr. H. Barnoto M.Pd.I, tim IT PTIPD, serta para penguji. Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, menyatakan bahwa berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan di beberapa gedung laboratorium dan perkuliahan, pelaksanaan ujian mandiri berjalan lancar dan kondusif. Seluruh peserta dilayani dengan baik tanpa adanya kendala yang signifikan. "Hal ini tidak lepas dari persiapan yang matang, terutama dalam hal perangkat dan jaringan yang digunakan untuk tes CBT Mandiri ini," ujar Prof. Zainuddin.
Prof. Zainuddin menjelaskan bahwa pada tahun 2023 ini, jumlah pendaftar jalur Mandiri di UIN Maliki Malang mencapai 3.567 peserta, dan pelaksanaan tesnya dibagi menjadi beberapa gelombang selama tiga hari ke depan. Semua peserta harus bersaing ketat untuk mendapatkan kursi di kampus ini, sehingga setiap peserta harus mempersiapkan diri dengan baik secara fisik, mental, dan psikis agar dapat mengikuti ujian dengan baik. "Banyak peserta yang gagal karena kurangnya kesiapan mental," tambah Zainuddin saat jumpa pers di ruang sekretariat ujian Mandiri gedung Fakultas Saintek lt.3. Rektor UIN Maliki Malang juga mengungkapkan bahwa tahun ini kampus ini akan menambah kuota penerimaan calon mahasiswa baru menjadi 5.000 mahasiswa. Jumlah ini disesuaikan dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, bahwa UIN Maliki Malang harus menambah 1.000 calon mahasiswa baru. "Tahun lalu, UIN Maliki Malang hanya mampu menerima maksimal 4.000 mahasiswa baru. Namun, tahun ini totalnya mencapai 5.000 calon mahasiswa baru yang akan menempati asrama baru di kawasan Precet Kota Batu," jelasnya kepada awak media. Seluruh mahasiswa baru diwajibkan tinggal di asrama atau Ma'had selama satu tahun untuk pembinaan spiritual, ahlak, serta pendalaman bahasa Arab dan bahasa Inggris. "Dengan adanya pendidikan tambahan ini, diharapkan mahasiswa UIN tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga ilmu agama Islam yang menjadi ciri khas kampus ini," terangnya. Selain itu, UIN Malang juga memberikan fasilitas kepada mahasiswa yang ingin menghafal Al-Qur'an, mereka akan dibina langsung di bawah lembaga Haiah Tahfidzul Quran (HTQ), yang juga menjadi kebanggaan kampus UIN Maliki Malang dan para wali mahasiswa. "Karena sekarang UIN Malang berada dalam tahap pengakuan dan reputasi internasional, sehingga mahasiswa selain belajar umum juga harus menguasai agama. Ini merupakan ciri khas kita yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain," tambahnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah menambahkan bahwa Jalur Mandiri merupakan jalur kelima atau jalur penerimaan mahasiswa baru terakhir yang dilaksanakan oleh UIN Malang. Proses pendaftaran Beasiswa Teladan telah berlangsung sejak 20 Februari hingga 31 Maret 2023, SNBP pada tanggal 14 hingga 28 Februari 2023, SPAN PTKIN pada tanggal 16 Februari hingga 4 Maret 2023, UTBK-SNBT pada tanggal 23 Maret hingga 14 April 2023, UM-PTKIN pada tanggal 10 April hingga 15 Mei 2023, dan pendaftaran Mandiri pada tanggal 22 Mei hingga 14 Juli 2023. "Saat ini, UIN Malang telah melaksanakan seleksi jalur mandiri, yang merupakan jalur masuk terakhir di kampus ini," ujarnya. Calon mahasiswa baru yang diterima dijadwalkan untuk melakukan validasi dan masuk ke Ma'had pada tanggal 14-16 Agustus 2023, dilanjutkan dengan orientasi Ma'had pada tanggal 17-18 Agustus 2023. "Pelaksanaan PBAK direncanakan pada tanggal 21-24 Agustus 2023," jelasnya. Sementara itu, Kabiro AAKK Barnoto menambahkan bahwa materi seleksi CBT mandiri ini mencakup Tes Potensial Akademik (TPA) dan wawasan keagamaan. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan persiapan secara maksimal, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, termasuk tim IT. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan kendala yang dapat terjadi selama pelaksanaan tes CBT mandiri agar sistem tidak mengalami eror. Pada sesi pertama tes ini, tercatat bahwa dari total peserta, sebanyak 443 peserta, 327 hadir untuk mengikuti seleksi, sedangkan 116 peserta tidak hadir.
HUMAS UIN MALANG-Lagi, Paduan Suara Mahasiswa Gema Gita Bahana (PSM GGB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali meraih gelar juara dalam kompetisi The 1st SATU Voice National Choir festival di UIN Tulungagung pada tanggal 11-13 Juli 2023.
Keberhasilan ini diraih berkat persiapan matang yang dilakukan oleh tim PSM GGB, yang akhirnya mampu meraih kemenangan dalam setiap kategori kompetisi. Mereka berhasil meraih gelar Terbaik Pertama Grandprix Tim A, Terbaik Kedua Grandprix Tim B, Gold Medal Kategori Folklore Tim B, Gold Medal Kategori Lagu Nasional Tim A, serta penghargaan Best Conductor.
Ketua UKM PSM GGB UIN Maliki Malang, Dinda, menjelaskan bahwa tim mereka berlatih setiap hari untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ini. Dinda merasa bangga dengan kerjasama yang sangat baik antara para anggota paduan suara selama kompetisi berlangsung. "Intinya aku sendiri sangat bangga sama temen-temen singer karena sangat kooperatif saat kompetisi," ujar Dinda selaku Ketua Umum PSM GGB.
Sementara itu, Pelatih PSM GGB, Insan, yang juga menjabat sebagai artistic director PSM GGB, mengingatkan seluruh anggota tim agar tetap rendah hati dan tidak sombong meskipun telah meraih banyak penghargaan. Ia menyampaikan bahwa kompetisi ini hanya merupakan awal dari rangkaian acara yang akan diikuti oleh tim PSM GGB. Selanjutnya, mereka akan menghadapi vocal recital, konser precom, konser pamit, dan juga kompetisi di Malaysia.
Kesuksesan yang diraih oleh tim ini dalam kompetisi tidak terlepas dari peran penting conductor sebagai pengendali. Saddam, yang menjabat sebagai conductor, mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertamanya menjadi conductor dalam kompetisi paduan suara. Meskipun telah lama aktif dalam paduan suara sebagai seorang singer, pengalaman pertamanya sebagai conductor ini ternyata berjalan dengan sangat baik. Ia berhasil meraih penghargaan Best Conductor. Saddam menyebutkan bahwa proses menjadi conductor cukup melelahkan bagi dirinya. Namun, usaha maksimal yang ia lakukan akhirnya membuahkan hasil yang terbaik.
Selamat kepada PSM GGB atas prestasinya yang sangat luar biasa. Diharapkan bahwa ini menjadi awal yang baik dan membawa PSM GGB menuju kesuksesan di masa depan.
HUMAS UIN MALANG- Komunitas Law Debat dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Malang berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih posisi kedua dalam ajang Debat Konstitusi Nasional pada Dekan Cup 2023 yang bergengsi. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dema FSH UIN Walisongo Semarang dan berlangsung pada tanggal 13 Juli 2023.
Dalam ajang bergengsi ini, tema yang dibahas adalah permasalahan hukum dan implementasi konstitusi di era reformasi. Sub-tema yang diangkat meliputi Hak presiden 2 periode menjadi cawapres, pencabutan hak politik terpidana tindak pidana korupsi, dan kontradiksi pemerintah sebagai pemohon tunggal dalam pembubaran partai politik.
Law Debate Community dari UIN Malik Malang mengirimkan tiga delegasi yang berbakat. Mereka adalah Ashfa Azyan Zulfany dari Program Studi Hukum Ekonomi Syari'ah 2021, Abdilah Reza Mardiana dari Program Studi Hukum Keluarga Islam 2021, dan Kamiliyah Noer Rahmah dari Program Studi Hukum Tata Negara 2021. Ketiganya berhasil menunjukkan kemampuan luar biasa mereka dalam debat konstitusi ini.
Dalam wawancara, tim Law Debat Community berbagi perasaan mereka setelah berhasil meraih posisi juara kedua dalam Debat Konstitusi Nasional Dekan Cup 2023. Mereka merasa sangat bahagia dan gembira atas pencapaian ini. Tim ini tidak pernah mengharapkan hasil sebesar ini dan hanya berusaha melakukan yang terbaik dalam lomba ini. Mereka merasa sangat bangga karena ini merupakan prestasi pertama mereka yang begitu besar.
Sebelum acara, tim Law Debat Community tidak hanya fokus pada pembicaraan, tetapi juga mempersiapkan argumen yang kuat untuk diperdebatkan. Mereka melakukan riset untuk mencari informasi terkait mosi-mosi yang akan mereka hadapi. Dalam tahap penyisihan menggunakan video, setelah memiliki argumen yang telah disusun melalui riset, mereka melakukan pengambilan video. Video-video tersebut kemudian diserahkan kepada panitia untuk dinilai dalam babak selanjutnya, yaitu babak semifinal dan final. Persiapan yang dilakukan dengan cepat ini dilakukan karena mereka sedang berlibur saat itu. Setelah pengumuman bahwa mereka lolos, mereka segera mempersiapkan diri untuk pergi ke Semarang. Mereka juga tidak lupa melakukan riset mengenai mosi-mosi yang akan diperdebatkan di babak semifinal dan final.
Kesungguhan dan doa menjadi faktor kunci keberhasilan tim Law Debat Community dalam meraih prestasi ini. Mereka melakukan riset mosi dari pagi hingga tengah malam, berkonsultasi dengan pembimbing, dan melaksanakan ibadah seperti berdoa dan sedekah. Hal-hal ini dianggap sebagai kunci keberhasilan mereka.
Dalam debat konstitusi, tim Law Debat Community tidak menerapkan strategi khusus. Mereka hanya berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki. Lebih dari itu, kerja sama tim dan perhatian satu sama lain menjadi faktor penting. Mereka saling mendukung dalam argumentasi dan memastikan bahwa setiap anggota memahami mosi yang diperdebatkan, sehingga tidak ada kendala dalam perlombaan.
Tim Law Debat Community juga menghadapi momen khusus dan tantangan selama kompetisi. Tantangan terbesar mereka muncul saat berada di babak final. Dalam waktu hanya 10 menit, mereka harus menyusun satu mosi, sementara di babak final terdapat 2 putaran secara berurutan tanpa jeda istirahat. Situasi tersebut membuat mereka mengalami kekacauan dan kelelahan yang sangat. Namun, sebagai peserta kompetisi, mereka tetap menjalankan tugas mereka dengan sebaik-baiknya.
Keberhasilan tim Law Debat Community dalam meraih posisi juara kedua pada Debat Konstitusi Nasional Dekan Cup 2023 menjadi bukti kemampuan dan dedikasi mereka dalam bidang hukum. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mereka dan mendorong partisipasi dalam kompetisi yang lebih tinggi di masa depan.
HUMAS UIN MALANG - Pontianak menjadi tuan rumah gelaran Rapat Koordinasi Wakil Rektor Bidang Kerjasama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang dilaksanakan mulai tanggal 12 hingga 14 Juli 2023. Salah satu agenda utama rapat ini adalah penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU) antara PTKIN dengan Universiti Malaysia Serawak (UNIMAS) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Rangkaian acara dimulai dengan jamuan makan malam di kantor wali kota Pontianak, yang dihadiri oleh para peserta rapat, termasuk wakil wali kota. Acara ini memberikan sambutan hangat kepada para tamu, dan pembukaan resmi dilakukan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi. Hari kedua rapat diisi dengan penandatanganan naskah MoU antara PTKIN dengan UNIMAS dan UiTM Malaysia. Setelah acara penandatanganan tersebut, Direktur Diktis, yang hadir dalam rapat, menekankan pentingnya mewujudkan MoU dalam bentuk Memorandum of Agreement (MoA). Beliau menegaskan bahwa MoU harus diikuti dengan tindakan nyata dan implementasi yang konkret. Dalam forum tersebut, Rektor UIN Malang, Prof Dr. M Zainuddin, MA, mendapat kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan praktik baik UIN Malang dalam pengembangan perguruan tinggi. Dalam presentasinya, Prof. Zain menyampaikan bahwa PTKIN di era industri 4.0 ini menghadapi tantangan serius, dan jika tidak dipersiapkan dengan baik, bisa menghadapi masa sulit yang disebut sebagai "lembah kematian" (valley of death). Prof. Zain menekankan pentingnya pemantapan kurikulum berbasis capaian (Outcome-Based Education/OBE) dengan fokus pada isu-isu terkini seperti coding, big data, dan artificial intelligence bagi PTKIN. Ia menegaskan bahwa hal ini diperlukan agar PTKIN dapat terus relevan dan tidak tertinggal, sambil tetap memberikan penguatan pada empat pilar utama, yaitu moral, spiritual, intelektual, dan profesionalisme. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan paparan tawaran program strategis mitra di Malaysia yang dapat dikolaborasikan dengan kampus-kampus PTKIN sebagai implementasi dari MoU yang telah ditandatangani. Forum ini ditutup dengan penyampaian rekomendasi yang berkaitan dengan penguatan kerjasama, baik kolaborasi antar PTKIN maupun dengan mitra internasional. Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi PTKIN untuk terus mengembangkan kerjasama yang bermanfaat dalam menghadapi tantangan di masa depan.
HALAQAH: Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si saat menjadi moderator dalam sesi planery 1 dalam perhelatan Halaqah Ulama Nasional di Ponpes Sunan Drajat Lamongan. Rabu (12/7/2023).
HUMAS UIN MALANG-Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, hadir langsung dalam ajang Halaqah Ulama Nasional Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, pada Rabu (12/7/2023).
Neng Ilfi, panggilan akrabnya, dipercaya menjadi moderator pada sesi diskusi panel yang membahas tema "Kitab Kuning dan Tantangan Peradaban Dunia Baru" dalam Halaqah Ulama Nasional ini. Dua narasumber yang juga tokoh NU turut hadir, yaitu Rais Syuriyah PBNU KH. Masdar Farid Mas'udi dan Prof. Dr. KH. M. Machasin, MA.
Dalam paparannya, Neng Ilfi menyampaikan bahwa membaca kitab kuning bagi para santri dan kiyai menghadapkan mereka pada berbagai produk ilmu, seperti fikih, aqidah, dan muamalah. Namun, metode belajar kitab kuning yang selama ini dianggap sangat sulit memerlukan terobosan agar kitab kuning tetap bisa dipelajari dengan mudah di era 4.0 ini. "Kemampuan membaca dan mengkaji kitab kuning memang mengalami penurunan," ujarnya.
Hal ini dikarenakan banyak yang menganggap bahwa pembahasan kitab kuning dalam era digital ini tidak lagi relevan dengan zaman. Oleh karena itu, pembahasan kitab kuning tidak bisa terlepas dari peran kiai, guru, dan juga persoalan akhlak terhadap para santri. "Intinya, keberadaan kitab kuning ini harus bisa menerima keterbukaan pemikiran, sehingga kitab kuning dapat lebih fleksibel dan dekat dengan masyarakat," tegasnya.
Dalam diskusi panel tersebut, Rais Syuriyah PBNU KH. Masdar Farid Mas'udi dan Prof. Dr. KH. M. Machasin, MA, juga memberikan pandangan mereka terkait tantangan yang dihadapi dalam mempelajari dan memahami kitab kuning. Mereka sepakat bahwa penurunan minat dalam mempelajari kitab kuning dapat diatasi melalui inovasi metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, menyampaikan harapannya agar terdapat terobosan dalam pembelajaran kitab kuning sehingga tetap menarik bagi generasi muda. Dia juga mengajak semua pihak untuk membuka diri terhadap perubahan dan keterbukaan pemikiran agar kitab kuning dapat terus berkembang dan bermanfaat dalam menghadapi perubahan zaman.
Halaqah Ulama Nasional Nahdlatul Ulama merupakan ajang penting yang dihadiri oleh para ulama dan tokoh agama untuk membahas isu-isu terkini dan memberikan pandangan terkait tantangan dalam menjaga keaslian dan relevansi ajaran Islam di era modern.
HUMAS UIN MALANG – Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya LP2M UIN Malang mengundang KH. Ulil Abshar Abdalla sebagai pembicara utama di Kajian Literacy Enrichment on Religious Moderation di Aula Micro Teaching, Selasa (11/7). Gus Ulil, sapaan akrab KH. Ulil Abshar Abdalla, beliau menyampaikan narasi moderasi beragama di tengah para akademisi UIN Malang dengan santai dan lugas. Dalam penyampaiannya, beliau menyebutkan konsep dasar moderasi beragama, menurutnya, moderasi beragama ini sebagai eksplorasi dari dua dimensi (kepentingan pemerintah dan kepentingan masyarakat) yang sejalan dengan tema yang diangkat. “Pertama, dimensi pemerintah sebagai respon aktif terhadap dinamika baik secara nasional maupun global yang bersifat regulatif, membatasi dengan aturan. Sedangkan dimensi kedua itu kepentingan masyarakat entitasnya berada dalam keberagaman yang bersifat ekploratif, memperkaya tanpa adanya batasan-batasan,” terangnya. Ia menambahkan, hal ini tidak lain adalah buah dari kompromi politik. Moderasi beragama berawal dari gagasan yang muncul dan dimiliki oleh umat Islam. Semula, bacaan ini sebagai skrip partikular di tubuh umat Islam yang kemudian diupgrade menjadi skrip yang digeneralisir guna menanggapi dinamika dalam kehidupan beragama. “Wacana ini yang semula merupakan wacana partikular, kemudian menjadi wacana universal, artinya digeneralisir,” paparnya. Beliau juga menerangkan bahwa moderasi beragama muncul karena terjadinya dinamika dalam tubuh umat Islam. Akan tetapi, kita tidak bisa menggunakan perspektif Islam saja saat menjelajahi moderasi beragama, karena kondisi Indonesia dengan kebhinekaan dan keberagamannya yang harus melibatkan perspektif agama lain. Sejak Kemenag RI merilis dokumen “Moderasi Beragama” pada tahun 2019, bacaan moderasi beragama sudah menjadi sebuah politik keagamaan yang disiasati oleh pemerintah dalam mencegah baik ekstremisme ataupun radikalisme. Beliau memandang politik “moderasi beragama” ini sebuah gagasan yang bukan sekedar muncul dari ruang kosong. Tetapi gagasan itu mempunyai “silsilah” dan genealogi. Dari segi genealogi, ada tiga silsilah atau sumber gagasan bagi moderasi beragama yang disumbangkan oleh beberapa kalangan. Pertama, pemikiran dari Nahdlatul Ulama. Yang kedua, ide yang bersumber dari Muhammadiyah. Yang terakhir, tak kalah penting , pembaharuan yang bersumber dari tokoh reformis dan intelek, salah satunya Nurcholish Madjid yang pemikirannya mewarnai sumbangsih terhadap pembacaan moderasi beragama ini. “Tiga silsilah yang bersumber dari NU, Muhammadiyah, dan tokoh reformis yang berhasil dicampur hingga menjadi adonan moderasi beragama sebagaimana dirumuskan oleh Kemenag,” pungkasnya. (sf) Pewarta: Sulthan Elsyam Fotografer: Sulthan Elsyam Editor: Abadi
UIN MALANG-Masih menjadi bahasan yang menarik, moderasi beragama menjadi tema utama dalam pembicaraan KH. Ulil Abshar Abdalla di hadapan sivitas akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (11/7). Dalam materinya, ia mencoba membicarakan tema tersebut dalam perspektif yang berbeda. Alasan Gus Ulil, sapaan akrabnya, moderasi beragama adalah wacana yang sangat luas sehingga jika ditilik dalam bahasan yang sempit, justru tidak akan terlihat sisi uniknya. Saking luasnya bahasan tersebut, Gus Ulil menuturkan bahwa moderasi beragama bukan lagi wacana yang partikuler, "Namun saat ini sudah menjadi bahasa universal. Bahasan semua umat," jelas menantu KH. Mustofa Bisri itu. Jika hanya memusatkan moderasi beragama di kalangan Muslim, maka akan sangat keliru.
Memang benar, lanjutnya, moderasi beragama muncul karena terjadinya dinamika dalam tubuh umat Islam. Namun karena ini Indonesia dengan kebhinekaannya, maka tidak bisa menggunakan perspektif Islam saja saat menjelajahi moderasi beragama. Karena itu, Kementerian Agama Republik Indonesia mengajak seluruh tokoh agama yang ada di Indonesia untuk merumuskan hal ini. Di awal membawakan materinya, Gus Ulil menyinggung dasar konseptual moderasi beragama. Menurutnya, ada dua kepentingan ketika membicarakan tema ini. Pertama, bahwa dalam moderasi beragama ada kepentingan pemerintah. Tema ini merupakan bentuk respon aktif pemerintah tentang dinamika global yang terjadi di tengah masyarakat Islam, yang merupakan golongan mayoritas di Indonesia. Pemerintah mencoba menjadi mediator di tengah banyaknya tantangan, seperti kasus kekerasan, radikalisme, Islamisme, dan jihadisme. Tantangan-tantangan ini menurut pemerintah perlu dicarikan solusi. Sebagai pemegang regulasi, tentu tugas utama mereka adalah membuat aturan-aturan yang implementatif dan aplikatif agar tidak ada lagi chaos dan ketidakstabilan. "Maka, di sudut pandang ini, pemerintah memiliki kepentingan regulatif dalam wacana moderasi beragama," tambah Gus Ulil.
Kepentingan selanjutnya adalah milik masyarakat. Di sisi ini, ada istilah kepentingan eksploratif. Berbeda dengan pemerintah sebagai regulator, tugas masyarakat adalah menggali sebanyak mungkin apa saja yang bisa dipelajari dari wacana tersebut. Sebagai masyarakat, ketika membahas moderasi beragama, tentunya akan memiliki point of view yang sangat berbeda dari pihak pemerintah. Gus Ulil mengapresiasi adanya kajian moderasi beragama di dalam institusi pendidikan seperti UIN Malang. Ia yakin, dalam lingkup edukasi, bahasan tersebut akan dieksplor dari sudut pandang yang beragam. "Di tengah masyarakat, tentu ada pergulatan, diskusi, juga ragam argumen yang pro dan kontra yang tentunya akan memperkaya literasi moderasi beragama ini," paparnya. Gus Ulil menjadi pembicara utama dalam Kajian Literacy Enrichment on Religious Moderation yang dihelat oleh Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya di bawah naungan LP2M UIN Malang. Dalam kajian yang bertempat di Aula Gedung Micro Teaching tersebut, Mokhammad Yahya, Ph.D, kepala pusat studi tersebut menyatakan, pihaknya ingin agar bahasan moderasi beragama selalu hidup di kalangan pendidikan. Hal ini menurutnya adalah salah satu upaya kampus untuk memutus tali radikalisme yang masih sering terjadi. Dalam forum tersebut, turut hadir pula Rektor UIN Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. (nd)
Kepala SPI UIN Maliki Malang Dr. H. Muhammad In’am Esha saat memimpin apel. Senin (10/7/2023).
HUMAS UIN MALANG-Ketua Satuan Pengawas Internal UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Muhammad In’am Esha, memimpin apel pagi hari ini. Dalam arahannya, dia mengajak seluruh keluarga besar UIN Maliki Malang untuk aktif mensukseskan kegiatan yang sangat penting, yaitu penerimaan mahasiswa baru (PMB) Jalur Mandiri. Apel pagi tersebut berlangsung pada hari Senin (10/7/2023). Dr. H. In'am Esha menekankan kepada seluruh ASN UIN Maliki Malang agar memahami dengan baik mengenai jalur masuk PMB yang ada di kampus tersebut. Dia meminta agar tidak ada satupun ASN yang tidak mengetahui informasi mengenai jalur PMB di UIN Maliki Malang. "Jangan sampai ada yang mengatakan tidak tahu soal informasi PMB, karena ini menjadi hajat dan kewajiban kita bersama untuk memahami jalur PMB di UIN Maliki Malang ini," tegasnya. Menurutnya, hal ini merupakan tugas penting dan tanggung jawab bersama bagi seluruh ASN. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlangsungan UIN Maliki Malang yang tercinta. PMB ini menjadi perhatian utama bagi seluruh civitas akademika UIN Maliki Malang. Pasalnya, keberlangsungan kampus UIN dengan logo ulul albab ini sangat ditentukan oleh proses penerimaan mahasiswa baru. Semakin banyak minat untuk bergabung, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi di UIN Maliki Malang. "Sekarang kita dihadapkan pada persoalan persaingan yang semakin ketat, terutama di bidang pendidikan tinggi baik di PTN maupun PTS," paparnya. Oleh karena itu, Dr. H. In'am Esha menekankan bahwa seluruh ASN harus mampu mengajak calon mahasiswa baru agar memiliki minat untuk kuliah di UIN Maliki Malang. "Bagaimanapun, kampus ini membutuhkan peran nyata dari seluruh ASN di lingkungan UIN Maliki Malang agar senantiasa dapat menyebarkan informasi PMB seluas-luasnya dan mengajak calon mahasiswa baru untuk kuliah di kampus ini," ujarnya dengan tegas.
HUMAS UIN MALANG-Universitas Jember dengan sukses menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat nasional pertama yang diikuti oleh resimen mahasiswa dari seluruh Indonesia. Lomba ini melibatkan tiga kategori ketangkasan, yaitu bongkar pasang senjata, halang rintang, dan lempar pisau dan kapak, serta dua kategori lainnya, yaitu menembak dan lintas alam. Kompetisi ini digelar di Secaba Rindam V Brawijaya, Jember, dan berhasil menarik perhatian dari 63 perguruan tinggi yang berpartisipasi. Peserta yang berkompetisi berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mereka bertanding dengan semangat tinggi untuk meraih gelar juara dalam lomba resimen mahasiswa. Dalam kategori ketangkasan, peserta ditantang dalam tiga jenis lomba. Lomba pertama adalah bongkar pasang senjata, di mana peserta harus menggunakan senjata SSAN, yaitu senapan serbu yang biasa digunakan oleh TNI. Lomba kedua adalah halang rintang, yang terdiri dari 20 jenis rintangan yang menantang. Lomba ketangkasan ketiga adalah lempar pisau dan kapak, di mana peserta harus menunjukkan ketepatan dan keahlian dalam melempar objek tersebut. Tak hanya itu, ajang ini juga memasukkan lomba menembak, di mana peserta diuji kemampuan menembak dengan akurasi tinggi. Lomba terakhir adalah lintas alam, di mana para peserta harus menyelesaikan jalur sepanjang 5 kilometer dengan menggunakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) lengkap, termasuk helm safety dan tali safety. Kecepatan dan waktu yang tepat menjadi faktor penentu dalam lomba ini. Tiga peserta yang menunjukkan kemampuan luar biasa dalam kategori ketangkasan dan lintas alam berhasil mencuri perhatian. Aurin Priluna Andianto BSA 20, Lukman Wahid Akuntansi 22, dan Nurwahidah BSA 20 berhasil meraih gelar juara dalam lomba ketangkasan. Mereka menunjukkan prestasi yang gemilang dalam bongkar pasang senjata, lempar pisau dan kapak, serta mengatasi semua rintangan dalam halang rintang. Nurwahidah juga berhasil meraih dua penghargaan, yaitu juara kedua dalam lomba ketangkasan putri dan lomba lari lintas alam putri. Prestasinya yang gemilang tidak hanya dihargai dengan piala, tetapi juga dengan dana dan sertifikat penghargaan. Setelah kompetisi selesai, seluruh peserta dan panitia mengadakan acara malam kebersamaan dan study tour pada tanggal 9 Juli. Acara ini menjadi momen berharga untuk mempererat persahabatan dan memperluas wawasan di antara para peserta. Dengan suksesnya ajang olahraga tingkat nasional ini, Universitas Jember membuktikan diri sebagai tuan rumah yang mampu menggelar kompetisi dengan baik. Mereka memberikan pengalaman yang berkesan bagi semua peserta dan menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung olahraga mahasiswa di Indonesia.