Daftar Penulis: Abadi Wijaya


Kolaborasi Kementerian Agama dan UIN Malang dalam Menghidupkan Nilai-Nilai Pesantren di Perguruan Tinggi Islam
Rabu, 15 Oktober 2025 . in Berita . 276 views
10182_mentri.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVESITY- Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar acara monumental bertajuk Launching Transformasi Pesantren, yang berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran UIN Malang sebagai kampus yang memadukan nilai-nilai pesantren dengan semangat keilmuan modern.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan akademisi terkemuka, di antaranya Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Nasaruddin, M.A., Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., serta jajaran dosen dan pimpinan dari seluruh fakultas di lingkungan UIN Malang.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin, M.A. menekankan bahwa UIN adalah kampus cendekia yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk insan pembelajar sejati. Ia menjelaskan bahwa istilah murid berasal dari kata arāda–yurīdu yang berarti kemauan, sehingga murid sejati adalah mereka yang memiliki keinginan kuat untuk belajar, sementara guru sejati adalah mereka yang sungguh-sungguh mau mengajar. Dalam konteks ini, dosen memiliki peran sebagai mursyid atau pemberi petunjuk; jika petunjuk Allah disebut hidayah, maka petunjuk manusia disebut irsyād. “Dosen sejatinya adalah mursyid, penyambung antara kalāmullāh dengan para murid,” ujarnya.

10183_mentri.jpg
Launcing transformasi pesantren oleh Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Nasaruddin, M.A., dan rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.

Beliau juga mengingatkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap dosen UIN sangat tinggi, bahkan sering dianggap sebagai sosok setengah malaikat. “Latar belakang kita putih; bila ada setetes noda hitam, maka akan tampak sangat mencolok,” pesannya. Di akhir pidatonya, Menteri Agama menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di UIN bukan semata menghasilkan lulusan sarjana, melainkan melahirkan muballigh generasi pembawa risalah Islam yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen pada nilai-nilai keislaman.

 

Acara Launching Transformasi Pesantren ini menjadi momentum reflektif dan strategis bagi UIN Malang dalam meneguhkan identitasnya sebagai Kampus Ulul Albab, tempat lahirnya intelektual yang berjiwa ulama dan ulama yang berwawasan intelektual.

 

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Prof. Nasaruddin Ajak ASN UIN Malang Jadi Cendekia dan Teladan Bangsa
Rabu, 15 Oktober 2025 . in Berita . 239 views
10180_pak-menag.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada Rabu, 15 Oktober 2025 di Rektorat Lantai 5. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Launching Program Pendampingan Pesantren dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, perwakilan Kementerian Agama Jawa Timur, serta Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam arahannya, Prof. Nasaruddin menegaskan pentingnya peran dosen dan sivitas akademika dalam mencetak generasi yang berilmu sekaligus berakhlak. “Tujuan kita mencetak tenaga keilmuan di sini bukan hanya menghadirkan seorang ilmuwan seperti di tempat lain, bukan hanya seorang intelektual, tetapi juga seorang cendekia,” tutur Menteri Agama.

Menurut Prof. Nasaruddin, dosen di lingkungan UIN memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan perguruan tinggi umum. “Menjadi dosen di UIN harus lebih hebat dibandingkan di kampus lain. Di kampus umum, dosen hanya dituntut menjadi ilmuwan, namun di UIN ekspektasi masyarakat lebih besar: menjadi pengajar sekaligus teladan,” ujarnya.

Prof. Nasaruddin juga menyinggung nilai spiritual yang harus melekat pada insan akademik. Ia menjelaskan istilah Arab mursyid (pembimbing) dan murīd (pencari ridha Allah) yang berasal dari akar kata arāda–yurīdu yang berarti “menghendaki”. “Guru itu padanannya mursyid, sedangkan yang diajar disebut murīd. Orang yang sungguh-sungguh mencari keridaan Allah disebut murīd, dan pemberi petunjuk disebut mursyid,” jelasnya.

Di akhir pembinaan, Menteri Agama mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati bagi penuntut ilmu. “Ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke hati yang kotor. Sebagai kampus kebanggaan, mari menjadi contoh bagi kampus lain. Bagaimana kita bisa menuntun mahasiswa menuju kebaikan bila diri kita belum bersih,” pesannya.

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
UIN Malang Luncurkan Program Pendampingan Pesantren
Rabu, 15 Oktober 2025 . in Berita . 243 views
10178_berita-3-ttd.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meluncurkan Program Pendampingan Pesantren yang dirangkaikan dengan Pembinaan ASN bersama Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. pada Rabu, 15 Oktober 2025 di Rektorat Lantai 5. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UIN Malang, pejabat Kementerian Agama Jawa Timur, dan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Program ini menjadi wujud komitmen kampus dalam memperkuat kontribusi akademisi terhadap masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan pesantren. “Kami mengajak seluruh dosen untuk bersiap melakukan pendampingan kepada masyarakat, karena pemberdayaan pesantren menjadi bagian penting dari visi UIN Malang menuju universitas unggul bereputasi internasional,” ujar Bu Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.

10179_ttd-digital.jpg

Peluncuran dilakukan secara simbolis melalui penempelan telapak tangan pada layar digital oleh Menteri Agama dan Bu Rektor, disaksikan para tamu undangan. Program ini mencakup tiga bidang utama, yaitu pendampingan manajemen konstruksi, pendampingan psikososial dan kesehatan, serta gerakan Eko Pesantren.

Melalui kegiatan ini, UIN Malang menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang berkomitmen pada penguatan ekoteologi, pengabdian masyarakat, dan pemberdayaan pesantren. Sinergi tersebut diharapkan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat serta menjadi bukti kontribusi UIN Malang terhadap pembangunan bangsa.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Prof. Ilfi Tekankan Penguatan Ekoteologi dan Kolaborasi Pendampingan Pesantren
Rabu, 15 Oktober 2025 . in Berita . 223 views
10177_foto-bersama-all.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran kampus terhadap pengembangan masyarakat dan pesantren. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Pembinaan ASN dan Launching Program Pendampingan Pesantren yang digelar pada Rabu, 15 Oktober 2025 di Rektorat Lantai 5.

Dalam sambutan pembuka, Bu Rektor menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., pejabat Kementerian Agama Jawa Timur, dan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya. Prof. Ilfi menegaskan bahwa UIN Malang terus berkomitmen menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata melalui program-program prioritas kampus.

10176_bu-rektor.jpg

“Saat ini UIN Malang telah memasuki tahap kedua internasionalisasi dan berhasil mencatatkan rekor MURI atas 1.000 artikel jurnal yang disubmit oleh mahasiswa pada awal tahun 2025. Ke depan, kami menargetkan pencapaian serupa dari para dosen,” ujar Prof. Ilfi.

Bu Rektor juga menjelaskan arah kebijakan kampus yang selaras dengan prioritas Kementerian Agama, seperti penguatan ekoteologi dan green campus, digitalisasi layanan menuju smart campus, serta pemberdayaan ekonomi umat melalui pendampingan pesantren. “Program pendampingan pesantren ini mencakup manajemen konstruksi, pendampingan psikososial dan kesehatan, serta gerakan Eko Pesantren. Kami mengajak seluruh dosen bersiap memberikan pendampingan kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, UIN Malang menegaskan komitmennya sebagai universitas Islam unggul yang terus bertransformasi menuju reputasi internasional dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat serta bangsa.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani & Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
UIN Maliki dan Pesantren Bersinergi: Menag Luncurkan Program Pendampingan sebagai Model Kolaborasi Nasional
Rabu, 15 Oktober 2025 . in Berita . 240 views
10175_cindera.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Suasana haru dan semangat kolaborasi menyelimuti Hall Lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Rabu, 15 Oktober 2025, ketika Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, MA secara resmi meluncurkan Program Pendampingan UIN Maliki Malang dengan Pondok Pesantren. Momen bersejarah ini menjadi babak baru bagi dunia pendidikan Islam, yang menyatukan kekuatan intelektual kampus dengan kearifan spiritual pesantren.
Dengan sentuhan layar digital, Menag bersama Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, menandai dimulainya program yang akan menghubungkan perguruan tinggi Islam dan pesantren dalam ekosistem keilmuan yang saling menguatkan. Gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan—menandakan semangat baru bagi pendidikan Islam Indonesia.
“Pesantren-pesantren kita perlu sentuhan kemoderenan, spiritualitas, dan juga pengalaman praktis. Nah, UIN Malang hadir memberikan itu semua,” ujar Prof. Nazaruddin dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa pendampingan ini bukan bentuk hierarki, melainkan sinergi sejajar antara dua lembaga pendidikan Islam yang sama-sama memiliki kekuatan besar.
“Bagi saya, pesantren mendampingi UIN, dan UIN mendampingi pesantren. Kalau keduanya berkolaborasi, itu dasar kuat bagi kemajuan Islam di Indonesia,” tegas Menag yang disambut riuh tepuk tangan para hadirin.

10174_mou.jpeg


Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari lima program prioritas 100 hari kerja rektorat, yang selaras dengan agenda besar Kementerian Agama RI.
“Program pendampingan pesantren ini kami rancang dengan visi Transformasi Pesantren Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Mandiri. Kami ingin pesantren tumbuh dengan nilai-nilai spiritual yang kuat, tapi juga siap menghadapi tantangan zaman modern,” jelasnya.
Program pendampingan itu memiliki tiga fokus utama yaitu Pendampingan Manajemen Konstruksi, melibatkan enam program studi teknik (Sipil, Arsitektur, Industri, Informatika, Mesin, dan Lingkungan) untuk membantu pembangunan sarana-prasarana pesantren di Jawa Timur.
Pendampingan Psikososial dan Kesehatan, melalui Fakultas Psikologi dan Fakultas Kedokteran UIN Maliki yang sebelumnya juga aktif membantu santri korban peristiwa Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo. Gerakan Sosial dan Eko Pesantren, mencakup kegiatan Halako Pengasuh Pondok Pesantren tentang Fiqhul Bi’ah serta pengabdian masyarakat berbasis KKN tematik.
“Kami ingin pesantren menjadi laboratorium kehidupan yang sehat, hijau, dan berdaya. UIN hadir untuk memperkuatnya, bukan menggantikan perannya,” imbuh Prof. Ilfi dengan penuh keyakinan.
Selain program pendampingan pesantren, Prof. Ilfi juga memaparkan empat program strategis lainnya dalam 100 hari kerjanya Pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi, dengan penguatan tridharma perguruan tinggi pada isu-isu strategis lokal, nasional, dan global.
Digitalisasi tata kelola kampus, menuju Smart Campus 2026 dengan sistem Single-Serve Online.
Penguatan ekoteologi, melalui penghijauan hutan kampus seluas 20 hektare dan pembangunan green building di Kampus 3.
Pemberdayaan ekonomi umat, lewat Halal Center yang aktif mendampingi UMKM dalam sertifikasi halal dan literasi manajemen.
Langkah-langkah tersebut menjadi bukti keseriusan UIN Maliki dalam menjadikan kampus sebagai pusat inovasi keislaman yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai benteng moral bangsa.
Peluncuran program pendampingan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga simbol komitmen baru antara dua pilar utama pendidikan Islam di Indonesia. Di tengah dinamika zaman modern, kolaborasi antara kampus dan pesantren diharapkan menjadi model nasional yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.
“Mari kita dukung, karena sinergi antara pesantren dan UIN adalah fondasi bagi kemajuan peradaban Islam di Indonesia,” tutup Menag dengan nada optimistis.
Pagi itu, gema doa dan semangat perubahan berpadu dalam satu tekad: menjadikan pendidikan Islam Indonesia semakin maju, berkarakter, dan berdaya saing global tanpa kehilangan ruh keikhlasan dan spiritualitasnya.

Lebih Lanjut »
Menag Nazaruddin Umar Tegas: Jangan Usik Pesantren, Benteng Peradaban Bangsa!
Rabu, 15 Oktober 2025 . in Berita . 388 views
10173_menag1.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nazaruddin Umar, menegaskan pesantren adalah benteng peradaban bangsa yang harus dihormati dan dijaga kehormatannya. Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul tindakan kurang pantas yang dilakukan oleh pihak Trans 7 terhadap salah satu pondok pesantren besar di Indonesia.
“Kita sangat menyesalkan kejadian itu. Pihak penyelenggara juga sudah dengan terbuka meminta maaf kepada pesantren, bahkan sampai dua kali,” ujar Menag Nazaruddin Umar, usai memberikan pembinaan ASN dan meluncurkan program Pendampingan Pesantren di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Rabu, 15 Oktober 2025.
Menurutnya, pimpinan Trans 7 telah datang langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Menag memandang langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sikap ksatria dari pihak televisi.
“Pimpinannya datang ke Lirboyo dan meminta maaf. Mereka mengakui bahwa kejadian itu di luar kendali, dan Trans 7 juga sudah mengambil tindakan tegas terhadap semua pihak yang terlibat,” tegasnya.

10175_cindera.jpeg


Lebih lanjut, Prof. Nazaruddin menekankan peran vital pesantren dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia. Ia menyebut pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga laboratorium peradaban yang melahirkan manusia beradab dan berjiwa kemanusiaan.
“Pesantren sudah lebih dari 300 tahun mengabdikan diri untuk menciptakan keadaban dalam masyarakat Indonesia, melahirkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Jadi jangan sekali-kali mengusik sistem peradaban yang dikembangkan pesantren,” ujarnya penuh penekanan.
Menag juga mengingatkan bahwa pesantren dan para santri telah berjuang dengan kemandirian tinggi, tanpa bergantung pada pembiayaan negara, demi kemajuan dan kemerdekaan bangsa.

10174_mou.jpeg


“Pondok dan santri itu mandiri tanpa dibiayai negara, kecuali bantuan kecil saja. Selama ratusan tahun mereka mengabdi untuk Indonesia tanpa meminta imbalan apa pun. Maka Indonesia harus berterima kasih kepada pondok dan santri,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Prof. Nazaruddin Umar menyerukan agar seluruh pihak menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga. Ia menegaskan pentingnya menjaga kehormatan pesantren sebagai pusat peradaban dan sumber nilai-nilai moral bangsa.
“Jangan mengusik pondok pesantren. Inilah laboratorium keadaban publik. Kalau pesantren tidak mengajarkan keadaban, maka yang muncul dalam masyarakat adalah kekurangajaran. Saya minta ini yang pertama dan terakhir. Mari kita hargai jasa pondok dan santri, karena dari merekalah lahir keadaban publik Indonesia,” pungkasnya.

Lebih Lanjut »
CDC UIN Malang Dorong Produk Mahasiswa ke Pasar Global
Rabu, 15 Oktober 2025 . in Berita . 316 views
10184_hgnn.png

Usai dilantik sebagai Kepala Pusat Pengembangan Karir (CDC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Ahmad Ghozi, M.A., langsung menginisiasi kerja sama dengan pelaku usaha nasional. Tujuannya adalah mendorong produk mahasiswa agar dapat bersaing di pasar ekspor.

Pertemuan awal digelar bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Triyo Supriyatno, M.Ag., serta dua mitra industri, Afif Tangguh Prakoso dari Dagang Gema Nusantara dan Satriya Nugraha dari PT. Royal Mulia Anugrah. Diskusi berfokus pada kurasi dan pengembangan produk agar memenuhi standar ekspor.

Dr. Ghozi menyampaikan bahwa CDC akan berperan sebagai penghubung antara mahasiswa dan peluang bisnis global. “Kami ingin mahasiswa terlibat aktif sebagai pelaku ekspor, bukan sekadar penyedia produk,” ujarnya. Program ini menyasar mahasiswa yang tengah menjalankan usaha maupun yang akan lulus, dengan dukungan pelatihan dan pendampingan dalam proses legalitas dan sertifikasi produk.

Prof. Triyo menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini, sejalan dengan visi kampus dalam mencetak lulusan yang adaptif dan kompetitif secara global. “Mahasiswa harus siap menjadi bagian dari ekonomi kreatif internasional,” katanya. CDC juga berencana membentuk inkubator ekspor dan melibatkan alumni sebagai mentor. Dengan sinergi antara kampus dan industri, mahasiswa diharapkan mampu menjadi eksportir muda yang mandiri dan berdaya saing. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
UIN Malang Siap Kirim Mahasiswa PKL Bahasa Arab ke Pahang, Malaysia
Senin, 13 Oktober 2025 . in Berita . 234 views
10166_knjg.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan delegasi Ma’had Tahfidz Turath dari Negeri Pahang, Malaysia, pada Senin, 13 Oktober 2025 untuk menjajaki kerja sama strategis dalam bidang pendidikan, khususnya pengiriman mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan rekrutmen pengajar Bahasa Arab.

Kunjungan yang difasilitasi oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) UIN Malang ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi Ma’had Tahfidz Turath dalam sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk memperkuat hubungan dan membuka peluang kolaborasi yang lebih terstruktur di masa depan, sejalan dengan visi UIN Malang dalam memperluas jejaring internasional di kawasan ASEAN.

Kunjungan delegasi dari Pahang, Malaysia ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan dari KUI dan perwakilan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang. Pertemuan yang berlangsung di lingkungan kampus ini tidak hanya bertujuan untuk silaturahmi, tetapi juga untuk membahas secara serius potensi-potensi kerja sama yang dapat memberikan keuntungan timbal balik bagi kedua belah pihak.

Sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia, UIN Malang terus proaktif dalam menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga pendidikan di luar negeri. Kolaborasi dengan institusi dari negara serumpun seperti Malaysia menjadi salah satu prioritas utama, mengingat kedekatan budaya dan kesamaan visi dalam pengembangan pendidikan Islam. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan talenta-talenta terbaik dari kedua negara.

Program PKL internasional ini akan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa UIN Malang untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di lingkungan yang berbeda secara budaya dan sistem pendidikan. Hal ini dapat mendorong mahasiswa untuk mencari pengalaman di luar kampus, termasuk di tingkat internasional, guna meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka setelah lulus.

Menanggapi kebutuhan tersebut, perwakilan dari International Class Program (ICP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang turut hadir dalam pertemuan tersebut memberikan respons positif. Pihak ICP Tarbiyah menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti permintaan pengiriman mahasiswa PKL. Proses seleksi dan persiapan mahasiswa akan segera diintegrasikan ke dalam kalender akademik untuk periode pelaksanaan PKL yang akan datang. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Halal Center UIN Malang Latih 150 Pendamping Produk Halal
Sabtu, 11 Oktober 2025 . in Berita . 209 views
10172_halal-islamic-center.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Halal Center Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan sertifikasi halal nasional. Melalui Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) Batch 6 yang digelar pada 10–11 Oktober 2025, kegiatan ini berhasil menarik 150 peserta aktif dari berbagai daerah di Indonesia.

Menariknya, sekitar 50 peserta berasal dari kalangan Penyuluh Agama Islam di bawah naungan Kementerian Agama se-Jawa Timur. Keterlibatan mereka merupakan tindak lanjut dari arahan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI yang mendorong para penyuluh untuk mengambil peran strategis sebagai pendamping halal di masyarakat. Dengan demikian, para penyuluh diharapkan menjadi ujung tombak dalam membantu pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) memperoleh sertifikat halal.

Pelatihan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini berlangsung interaktif dan produktif. Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai prinsip dan tahapan pendampingan produk halal, termasuk pemahaman regulasi, audit halal, hingga strategi komunikasi efektif dengan pelaku usaha.

Salah satu hal yang patut diapresiasi, kegiatan ini diselenggarakan secara gratis tanpa biaya pendaftaran, sehingga membuka kesempatan luas bagi masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam penguatan ekosistem halal nasional. Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang pelatihan; sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan semangat besar untuk menjadi pendamping halal profesional.

Melalui kegiatan ini, Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan perannya dalam mencetak pendamping halal yang kompeten dan berintegritas. “Kami ingin memastikan bahwa semangat halal tidak hanya berhenti di sertifikat, tetapi menjadi budaya dan tanggung jawab bersama,” ungkap salah satu panitia Halal Center UIN Malang.

 

Editor: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up