MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kompetensi digital mahasiswa melalui kolaborasi strategis dengan Mekari University. Pada Jumat, 28 November 2025, kedua institusi resmi menggelar Webinar Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di Era Digital, sebuah kegiatan edukatif yang mengupas langsung bagaimana teknologi mengubah sistem pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan modern.
Webinar yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini menghadirkan pembahasan komprehensif mengenai peran MSDM di era digital, mulai dari pengelolaan data karyawan, proses administrasi HR, hingga sistem penggajian berbasis platform. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga diajak untuk melihat contoh kasus lapangan dan praktik langsung penggunaan HRIS Mekari Talenta, software HR yang saat ini digunakan oleh ratusan perusahaan di Indonesia.
Melalui sesi praktik ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana teknologi mampu meningkatkan efisiensi kerja HR, meminimalisir human error, serta mempercepat proses pengambilan keputusan dalam manajemen SDM.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembelajaran digital, setiap peserta webinar memperoleh akses gratis selama 14 hari untuk mencoba Mekari Talenta secara mandiri. Selain itu, mahasiswa yang menyelesaikan rangkaian self-learning akan mendapatkan sertifikat partisipasi resmi dari Mekari University.
Kegiatan kolaboratif ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi UIN Malang untuk memahami dunia industri secara lebih dekat dan mempersiapkan diri menghadapi tuntutan profesi MSDM yang semakin digital dan dinamis.
Dengan terselenggaranya webinar ini, Fakultas Ekonomi UIN Malang terus memperkuat sinergi dengan dunia industri, membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk menguasai keterampilan praktis yang relevan dan dibutuhkan di pasar kerja masa depan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Kamis, (27/11), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi dengan sukses menyelenggarakan International Conference on Islamic Education Development (ICIED) ke-10. Tahun ini, konferensi mengangkat tema besar "Impactful Education: Integrating Technology and Ecotheological Values for a Sustainable Future" yang menyoroti perpaduan teknologi dan nilai ekoteologi sebagai kunci pendidikan masa depan.
Konferensi internasional ini menghadirkan enam pembicara utama dari empat negara, di antaranya Dr. Ahmad Yani dari UNISSA (Brunei Darussalam), Prof. C. Jeff Anderson dari Kyushu International University (Jepang), Dr. Marie McGregor dari University of New South Wales (Australia), dan Nor Ismah, Ph.D dari National University of Singapore (Singapura). Hadir pula tokoh pendidikan nasional seperti Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Pd dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dekan FITK, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., menegaskan bahwa konferensi tahun ini menjadi momentum penting dalam mendorong praktik pendidikan yang berdampak.
"Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi untuk berbagi strategi dan praktik terbaik. Teknologi tidak hanya memudahkan, tetapi juga membuka akses pembelajaran yang lebih luas dan inklusif," ungkapnya.
Sepanjang konferensi, para peserta membahas berbagai gagasan strategis, mulai dari pemanfaatan platform digital, penguatan nilai ekoteologi dalam kurikulum, hingga pengembangan karakter sebagai aspek penting pendidikan holistik. Antusiasme peserta yang berasal dari berbagai universitas dalam dan luar negeri menciptakan atmosfer akademik yang dinamis dan produktif.
Pada sesi penutupan, panitia juga mengumumkan penghargaan untuk kategori Best Paper, Best Speaker, dan Photo Exhibition, yang diterima oleh Azharotunnafi, M.Pd., Khoirul Mustofa, serta Wirda Alfi Qumillaila.
Dengan terselenggaranya ICIED ke-10 secara sukses dan meriah, FITK UIN Malang semakin mengukuhkan posisinya sebagai fakultas rujukan dalam inovasi pendidikan Islam sekaligus inspirasi bagi institusi pendidikan lain di Indonesia. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Sains dan Teknologi (FST) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya kerja yang bersih, melayani, dan berkelanjutan dengan menggelar Pameran Ecocraft. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FST, Dr. Agus Mulyono, M.Kes., dan dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. H. Triyo Supriyatno, (tautan tidak tersedia)
Pameran ini merupakan bagian dari inovasi Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) di lingkungan FST, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepedulian lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Para peserta pameran menampilkan karya-karya ecocraft yang kreatif dan inovatif, yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang dan ramah lingkungan.
Presentasi salah satu karya peserta
"Melalui Pameran Ecocraft, FST mengajak seluruh sivitas untuk menjadikan praktik ramah lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari," ujar Dr. Agus Mulyono. "Kita harus memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan sekitar kita, demi menciptakan kampus yang lebih sehat, bersih, dan inspiratif."
Pameran ini juga dimeriahkan dengan pemberian piala, piagam, dan hadiah menarik bagi karya terbaik. Namun, lebih dari sekadar penghargaan, pameran ini merayakan nilai gotong royong lintas prodi dan kepedulian lingkungan.
Dengan adanya Pameran Ecocraft, FST berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan sivitas akademika dan masyarakat luas.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Kamis (27/11), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan kiprahnya sebagai pelopor kampus hijau di Indonesia. Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, meraih The Green Gateaway Award kategori "Leading The Great Campus and Eco-Pesantren" pada ajang Anugerah Times Indonesia 2025. Prestasi ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan visioner dan komitmen kuat Prof. Ilfi dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan gerakan keberlanjutan lingkungan.
Sejak memimpin UIN Malang, Prof. Ilfi mendorong transformasi kampus berbasis ecotheology, konsep yang menggabungkan spirit keagamaan dengan tanggung jawab ekologis. Tidak hanya menjadi gagasan teoritis, pendekatan ini diwujudkan melalui kebijakan dan program nyata yang melibatkan seluruh sivitas akademika. Bahkan, Prof. Ilfi menuangkan gagasannya dalam buku berjudul "Eco-Teologi: Mewujudkan Green Campus dan Eco-Pesantren," yang kini menjadi rujukan penting bagi pengembangan kampus dan pesantren berwawasan lingkungan.
Di bawah kepemimpinannya, UIN Malang terus menguatkan langkah-langkah konkret dalam membangun kampus berkelanjutan: mulai dari pemanfaatan energi terbarukan seperti solar panel, pengelolaan ruang hijau yang terpadu, sistem efisiensi energi, hingga pengelolaan air yang lebih bertanggung jawab. Sivitas akademika juga aktif terlibat dalam kegiatan seperti gerakan bersih sungai, serta kampanye kebersihan dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari rutinitas kampus.
Tidak berhenti di lingkungan universitas, UIN Malang turut mendorong lahirnya gerakan eco-pesantren dengan melakukan program pendampingan pada berbagai pesantren. Konsep ini mengajak pesantren untuk menerapkan prinspip berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperluas kesadaran ekologis hingga ke masyarakat luas.
Menerima penghargaan ini, Prof. Ilfi menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama seluruh pihak di UIN Malang.
"Krisis lingkungan tidak bisa ditanggulangi oleh satu pihak saja. Ini memerlukan kerja kolektif: kampus, pesantren, pemerintah, dan masyarakat. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk semua pihak yang telah bekerja bersama membangun budaya ekologis di UIN Malang," ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa visi kampus hijau dan eco-pesantren tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan merupakan bagian dari gerakan peradaban.
"Dalam islam, menjaga bumi adalah amanah. Eco-teologi menjadi cara kita menghidupkan kembali nilai itu dalam konteks pendidikan modern," tambahnya.
Dengan diraihnya penghargaan bergengsi ini, UIN Malang kian memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan eco-teologi di Indonesia. Banyak pihak menaruh harapan bahwa di bawah kepemimpinan Prof. Ilfi, kampus ini akan terus menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan model kampus hijau dan eco-pesantren yang berkelanjutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Sebagai bagian dari rangkaian The 10th ICIED, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang menggelar Parallel Session: Scholars Talks dengan topik "Integrating Ecotheological Value into 21st Century Learning Innovations to Create Impactful Education." Sesi ini menghadirkan empat pembicara yang berasal dari latar belakang profesional berbeda, yaitu Prof. Taufiqurrahman, M.Pd, Prof. Esa Nur Wahyuni, M.Pd, M. Dwi Cahyono, S.Pd, dan Ida Fitri Anggraini, S.Pd., M.Pd.
Keberagaman latar belakang narasumber—mulai dari pengajar madrasah, researcher, hingga profesor—memberikan perspektif luas mengenai bagaiana nilai-nilai ekoteologi dapat ditanamkan dalam pembelajaran pada berbagai jenjang pendidikan.
Dalam paparannya, Prof. Taufiqurrahman yang merupakan profesor di bidang Bahasa Arab, menyoroti minimnya isu lingkungan dalam literatur dan pembelajaran bahasa Arab. Ia menegaskan urgensi memperkaya kajian ekoteologi, terutama di Indonesia.
"Indonesia dan Brasil memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, tetapi justru sering mengalami kerusakan dan tidak mendapat manfaat optimal. Sebaliknya negara maju yang tidak sekaya Indonesia justru punya banyak hal."
Sementara itu, Prof. Esa Nur Wahyuni menjelaskan bahwa agar nilai ekoteologi benar-benar berdampak pada peserta didik, harus diperhatikan empat sistem yang memengaruhi perkembangan manusia, yaitu:
Mikrosistem — orang atau pihak yang terlibat langsung dengan anak.
Makrosistem — lingkungan yang tidak berinteraksi langsung tetapi memberi pengaruh.
Mesosistem — budaya atau pola hubungan yang terbentuk dalam lingkungan sosial.
Eksosistem — kebijakan pemerintah serta regulasi yang mendukung pendidikan ekologis.
Menutup sesi, Prof. Esa mengingatkan bahwa alam bukan sekadar objek, melainkan entitas yang harus diperlakukan setara dengan manusia.
“Pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang memberdayakan. Lingkungan yang indah, aman, dan bersih harus dapat dinikmati semua orang tanpa biaya berlebih, karena alam adalah hak kita semua,” tegasnya.
Diskusi para narasumber menegaskan pentingnya pendidikan berwawasan ekoteologi sebagai langkah strategis dalam mengembangkan pembelajaran abad ke-21 yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan dan berkesadaran ekologis. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pada sesi kedua rangkaian studi banding, Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan ke Direktorat Inovasi dan Usaha (DIU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Utama Senat UNY pada pukul 14.00 WIB hingga selesai. Kunjungan ini bertujuan memperdalam pemahaman terkait manajemen unit bisnis perguruan tinggi, mempelajari praktik baik dalam pengelolaan layanan usaha, serta membangun kerja sama strategis antara kedua institusi. Kamis, 27 November 2025.
Rombongan P2B UIN Malang dipimpin oleh Dr. H. Suud Fuadi, M.E.I, bersama para pejabat struktural dan pengurus unit komersial. Mereka disambut oleh jajaran DIU UNY, termasuk Direktur DIU, Prof. Dr. Ahmad Nasrulloh, S.Or., M.Or., beserta sekretaris, staf ahli, tim adhoc, dan tenaga pendukung lainnya.
Agenda dimulai dengan sambutan, penyerahan cinderamata, hingga pemaparan profil DIU UNY yang memuat sistem inkubasi bisnis, mekanisme komersialisasi produk riset, dan model kemitraan dengan industri.
Prof. Ahmad Nasrulloh menyampaikan bahwa sinergi antarperguruan tinggi merupakan kunci pertumbuhan ekosistem inovasi nasional. “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi. Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah awal kerja sama dalam pengembangan produk, inkubasi bisnis, dan komersialisasi hasil riset,” ujarnya.
Para pengurus baru P2B UIN Malang menilai UNY sebagai salah satu contoh kampus yang berhasil membangun sistem hilirisasi riset dan inovasi yang kuat. Hal ini akan menjadi referensi penting dalam merumuskan strategi pengembangan bisnis di UIN Malang.
Kepala P2B UIN Malang, Dr. Suud Fuadi, M.E.I, menegaskan bahwa kunjungan ini sangat berharga bagi penguatan tata kelola P2B ke depan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap unit usaha kampus berjalan profesional, kompetitif, dan memberikan kontribusi signifikan bagi universitas. Studi banding ini menjadi fondasi kuat untuk membangun ekosistem bisnis kampus yang lebih inovatif,” ungkapnya.
Kunjungan ke UNY ini menutup rangkaian agenda studi banding P2B UIN Malang di Yogyakarta, sekaligus membuka peluang kerja sama lebih luas dalam inovasi, inkubasi bisnis, pengembangan produk, dan kemitraan strategis.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memulai rangkaian studi bandingnya dengan berkunjung ke Pusat Pengembangan Bisnis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada pukul 09.00–13.00 WIB. Kegiatan ini disambut langsung oleh pimpinan dan manajer unit bisnis UIN Sunan Kalijaga yang memaparkan model pengelolaan usaha kampus serta strategi optimalisasi aset yang selama ini berjalan dengan baik. Kamis, 27 November 2025.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif. Tim UIN Sunan Kalijaga menjelaskan berbagai program unggulan yang menjadi motor penggerak pendapatan non-SPP serta peran strategis unit bisnis dalam mendukung kemandirian kampus.
Sekretaris P2B UIN Sunan Kalijaga, Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Si, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan ini. “Kami berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi pertukaran informasi, tetapi awal dari kolaborasi yang lebih konkret. Kita menghadapi tantangan yang sama dalam membangun unit usaha yang profesional dan berbasis nilai keislaman,” tuturnya.
Para pengurus baru P2B UIN Malang menilai kunjungan ini sangat kaya wawasan, terutama dalam membangun sistem bisnis kampus yang akuntabel, modern, dan berkelanjutan.
Kepala P2B UIN Malang, Dr. Suud Fuadi, M.E.I, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengurus baru untuk merancang program kerja yang lebih adaptif dan inovatif. “Studi banding ini menjadi langkah awal untuk membangun P2B yang lebih kompetitif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi universitas,” ujarnya.
Kunjungan ke UIN Sunan Kalijaga ini menjadi pijakan awal untuk menguatkan jejaring, membuka kemungkinan kolaborasi, serta menyusun strategi usaha kampus yang lebih progresif.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, menyaksikan langsung pelantikan PPPK Tahap II di lingkungan UIN Maliki Malang, Kamis, 27 November 2025. Pelantikan ini merupakan bagian dari prosesi nasional yang digelar Kementerian Agama RI secara daring.
Usai pelantikan, Prof. Ilfi langsung memberikan arahan tegas kepada para PPPK yang baru menerima Surat Keputusan. Ia mengingatkan bahwa status sebagai ASN bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan amanah yang harus melahirkan dampak nyata.
Mantan Wakil Rektor Bidang AUPK itu menekankan empat sikap utama yang wajib dimiliki seluruh dosen dan tenaga kependidikan PPPK. Pertama, perilaku citizenship atau semangat saling membantu dan gotong royong demi kepentingan bersama. Ia menilai budaya tolong-menolong merupakan fondasi utama bagi kemajuan lembaga.
Kedua, kesungguhan atau conscientiousness dalam bekerja. PPPK diminta untuk tidak sekadar bekerja sesuai standar, tetapi melampaui ekspektasi. Menurutnya, lembaga akan sulit berkembang jika SDM tidak memiliki sikap ikhlas dan kesadaran bekerja secara sukarela.
Ketiga, menjaga sikap kerja agar tidak memicu konflik di lingkungan kerja. Prof. Ilfi juga mengingatkan agar tidak membiasakan diri mengeluh di jam kerja. Ia menilai kebiasaan tersebut menjadi tanda ketidakbahagiaan dan bahkan bisa berdampak pada kesehatan.
Keempat, seluruh PPPK diminta aktif berkontribusi bagi masyarakat. Keberadaan UIN Maliki Malang harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh publik. Ia juga mengingatkan agar pegawai tidak mudah mengikuti informasi yang tidak benar serta tidak ikut menyebarkan hoaks.
“Jika belum bisa menambah nilai baik bagi UIN Maliki Malang, minimal jangan menyebarkan informasi yang tidak benar,” pesannya. Apalagi, status PPPK kini sudah resmi sebagai ASN yang kinerjanya akan dimonitor secara ketat oleh masing-masing satuan kerja. Kinerja yang dinilai buruk, tegasnya, akan menjadi bahan evaluasi.
Di akhir arahannya, Prof. Ilfi mengajak seluruh PPPK meluruskan niat bekerja sebagai bentuk ibadah dan bekal di akhirat. Ia menegaskan bahwa rezeki tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga kesehatan dan keberkahan hidup yang patut disyukuri.
Pelantikan PPPK Tahap II ini menjadi momentum penting bagi penguatan kualitas sumber daya manusia di UIN Maliki Malang. Harapannya, ASN baru ini mampu menjadi motor penggerak perubahan yang positif dan berkelanjutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Upaya peningkatan kualitas tata kelola di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) kembali menjadi perhatian utama. Bertempat di Ruang Senat, Rektorat Lantai 4, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Isu Kualitas Pengawasan & Pengembangan SDM” yang melibatkan 39 peserta dari berbagai institusi PTKN di seluruh Indonesia Kamis, 27 November 2025.
Acara ini menghadirkan perwakilan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, para Kepala dan Sekretaris Satuan Pengawas Internal (SPI), serta delegasi dari UIN, IAIN, IAKN, hingga STABN. Kehadiran lintas institusi ini menjadikan FGD sebagai ruang strategis dalam memperkuat kolaborasi dan pertukaran gagasan mengenai pengawasan internal serta pengembangan sumber daya manusia di PTKN.
Dalam diskusi tersebut, peserta menekankan pentingnya inovasi pengawasan yang adaptif mengikuti perkembangan zaman, serta pengembangan SDM yang berkelanjutan untuk mendukung tata kelola yang lebih akuntabel. Salah satu peserta menyampaikan bahwa pengawasan yang kuat dan SDM yang kompeten merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi keagamaan.
FGD ini menjadi momentum penting bagi PTKN untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat sistem pengawasan internal sekaligus meningkatkan kapasitas SDM sebagai pendorong utama kemajuan institusi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi dan strategi implementatif yang dapat diadopsi oleh seluruh PTKN dalam upaya membangun tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan kompetitif, sehingga kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat semakin optimal.