Daftar Penulis: Abadi Wijaya


FGD Pengembangan Kelembagaan, UIN Maliki Malang Tegaskan Distingsi Makhad dan Mutu Lulusan
Kamis, 22 Januari 2026 . in Berita . 124 views

 

10690_kampanye.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu PTKIN dengan karakter paling kuat. Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi yang digelar Kamis, 22 Januari 2026 sore di Ruang Rektor Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno lantai 1.

FGD ini dipimpin langsung Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, didampingi para wakil rektor, dekan dan wakil dekan, Kepala SPI, serta Ketua LP2M. Dua narasumber strategis dihadirkan, yakni Dr. H. Muhammad Ainul Yaqin, S.Sy., M.AP selaku Tenaga Ahli Menteri Agama bidang Hubungan Antar Kelembagaan dan Dr. M. Munir, S.Ag., MA, Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendis Kementerian Agama RI.

Dalam sambutan singkat namun padat, Prof. Ilfi menekankan bahwa UIN Maliki Malang memiliki keunikan yang tidak dimiliki 58 PTKIN lainnya, yaitu sistem ma’had yang terintegrasi langsung dengan fakultas. Model ini dinilai efektif membentuk karakter religius mahasiswa secara utuh.

“Fakta survei menunjukkan mahasiswa UIN Maliki Malang tidak hanya kuat pemahaman keagamaannya, tetapi juga memiliki sikap moderat. Ini menjadi kebanggaan kampus dan juga Kementerian Agama,” ujarnya.

Meski demikian, Prof. Ilfi mengakui masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan. Di antaranya penambahan gedung ma’had serta pembangunan rumah sakit pendidikan sebagai penopang mutu akademik dan daya saing global kampus.

“Jika UIN Maliki Malang mendapat tambahan gedung ma’had, tentu jumlah mahasiswa baru bisa ditingkatkan. Seluruh mahasiswa baru wajib tinggal di ma’had selama satu tahun,” jelasnya.

Direktur PAI Ditjen Pendis Kemenag RI, M. Munir, menilai UIN Maliki Malang berada pada posisi yang menantang sekaligus strategis. Di satu sisi, kampus dituntut meningkatkan kualitas lulusan. Di sisi lain, ada dorongan kuat untuk memperbesar jumlah mahasiswa baru, persoalan yang juga dialami PTNBH maupun BLU.

Menurutnya, sistem ma’had justru menjadi pembeda utama UIN Maliki Malang dalam menjaga mutu lulusan. “Ini instrumen penting untuk penjaminan kualitas. Tekanan pada input mahasiswa yang besar memang berisiko, tetapi UIN Maliki Malang punya mekanisme pengendali,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan rektor dalam membaca peluang. “Saya melihat kecerdasan rektor UIN Maliki Malang dalam mendorong minat calon mahasiswa. Mampu melihat celah dan mengolahnya menjadi kekuatan,” tuturnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kemenag bidang Hubungan Antar Kelembagaan, M. Ainul Yaqin, menyoroti persepsi masyarakat terhadap lulusan PTKIN. Selama ini, alumni PTKIN sering dianggap otomatis memiliki keilmuan keagamaan yang mendalam, padahal kenyataannya tidak selalu demikian, terutama bagi lulusan Fakultas Saintek dan rumpun keilmuan lain.

Namun, ia menegaskan lulusan PTKIN tetap harus memiliki kemampuan dasar keagamaan yang aplikatif di tengah masyarakat. “Kemampuan menjadi imam tahlil, khutbah Jumat, atau kegiatan religi lainnya setidaknya harus dikuasai,” tegasnya.

Lebih jauh, Ainul Yaqin mengingatkan pentingnya sikap adaptif mahasiswa dan lulusan PTKIN dalam membaca peluang nasional dan global. Isu pembukaan cabang Universitas Al-Azhar Kairo di Indonesia, menurutnya, tidak semestinya dipandang sebagai ancaman semata.

“Apakah ini akan menjadi momok bagi PTKIN, atau justru pemantik untuk memperkuat kualitas dan kepercayaan diri?” ujarnya, memancing diskusi.

FGD ini menjadi ruang refleksi sekaligus perumusan arah pengembangan kelembagaan UIN Maliki Malang ke depan. Pesannya jelas, distingsi harus dijaga, kualitas harus diperkuat, dan tantangan global tidak boleh dihadapi dengan rasa cemas, melainkan dengan kesiapan dan strategi yang matang. 

Lebih Lanjut »
Kenalkan Jalur PMB dan Filosofi Kampus, UIN Malang Buka Wawasan Siswa SMA/MA Plus Assa’adah Serang
Rabu, 21 Januari 2026 . in Berita . 66 views

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat perannya sebagai destinasi pendidikan unggulan nasional dengan menerima kunjungan studi kampus dari SMA/MA Plus Assa’adah, Serang, Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 39 siswa dan 6 guru pendamping, dan difokuskan pada pengenalan sistem akademik serta peluang masuk perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Ketua Admisi UIN Malang memperkenalkan perkembangan pesat infrastruktur kampus, khususnya Kampus 3 yang kini menjadi ikon baru UIN Malang.

“Kami memiliki Kampus 3 yang secara fisik lebih megah dibanding Kampus 1. Namun, kemegahan tersebut sejalan dengan prestasi-prestasi mahasiswa kami, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Ia juga menegaskan filosofi pendidikan UIN Malang yang menekankan keseimbangan antara mutu akademik dan keterjangkauan biaya.

“UIN Malang hadir dengan ilmu bertaraf internasional, tetapi tidak bertarif internasional,” tegasnya.

Memasuki sesi inti, Bapak Muhammad Abdullah Amir, Lc dari tim Admisi memaparkan secara rinci mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Materi yang disampaikan meliputi:

  • Jalur masuk perguruan tinggi (SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, dan Mandiri);
  • Program beasiswa;

  • Kehidupan mahasiswa di Ma’had;

  • Program penguatan dan pengembangan bahasa asing.

Sesi ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Beragam pertanyaan diajukan, mulai dari strategi lolos seleksi, peluang beasiswa, hingga aktivitas kemahasiswaan di lingkungan UIN Malang.

Kegiatan studi kampus ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan siswa SMA/MA Plus Assa’adah mengenai dunia perkuliahan, tetapi juga mempererat jejaring pendidikan antara lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi lintas daerah, dari Serang hingga Malang.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Terpesona Kemegahan UIN Malang, Kepala SMA/MA Plus Assa’adah Serang Harapkan Kunjungan Balasan
Rabu, 21 Januari 2026 . in Berita . 54 views

MALIKI ISLAMIC UNIVERSIY - Suasana pagi yang cerah di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin hangat dengan kehadiran rombongan SMA/MA Plus Assa’adah, Serang, Banten. Sebanyak 39 siswa-siswi dan 6 guru pendamping mengikuti kegiatan Studi Kampus untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik kampus berlogo Ulul Albab tersebut, Rabu, 21 Januari 2026. 

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala SMA/MA Plus Assa’adah, Dr. Marjuni, M.Si, disambut hangat oleh tim Admisi UIN Malang. Kunjungan ini menjadi pengalaman perdana bagi pihak sekolah sekaligus sarana memperluas wawasan siswa tentang pendidikan tinggi keislaman.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Marjuni menyampaikan apresiasinya terhadap kemegahan kampus serta tata kelola akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ia juga menuturkan bahwa budaya melanjutkan studi ke perguruan tinggi di SMA/MA Plus Assa’adah tergolong sangat tinggi, dengan sebagian besar siswa menargetkan masuk ke berbagai UIN di Indonesia.

Selain itu, pihak sekolah berharap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat melakukan kunjungan balasan ke SMA/MA Plus Assa’adah Serang sebagai bentuk penguatan silaturahmi dan kerja sama pendidikan.

Menanggapi harapan tersebut, Ketua Admisi UIN Malang menyatakan kesiapan institusinya untuk menindaklanjuti undangan resmi dan menjalin kolaborasi yang lebih intensif ke depan.

Kegiatan studi kampus ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya sinergi berkelanjutan antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan SMA/MA Plus Assa’adah Serang dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan perencanaan masa depan siswa.

Reporter: Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Kenalkan Keunggulan Kampus dan Peluang Global, UIN Malang Terima Kunjungan 94 Siswa MAN 2 Bojonegoro
Selasa, 20 Januari 2026 . in Berita . 116 views
10689_b.png

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan studi kampus dari 94 siswa dan 9 guru pendamping MAN 2 Bojonegoro di Aula Microteaching Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistem akademik, jalur masuk, serta peluang pengembangan mahasiswa.

Rombongan disambut langsung oleh Ketua Admisi UIN Malang, Kyai Muhammad Jamaluddin Ma’mun, M.Si, beserta tim sosialisasi kampus. Dalam sambutannya, Ketua Admisi memaparkan perkembangan pesat UIN Malang, khususnya keberadaan Kampus 3 beserta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.

Sesi sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Bapak Muhammad Abdullah Amir, Lc, yang menjelaskan secara rinci jalur penerimaan mahasiswa baru, mekanisme seleksi, serta peluang beasiswa. Materi ini menjadi bekal penting bagi siswa dalam merencanakan studi lanjut ke perguruan tinggi.

Kegiatan semakin bermakna dengan kehadiran Dr. H. Ahmad Soleh, M.Ag, dosen FITK, yang memberikan motivasi sekaligus mengenalkan International Class Program (ICP) sebagai salah satu keunggulan UIN Malang. Program ini membuka peluang student exchange ke luar negeri dan penguatan kompetensi global mahasiswa.

Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Ibu Kurniawati, M.Kom selaku koordinator dan moderator. Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang menunjukkan antusiasme tinggi dari para siswa.

Kunjungan ini diharapkan mampu membuka wawasan akademik siswa MAN 2 Bojonegoro sekaligus memperkuat peran UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai perguruan tinggi yang menyiapkan generasi unggul berdaya saing global.

Reporter: Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Nostalgia Alumni: Kepala MAN 2 Bojonegoro Ajak 94 Siswa Gali Ilmu di Kampus Ulul Albab UIN Malang
Selasa, 20 Januari 2026 . in Berita . 167 views
10688_bojonegoro.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Aula Microteaching Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 94 siswa dan 9 guru pendamping MAN 2 Bojonegoro mengikuti kegiatan kunjungan studi kampus untuk mengenal lebih dekat atmosfer akademik kampus berlogo Ulul Albab tersebut. Selasa, 20 Januari 2026.

Kegiatan ini terasa istimewa karena rombongan dipimpin langsung oleh Kepala MAN 2 Bojonegoro, Drs. Abd. Rozaq Z., M.Pd.I, yang merupakan alumni UIN Malang. Kehadirannya kembali ke almamater menjadi momen nostalgia yang sarat makna, baik secara personal maupun institusional.

Dalam sambutannya, Drs. Abd. Rozaq Z. menyampaikan rasa bangga melihat perkembangan UIN Malang yang kini semakin megah dan maju dibandingkan masa studinya dahulu. Ia juga menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah disepakati pada akhir tahun lalu dalam kegiatan FGD Kepala Sekolah dan MGBK se-Jawa Timur di Kampus 3 UIN Malang.

Menurutnya, silaturahmi ini diharapkan menjadi jembatan bagi para siswa MAN 2 Bojonegoro untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan yang telah terjalin.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata sebagai simbol ikatan emosional dan komitmen berkelanjutan antara almamater dan institusi pendidikan menengah.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Maliki Malang Lantik Tujuh Pejabat Baru
Selasa, 20 Januari 2026 . in Berita . 283 views

 

10684_lantik.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Rangkaian agenda besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlanjut tanpa jeda. Usai mengukuhkan 11 guru besar, Selasa sore 20 Januari 2026, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si langsung melantik tujuh pejabat baru di lingkungan kampus.

Pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Rektor. Hadir Ketua Senat, para Wakil Rektor, kepala biro, para dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala SPI, Ketua P2B, serta sejumlah tamu undangan. 

10685_tujuh.jpg

Dalam sambutannya, Prof. Ilfi tidak berbasa-basi. Ia menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik harus bekerja lebih keras untuk mengantarkan kampus berlogo Ulul Albab ini menjadi PTKIN unggul dan bereputasi internasional.

“UIN Maliki Malang tidak boleh kalah dengan perguruan tinggi lain. Apa pun yang menjadi kekurangannya harus segera diperbaiki,” ujarnya lugas.

Menurut Prof. Ilfi, kampus saat ini berada di persimpangan penting. Pilihannya jelas, tetap nyaman sebagai teaching university atau berani melompat menjadi entrepreneurial university yang kuat di riset. Jawabannya, kata dia, sepenuhnya ada di tangan para pimpinan.

Transformasi, lanjutnya, bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan. UIN Maliki Malang harus mampu beradaptasi dengan tuntutan global, termasuk memperkuat daya saing riset dosen dan mahasiswa.

10686_sat.jpg

“Ini memang tidak mudah. Tapi tidak ada kata tidak mungkin. Kuncinya ada pada niat dan kerja keras kita bersama,” tuturnya, disambut anggukan para hadirin.

Sorotan lain yang tak kalah serius adalah pemeringkatan internasional. Prof. Ilfi menegaskan dirinya tidak ingin UIN Maliki Malang tertinggal dalam pemeringkatan global seperti UniRank maupun QS World University Rankings, bahkan dibandingkan dengan sesama PTKIN.

“Kekurangannya harus dikejar. Target kita jelas, menjadi yang terdepan dan terbaik,” tegasnya.

Adapun pejabat yang dilantik antara lain Dr. Meldona, M.M. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi. Dr. Abdussakir, M.Pd dipercaya sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum, sementara Dr. Ririen Kusumawati, M.Kom menjabat Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu. Romi Faslah, M.Si dilantik sebagai Kepala Pusat Kemahasiswaan.

Selanjutnya, Wiwik Budi Wasito, S.H., M.H mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Pengembangan Hukum dan Advokasi, serta Dr. H. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I sebagai Kepala Pusat Pemeringkatan Universitas.

10687_bersama.jpg

Untuk jabatan ketua program studi, Rektor mempercayakan Kholilah, M.S.A sebagai Ketua Program Studi Akuntansi dan Dr. Burhan Ma’arif Z. A., M.Farm sebagai Ketua Program Studi Magister Farmasi untuk masa jabatan 2025–2029.

Dengan formasi baru ini, UIN Maliki Malang menegaskan satu hal. Setelah pengukuhan guru besar dan pelantikan pejabat, tidak ada waktu untuk berpuas diri. Targetnya jelas, bergerak lebih cepat, berpikir lebih jauh, dan bersaing di level yang lebih tinggi.

Lebih Lanjut »
Kukuhkan 11 Guru Besar, Rektor UIN Malang Tekankan Pendidikan dari Hati
Selasa, 20 Januari 2026 . in Berita . 272 views
10683_media.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan 11 guru besar dalam Rapat Terbuka Senat yang digelar Selasa, 20 Januari 2026. Momen ini menjadi penanda kuat komitmen kampus dalam memperkuat mutu keilmuan sekaligus karakter pendidikan Islam yang berwawasan global.
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si secara langsung memimpin prosesi pengukuhan. Sebelas guru besar yang dikukuhkan berasal dari beragam bidang strategis, mulai dari pendidikan, hukum, sastra, psikologi, hingga kajian Islam kontemporer.
Mereka adalah Prof. Dr. H. Abdul Bashith, M.Si bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Prof. Dr. H. Moh. Padil, M.Pd.I bidang Kebijakan Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. M. Faisol, M.Ag bidang Sastra Arab, Prof. Dr. M. Fahim Tharaba, M.Pd bidang Manajemen Mutu Pendidikan Islam, Prof. Dr. Danial Hilmi, S.Hum., M.Pd bidang Teknologi Pembelajaran Bahasa Arab, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, MA bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam, Prof. Dr. Khoirul Hidayah, MH bidang Hukum Ekonomi, Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si bidang Psikologi Sosial, Prof. Dr. Muhammad Asrori, M.Ag bidang Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Prof. H. Aunur Rofiq, Lc., M.Ag., Ph.D bidang Tafsir Tematik, serta Prof. Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag bidang Pemikiran Islam Indonesia.

10682_siapa.jpeg


Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa menjadi guru besar di UIN Maliki Malang bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga amanah besar. Ia menegaskan reputasi internasional kampus yang terus menguat, terlihat dari tingginya minat mahasiswa asing dari Eropa, Afrika, hingga Amerika, termasuk pendaftar program doktoral S2 dan S3.
“Kepercayaan dunia internasional itu tidak datang tiba-tiba. Kita juga satu-satunya PTKIN yang dipercaya pemerintah memperoleh pendanaan luar negeri bernilai hampir Rp1 triliun. Itu bukti bahwa UIN Maliki Malang diperhitungkan,” ujar Prof. Ilfi.
Menurutnya, awal 2026 menjadi masa “panen guru besar” yang diharapkan tidak berhenti pada gelar, tetapi melahirkan lompatan kemajuan pendidikan. Pendidikan berkualitas, kata dia, tidak cukup dengan transfer ilmu, melainkan harus melahirkan lulusan berkarakter, bermoral, dan memiliki nilai keislaman yang kuat.
Lebih jauh, Rektor mengajak para profesor melakukan refleksi. Apakah ilmu yang diajarkan benar-benar mengendap di hati mahasiswa, atau justru hilang sesaat setelah keluar kelas. Ia mengutip pesan Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar tentang pentingnya pembelajaran yang hidup, tidak berhenti pada retorika, tetapi hadir dengan hati.
“Apa yang keluar dari hati akan bersemayam lama di hati. Guru besar harus dekat dengan mahasiswanya, membangun relasi emosional, bukan sekadar menyampaikan materi,” ujarnya.
Rektor juga menekankan peran dosen di era kini yang tidak cukup hanya menjadi pengajar, tetapi juga pendidik utuh. Menjadi murobbi, mursyid, sekaligus teladan akhlak. Integrasi ilmu dan Islam, membaca ayat qauliyah dan kauniyah, disebutnya sebagai kewajiban akademik dan spiritual di UIN Maliki Malang.
Pengukuhan ini menegaskan arah UIN Maliki Malang sebagai kampus yang tidak hanya mencetak sarjana dan doktor, tetapi menyiapkan calon pemimpin yang beriman, bertakwa, dan berilmu. Gelar profesor boleh berada di langit akademik, tetapi tanggung jawabnya harus tetap berpijak di bumi, dekat dengan mahasiswa dan realitas bangsa.

Lebih Lanjut »
UIN Malang Kukuhkan 11 Guru Besar, Ketua Senat Tekankan Tanggung Jawab Ilmiah dan Keteladanan
Selasa, 20 Januari 2026 . in Berita . 226 views

 

10679_ok.jpg
Ketua Senat UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd. saat menyampaikan sambutannya di hadapan 11 gubes dan tamu undangan yang hadir. Selasa, 20 Januari 2026.

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Ketua Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka pengukuhan 11 Guru Besar. Selasa, 20 Januari 2026.
Sebelas Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari beragam bidang keilmuan strategis, mulai dari pendidikan, bahasa, hukum, psikologi, hingga kajian Islam. Mereka adalah: Prof. Dr. H. Abdul Bashith, M.Si. –guru Besar  bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Prof. Dr. H. Moh. Padil, M.Pd.I – Kebijakan Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. M. Faisol, M.Ag – Sastra Arab, Prof. Dr. M. Fahim Tharaba, M.Pd – Manajemen Mutu Pendidikan Islam, Prof. Dr. Danial Hilmi, S.Hum., M.Pd – Teknologi Pembelajaran Bahasa Arab, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, MA – Kepemimpinan Pendidikan Islam, Prof. Dr. Khoirul Hidayah, MH – Hukum Ekonomi, Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si – Psikologi Sosial, Prof. Dr. Muhammad Asrori, M.Ag – Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Prof. H. Aunur Rofiq, Lc., M.Ag., Ph.D – Tafsir Tematik, Prof. Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag – Pemikiran Islam Indonesia.

10678_siap.jpg


Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Rektorat Lantai 5 dan dibuka langsung oleh Ketua Senat UIN Malang.
Dalam sambutannya, Prof. Nur Ali menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukanlah sekadar seremoni selebrasi atas capaian puncak karier akademik. Lebih dari itu, menurutnya, terdapat tanggung jawab keilmuan dan akademik yang jauh lebih besar yang harus diemban oleh setiap Guru Besar.
“Guru besar adalah puncak pengakuan keilmuan, tetapi sekaligus menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Mereka tidak hanya dituntut produktif secara akademik, tetapi juga bijaksana, cerdas, serta menjadi suri teladan di mana pun berada,” ujar Prof. Nur Ali.
Ia melaporkan bahwa pengukuhan kali ini merupakan pengukuhan Guru Besar ke-87 hingga ke-98 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 11 Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebanyak 6 orang, Fakultas Psikologi 2 orang, Fakultas Syariah 2 orang, Fakultas Humaniora 1 orang, serta Fakultas Ekonomi 1 orang.
Saat ini, jumlah Guru Besar aktif UIN Malang tersebar di tujuh fakultas. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menjadi fakultas dengan jumlah Guru Besar terbanyak, yakni 30 orang. Disusul Fakultas Syariah sebanyak 14 orang, termasuk Wakil Presiden RI periode 2019–2024 Prof. K.H. Ma’ruf Amin, Fakultas Sains dan Teknologi 12 orang, Fakultas Ekonomi 7 orang, Fakultas Psikologi 7 orang, Fakultas Humaniora 6 orang, serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 2 orang.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Nur Ali juga memohon doa restu kepada seluruh tamu undangan agar dalam tiga hingga empat bulan ke depan UIN Malang dapat kembali mengukuhkan delapan Guru Besar baru, seiring dengan terbitnya Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Agama.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan meraih gelar Guru Besar bukanlah prestasi individu semata. Di baliknya terdapat peran besar keluarga yang senantiasa mendukung, mendampingi, dan mendoakan, termasuk para istri yang setia menemani proses panjang akademik hingga terbitnya publikasi ilmiah bereputasi internasional.
“Guru besar juga membawa kemanfaatan bagi keluarga. Kehadiran orang tua sebagai guru besar adalah warisan nilai, bukan sekadar gelar. Ini adalah pengakuan atas perjuangan, doa, dan pengorbanan bersama,” ungkapnya.
Prof. Nur Ali menegaskan bahwa kehadiran Guru Besar menjadi penjamin mutu akademik, penguat reputasi institusi di tingkat nasional dan internasional, serta pilar penting bagi kemajuan program studi. Menurutnya, kampus bermartabat akan melahirkan mahasiswa unggul dan pemimpin berakhlak mulia.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas karakter khas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai kampus unggulan yang mengintegrasikan spiritualitas, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. Hal tersebut tercermin dari tradisi keilmuan yang kuat serta keberadaan delapan masjid dan Ma’had Aly yang tersebar di lingkungan kampus.
“Semoga dengan pengukuhan 11 Guru Besar ini semakin menambah kemajuan, kemanfaatan, dan keberkahan bagi keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, bagi bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Lebih Lanjut »
UIN Malang Perkuat Jejaring dengan Kemnaker, Buka Akses Pemagangan Nasional 100 Ribu Kuota
Minggu, 18 Januari 2026 . in Berita . 149 views

 

10668_s.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan jejaring kerja sama strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker), yang ditandai dengan pertemuan bersama Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Prof. Anwar Sanusi, Ph.D.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membuka akses luas bagi mahasiswa UIN Malang terhadap berbagai program ketenagakerjaan nasional, khususnya Program Pemagangan Nasional yang diselenggarakan Kemnaker. Program ini menyediakan 100.000 kuota peserta magang yang akan mulai dilaksanakan pada Oktober dengan durasi enam bulan.

Menariknya, peserta magang tidak hanya memperoleh pengalaman kerja langsung di dunia industri maupun pemerintahan, tetapi juga mendapatkan uang saku dari pemerintah dengan nilai setara Upah Minimum. Hal ini menjadikan program pemagangan Kemnaker sebagai salah satu skema pengembangan kompetensi yang paling diminati oleh mahasiswa dan calon lulusan.

“Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja praktis sekaligus meningkatkan kompetensi teknis peserta sesuai bidang masing-masing,” ungkap Prof. Anwar Sanusi. Setelah menyelesaikan magang, peserta akan memperoleh sertifikat resmi sebagai bukti pengalaman kerja dan kompetensi tambahan.

Program Pemagangan Nasional ini menargetkan mahasiswa semester enam ke atas atau calon lulusan. Saat ini, terdapat sekitar 6.000 perusahaan dan 5.000 satuan kerja pemerintah yang terlibat, dengan proses seleksi sepenuhnya dilakukan oleh masing-masing perusahaan atau satuan kerja yang membuka lowongan.

Informasi dan pendaftaran program magang akan diumumkan melalui website dan aplikasi Maganghub, sementara proses pendaftaran peserta dilakukan melalui aplikasi SIAPkerja yang dapat diakses di kemnaker.go.id. Kemnaker juga mendorong mahasiswa untuk aktif menggunakan akun SIAPkerja karena tersedia berbagai fitur pendukung, seperti Skillhub, yang membantu peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja.

 

10669_d.jpeg
sesi diskusi sedang berjaalan

Selain pemagangan dalam negeri, Kemnaker juga membuka peluang besar bagi penempatan kerja ke luar negeri, khususnya di sektor care economy, keperawatan, dan konstruksi, terutama untuk pasar kerja Jepang. Dalam hal ini, P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) berperan penting dalam proses penempatan tenaga kerja migran.

Melalui kerja sama ini, Career Development Center (CDC) UIN Malang diharapkan dapat berkoordinasi secara intensif dengan Pusat Pasar Kerja Kemnaker serta Balai Vokasi Sidoarjo, terutama dalam penyediaan informasi lowongan kerja, pemagangan, hingga pelaksanaan job fair.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, dan Wakil Rektor IV, yang menegaskan kesiapan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk membangun kolaborasi berkelanjutan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKER) bersama Kemnaker.

Sinergi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja, sekaligus memperkuat posisi lulusan UIN Malang sebagai sumber daya manusia unggul, kompeten, dan berdaya saing nasional maupun internasional.

Reporter: Faiqotul Himmah 

 

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up