MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Layyinah Basri, S. Ag menaruh perhatian serius pada isu kesehatan perempuan. Peringatan HUT DWP ke-26 yang bertepatan dengan Hari Ibu ke-97 tahun ini ditandai dengan penyelenggaraan Seminar Kesehatan bertajuk “Breast Aware and Healthy”. Rabu, 10 Desember 2025. Seminar yang digelar di Home Theater Fakultas Humaniora itu menjadi ruang edukasi bersama tentang pentingnya kesadaran deteksi dini kesehatan payudara. Tema yang diusung, “Breast Aware and Healthy: Edukasi untuk Kesehatan Perempuan Indonesia”, diarahkan untuk membangun pemahaman yang benar mengenai risiko, pencegahan, hingga langkah mandiri menjaga kesehatan payudara.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah dr. Badariyatud Dini, Sp.BP.RE, dokter spesialis bedah plastik, rekonstruksi, dan estetik. Ia memaparkan secara komprehensif aspek medis kesehatan payudara serta pentingnya kewaspadaan sejak dini sebagai kunci utama pencegahan. Tidak hanya sebatas seminar, DWP juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan. Sebanyak 50 peserta pertama mendapat fasilitasi pengecekan gula darah, serta layanan SADANIS atau pemeriksaan payudara klinis yang dilakukan langsung oleh tenaga medis dari Klinik UMMI. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota DWP lintas unit, mulai dari DWP fakultas, DWP Pascasarjana, hingga PSGAD. Hadir pula para murabbiyah dan musyrifah Ma’had, serta perwakilan santri dari sejumlah pondok pesantren sekitar kampus, seperti Pondok Pesantren Luhur, Fatimiyyah, Azkiya, Sabilur Rosyad, Nurul Huda, dan Al Fadholi. Tingginya kasus kanker payudara di Indonesia menjadi latar penting penyelenggaraan seminar ini. DWP UIN Maliki Malang memandang literasi kesehatan sebagai fondasi utama dalam membentuk keluarga yang tangguh. Akses pengetahuan yang benar, konsultasi profesional, serta layanan pemeriksaan menjadi langkah nyata yang ditawarkan melalui agenda ini. Melalui peringatan Hari Ibu tahun ini, DWP juga menegaskan kembali peran strategis perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga. Sehat itu berantai. Dimulai dari satu orang perempuan yang sadar, dampaknya bisa sampai ke satu generasi.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Sebagai langkah konkret dalam menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), rombongan Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan kerja ke kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Senin pagi. Kunjungan ini bertujuan untuk mematangkan skema kerja sama strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Delegasi UIN Malang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Abdul Hamid, didampingi Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Agus Maimun, Wakil Direktur II Dr. Sutaman, serta Ketua Program Studi S3 Studi Islam Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif. Rombongan tiba di kantor PWNU Jawa Timur di kawasan Jemursari, Surabaya, pada pukul 11.08 WIB.
Kedatangan delegasi akademisi ini disambut hangat oleh jajaran petinggi PWNU Jawa Timur. Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menerima langsung rombongan tersebut bersama Sekretaris PWNU H. Muhammad Faqih dan Wakil Ketua PWNU Prof. Dr. H. Maskuri Bakri. Kehadiran para pimpinan inti ini menegaskan komitmen kuat PWNU dalam membangun kemitraan jangka panjang dengan UIN Maliki Malang.
Dalam sambutannya, Gus Kikin mengapresiasi langkah cepat UIN Maliki dalam merealisasikan butir-butir kerja sama. Ia menilai model pengelolaan Ma’had (pesantren kampus) yang diterapkan UIN Maliki memiliki relevansi tinggi bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Nahdliyin.
"UIN Maliki memiliki keunggulan integrasi antara pendidikan karakter pesantren dan tradisi akademik modern. Kami berharap ini dapat menjadi referensi untuk memperkuat tata kelola pendidikan dan pesantren di bawah naungan NU," ujar Gus Kikin.
Di bidang penelitian, kedua belah pihak sepakat untuk menggenjot kolaborasi riset dan publikasi ilmiah. Potensi ini didukung oleh keberadaan jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) yang telah terindeks Scopus, membuka peluang pertukaran peneliti dan penulisan artikel bersama guna meningkatkan reputasi akademik.
Sementara itu, pada aspek pengabdian masyarakat, UIN Maliki diundang untuk berpartisipasi dalam Kelompok Kerja (Pokja) Kehutanan Sosial. Hal ini menyusul diterimanya SK pengelolaan kawasan hutan seluas 100 hektar oleh PWNU, yang memerlukan pendampingan ilmiah dari berbagai disiplin ilmu untuk pengembangan ekonomi dan sosial berbasis komunitas.
Gus Kikin menekankan bahwa kolaborasi ini krusial untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan kualitas SDM NU. Menurutnya, perpaduan keilmuan pesantren dan modern diperlukan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berkarakter qana‘ah. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Ratusan mahasantri putra Ma’had Al-Jamiah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memadati gedung Islamic Tutorial Center (ITC) Kampus 3, Kamis, 4 Dsember 2025. Kehadiran ratusan mahasiswa ini bukan tanpa alasan, mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan strategis bertajuk penguatan moderasi beragama. Langkah ini merupakan bagian dari gerakan masif yang diinisiasi oleh Pusat Moderasi Beragama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang guna mencetak generasi intelektual muslim yang inklusif dan cinta damai demi menyongsong masa depan Indonesia.
Kegiatan ini menjadi sorotan penting di lingkungan kampus, mengingat posisi mahasiswa sebagai agen perubahan yang rentan terpapar ideologi transnasional maupun pemahaman keagamaan yang ekstrem. Pusat Moderasi Beragama UIN Malang menyadari bahwa pembinaan intensif diperlukan untuk menanamkan lima nilai dasar moderasi beragama, yakni nilai kemanusiaan, anti-kekerasan, toleransi, ketaatan pada konstitusi, serta penghargaan terhadap budaya lokal.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Muh. Faruq, M.Pd.I, utusan resmi dari Pusat Studi Moderasi Beragama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam paparan materinya yang berlangsung interaktif, Ia menekankan landasan teologis paling mendasar dalam beragama, yaitu kesadaran bahwa perbedaan adalah keniscayaan.
Beliau mengajak para peserta untuk merenungkan kembali konsep sunnatullah atau ketetapan Tuhan. Menurutnya, keragaman suku, agama, ras, dan budaya yang ada di Indonesia bukanlah sebuah kecelakaan sejarah, melainkan desain Tuhan yang harus diterima dengan lapang dada. Oleh karena itu, upaya penyeragaman secara paksa dinilai menyalahi kodrat penciptaan itu sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, materi tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga pendalaman pada lima nilai utama moderasi beragama yang menjadi kurikulum pembinaan.
Pertama, nilai kemanusiaan, di mana agama harus menjadi jalan untuk memanusiakan manusia, bukan sebaliknya. Kedua, anti-kekerasan, yang menegaskan bahwa tidak ada satu pun dalil agama yang membenarkan kekerasan fisik maupun verbal atas nama Tuhan.
Ketiga adalah toleransi, yaitu sikap menahan diri dan memberikan ruang bagi orang lain untuk meyakini dan mengekspresikan agamanya. Keempat, taat pada konstitusi. Faruq menekankan bahwa menjadi muslim yang baik dan warga negara Indonesia yang baik tidaklah bertentangan. Ketaatan pada hukum negara adalah bagian dari komitmen keagamaan.
Terakhir adalah penghargaan pada budaya lokal. Mahasiswa diajak untuk tidak membenturkan agama dengan budaya, melainkan melihat bagaimana kearifan lokal dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai syariat, sebagaimana yang telah dipraktikkan oleh para Wali Songo.
Dengan langkah ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali membuktikan komitmennya tidak hanya sebagai pusat keunggulan akademik, tetapi juga sebagai benteng pertahanan ideologi bangsa yang merawat kebinekaan dalam bingkai keislaman yang moderat. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Semangat kolaborasi dan komitmen untuk memajukan pendidikan Islam kembali menggaung di lingkungan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. HMPS Manajemen Pendidikan Islam (MPI) berhasil menyelenggarakan Sharing Session sekaligus menjalin sinergi strategis bersama HMPS MPI Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (4/12) di Aula Lantai 2 Gedung Microteaching FITK ini menjadi momentum kuat untuk memperluas jejaring nasional dan memperkaya wawasan kepemimpinan mahasiswa, 5 Desember 2025.
Sejak awal acara, suasana tampak begitu hangat dan penuh energi positif. Para pengurus kedua HMPS aktif berdiskusi, saling bertanya, hingga menemukan kesamaan visi dalam mengembangkan organisasi. Ketua HMPS MPI UIN Malang, Ifan Rahmatulloh, menegaskan bahwa pertemuan ini jauh lebih berharga daripada sekadar kunjungan formal. “Kami percaya kekuatan organisasi mahasiswa terletak pada jejaring dan kemauan untuk saling belajar. Sesi sharing ini bukan hanya formalitas, tetapi komitmen nyata untuk meningkatkan mutu tata kelola HMPS kami,” ujarnya penuh optimisme.
Dari rangkaian diskusi mendalam tersebut, kedua organisasi sepakat untuk memperkuat kolaborasi melalui tiga fokus utama yang sejalan dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Komitmen pertama adalah pertukaran pengetahuan organisasi. Kedua HMPS sepakat membuka jalur komunikasi rutin agar bisa saling berbagi strategi efektif dalam menjalankan program kerja, mengelola administrasi, hingga pola rekrutmen yang lebih terstruktur. Dalam sesi ini, HMPS MPI UIN Malang memaparkan inovasi digitalisasi administrasi yang telah diterapkan, sementara MPI UAI Tuban berbagi pengalaman seputar tantangan dan kreativitas mengelola kegiatan mahasiswa di wilayah pesisir.
Kolaborasi ini juga merambah pada pengembangan keilmuan mahasiswa. Keduanya berencana menggelar seminar dan webinar bersama yang membahas isu-isu terkini dalam Manajemen Pendidikan Islam. Bahkan, pintu untuk riset kolaboratif tingkat mahasiswa turut dibuka agar para pengurus dapat mengasah analisis akademik sekaligus memperluas jejaring ilmiah.
Tak berhenti di ranah akademik, kedua pihak juga menyelaraskan langkah dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Program bersama yang akan disusun ke depan diarahkan pada pemberdayaan guru, madrasah, dan pesantren melalui peningkatan soft skill serta literasi digital. Dengan menggabungkan kekuatan dua HMPS, program PkM ini diharapkan mampu menghadirkan kontribusi lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Malang maupun Tuban.
Ketua HMPS MPI UAI Tuban turut memberikan apresiasi tinggi atas sambutan dan kesempatan bekerja sama. “Kerja sama ini menjadi pemicu semangat bagi kami. Dukungan dan insight dari HMPS MPI UIN Malang sangat berarti untuk mengakselerasi program kerja kami, terutama dalam bidang keilmuan dan PkM,” ungkapnya.
Sinergi antara HMPS MPI UIN Malang dan MPI UAI Tuban menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas kampus mampu melahirkan inovasi, memperluas wawasan, dan memperkuat solidaritas antarorganisasi mahasiswa. Langkah ini tidak hanya mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inisiatif seperti inilah yang menjadi fondasi penting bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025) yang berlangsung pada 2–5 Desember 2025 di COEX Conference Center, Seoul, tiga delegasi terbaik UIN Malang berhasil mencuri perhatian juri internasional melalui karya inovasi berbasis teknologi yang mereka kembangkan.
Mereka adalah M. Fikran Pandya (Psikologi), Fairuz Ardhan Haunan, dan Raihana Hesti Rosemawardani (Saintek), yang menghadirkan sebuah gagasan segar bertajuk “UBORO: Rent Anything, Anywhere”. Aplikasi ini menawarkan konsep penyewaan barang layaknya marketplace namun dengan fokus pada shared economy, sehingga memungkinkan masyarakat saling berbagi, menyewa, dan memanfaatkan barang secara lebih efisien.
Dengan desain aplikasi yang ramah pengguna serta konsep ekonomi berbagi yang menekankan pengurangan konsumsi berlebihan, tim UBORO sukses memberikan jawaban atas tantangan global terkait keberlanjutan dan gaya hidup hemat sumber daya. Melalui presentasi yang persuasif dan demonstrasi inovasi yang matang, ketiganya mampu bersaing dengan para inovator dari berbagai negara.
Upaya keras tersebut berbuah manis ketika nama mereka diumumkan sebagai penerima Bronze Prize SIIF 2025, sebuah penghargaan prestisius yang diberikan kepada inovasi yang dinilai memiliki kebaruan, kebermanfaatan, serta potensi pengembangan di masa depan.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi ketiga mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda UIN Malang mampu tampil di panggung dunia dengan solusi inovatif yang berdampak. Melalui “UBORO”, mereka menunjukkan bahwa kreativitas, analisis kebutuhan masyarakat, dan teknologi dapat berpadu menghasilkan perubahan nyata.
Dengan diraihnya Bronze Prize ini, tim UBORO berharap aplikasinya dapat dikembangkan lebih jauh dan memberikan kontribusi nyata dalam mendorong budaya berbagi, efisiensi penggunaan barang, serta ekonomi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan studi banding dari LPH UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Rabu, 03 Desember 2025. Kegiatan yang diikuti oleh enam peserta ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola kelembagaan serta mendukung persiapan LPH UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menuju alih status dari LPH Pratama menjadi LPH Utama.
Dalam kegiatan tersebut, tim LPH UIN Malang menyampaikan pemaparan mengenai sistem manajemen mutu, mekanisme audit halal, integrasi dokumentasi SJPH, manajemen operasional lembaga, serta strategi pengembangan kompetensi auditor dan penyelia halal. Para peserta juga mendapat kesempatan meninjau fasilitas pendukung audit serta berdiskusi mengenai tantangan dan peluang peningkatan layanan halal di lingkungan perguruan tinggi.
Supervisor Mutu LPH UIN Malang, Moh. Taufiq, turut memberikan penjelasan mendalam mengenai berbagai tantangan yang dihadapi lembaga dalam penguatan layanan halal, termasuk kebutuhan sumber daya, kesiapan dokumen, serta pengelolaan risiko mutu. Ia juga membagikan pengalaman proses pengajuan kualifikasi menuju LPH Utama, mulai dari pemenuhan persyaratan administratif hingga verifikasi lapangan, serta membagikan praktik terbaik dalam pengelolaan lembaga sehari-hari agar tetap konsisten memenuhi standar nasional. Pemaparan ini menjadi salah satu sesi yang mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan proses alih status yang sedang dipersiapkan.
Ketua Pusat Penjaminan LPH UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mariyah Ulfah, M.E., Sy., menyampaikan harapannya agar hasil studi banding ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat struktur layanan halal di lembaganya. Ia menegaskan bahwa pengalaman berbagi praktik baik dari UIN Malang akan menjadi referensi utama dalam penyempurnaan sistem, peningkatan profesionalitas auditor, dan percepatan proses menuju status LPH Utama. “Kami berharap kerja sama ini dapat membuka jalan bagi peningkatan kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Supervisor Laboratorium LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, A. Ghanaim Fasya, M.Si., menyambut baik kunjungan ini dan berharap pertukaran pengetahuan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antar-lembaga. Ia menuturkan bahwa UIN Malang siap mendukung upaya penguatan ekosistem halal nasional melalui pendampingan dan berbagi pengalaman. “Semoga studi banding ini memberikan manfaat nyata dan mendorong tumbuhnya lebih banyak LPH yang profesional, kredibel, dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan studi banding ditutup dengan sesi diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen kedua lembaga untuk terus bersinergi dalam meningkatkan mutu layanan halal dan memperkuat jaringan kelembagaan halal di Indonesia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperluas jangkauan diplomasi akademiknya hingga ke benua Eropa. Kali ini, UIN Malang menyelenggarakan kuliah tamu secara daring (joint online lecture) berkolaborasi dengan Universitas Gdansk, Polandia pada Rabu, 3 Desember 2025.
Agenda akademik ini menjadi momentum strategis bagi UIN Malang untuk memperkenalkan khazanah keilmuan Islam khas Indonesia kepada masyarakat akademik global. Dalam sesi tersebut, dosen UIN Malang hadir sebagai narasumber utama yang memaparkan materi krusial mengenai Hukum Waris (Inheritance Law) dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam di Indonesia.
Berdasarkan pantauan selama kegiatan, antusiasme peserta terlihat tinggi baik dari mahasiswa yang hadir secara luring di kampus UIN Malang maupun mahasiswa Universitas Gdansk yang terhubung melalui platform Zoom. Di layar konferensi video, tampak puluhan mahasiswa asing menyimak dengan seksama pemaparan materi yang disampaikan.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga menjadi ajang dialog lintas budaya dan sistem hukum. Diskusi yang berlangsung di ruang virtual memperlihatkan interaksi aktif antara dosen dan mahasiswa dari kedua negara. Pertukaran perspektif ini dinilai penting untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai penerapan hukum keluarga dalam konteks global yang beragam. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya internasionalisasi akademik. Kabar membanggakan datang dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab (PBA), di mana salah satu mahasiswa internasionalnya, Raed Awadh Saeed Al-Ghatnaini, berhasil menyelesaikan studi dan dinyatakan lulus dalam ujian tesis yang digelar baru-baru ini.
Keberhasilan Raed Awadh Saeed Al-Ghatnaini menempuh ujian tesis ini menjadi bukti nyata kualitas layanan pendidikan di UIN Malang yang ramah dan adaptif bagi mahasiswa asing. Dalam foto dokumentasi pasca-ujian, Raed tampak mengenakan jas almamater lengkap dengan selempang bertuliskan aksara Arab, berdiri tegak sembari memegang naskah tesis bersampul merah dengan senyum bangga dan gestur jempol, menandakan kepuasan atas hasil yang diraih.
Kesuksesan mahasiswa internasional seperti Raed tidak lepas dari ekosistem pendukung yang dibangun oleh universitas. International Office (IO) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memegang peranan vital dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa asing. Hal ini tercermin dari berbagai kegiatan rutin yang digelar untuk memfasilitasi kebutuhan akademik maupun sosial mereka.
Keberhasilan Raed Awadh Saeed Al-Ghatnaini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa internasional lainnya di UIN Malang untuk terus memacu prestasi. Bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kelulusan ini semakin mempertegas posisi kampus sebagai destinasi pendidikan tinggi Islam unggulan yang siap mencetak lulusan berdaya saing global, selaras dengan visi World Class University. Sinergi antara kualitas akademik di program studi dan layanan prima dari International Office terbukti mampu mengantarkan mahasiswa asing meraih puncak pencapaian akademiknya di kampus Ulul Albab. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan acara International Students Brunch Dialogue pada Selasa, 3 Desember 2025. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa internasional untuk bertukar gagasan, berbagi budaya, serta memperkuat kolaborasi global di lingkungan kampus.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa internasional dari berbagai negara yang sedang menempuh studi di UIN Malang. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak menyelimuti forum diskusi yang dirancang santai namun substantif ini. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa putra dan putri, duduk bersama dalam format meja bundar dan U-shape yang memungkinkan interaksi dua arah secara intensif.
Dalam sesi dialog, para mahasiswa tidak hanya mendiskusikan tantangan akademik dan adaptasi budaya yang mereka hadapi selama studi di Indonesia, tetapi juga berbagi perspektif tentang isu-isu global. Pertukaran ide ini menjadi langkah konkret UIN Malang dalam mewujudkan visi kampus yang inklusif dan berwawasan internasional (international-minded campus community). Diskusi ini membuka ruang bagi peserta untuk secara terbuka membahas latar belakang masing-masing dan mengeksplorasi peluang kerja sama antarnegara melalui sektor akademik dan sosial.
Sesi berbagi cerita (sharing session) menjadi salah satu momen paling inspiratif. Beberapa mahasiswa menceritakan pengalaman unik mereka berinteraksi dengan masyarakat lokal Malang, sementara yang lain memaparkan ide-ide kolaborasi riset lintas negara yang dapat dikembangkan bersama mahasiswa lokal. Hal ini sejalan dengan tujuan acara untuk membentuk komunitas akademik yang saling mendukung (mutually supportive academic community) di tingkat global.
International Office UIN Maulana Malik Ibrahim selaku inisiator acara berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan kenyamanan bagi mahasiswa asing selama menempuh pendidikan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya lingkungan kampus yang lebih terbuka dan ramah terhadap keragaman budaya.
Acara International Students Brunch Dialogue ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan. Seluruh peserta dan pimpinan kampus berpose dengan menunjukkan gestur "jempol" sebagai simbol optimisme dan kesuksesan studi mereka di UIN Malang. Melalui kegiatan ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung internasionalisasi kampus dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh sivitas akademika tanpa memandang latar belakang negara asal. (af)