(Sepenggal Cerita dari KBRI New Delhi)
(Sepenggal Cerita dari KBRI New Delhi)
Selamat Bang Terus jadi bintang Tetap berjuang Sampai penghabisan Realisasi ajaran Islam untuk kedamaian Aku teringat Berbincang cermat Tentang umat Perlu amanat Kendalikat daulat Abang saja Jadi pimpinanya Agar semua bisa Sampaikan keluh kesah Negeri penuh derita Seperti masih dijajah Bang Rhoma Aku usulkan anda Menjadi kepala negara Biar bisa paham makna Demokrasi untuk semua Selamat Bang Aku titipkan idea Negeri ramah sentosa Adil makmur dan berkah Semoga
(Tulisan 2)
(Tulisan 1)
Nyali punya
Pemimpin dunia
Berani berbeda
Baik dengan siapa
Tidak pernah menyerah
Anak pertama
Istiqomah
Jujur dan setia
Sangat wibawa
Cukup pemurah
Sering derma
Pemimpin agama
Anak kedua
Berusaha
Kemana-mana
Tiada lelah
Berteman mudah
Baik- baik saja
Ilmuwan dunia
Nobel di tangannya
Anak ketiga
Sangat percaya
Kekuatan jiwa
Sedikit manja
Perekam berita
Teguh dan bangga
Pada keluarga
Ahli agama
Orang ternama
Anak paling muda
Mereka istimewa
Pejuang bangsa
Pembela agama
Penolong teraniaya
Para pemuka
Rujukan semua
Selamat berbenah
Siapkan jiwa dan raga
Pulang
Membayar hutang
Dermawan tanpa hitungan
UIN Maliki Malang
Terimakasih
Telah memberi
Kesempatan berbakti
Mengajar kembali
Balas budi
Besarkan diri
Hingga berarti
Teringat lagi
Para guru sejati
Sebagian telah pergi
Menemui ilahi
Kini kembali
Pulang berbakti
UIN Maliki
Janji suci
Aku penuhi
Desingan suara
Memekakkan telinga
Kendaraan di jalan tengah
Saling kejar diantara
Bus satu dengan lainnya
Sungguh lelah
Perjalanan Jombang Surabaya
Usai dari Pascasarjana
Mengajar mahasiswa
Unhasy kampus utama
Aku mengabstraksi
Peristiwa yang terjadi
Saling kejar sampai
Tujuan yang dinanti
Dengan cara tak peduli
Celaka atau mati
Super bus representasi
Simbol kompetisi
Menjadi tradisi
Petanda pesaing sejati
Tanpa peduli
Kekuatan sebuah nilai
Menjadi indikasi
Keberhasilan dan teruji
Pemenang abadi
Tanpa melihat kanan dan kiri
Sukses tanpa beban lagi
Sketsa
Perjalanan manusia
Menuju cita
Apapun dilakukannya
Tanpa rasa
Asing di dada
Sudah menjadi biasa
Bangunan menawan
Penuh keindahan
Pohon dan rerumputan
Tumbuh dengan keserasian
Penuh kepatuhan
Aturan dijalankan
Tanpa pengecualianBurung merasa aman
Tanpa gangguan
Manusia dan syetan
Suara kerinduan
Selalu didengarkan
Nyanyian burung kutilang
Pagi dan menjelang malam
Bersahut-sautan
Menandakan kedamaian
Pengguni kampus IslamAdzan dikumandangkan
Serentak orang rebutan
Mencari jalan
Ke masjid dan pujian
Menanti jama'ah berdatangan
Dirikan solat dengan imamPerpustakaan buka sampai malam
Melayani kebutuhan
Mahasiswa dalam pencarian
Referensi untuk kutipan
Membuat tugas perkuliahanParkir rapi dengan keteraturan
Tidak sembarang diletakkan
Semua kendaraan
Di tempat yang ditentukan
Satpam sangat sopan
Senyum seperti para perawan
Menyapa dengan kata silakan
Apa perlu bantuanMasjid tempat ibadah
Harus terus dijaga
Dipelihara dengan ramah
Ditambah anggarannya
Agar tetap istikomah
Jalankan dakwahSemoga UIN Maliki bisa
Seperti dalam idea kita semua
Agar semua warga kampus merasa
Memiliki bersama lembaga yang indah
The year 2015 has left us and will never return back forever. For those who were successful in their business or career, 2015 was the year full of golden memories, and on the other hand for those who failed it was considered as a dark year. However, whatever is the memory in it, 2015 has gone and there is no need to discuss it further, except for those who will take the lesson learnt from it. When 2015 has left, a new year, that is 2016 has come. For Asean nations, 2016 is noted as the beginning year of Asean Economic Community, where the free market system among ten Asean countries is started. Through this system, people in all Asean countries will freely come and go to work or do business. Whether we like it or not, we cannot deny the fact that MEA will run because it is already approved as a commitment of all 10 Asean country leaders.