Sayyidaturrohimah, Wisudawati peraih IPK 3,97 (Cumlaude). Foto : dok FITK
HUMAS UIN MALANG- UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Wisuda Periode III tahun 2023 pada hari Selasa (27/6/2023) yang bertempat di Gedung Student Centre (SC) Kampus 1 UIN Malang. Sebanyak 800 mahasiswa diwisuda, terdiri dari mahasiswa Program Sarjana (S1) sejumlah 549 wisudawan (69%), Program Profesi sejumlah 27 wisudawan (3%), Program Magister (S2) sejumlah 190 wisudawan (24%) dan Program Doktor (S3) sejumlah 34 wisudawan (4%).
Di antara ratusan wisudawan-wisudawati dan tamu undangan dengan raut wajah bahagia di hari itu, terdapat salah seorang wisudawati yang paling berbahagia. Ya, Sayyidaturrohimah, mahasiswi S-1 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Betapa tidak, Say, Panggilan Akrab Sayyidaturrohimah, meraih IPK tertinggi di prodi maupun fakultasnya, bahkan di lingkup kampus ia menduduki urutan pertama sebagai mahasiswa dengan gelar Cumlaude unggul dari ratusan mahasiswa sarjana lainnya, dengan jumlah IPK 3,97 dan masa tempuh kurang dari empat tahun.
Meraih IPK tinggi, ia mengungkapkan perasaannya dan menceritakan kepada Humas FITK tentang sedikit perjalanannya dalam menuntaskan masa studi di FITK UIN Maliki Malang.
“Bahagia sekaligus bangga tentunya, setelah kurang lebih 4 tahun saya berjuang di prodi yang menurut saya tidak mudah, akhirnya saya mampu mencapai predikat cumlaude yang saya yakin menjadi incaran hampir seluruh mahasiswa,” cetusnya.
Meski IPK hanya sebuah angka, tetapi Say berpesan kepada teman-teman seperjuangan agar bersungguh-sungguh dalam berproses di masa studi (kuliah, red).
“Memang IPK cuma angka, tapi dari sini kita belajar bahwa segala sesuatu yang dengan sungguh-sungguh memperjuangkan baik secara material maupun spiritual, pasti akan membawa hasil yang membahagiakan dan patut untuk dibanggakan.” Imbuhnya.
Lebih-lebih, Say memberikan tips sekaligus berpesan kepada teman seperjuangan bahwa dalam kuliah adalah harus tekun dengan penuh inisiatif ketika belajar dan tidak hanya sekedar mengerjakan tugas. Akan tetapi perlu memahami lagi materi yang sudah diajarkan serta pandai dalam mengatur waktu diri sendiri.
“Dimulai dari hal kecil saja, nugas dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya asal mengerjakan yang penting selesai lalu dikumpulkan. Kalau ada materi yang kurang paham, ditanyakan lalu diulangi sampai paham. Tugas itu diberikan untuk mematangkan apa yang sudah disampaikan kepada mahasiswa. Namanya kuliah pasti susah, kalau nggak susah kita nggak akan paham makna perjuangan. Dan yang terpenting jangan membiasakan menunda waktu, baiknya kita lebih bijak dalam memanage waktu” Ungkap gadis asal Ponorogo itu.
Dalam prestasinya ini, Say termotivasi dengan orang tuanya yang membuatnya tergerak untuk sedikit lebih bersusah payah demi yang terbaik untuk mereka (kedua orang tuanya, red).
“Motivasi pertama saya tentu saja orang tua. Walaupun orang tua saya bukan tipe orang tua yang menuntut lebih kepada anaknya, tapi justru itu yang membuat saya terpacu untuk mampu memberikan segala yang terbaik untuk mereka.” Ujarnya.
Bahkan, Dekan FITK UIN Malang, Nur Ali beserta jajarannya mengapresiasi prestasi Sayyidaturrohimah dan berharap agar prestasi ini dapat ditiru oleh teman-teman yang lain agar saling menginspirasi untuk sesama.
"Ya, kami sangat bangga dan mengapresiasi prestasi itu (Cumlaude, red). Semoga, prestasi ananda dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi mahasiswa yang lain, agar budaya akademik kita yang baik tetap terjaga dan menjadi sebuah tradisi sehat di lingkungan FITK maupun UIN Malang program-program kegiatan lainnya," ujar Nur Ali.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan acara pembukaan kegiatan "Penguatan Kompetensi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Penerima Beasiswa Tahun 2023" dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan prestasi mahasiswa, khususnya mahasiswa penerima beasiswa. Acara ini diselenggarakan di Ruang Auditorium Utara Lt. 4, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (26/06/2023).
Pembukaan kegiatan ini dihadiri Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag, Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Barnoto M.Pd.I, 2 narasumber, serta para mahasiswa penerima beasiswa dari UIN Malang.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, M. Zainuddin, MA, berharap mahasiswa yang menerima beasiswa dapat lulus tepat waktu dan mampu tampil sebagai mahasiswa yang elegan dan unggul, sejajar dengan mahasiswa dari kampus lain. Mahasiswa penerima beasiswa juga diharapkan dapat berkontribusi dalam memajukan UIN Malang menjadi universitas kelas dunia. "Prestasi mahasiswa akan membawa kampus ini menuju cita-citanya yaitu unggul berputasi internasional," jelasnya.
Rektor juga menyampaikan komitmen UIN Malang dalam memenuhi syarat-syarat untuk menjadi universitas kelas dunia, salah satunya dengan meningkatkan peran dosen dan interaksi dengan masyarakat melalui program tridharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. "Selain itu, UIN Maliki Malang juga terus memperluas kerjasamanya dengan kampus dalam negeri mapun luar negeri," bebernya.
Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Barnoto M.Pd.I, menyampaikan data mengenai jumlah mahasiswa UIN yang menerima beasiswa. Beliau memaparkan terkait data penerima beasiswa di UIN Malang mulai dari Beasiswa Tahfiz berjumlah yang diberikan kepada 146 mahasiswa, beasiswa prestasi berjumlah 126 mahasiswa di tahun 2022, KIP-Kuliah 1.163 mahasiswa.
Selain itu ada juga beasiswa dari luar yaitu beasiswa santri berprestasi ada 40 mahasiswa, beasiswa PLN 70 mahasiswa, beasiswa bangkit 35 mahasiswa, Beasiswa BAZNAS 26 mahasiswa, BRI 23 mahasiswa, dan masih ada beberapa beasiswa yang lainnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag mengingatkan para mahasiswa agar menjaga Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mereka selama perkuliahan guna mempertahankan beasiswa. Seluruh penerima beasiswa juga diharapkan untuk aktif bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk meningkatkan kemampuan soft skill mereka. "Sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan reputasi kampus ini," paparnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber. Pemaparan pertama mengenai "Optimalisasi Kompetensi Mahasiswa Penerima Beasiswa Terhadap Universitas" disampaikan oleh Dr. Endah Kurniawati Purwaningtyas, M.Psi, yang merupakan wakil dekan bidang kemahasiswaan dan kerjasama fakultas psikologi UIN Malang sekaligus dosen di fakultas tersebut. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya pengenalan diri dan pengembangan skill yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini. Beberapa skill yang disoroti antara lain kemampuan berpikir analitis, kemandirian, pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, penguasaan teknologi, dan kemampuan merancang teknologi. Para mahasiswa juga diajak untuk bijak dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan kompetensi mereka.
Pemaparan materi kedua mengenai "Penguatan Kompetensi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Penerima Beasiswa" disampaikan oleh Nasruloh Hadis, S.Pd., ACP, selaku Manager Digital dan training IBLU Academy-Microsoft Partner & Reseller. Beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi selama masa kuliah dan keberlanjutan belajar di era perkembangan teknologi yang pesat. Beliau juga memberikan praktik kepada mahasiswa dalam cara membuat akun website blog pribadi melalui platform Blogger.
Acara ditutup dengan foto bersama antara Rektor UIN Malang, staf, dan para mahasiswa penerima beasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa UIN Malang, terutama dalam bidang karya tulis ilmiah, sehingga mampu meraih prestasi akademik yang lebih tinggi.
UIN MALANG-Selain mendidik, tugas utama perguruan tinggi ialah membekali mahasiswa untuk siap terjun di dunia kerja ataupun masyarakat luas. Berbicara tentang dunia kerja, perkembangan selalu saja terjadi setiap tahunnya mengikuti tren atau zaman. Sebagai staf ahli Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hindun Anisa berbagi mengenai tantangan dan peluang lulusan PTKIN pada gelaran Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Periode ke-3 Tahun 2023 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Gedung Sport Center, Selasa (27/6). Ia menuturkan, pekerjaan di masa depan akan bergantung pada beberapa perubahan. Revolusi teknologi disinyalir menjadi salah satu faktor penyebabnya. Faktor ini merubah tatanan sistem yang dulunya manual menjadi digital. Tak hanya itu, karena revolusi tersebut, penggunaan perangkat berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) meningkat yang berakibat pada berkurangnya peluang kerja bagi manusia. Selanjutnya, masih kata Hindun, ada yang dinamakan revolusi keahlian. Hal ini berbanding lurus dengan perubahan teknologi. Revolusi keahlian menimbulkan mix dan match bersifat horizontal dan vertikal. “Vertikal berarti pekerjaan yang biasanya dilakukan lulusan SMA, dikerjakan oleh mereka dengan gelar sarjana. Sedangkan horizontal berarti pekerjaan yang dilakukan seseorang tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” jelasnya. Faktor perubahan lainnya ialah ada di selera generasi saat ini. “Generasi muda sekarang lebih menyukai hubungan ketenagakerjaan yang fleksibel dan tidak mengekang,” tutur Hindun. Dengan zaman yang makin berkembang, tentu saja akan banyak pekerjaan yang hilang. Namun, sebagai gantinya, banyak juga pekerjaan yang bermunculan. Beberapa pekerjaan kekinian yang disebutkan Hindun ialah Analis Data, Spesialis Artificial Intelligence (AI), Ahli Big Data, dan pekerjaan lainnya yang berhubungan erat dengan sistem digital. (nd)
UIN MALANG-Suasana haru penuhi Gedung Sport Center, tempat perhelatan Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Periode ke-3 Tahun 2023, Selasa (27/6). Dalam laporan akademik di rangkaian pembuka acara wisuda, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. mengumumkan kabar sedih. Tiga mahasiswa dan mahasiswi kampus Ulul Albab telah berpulang ke rahmatullah sebelum sempat merayakan kelulusan bersama teman-teman sebayanya. Dua di antaranya ialah wisudawati Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Humaniora bernama Karisatul Arisah asal Kabupaten Sumenep dan Umi Mahfudzoh asal Kabupaten Malang; serta satu wisudawan Jurusan Tadris Matematika asal Kediri, M. Fajrul Falah. Untuk menghargai dan mengenang ketiga almarhum/ah, seluruh peserta wisuda menundukkan kepala dan berdoa bersama sebelum prosesi kelulusan dilanjutkan. Sementara itu, orang tua/wali ketiga almarhum/ah secara khusus diundang oleh pihak kampus untuk menerima Ijazah dan Transkrip nilai. (nd)
UIN MALANG-Mengakhiri semester genap Tahun Akademik 2022-2023, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Periode ke-3 Tahun 2023, Selasa (27/6). Seperti periode sebelumnya, 800 wisudawan mengikuti perhelatan ini didampingi orang tua atau walinya masing-masing. Menurut data dari Bagian Akademik universitas, sebanyak 69% wisudawan program sarjana periode ini meraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) berpredikat Cumlaude. Dalam laporan akademiknya, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. menyampaikan sebanyak 549 peserta wisuda adalah dari program sarjana. Peserta wisudawan program magister dan doktor masing-masing berjumlah 190 dan 34. Selain itu, UIN Malang juga meluluskan 37 wisudawan Program Profesi pada Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Periode ke-3 Tahun 2023.
Prof. Umi juga merinci wisudawan di setiap fakultas. Wisudawan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebanyak 121, Fakultas Syariah 119 wisudawan, Fakultas Humaniora 56 wisudawan, Fakultas Psikologi 79, Fakultas Ekonomi 122 wisudawan, Fakultas Sains dan Teknologi 21 wisudawan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 82 wisudawan, serta Program Pascasarjana meluluskan sebanyak 200 wisudawan. Sementara itu, wisudawan terbaik di setiap jenjang program juga diumumkan oleh wakil rektor bidang akademik. Di jenjang Program Sarjana, gelar lulusan terbaik diraih oleh mahasiswi asal Ponorogo bernama Sayyidaturrohimah, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab dengan IPK 3,97. Di jenjang Program Magister, diraih oleh Bagus Novianto Jurusan Pendidikan Agama Islam dengan IPK 4,00. Sementara itu, peraih gelar wisudawan Program Doktor terbaik ialah Ichinia Angger Rowin Jurusan Pendidikan Bahasa Arab dengan IPK sempurna 4,00. (nd)
HUMAS UIN MALANG - Pusat Studi Gender dan Anak di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan seminar dengan tema "Gender dan Tantangan Ketenagakerjaan" pada tanggal 26 Juni 2023. Seminar ini bertujuan untuk menyoroti permasalahan yang dihadapi perempuan dalam dunia kerja. Dalam acara tersebut, Hj. Hindun Anisah Wasekjend DPP PKB, yang merupakan salah satu staff ahli dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, hadir dan memberikan pandangannya terkait masalah ini. Hj. Hindun menyampaikan bahwa tantangan bagi perempuan tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan, tetapi juga di dunia kerja, khususnya di Kementerian Ketenagakerjaan sendiri. Ia menekankan bahwa perempuan masih menghadapi berbagai kesulitan dalam mencapai posisi manajemen atas di Kementerian tersebut. Meskipun jumlah tenaga kerja perempuan secara keseluruhan lebih banyak, namun terdapat ketimpangan jumlah perempuan di tingkat manajemen yang lebih tinggi. Sebaliknya, lebih banyak perempuan yang bekerja di pekerjaan dengan tingkat rendah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa tingkat partisipasi tenaga kerja masih didominasi oleh laki-laki. Meskipun banyak perempuan memiliki pendidikan tinggi, termasuk lulusan program sarjana, partisipasi perempuan dalam dunia kerja masih relatif rendah. Banyak perempuan yang memilih untuk tidak bekerja atau masih berstatus pelajar, karena mereka terlibat dalam tugas mengurus rumah tangga atau membantu keluarga. Akses perempuan terhadap pendidikan juga masih terbatas dibandingkan dengan laki-laki. Mayoritas pekerja adalah lulusan SMP ke bawah, terutama di sektor informal. Pekerja migran juga cenderung memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah. Meskipun terdapat peningkatan jumlah perempuan dengan pendidikan diploma dan sarjana, persentase mereka masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Dalam seminar tersebut, Hj. Hindun Anisah Wasekjend menekankan pentingnya memberikan perhatian terhadap tantangan dan kesenjangan ketenagakerjaan yang dihadapi oleh perempuan. Ia mendorong perlunya perluasan akses dan peluang kerja yang setara bagi perempuan di masa depan. Dengan mengatasi berbagai hambatan dan mendorong pemberdayaan perempuan, diharapkan dapat tercipta lingkungan kerja yang inklusif dan setara bagi semua gender. Pusat Studi Gender dan Anak UIN Malang berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan yang mempromosikan kesetaraan gender dan mengatasi diskriminasi dalam dunia kerja. Mereka berharap agar para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, dapat bekerja sama dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan merata bagi perempuan, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini menghelat kegiatan Workshop Evaluasi 9 Model MBKM dan Pengembangan Learning Management System (LMS) yang dilaksanakan di aula gedung Rektorat lt.5 yang dijadwalkana akan berlangsung selama dua hari Senin-Selasa (26-27/6/2023).
Kegiatan workshop MBKM ini menghadirkan dua pemateri utama yaitu Dr. Rusna Resnawati, MP dari UNPAD Jatinangor dan Nanang Zubaidi, S.S., MA., P.hD dari Universitas Negeri Malang.
Acara diawali dengan khidmat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan penting. Sambutan pertama diberikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran semua peserta dan pentingnya evaluasi model MBKM dalam meningkatkan kualitas pendidikan di universitas.
Selanjutnya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA memberikan pengarahan dan membuka acara tersebut dengan harapan agar evaluasi dan pengembangan MBKM dapat membawa perubahan positif dalam penyelenggaraan program MKM di perguruan tinggi.
UIN Malang sudah melaksanakan best practice MBKM di masing masing fakultas hal ini sesuai dengan rencana program jangka menengah pemerintah bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat penggerak MBKM dan moderasi beragama. "Alhamdulillah beberapa hari yang lalu ada pertemuan para rektor PTN dan PTKIN di Jakarta dan para rektor diminta untuk mengirimkan pengalamannya dalam menerapkan MBKM dan yang mengirimkan hanya UIN Malang dan UIN Jakarta saja," ceritanya.
Upaya ini, tambah dia, tidak lain untuk menjadikan kampus ini unggul dan bereputasi internasional. Hal ini UIN Maliki Malang sudah menyiapkan diri sejak 2 tahun lalu dan proses rekognisi internasional ini ditargetkan sampai dengan 2025. "Alhamdulillah saat ini UIN Malang sudah menjadi kampus bereputasi internasional, peminat mahasiswa asing yang kuliah di kampus ini juga terus bertambah dan terbanyak di antara PTN atau PTKIN di Indonesia," paparnya.
Dalam acara tersebut, Dr. Risna Resnawati, MP, sebagai narasumber utama, memaparkan materi mengenai pelaksanaan program MBKM di perguruan tinggi. Dr. Risna menjelaskan tentang pedoman implementasi MBKM yang telah mengalami beberapa perubahan. Pedoman tersebut mencakup poin-poin penting seperti identifikasi mitra, verifikasi kelayakan mitra dan program, penanganan mahasiswa yang gagal atau mengundurkan diri, penghentian program yang sedang berjalan, pendaftaran mahasiswa, penempatan mahasiswa, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi, pelaporan pelaksanaan program, konversi atau penyetaraan sks, serta penilaian atau penyetaraan nilai.
Selain membahas pedoman tersebut, Dr. Risna juga menyampaikan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah mengadakan Festival Kampus Merdeka setiap semester sejak Januari 2021. "Pada Juli 2021, universitas ini meluncurkan Festival Kampus Merdeka 2.0 yang bertujuan mencari mitra industri seperti Danone, Lazada, Tanihub, dan Paragon," ungkapnya.
Dalam acara ini juga diungkapkan bahwa pengakuan terhadap kegiatan mahasiswa memiliki beberapa bentuk, yaitu bentuk terstruktur, bebas, dan kombinasi. Kegiatan terstruktur adalah kegiatan di luar studi yang diakui sesuai dengan struktur kurikulum yang ditempuh. Bentuk pengakuan bebas adalah kegiatan MBKM atau di luar program studi yang dikonversi menjadi mata kuliah enrichment course yang disediakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas ini menyediakan 33 mata kuliah enrichment course. "Bentuk pengakuan kombinasi adalah kegiatan di luar program studi yang dikonversi dengan kurikulum yang ditempuh oleh mahasiswa dan mata kuliah enrichment course," paparnya.
Dr. Risna menambahkan, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan hak belajar di luar program studi selama 3 semester dengan tujuan meningkatkan kompetensi lulusan dalam soft skills dan hard skills agar siap dengan kebutuhan zaman. "Program experiential learning juga disediakan untuk memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensi sesuai dengan passion mereka," ungkapnya.
Acara evaluasi sembilan model MBKM dan pengembangan LMS MBKM ini diharapkan memberikan masukan berharga dalam pengembangan program MBKM di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan keahlian mahasiswa.
HUMAS UIN MALANG- Sidang pleno dan paripurna yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang telah berhasil menghasilkan sejumlah rekomendasi dari masing-masing komisi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pertimbangan kebijakan dan regulasi guna memajukan kampus dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Minggu (25/6/2023).
Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag, mengucapkan terima kasih atas keseriusan semua pihak yang terlibat dalam memproses regulasi dan pedoman serta menindaklanjuti permasalahan Dumas (pengaduan masyarakat) yang telah disampaikan. Ia berharap agar segala upaya yang dilakukan selalu mendapatkan ridho dari Allah SWT.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dedikasi semua pihak yang telah memberikan sumbangsih pemikiran dalam menyelesaikan berbagai masalah, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya identifikasi yang baik terhadap semua persoalan tersebut melalui koordinasi yang baik. Hal ini diharapkan dapat membantu kepemimpinan selanjutnya agar kampus ini dapat berkembang menuju reputasi internasional yang diinginkan. "Tekad saya adalah untuk menertibkan segala sesuatu yang belum tertib." ujarnya.
Salah satu contoh persoalan yang diangkat dalam sidang tersebut adalah mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP), yang sering kali menjadi pertanyaan dari Irjen (Inspektorat Jenderal) dan salah satu fokus upaya yang dilakukan oleh anggota senat adalah membuat produk dari regulasi yang telah ada. "Diharapkan dengan adanya langkah-langkah ini, kampus UIN Maliki Malang dapat semakin tertata dengan baik," harapnya.
Dengan penutupan sidang pleno dan paripurna ini, UIN Maliki Malang mengambil langkah konkret dalam meningkatkan kualitas dan reputasinya. Diharapkan, rekomendasi yang dihasilkan dari sidang ini akan diimplementasikan secara efektif untuk mengatasi berbagai permasalahan dan mendorong pertumbuhan yang lebih baik bagi kampus ini ke depannya.
Catatan Redaksi:
Dumas (pengaduan masyarakat) - istilah yang merujuk pada masalah atau keluhan yang diajukan oleh masyarakat terkait dengan kinerja pemerintah atau lembaga lainnya.
HUMAS UIN MALANG- Perumusan Kebijakan Komisi A Bidang Pendidikan, Pengajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan Pembahasan dan Pemberian Pertimbangan Naskah Pedoman Penyelenggaraan Beasiswa International Students Scholarship mendapat perhatian khusus dalam sidang komisi yang digelar pada Minggu (25/6/2023). Ketua, sekretaris, dan anggota Komisi A hadir dalam acara tersebut.
Sidang komisi yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd, menghasilkan beberapa rekomendasi penting. Salah satu rekomendasi tersebut adalah pentingnya memperhatikan unsur prestasi mahasiswa asing baik secara akademik maupun non-akademik sebagai syarat penerimaan beasiswa. Komisi juga menekankan hak dan kewajiban mahasiswa asing di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, termasuk kewajiban mereka untuk mengikuti program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) dan lulus ujian Bahasa Indonesia serta penulisan akademik yang berlaku di Indonesia.
Dalam perumusan kebijakan ini, Komisi A juga menyampaikan pentingnya mempertimbangkan anggaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam pemberian beasiswa kepada mahasiswa asing. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan reputasi internasional universitas dan menghindari penggunaan anggaran PNBP secara terus-menerus.
Selain itu, Komisi A juga merumuskan pedoman kode etik dan tata tertib mahasiswa dengan lima rekomendasi penting. Rekomendasi tersebut meliputi perbaikan penulisan ejaan tulisan yang ada, penekanan pada prestasi sebelum penghargaan dalam penulisan redaksi pada pasal 4 ayat 6, penataan urutan hak sebelum kewajiban, dan penambahan unsur mengenai menjaga etika akademik dalam pasal 5 kewajiban mahasiswa, seperti pencegahan plagiarisme dan peningkatan profesionalisme.
Dalam pembahasan Panduan Visiting Scholar/Professor, Komisi A juga menghasilkan beberapa rekomendasi penting. Rekomendasi tersebut meliputi penyusunan panduan untuk visiting scholar/professor yang datang dari dalam negeri dan luar negeri. Pemetaan negara-negara luar negeri akan disesuaikan dengan keilmuan dosen-dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pengelolaan anggaran tetap menjadi tanggung jawab Program Magister UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang akan dikelola secara proporsional berdasarkan kebutuhan masing-masing program studi. Komisi juga menekankan pentingnya melengkapi panduan ini dengan ketentuan-ketentuan yang diperlukan serta memastikan aksesnya tersedia untuk semua dosen secara transparan. Skema proses pendaftaran dan penilaian dosen untuk mengikuti program ini juga harus memenuhi standar kualitas output guna meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Individu (IKI) masing-masing dosen. Semua panduan ini didasarkan pada visi, misi, dan tujuan universitas.
Selain itu, anggota Komisi A juga memberikan pertimbangan penting terkait Naskah Akademik Pendirian Fakultas Ushuluddin/Dirasah Islamiyah. Usulan pengajuan Fakultas Ushuluddin disepakati sebagai bagian dari kelengkapan status Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dalam penilaian Kementerian Agama RI. Nama Fakultas yang disepakati adalah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUSDA). Komisi merekomendasikan penambahan penguatan pada naskah mengenai fokus pada nama baru ini (FUSDA) serta perbaikan penjelasan analisis SWOT yang lebih jelas dalam hal penempatan masing-masing bagian. Identifikasi kembali kekuatan-kekuatan dalam analisis SWOT juga menjadi bagian penting dari rekomendasi tersebut. Terakhir, Komisi A juga merekomendasikan penambahan program studi teknologi penyiaran Islam dalam Fakultas baru ini.
Demikianlah berita mengenai Perumusan Kebijakan Komisi A Bidang Pendidikan, Pengajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tentang Pembahasan dan Pemberian Pertimbangan Naskah Pedoman Penyelenggaraan Beasiswa International Students Scholarship serta berbagai rekomendasi penting yang dihasilkan dalam sidang komisi tersebut. "Semoga kebijakan ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan reputasi internasional Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang," pungkasnya.