UIN MALANG-Pasca pembekalan sehari sebelumnya, 170 peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel resmi diberangkatkan secara simbolis oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., Jumat (7/7). Para peserta, dosen pembimbing lapangan, pihak LP2M, serta ketua Kecamatan Dau menghadiri seremonial pemberangkatan tersebut di depan Gedung Rektorat. Rektor menyatakan, belum pernah ada gebrakan program kolaborasi antar perguruan tinggi seperti yang digagas oleh instansi pendidikan tinggi Ex IAIN Sunan Ampel ini. Karenanya, rektor merasa bahwa KKN kolaborasi kali ini terasa spesial dan luar biasa. Keempat kalinya terlaksana, tahun ini UIN Malang mendapat giliran sebagai host, setelah tahun sebelumnya bertempat di UIN SATU Tulungagung. Rektor juga mengapresiasi bahwa para mahasiswa yang mengikuti KKN kolaborasi ini berasal dari program studi yang berbeda-beda. Dengan begitu, masyarakat di lingkungan KKN nanti akan mendapat manfaat dari beragam latar belakang keilmuan yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. “Ibaratnya kalian itu Toserba atau toko serba ada. Apa yang dibutuhkan masyarakat, bisa diakomodasi semuanya,” jelas Prof. Zain dalam sambutan pembukaannya.
Ada tiga hal yang dipesan oleh rektor UIN Malang. Pertama, ia berharap agar seluruh mahasiswa menjaga nama almamater masing-masing. Hal itu bisa dilakukan dengan tidak berbuat kesalahan dalam hal tingkah laku. Kedua, para mahasiswa juga harus pandai menempatkan diri. Mereka dilarang menjadi sumber konflik di tengah masyarakat. “Sesuai amanah Kementerian Agama, kedepankan toleransi dan moderasi beragama,” imbuh Prof. Zain. Hal yang terakhir ialah, rektor ingin agar para mahasiswa memanfaatkan waktu KKN ini semaksimal mungkin. Caranya ialah dengan melakukan riset akademik sekaligus. Sehingga, pasca KKN, tak hanya sekadar laporan akademik saja yang didapat, namun juga ada manfaat untuk studi selanjutnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., Kepala LP2M UIN Malang menerangkan, bahwa KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel ini akan dilaksanakan hingga 11 Agustus mendatang. Selain bertempat di 4 desa di wilayah Kecamatan Dau, para peserta juga ada yang ditempatkan di 3 desa dalam area Kecamatan Jabung. Untuk mendampingi dan memonitori pelaksanaan KKN ini, ada 15 DPL yang terpilih dari berbagai jurusan. Prof. Agus juga berpesan agar yang menjadi hal utama dalam pelaksanaan KKN ini ialah untuk peningkatan spiritual dan pemberdayaan masyarakat. Sesuai amanah bupati Kabupaten Malang, maka program yang dilaksanakan juga meliputi penanganan kasus stunting dan peningkatan kemampuan parenting. (nd)
UIN MALANG-Pasca mengisi Pembekalan KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel di pagi hari, Ketua LP2M dan Kepala Pusat Studi Pengabdian kepada Masyarakat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meluangkan sesi khusus untuk pembekalan peserta KKN Kolaborasi Luar Negeri dan KKN MBKM (Merdeka Belajar-Kampus Merdeka), Kamis (6/7). 9 peserta KKN Kolaborasi Luar Negeri yang akan berangkat ke Thailand tersebut merupakan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi. Sedangkan, 1 peserta lagi ialah mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mengikuti rombongan dari UIN Malang. Ketua LP2M, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd. mengapresiasi semangat Fakultas Sains dan Teknologi yang rutin mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti KKN Kolaborasi Luar Negeri. Hal ini tak hanya akan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa sebagai peserta KKN, namun juga sebagai kegiatan pendukung universitas menuju kampus bertaraf internasional. Pasalnya, UIN Malang saat ini sedang dalam fase International Recognition seperti yang tercantum dalam Roadmap hingga 2030. “Segala kegiatan bertaraf internasional ini akan memberikan nilai plus bagi UIN Malang untuk meraih visi dan misinya,” papar Prof. Agus Maimun. Sementara itu, Kepala Pusat Studi Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd. dalam kesempatan tersebut fokus pada mengingatkan peserta KKN akan apa yang harus mereka lakukan semasa menjalani program pengabdian. Ia meminta mahasiswa untuk memeriksa kembali program kerja yang akan dilakukan di lokasi KKN. Hal ini terkait dengan penagihan laporan kegiatan yang akan diminta pihak kampus sebagai bukti telah terlaksananya KKN Kolaborasi Luar Negeri. Syaiful menegaskan, bahwa yang harus dieksplor oleh para peserta KKN ialah aplikasi hard dan soft skills. Karena peserta berasal dari Fakultas Saintek, maka pihak kampus berharap agar ada program berbasis internet atau website yang nantinya ditinggalkan untuk lembaga tujuan KKN. “Selain itu, di ranah hard skills, para mahasiswa bisa mengajarkan kemampuan yang dimiliki seperti bela diri, mengaji untuk grup Ibu-Ibu, ataupun mengajarkan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing bagi yang memiliki sertifikasi BIPA,” jelasnya. Dalam kesempatan yang sama, peserta KKN Kolaborasi Moderasi Beragama yang akan berangkat ke Tanah Toraja turut hadir. Seluruh peserta KKN akan diberangkatkan secara simbolis oleh rektor UIN Malang keesokan hari (7/7) di depan Gedung Rektorat. (nd)
HUMAS UIN MALANG- Workshop finalisasi dan submit empat program studi (Prodi) Teknik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi agenda yang wajib diikuti sebagai bagian dari Saudi Fund Development (SFD). Keempat Prodi tersebut meliputi Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan Pengajuan Proposal Program Studi Teknik Elektro. Kegiatan ini diadakan di Hotel Baobab Prigen, Pasuruan dan diresmikan langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA. Workshop ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari Rabu hingga Jumat (5-7/7/2023).
Dalam arahannya, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menyampaikan bahwa program studi Teknik yang sedang difinalisasi harus segera memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Menurutnya, kelengkapan dokumen tersebut merupakan kebutuhan mendesak agar kampus ini dapat mencapai tujuannya sebagai kampus Islam terbaik. Pemenuhan standar pendirian program studi Teknik sesuai Peraturan DIKTI harus dipenuhi, karena hal tersebut menjadi penentu kelayakan dan kesiapan UIN Maliki Malang untuk menambah program studi baru. Prof. Zainuddin meminta semua pihak terlibat untuk melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan agar proses submit keempat program studi teknik ini dapat berjalan lancar. Upaya ini merupakan langkah penting menuju UIN Maliki Malang yang unggul dan bereputasi internasional. Prof. Zainuddin menekankan perlunya kerja keras, kerja tepat, dan doa yang terbaik untuk lembaga yang mereka cintai.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kelembagaan, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, yang juga menjadi Penanggung Jawab Pelaksanaan 4 Prodi Teknik, memberikan materi tentang Kebijakan Pembukaan Program Studi Teknik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam agenda finalisasi proposal dan submit ini, panitia juga mengundang Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah (LLDikti) Provinsi yang dihadiri oleh Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. Dyah Sawitri menjelaskan secara detail persyaratan yang harus dipenuhi saat submit maupun pada saat visitasi. Sawitri menyatakan bahwa jika persyaratan pendirian program studi telah terpenuhi, PDDIKTI siap memberikan bantuan. "Jika semua dokumen persyaratan sudah lengkap, segera lakukan klik sebagai tanda disetujui dan menjadi dasar untuk langkah selanjutnya pada PDDIKTI, dan kami siap membantu UIN Maliki Malang," ujar Dyah Sawitri.
Kepala Biro AAKK UIN Maliki Malang, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, juga menyampaikan hal serupa. Workshop finalisasi proposal Prodi Teknik dan submit ini membutuhkan konsentrasi serius dan tinggi, sehingga digelar di luar kampus dengan tim teknis yang solid dan tanpa lelah untuk mewujudkan program studi yang dimaksud. Barnoto memohon doa dari seluruh civitas akademika, mulai dari unsur pimpinan hingga cleaning service, agar dengan doa dan usaha maksimal, segala urusan ini dimudahkan oleh Allah SWT. Kehadiran workshop ini menjadi penting dan mendesak untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Oleh karena itu, Wakil Rektor II Bidang Anggaran, Akuntansi, dan Keuangan, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, turut hadir secara kontinyu untuk mengawal dari sisi anggaran. Dengan workshop ini, diharapkan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat memenuhi persyaratan pendirian keempat program studi Teknik yang sedang difinalisasi. Hal ini akan meningkatkan standar kampus dan membawa lembaga pendidikan ini menuju keunggulan serta reputasi internasional.
UIN MALANG-Sebelum terjun ke masyarakat pada Jumat (7/7), 170 peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel diberi beragam materi oleh pihak host tahun ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada materi pertama, peserta KKN dikenalkan dengan Ketua Camat Dau, Drs. Hadi Sucipto, M.AP., karena tempat KKN nantinya akan berlokasi di wilayah kecamatan tersebut. Dalam acara Pembekalan KKN di Aula Gedung Rektorat lt.5 UIN Malang, Kamis (6/7), Hadi Sucipto mengenalkan secara general masyarakat yang ia ayomi. Berpenduduk kurang lebih 70.143 jiwa, Kecamatan Dau mewilayahi 10 desa dan 37 dusun. Semuanya tersebar di area seluas 4.272,69 hektar. Ia juga menuturkan bahwa 60% penduduknya bermatapencaharian di sektor pertanian. Tak heran, Kecamatan Dau, banyak memiliki wisata atau spot-spot yang berbasis pertanian, seperti agro wisata hingga kawasan bumi perkemahan.
Karena letaknya yang tak jauh dari kota, tutur Hadi, Kecamatan Dau tergolong kawasan urban. Artinya, masyarakat sudah melek akan teknologi informasi, namun tidak menutup kemungkinan, sebagian lain juga masih tertinggal. Tak hanya mendapatkan materi dari Ketua Camat Dau. 170 peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel juga menerima berbagai materi dari beberapa kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Materi mengenai “Pendekatan Pengabdian Masyarakat Berbasis ABCD (Asset-Based Community Development)” disampaikan oleh Drs. Agus Afandi, Kepala Pusat PkM UIN Sunan Ampel Surabaya. Materi “Pemetaan dan Teknik Identifikasi Aset dalam Pendekatan ABCD” disampaikan Dr. Muhammad Muntahibun Nafis, Kepala Pusat PkM UIN SATU Tulungagung. Pada sesi pasca Dhuhur, materi tentang “Mengembangkan Desain Desa Inovatif: Mengidentifikasi Masalah, Menyusun Desain dan Roadmap” dijelaskan Fery Diantoro, M.Pd.I., Kepala Pusat PkM IAIN Ponorogo. Mahasiswa juga dibekali dengan “Bentuk Kegiatan Inovatif dan Kreatif” yang dibahas oleh Dr. M. Liwa Irrubai, Kepala Pusat PkM UIN Mataram. Materi terakhir disampaikan oleh Dr. Zainal Anshori, Kepala Pusat PkM UIN KHAS Jember, yang membahas mengenai “Perubahan yang Diharapkan dari Program KKN secara Berkelanjutan”.
170 peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel ini nantinya akan diberangkatkan serentak pasca seremonial pada, Jumat (7/7). Rencananya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. akan meresmikan mulainya KKN ini secara langsung di depan Gedung Rektorat. Selanjutnya, para peserta akan diantarkan menuju Kantor Kecamatan Dau. Di sana, para kepala desa dan dusun akan menyambut para mahasiswa dari 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (UIN Malang, UIN Surabaya, UIN Tulungagung, UIN Jember, UIN Mataram, UIN Samarinda, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo, dan IAIN Madura). (nd)
UIN MALANG-Tentu bukan hal mudah untuk tinggal di lingkungan baru bagi mahasiswa peserta Program Pengabdian Masyarakat. Dalam Pembekalan Peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., berbagi mengenai peluang dan tantangan saat melakukan program pengabdian, Kamis (6/7). Hambatan utama sebelum pelaksanaan pengabdian masyarakat tentu berkaitan dengan perizinan. Baik itu perizinan dari kampus sebagai pemilik mahasiswa peserta KKN, maupun perizinan pejabat masyarakat yang menjadi tujuan KKN. Tentu saja hal ini merupakan persoalan teknis yang hanya dapat diselesaikan antara pihak yang berkepentingan, yakni pihak universitas dan pejabat di masyarakat.
Selanjutnya, masih kata Prof. Agus, akan muncul tantangan-tantangan lain di pihak peserta KKN, mahasiswa. Saat tiba di lingkungan baru, persoalan yang muncul ialah apakah para mahasiswa dapat membiasakan diri dengan masyarakat yang asing bagi mereka. Hal ini menjadi salah satu isu utama di awal pelaksanaan KKN. karenanya, Prof. Agus menuturkan, “Harus ada pembiasaan di diri mahasiswa terhadap perbedaan cara dan gaya hidup.” Mahasiswa sebagai tamu, tidak boleh bersikap seenaknya sendiri tanpa mempertimbangkan norma-norma di masyarakat setempat. Oleh karena itu, Ketua LP2M memberikan solusinya. Ia ingin agar mahasiswa sebagai peserta KKN mencoba mencintai tempat tinggal baru mereka. “Jadikan tempat KKN itu sebagai bagian dari hidup kalian,” imbuh mantan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan ini. Terkait budaya baru yang akan ditemui di masyarakat tempat KKN, ia ingin agar mahasiswa tidak menerima mentah-mentah. “Saring budaya baru yang kalian temui, tentunya tetap memperhatikan toleransi,” pesannya. Saat meresmikan program pembekalan ini, Prof. Agus juga menjelaskan beberapa skema KKN yang diimplementasikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selain KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel, kolaborasi lain yang dilakukan antara lain ialah KKN MBKM, KKN Internasional, dan KKN Nusantara Moderasi Beragama.
Menurut informasi dari Kepala Pusat Studi Pengabdian Masyarakat, Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd. Tahun ini, mahasiswa UIN Malang juga berkesempatan mengikuti KKN Nusantara Moderasi Beragama. Tahun ini, ada dua lokasi tujuan skema KKN tersebut, yakni Parepare, Propinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Halmahera Barat di Propinsi Maluku Utara. Sementara itu, untuk KKN Internasional, tahun ini UIN Malang memberangkatkan mahasiswa ke Mesir dan Thailand. (nd)
UIN MALANG-Salah satu skema KKN yang diimplementasikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali dilaksanakan sambil mengisi liburan semester genap Tahun Akademik 2022-2023. Skema kali ini yang dilakukan ialah KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel yang merupakan program kolaborasi sembilan PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) di Indonesia. Kesembilan kampus Islam ini dulunya merupakan cabang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya yang kemudian pada tahun 1997 menjadi kampus mandiri sesuai amanah pemerintah pusat. Kepala Pusat Studi Pengabdian Masyarakat, Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd. menyatakan, sejarah adanya KKN Persemakmuran ini dimulai pada lima tahun lalu. Saat berkumpul dalam forum bersama, kesembilan kampus sepakat untuk melakukan kegiatan kolaborasi, baik itu di bidang penelitian maupun pengabdian masyarakat. “Saat itu kami berpikir, kita ini satu darah. Pasti punya ikatan emosional. Di situlah kami berpikir apa yang bisa dilakukan bersama agar ikatan ini tetap kuat,” jelas Syaiful. Maka, muncullah ide-ide. Salah satunya ialah skema KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel yang sudah dilakukan sekian kalinya. UIN Malang pun menjadi host tahun 2023 ini. Untuk mengawali rangkaian KKN ini, seluruh peserta mengikuti Pembekalan KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel di Aula Gedung Rektorat lt.5 UIN Malang, Kamis (6/7).
Syaiful melanjutkan, tujuan utama KKN Persemakmuran ini ialah kesembilan PTKI dapat bekerja sama untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat. “Sesuai keilmuan yang kita kuasai, kita berbagi informasi dan ilmu kepada masyarakat setempat,” imbuhnya. Tak hanya itu, karena peserta KKN berasal dari perguruan tinggi Islam, maka ada tugas membangun rohani di masyarakat. Pada sambutan pembukanya. Dr. Syaiful Mustofa juga melaporkan jumlah peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel. Sebagai host, UIN Malang mengikutkan 110 mahasiswa-mahasiswi dalam skema KKN kali ini. Sementara 60 peserta lainnya berasal dari delapan PTKI Persemakmuran, yakni UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, UIN Mataram, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo, dan IAIN Madura. Seluruh peserta akan mengabdi di area Kecamatan Dau, Malang selama sebulan yang akan dimulai pada 7 Juli. (nd)
HUMAS UIN MALANG-Hari ini rabu (5/7/2023) Peserta Western Australia and East Java Universities Consortium (WAEJUC) 2023 tengah merasakan pengalaman yang berbeda di UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang). Acara kolaboratif ini memberikan kesempatan luar biasa kepada para peserta untuk terlibat dalam tradisi-tradisi yang ada di Jawa Timur. Mewakili rector yang berhalangan hadir, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Isroqunnajah, M.Ag., secara resmi membuka acara ini. Dalam sambutannya, Dr. Isroqunnajah menyampaikan bahwa program WAEJUC ini sangat baik dan begitu mengesankan dan memberikan banyak manfaat. “Para peserta dari Western Australia dan Jawa Timur terlibat dalam berbagai kegiatan yang memungkinkan mereka menyelami warisan budaya yang kaya di daerah ini,” paparnya. Pertama-tama, kata dia, peserta menikmati berbagai hidangan kuliner tradisional yang lezat, memanjakan lidah dengan cita rasa unik dan keahlian kuliner lokal. Mulai dari hidangan gurih hingga makanan manis, para peserta disuguhkan perjalanan gastronomi yang memikat. Lalu diteruskan pengenalan budaya mulai dari tari topeng malangan. Para peserta terpesona oleh pertunjukan tari topeng yang memukau. Tarian topeng tradisional, yang terkenal dengan gerakan-gerakan rumit dan cerita yang dihadirkannya, menampilkan bakat dan keanggunan para penari lokal. “Iya para peserta terpesona oleh gerakan-gerakan ekspresif dan gestur simbolis yang membuat cerita hidup,” ujar beliau.
Momen lain yang menjadi sorotan adalah sesi praktik membuat batik tote bag. Peserta memiliki kesempatan untuk belajar seni batik, kerajinan tekstil tradisional Indonesia, dan membuat desain unik mereka sendiri pada tas tote. “Dipandu oleh instruktur yang terampil, mereka menemukan proses rumit pengaplikasian lilin dan pewarna pada kain, menghasilkan pola dan desain yang menakjubkan,” bebernya. Selain itu, kata dia, para peserta meresapi melodi-melodi memukau dari gamelan, ansambel musik tradisional Indonesia. Mereka aktif berpartisipasi dalam pertunjukan lagu tradisional yang diiringi oleh suara-suara ritmis dari gamelan. Melodi harmonis dan makna budaya dari musik tersebut menyentuh peserta, memupuk apresiasi yang lebih dalam terhadap tradisi Indonesia. Ketika acara ini berakhir, Dr. Isroqunnajah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para peserta atas keterlibatan aktif dan minat tulus mereka dalam program budaya di UIN Malang. Upaya konsorsium ini untuk mempromosikan pemahaman lintas budaya dan mendorong kerja sama akademik antara Western Australia dan Jawa Timur tanpa diragukan lagi ditingkatkan melalui pengalaman yang mendalam ini. Dengan perpaduan unik antara hidangan kuliner lezat, pertunjukan yang memikat, ekspresi seni, dan harmoni musik, para penjelajah WAEJUC 2023 merasakan hari yang memuaskan dan memperkaya budaya di UIN Maulana Malik Ibrahim. Saat mereka melanjutkan perjalanan pendidikan mereka, pengalaman-pengalaman seperti ini akan meninggalkan kesan yang abadi. “Semoga para peserta WAEJUC bisa memupuk apresiasi yang lebih dalam terhadap budaya dan tradisi local di Indonesia yang beragam ini,” tutupnya.
HUMAS UIN MALANG-Surakarta, 3 Juli 2023 - Pondok Pesantren Al Mu'ayyad Mangkuyudan Surakarta menerima kunjungan dari rombongan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim serta memperluas pengetahuan mengenai pendidikan Al-Qur'an di lingkungan pesantren. Kunjungan dimulai pada pukul 09.00 ketika rombongan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tiba di pesantren. Mereka disambut oleh HM. Faisol Rozak, S.Ag, sebagai ketua pengurus pesantren. HM. Faisol Rozak memberikan pengarahan dan sejarah berdirinya Pesantren selama kunjungan. Rombongan terdiri dari Ketua Hai'ah Tahfizh Al-Qur'an (HTQ), Drs. Abdulloh Zainur Rauf, M.HI, Sekretaris, serta para pembina HTQ, dan pengurus Ma'had Al-Jami'ah. Al Mu'ayyad dipilih sebagai destinasi kunjungan karena pesantren ini memiliki sejarah panjang dan reputasi yang kuat dalam pendidikan Al Qur'an. Hal ini sesuai dengan fokus kegiatan HTQ yaitu menghafal dan mempelajari Al Qur'an secara mendalam. Pesantren Al Mu'ayyad Mangkuyudan Surakarta dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mengutamakan pengajaran dan pembelajaran Al Qur'an dengan metode yang terstruktur dan mendalam. Dalam sambutannya, Ustadz Faisol menekankan pentingnya menjaga mutu dan kualitas dalam menghafal Al Qur'an, meskipun proses ini membutuhkan waktu yang lama. Ia menjelaskan betapa pentingnya kualitas dalam menghafal ayat-ayat suci Al Qur'an sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Selama kunjungan, rombongan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga diberikan penjelasan tentang tahapan santri dalam menghafal Al-Qur'an sampai tuntas. Hal ini memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai sistem pendidikan di pondok pesantren dan dapat menjadi bahan untuk peningkatan kualitas sistem pendidikan Tahfizh di HTQ. Acara kunjungan ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai tanda terima kasih dari rombongan UIN Malang kepada pengelola pesantren. Setelah itu, dilakukan sesi foto bersama di depan Pondok sebagai kenang-kenangan atas kegiatan tersebut. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Pondok Pesantren Al Mu'ayyad Mangkuyudan Surakarta dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta membuka peluang kerjasama yang bermanfaat di bidang pendidikan Al-Qur'an. Diharapkan juga kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim untuk lebih memahami dan mengapresiasi peran pondok pesantren dalam pembentukan karakter dan spiritualitas Muslim. (Zil)
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang menggelar acara pembekalan bagi mahasiswa Program Kegiatan Lapangan (PKL) semester 6. Kegiatan ini diadakan khusus untuk mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Sastra Inggris guna memberikan pandangan dan pengetahuan tentang dunia kerja serta etika yang baik dalam pelaksanaan PKL. Seni (3/7/3023). Acara pembekalan ini berlangsung di Fakultas Humaniora lantai 3 dengan dua tempat yang berbeda. Mahasiswa BSA berkumpul di Home Theater, sementara mahasiswa Sastra Inggris berkumpul di Auditorium. Pembukaan acara dilakukan pada pukul 8 pagi oleh Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol Fatawi, M.Ag untuk mahasiswa BSA, dan Imam Wahyudi dari Balai Pusat Latihan Perhotelan (BPLP) Brawijaya untuk mahasiswa Sastra Inggris. Dalam sambutannya, Dr. Faisol Fatawi menekankan pentingnya etos kerja dalam dunia kerja. Beliau berpendapat bahwa sikap dan perilaku yang baik sangat dibutuhkan dalam membangun kepribadian mahasiswa untuk masa depannya. Etika kerja ini menjadi faktor penentu yang akan membantu mahasiswa memperluas relasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan instansi yang menjadi tempat PKL mereka. "Keterampilan teknis saja tidaklah cukup, soft skill juga diperlukan. Sebagai contoh, satu orang yang memiliki kualitas yang baik dapat mengalahkan sepuluh orang dengan kualitas rendah. Oleh karena itu, kita harus mengutamakan kualitas," ujar Dr. Faisol Fatawi kepada mahasiswa BSA. Pembekalan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang dunia kerja kepada mahasiswa PKL Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang. Dengan memperkuat sikap dan etika kerja, diharapkan mahasiswa dapat menghadapi tantangan yang ada di dunia kerja dengan lebih baik dan sukses dalam pelaksanaan PKL mereka di beberapa minggu mendatang.