MALIKI SILAMIC UNIVERSITY — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Jumat siang (17/10/2025), FITK menggelar kegiatan pembekalan pengawas dan penyelia PPG Batch 3 yang berlangsung di Regent’s Park Hotel, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang. Kegiatan ini digelar berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor B-254/Dt.I.II/HM.00/07/2025 tentang penyampaian jadwal pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) dalam jabatan Batch 3. Ketua LPTK sekaligus Kaprodi PPG, M. Miftahusyai’an, memberikan arahan langsung kepada para pengawas, koordinator pengawas, serta ketua pelaksana teknis UP UKMPPG. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak agar pelaksanaan ujian berjalan lancar. “Pembekalan ini penting dilakukan agar para pengawas, koordinator, dan panitia memiliki kesamaan visi serta kesiapan yang matang. Harapannya, pelaksanaan UKMPPG nanti bisa berlangsung baik dan lancar,” ujarnya penuh harap. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, pelaksanaan briefing uji pengetahuan (UP) akan dilaksanakan pada Sabtu hingga Senin, 18–20 Oktober 2025, bertempat di Gedung Perkuliahan B UIN Maliki Malang. Setiap harinya, peserta akan dibagi menjadi lima sesi ujian. Miftahusyai’an menambahkan, sesi kelima akan dilaksanakan di dua lokasi tambahan, yakni Gedung Microteaching dan Gedung Megawati FITK, guna menyesuaikan kapasitas dan kebutuhan teknis ujian. Melalui pembekalan ini, FITK UIN Malang bertekad memastikan seluruh proses PPG Batch 3 berjalan profesional, terukur, dan mencerminkan standar mutu pendidikan tinggi Islam yang unggul.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Kementerian Agama (Kemenag) berhasil menempati posisi ketiga dalam daftar kementerian dengan kinerja paling unggul secara nasional. Survei ini dirilis bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menyatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan buah dari penerapan konsisten terhadap Asta Protas, yakni delapan prioritas strategis kementerian. Fokus utama dari strategi tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan keagamaan, tata kelola yang akuntabel, serta percepatan transformasi digital. Ia menyambut baik apresiasi publik ini sebagai dorongan untuk terus memperbaiki kinerja kelembagaan.
Lebih jauh, Kamaruddin menegaskan bahwa arah kerja Kemenag juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan manusia, keadilan sosial, dan pemerataan pendidikan sebagai fondasi Indonesia Emas 2045. “Kemenag menjadi bagian integral dari orkestrasi besar pemerintahan dalam mewujudkan Asta Cita Presiden. Kami mendukung penuh agenda PHTC Presiden Prabowo seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Sekolah Garuda, karena nilai-nilai di balik program tersebut sangat sejalan dengan misi keagamaan yang humanis dan berkeadilan,” jelasnya di Jakarta pada Jumat 17 Oktober 2025.
Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si., selaku rektor UIN Malang menanggapi prestasi ini, bahwa Keselarasan ini, termasuk dukungan terhadap program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), membuktikan bahwa misi keagamaan yang humanis dan berkeadilan dapat berjalan beriringan dengan agenda pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045. Beliau turut bangga bahwa kinerja Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar diakui sebagai bagian integral dalam orkestrasi besar pemerintahan untuk mewujudkan Asta Cita Presiden.
"Semoga pencapaian ini menjadi momentum akselerasi bagi seluruh satuan kerja di bawah Kementerian Agama, termasuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta menjaga integritas demi terwujudnya pelayanan umat yang modern dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan." Ujar Prof. Ilfi dengan penuh harap.
Di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kemenag mempercepat penggunaan data dalam pengambilan keputusan dan memperluas digitalisasi layanan pendidikan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Survei yang dilakukan oleh IndoStrategi Research & Consulting dinilai kredibel karena menggunakan pendekatan berbasis data dan metodologi yang transparan. Penilaian ini menjadi referensi penting bagi Kemenag dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan dan program kerja. Kemenag bertekad menjadikan hasil survei sebagai landasan dalam menyusun strategi pelayanan ke depan.
Dengan masuknya Kemenag dalam jajaran tiga besar kementerian berkinerja terbaik, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keagamaan semakin meningkat. Kemenag akan terus menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek pelayanan. Ke depan, kementerian ini berkomitmen untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman demi mewujudkan pelayanan umat yang modern dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan bertajuk “KKM Unggulan Halal: Ajang Pembekalan Karier dan Profesionalisme Mahasiswa Syariah” pada Jumat (17/10) di Ruang Meeting Lantai 1 Fakultas Syariah. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini merupakan bentuk sinergi antara Fakultas Syariah dan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam rangka memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang halal. Jumat, 17 Oktober 2025. Dalam paparannya, Ibu Eny Yulianti, M.Si, menegaskan bahwa industri halal bukan sekadar tren, tetapi menjadi kebutuhan global. Ia menambahkan, “Mahasiswa Syariah harus mengambil peran aktif dalam memastikan kehalalan produk dan layanan di berbagai sektor, baik pangan, kosmetik, hingga keuangan. Kompetensi ini akan menjadi nilai tambah besar dalam karier profesional mereka.” Acara yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Sudirman Hasan, M.A, berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang hidup. Diskusi berkembang menarik ketika salah satu audiens menanyakan peluang karier di bidang halal hingga peran akademisi dalam riset halal. Melalui dialog yang terbuka, peserta mendapatkan wawasan nyata tentang bagaimana nilai-nilai syariah dapat diterapkan secara profesional di berbagai sektor industri. Sebagai penutup, Prof. Umi, selaku Dekan Fakultas Syariah, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi strategis ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mensinergikan program-program Fakultas Syariah dengan kegiatan Halal Center agar mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan profesional di bidang halal. “Fakultas Syariah akan terus berkolaborasi dengan Halal Center dalam mengembangkan program yang mampu menjawab tantangan zaman. Mahasiswa harus siap menjadi agen perubahan dan pionir dalam ekosistem halal nasional,” ujar Prof. Umi menutup acara dengan penuh optimisme. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh dosen Fakultas Syariah yang turut hadir. Suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif mewarnai akhir kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, para dosen diharapkan memperoleh inspirasi dan wawasan baru yang ditularkan ke mahasiswa nantinya untuk memperkuat peran mereka dalam mengintegrasikan nilai-nilai halal ke dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan resmi dari rombongan Program Pengantaran Pendidikan Sekolah Menengah Agama Persekutuan (SMAP) Labu, Negeri Sembilan, Malaysia, pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kunjungan ini bertujuan sebagai pembelajaran lintas negara untuk memperluas wawasan budaya akademik dan sistem pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Kunjungan studi banding ini merupakan bagian dari agenda strategis SMAP Labu untuk memberikan eksposur internasional bagi para siswa dan tenaga pengajarnya. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dipilih sebagai salah satu destinasi utama di Indonesia karena reputasinya yang unik dalam mengintegrasikan ilmu agama dan sains, serta model pendidikan pesantren yang diimplementasikan di lingkungan kampus.
Rombongan yang berjumlah 24 peserta, terdiri dari 16 siswa dan 8 tenaga pengajar, dipimpin oleh Tuan Haji Zulkefli Bin Hamat, Pengetua Sekolah Menengah Agama Persekutuan Labu Negeri Sembilan, Malaysia. Turut hadir pula pejabat dari Kementerian Pendidikan Malaysia, yaitu Tuan Noor Azizan Bin Abdul Hadi, Timbalan Pengarah Bahagian Pengurusan Berasrama Penuh, serta Tuan Mohd Fazly Bin Mustapha, Ketua Penolong Pengarah Bahagian Pengurusan Berasrama Penuh.
Kedatangan delegasi dari negara serumpun tersebut disambut hangat oleh jajaran pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang beserta tim dari Kantor Urusan Internasional (KUI) di gedung rektorat. Acara penyambutan formal diisi dengan saling perkenalan, pemutaran video profil universitas, dan sesi diskusi awal yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban, mencerminkan eratnya hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan apresiasi tinggi atas terpilihnya UIN Malang sebagai destinasi kunjungan. “Kunjungan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah pertukaran gagasan dan pengalaman dalam membangun pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing global,” ujar perwakilan universitas.
Pihak universitas menegaskan bahwa forum semacam ini sangat penting untuk saling memahami tantangan dan inovasi di dunia pendidikan Islam modern. UIN Malang secara terbuka membagikan pengalamannya dalam mengelola perguruan tinggi Islam yang tidak hanya berfokus pada studi keagamaan, tetapi juga kompetitif di bidang sains dan teknologi.
Setelah sesi diskusi di dalam ruangan, seluruh rombongan diajak berkeliling kampus untuk melihat langsung lingkungan akademik UIN Malang. Dengan didampingi oleh tim KUI, rombongan mengunjungi berbagai fasilitas penunjang pendidikan, termasuk Perpustakaan Pusat yang megah, yang menyimpan ribuan koleksi literatur Islam, sains, dan umum.
Kunjungan ini ditutup dengan pertukaran cinderamata dan sesi foto bersama, yang melambangkan komitmen kedua institusi untuk terus menjalin silaturahmi. UIN Malang memandang kunjungan ini sebagai bagian penting dari misi internasionalisasi universitas dan kontribusinya dalam membangun ekosistem pendidikan Islam global yang lebih kuat, berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, BATU –Suasana penuh khidmat menyelimuti upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Kota Batu yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Jumat 17 Oktober 2025. Acara yang berlangsung di halaman Balai Kota Among Tani Batu itu dihadiri para tokoh penting daerah, termasuk Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, yang hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus penerima Lencana Penghargaan Hakaryo Guno Mamayu Bawono yang dinilai UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah ikut berperan aktif menghibahkan tanah seluas 20 hektar untuk hutan kota Batu di atas lahan kampus 3 yang berada di Dusun Locari, Desa Precet, Kota Batu.
Penganugerahan tersebut diberikan oleh Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para tokoh yang dinilai berperan aktif dalam kemajuan dan pengembangan daerah, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan kebudayaan.
Dengan mengusung tema “Satukan Tekad, Bangkitkan Semangat, Batu Sae”, peringatan kali ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan pembangunan Kota Batu selama dua dekade lebih. Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan rasa syukur dan melanjutkan semangat para pendahulu yang telah membangun fondasi kemajuan Kota Batu.
“Kita semua berhutang budi kepada para pemimpin terdahulu yang telah bekerja keras untuk kemajuan Kota Batu. Estafet perjuangan itu kini ada di pundak kami. Kami berkomitmen melanjutkan pembangunan menuju Kota Batu yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar Nurochman.
Ia juga mengenang jasa para pemimpin sebelumnya, mulai dari (Alm.) Dr. Drs. Imam Kabul selaku wali kota pertama yang meletakkan dasar Kota Batu sebagai daerah otonom, (Alm.) Edi Rumpoko yang memperkuat pembangunan infrastruktur, hingga Hj. Dewi Rumpoko yang membawa sentuhan humanis dalam kebijakan pembangunan berorientasi kesejahteraan masyarakat.
Selain menjadi ajang penghormatan dan refleksi, momentum HUT ke-24 ini juga menjadi bukti nyata kemajuan ekonomi Kota Batu. Berdasarkan data Pemerintah Kota, nilai investasi tahun ini mencapai Rp1,28 triliun, melampaui target sebelumnya yang berada di angka Rp1,13 triliun.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa Kota Batu semakin dipercaya investor. Kami akan terus menjaga kepercayaan itu dengan pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat—baik di bidang infrastruktur, ekonomi, budaya, maupun pendidikan,” tambah Nurochman.
Ia pun menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong, kearifan lokal, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama untuk menjadikan Kota Batu sebagai kota yang SAE — Sejahtera, Aman, dan Elok.
Acara puncak ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan Lencana Hakaryo Guno Mamayu Bawono, yang disambut meriah oleh para undangan. Penganugerahan ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan kerja nyata berbagai pihak dalam membangun Kota Batu menuju masa depan yang lebih gemilang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) meraih penghargaan sebagai “Badan Publik Terfavorit 2025” dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara penutupan Pameran Keterbukaan Informasi Publik yang digelar di Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 16 Oktober 2025 yang dinilai unggul dalam menyampaikan informasi secara terbuka, kreatif, dan inovatif melalui kanal digital.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si., menyatakan bahwa penghargaan ini tidak kami maknai sebatas seremoni, melainkan sebagai validasi bahwa Kementerian Agama, sebagai institusi yang menaungi kami, telah berhasil membangun komunikasi publik yang inklusif dan partisipatif. Spirit transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang humanis ini adalah spirit yang senantiasa kami resonansikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Capaian ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola informasi dan layanan akademik yang unggul." Tambahnya.
Penghargaan ini diberikan kepada lembaga publik yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap prinsip keterbukaan informasi. Penilaian dilakukan oleh Dewan Juri KIP melalui sejumlah indikator, antara lain kualitas konten, strategi komunikasi publik, dan inovasi layanan digital. Ketua Dewan Juri sekaligus Komisioner KIP, Rospita Vici Paulyn, menyebut bahwa Kemenag layak diapresiasi atas upaya aktifnya dalam membangun partisipasi masyarakat melalui komunikasi yang transparan.
Dalam rilis resminya, Kemenag menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut dan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat tata kelola informasi publik. Kementerian ini bertekad menjaga akuntabilitas dan meningkatkan pelayanan berbasis digital yang inklusif. Penghargaan ini juga menjadi momentum penting bagi seluruh unit kerja Kemenag untuk meningkatkan standar pelayanan informasi di era persaingan digital yang semakin kompleks.
Penghargaan dari KIP menjadi bukti bahwa Kemenag mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman dan ekspektasi publik. Selain memperkuat sistem informasi, Kemenag juga mendorong inovasi dalam penyampaian layanan keagamaan yang humanis dan modern. Upaya ini mencerminkan visi kementerian untuk menjadi institusi yang responsif, transparan, dan berintegritas dalam melayani umat. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengunjungi Pondok Pesantren Darul Faqih pada Kamis, 16 Oktober 2025 untuk menggagas kolaborasi strategis dalam pengembangan pesantren berbasis eco-teologi melalui program pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi.
Kunjungan akademik yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Faqih Malang ini merupakan bagian dari tindak lanjut program prioritas universitas dalam bidang pendampingan pesantren. Rombongan FST yang terdiri dari dosen lintas program studi, yakni; Fisika, Kimia, Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan dan disambut hangat oleh pimpinan pesantren untuk mendiskusikan peluang kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi penegasan atas komitmen UIN Malang untuk tidak hanya menjadi menara gading keilmuan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya komunitas pesantren. Dalam suasana diskusi yang penuh kekeluargaan, para dosen FST menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan program pengabdian yang bersifat aplikatif dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Beberapa topik yang menjadi bahan diskusi meliputi rancangan eco-sanctuary pesantren, pengelolaan limbah dan air bersih, perancangan bangunan ramah lingkungan, hingga pemanfaatan energi alternatif. Melalui pendekatan multidisipliner, FST UIN Maliki berharap dapat membantu pesantren mengembangkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan ekologis, sejalan dengan nilai-nilai eco-teologi yang menjadi fokus universitas.
Kunjungan ini bukanlah akhir, melainkan titik awal dari sebuah kerja sama jangka panjang yang diharapkan dapat terjalin erat antara UIN Malang dan Pondok Pesantren Darul Faqih. Semua gagasan solutif yang muncul dalam diskusi akan dirumuskan menjadi sebuah program pengabdian masyarakat terpadu yang akan melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa dan dosen FST.
Melalui sinergi antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai luhur pesantren, kolaborasi ini diyakini akan melahirkan sebuah model percontohan (pilot project). Model ini diharapkan dapat direplikasi oleh pesantren-pesantren lain, menunjukkan bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat berperan nyata dalam memperkuat kapasitas lingkungan pesantren sekaligus membangun masyarakat yang lebih berdaya dan berkelanjutan. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Pagi yang cerah di kampus hijau UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Kamis 16 Oktober 2025, menjadi saksi lahirnya para penjaga demokrasi mahasiswa. Sebanyak 73 anggota komisi pengawas Pemilu Raya Mahasiswa (Pemira) resmi dilantik oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Triyo Supriyatno, M.Ag.
Suasana di ruang lobby gedung rektorat lt. 1 terasa khidmat ketika 73 anggota panwaslu tampak siap dibaiat, diiringi tekad yang terpancar dari wajah mereka. Momentum pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal perjuangan menjaga marwah demokrasi di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA), Imam Akbar, menegaskan makna sejati dari Pemira: sebuah wadah untuk memperjuangkan aspirasi seluruh mahasiswa. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan objektivitas penyelenggara dalam mengawal proses demokrasi.
“Pemira ini harus membawa hajat seluruh mahasiswa, bukan hajat pribadi anggota KPU atau Bawaslu,” ujar Imam dengan nada tegas namun sarat makna. Sementara itu, Prof. Triyo sosok yang dikenal dekat dengan mahasiswa memberikan arahan penuh makna. Ia menyebut bahwa netralitas adalah modal utama bagi penyelenggara Pemira. Dengan semangat kebersamaan, beliau berpesan agar para panwaslu dan KPU menjaga tiga nilai utama: kerukunan, kemaslahatan, dan kecerdasan.
“Jaga kerukunan, karena ketidakharmonisan biasanya muncul dari ambisi pribadi. Kedua, utamakan kemaslahatan dalam setiap keputusan, dan ketiga, gunakan kecerdasan sebagai agen perubahan,” pesan Prof. Triyo, disambut tepuk tangan peserta. Ia juga menutup pesannya dengan doa agar seluruh proses Pemira berjalan lancar, jujur, dan diridhai Allah SWT. Setelah prosesi pelantikan usai, suasana berubah lebih hangat. Para peserta saling bersalaman dan berfoto bersama, menandai awal kolaborasi menuju Pemira 2025 yang damai dan berintegritas.
Bagi para mahasiswa UIN Maliki Malang, Pemira bukan hanya ajang memilih pemimpin organisasi mahasiswa, melainkan juga cermin kedewasaan berdemokrasi di lingkungan akademik. Dan pagi itu, di bawah naungan langit Malang yang teduh, semangat demokrasi kampus kembali menyala.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia dinilai masih terjebak dalam pola lama yang menekankan hafalan struktur dan bentuk tanpa pemahaman mendalam. Arief Rahman Hakim, M.Pd., dosen Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, menyerukan perubahan pendekatan melalui metode psikokognitif. Seruan ini disampaikan dalam Workshop Peningkatan Profesionalisme Guru Bahasa Arab yang digelar di Aula MAN 1 Jember pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab se-Kabupaten Jember. Workshop diikuti oleh puluhan guru dari berbagai madrasah di wilayah Jember dan berlangsung secara interaktif. Para peserta aktif berdiskusi serta mempraktikkan model pembelajaran baru yang dipandu langsung oleh Arief.
Pendekatan psikokognitif, menurut Arief, dapat diterapkan dalam empat keterampilan berbahasa: mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Ia mencontohkan penerapan melalui latihan pengulangan bermakna serta pengenalan variasi kalimat sederhana seperti perubahan dari “من هذا؟ هذا طالب” menjadi “من هذه؟ هذه طالبة”. Guru diharapkan mampu merancang pengalaman belajar yang mengubah proses sadar menjadi intuitif.
Para peserta workshop mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pentingnya memahami aspek kognitif dalam pembelajaran Bahasa Arab. Mereka menyambut baik pendekatan psikokognitif sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas pengajaran dan membangkitkan semangat belajar siswa. Arief berharap para guru di seluruh Indonesia mulai beralih dari metode hafalan menuju pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman dan proses kerja otak.
Dengan pendekatan ini, Bahasa Arab diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kumpulan kaidah yang harus dihafal, melainkan sebagai bahasa yang hidup dan menyenangkan untuk dipelajari. Transformasi ini diyakini dapat menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan membangun kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Arab secara aktif di kelas. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani