Daftar Penulis: Abadi Wijaya


Pascasarjana UIN Malang dan UTM Malaysia Gelar Kolokium Bersama
Rabu, 5 November 2025 . in Berita . 149 views
10341_111.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERWSITY - Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Academy of Islamic Civilisation, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) , menggelar "Joint Postgraduate Colloquium" di Kota Batu, Rabu, 5 November 2025. Kolaborasi akademik strategis ini berfokus pada dialog "Advance Islamic Studies" untuk memperkuat kemajuan ilmu pengetahuan dan keunggulan akademik bersama.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari undangan UTM yang diterima secara resmi oleh Pascasarjana UIN Malang. Dalam surat penerimaan kunjungan tertanggal 21 Oktober 2025, Direktur Pascasarjana UIN Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., menyatakan bahwa UIN Malang merasa terhormat menjadi tuan rumah kolaborasi akademik yang bernilai tinggi ini.

10343_123.jpeg

Forum ini dihadiri oleh puluhan akademisi dan mahasiswa pascasarjana dari kedua institusi. Suasana diskusi di ruang pertemuan Pascasarjana UIN Malang, yang berlokasi di Jl. Ir. Soekarno No. 34, Kota Batu, berlangsung interaktif. Tema besar yang diusung dalam kolokium ini adalah "The Ulul Albab Journey: Faith, Knowledge & Global Leadership", yang selaras dengan filosofi pendidikan UIN Malang.

Inti dari kolokium bersama ini adalah sesi dialog "Advance Islamic Studies". Sesi ini secara khusus mempertemukan para dosen dan mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam (SI) UIN Malang dengan para akademisi dari Program Studi Islam (SI) Universiti Teknologi Malaysia. Fokusnya adalah untuk saling berbagi perkembangan riset terkini, metodologi penelitian, dan tantangan dalam studi Islam lanjutan di era kontemporer.

Kolaborasi ini mempertemukan dua institusi besar di negara serumpun. Pascasarjana UIN Malang, yang dikenal dengan pendekatan "Ulul Albab", berupaya mencetak intelektual yang memiliki kedalaman spiritual dan keluasan ilmu. Di sisi lain, Academy of Islamic Civilisation (Akademi Peradaban Islam) UTM, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Nasrul Hisyam Nor Muhamad, memiliki fokus kuat pada kajian sejarah dan peradaban Islam.

Keberhasilan kolokium ini menandai langkah penting UIN Malang dalam memperkuat posisinya di kancah akademik internasional, khususnya di kawasan ASEAN. Dengan mengusung semangat "Ulul Albab", UIN Malang dan UTM Malaysia berkomitmen untuk bersama-sama mencetak lulusan pascasarjana yang tidak hanya unggul dalam keimanan dan pengetahuan, tetapi juga siap menjadi pemimpin global. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Dari Kampus ke Pengadilan: UIN Malang Siapkan Generasi di Era 5.0
Senin, 3 November 2025 . in Berita . 210 views
10334_syariah.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Profesi Hukum yang diikuti oleh sekitar 500 mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan generasi baru praktisi hukum yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia hukum di era digital 5.0. Senin, 3 November 2025

Acara ini berlangsung di Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang dan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, M.H., Guru Besar Fakultas Syariah UIN Malang, dan Dr. H. Imron Rosyadi, M.H.

Dalam pemaparannya, Prof. Erfaniah Zuhriah membahas peran Mahkamah Agung dalam pengembangan hukum serta prospek lulusan sarjana hukum di Indonesia. Ia menyoroti kondisi minimnya penerimaan hakim di Indonesia yang belum sebanding dengan jumlah lulusan fakultas hukum dan syariah setiap tahunnya.
“Setiap tahun kami meluluskan kurang lebih 500 mahasiswa, sementara penerimaan hakim di Indonesia masih sangat sedikit. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para lulusan untuk mengembangkan diri di berbagai bidang hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Imron Rosyadi menegaskan bahwa kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan mandiri untuk menegakkan hukum dalam suatu negara. Ia mengingatkan bahwa semua elemen masyarakat harus taat terhadap hukum sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Saat ini kita telah memasuki generasi 5.0, di mana teknologi tidak lagi terpisah dari kehidupan manusia. Kondisi ini menciptakan tantangan baru dalam menjaga kode etik dan nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan berbagai keterampilan bagi mahasiswa hukum di era modern.
“Mahasiswa yang cerdas adalah mereka yang menyiapkan diri menghadapi masa depan dengan menguasai soft skill, hard skill, dan technology skill. Sempat muncul opini untuk menggantikan hakim dengan kecerdasan buatan (AI), namun kita menolak karena AI tidak memiliki empati dan nilai kemanusiaan dalam menganalisis kasus,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Malang berharap mahasiswa dapat memahami secara mendalam dinamika profesi hukum serta membangun kesiapan menghadapi tantangan dunia hukum di masa depan, baik di ranah nasional maupun global.

Reporter & Fotografer : Faiqotul Himmah 

 

Lebih Lanjut »
UIN Malang Dorong Dosen Integrasikan Nilai Ekoteologi dalam Pendidikan Islam
Senin, 3 November 2025 . in Berita . 249 views
10333_lt-3.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) bekerja sama dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta Greenpeace Indonesia menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas Dosen bertema “Dari Iman ke Aksi: Ulama dan Kurikulum Hijau di PTKI untuk Pendidikan Islam yang Responsif terhadap Krisis Iklim.” 3 November 2025

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Meeting Lantai 3 Gedung rektorat UIN Malang, acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan dosen dalam mengintegrasikan isu lingkungan dan perubahan iklim ke dalam kurikulum perkuliahan.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. menekankan pentingnya kesadaran personal dalam menjaga lingkungan. “Lingkungan alam saat ini sangat sulit untuk dibersihkan, meskipun kita mengerahkan banyak orang untuk melakukannya. Semuanya berawal dari kesadaran personal. Sebagai dosen, kita juga harus menganalisis bagaimana menyelesaikan masalah lingkungan ini, dan bagaimana kontribusi kita terhadapnya,” ujarnya.

Prof. Fauzan menambahkan bahwa kesadaran lingkungan perlu tumbuh dari individu, keluarga, hingga membentuk komunitas yang peduli terhadap alam. “Agama sangat berpengaruh terhadap budaya dan mampu mengubah lingkungan di sekitar kita. Melalui penerapan ekoteologi, kita dapat menciptakan kedamaian antaragama sekaligus menjaga keseimbangan alam,” tambahnya.

Acara ini menjadi langkah nyata UIN Malang dalam memperkuat peran pendidikan Islam sebagai motor perubahan sosial dan ekologis. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan kesadaran lingkungan, diharapkan dosen dapat melahirkan generasi akademisi yang beriman, berilmu, dan berwawasan hijau.

Reporter & Fotorafer : Faiqotul Himmah 

 

Lebih Lanjut »
LPH UIN Malang Tekankan Mekanisme Sertifikasi Halal Dapur SPPG dalam Program MBG
Senin, 3 November 2025 . in Berita . 575 views
10326_126.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan perannya dalam mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Halal dan Thayyib Dapur SPPG, yang digelar secara daring pada 1 November 2025 melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan ini diikuti oleh 90 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Para peserta mewakili beragam lembaga, mulai dari Kementerian Agama RI di tingkat pusat hingga kabupaten/kota, satuan pendidikan penyelenggara program gizi (SPPG), perguruan tinggi dan halal center, serta instansi teknis daerah dan yayasan pendidikan Islam. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama dalam memastikan penyelenggaraan dapur MBG berjalan sesuai prinsip halal, thayyib, bergizi, dan higienis.

Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan dari Moh. Taufiq, M.Si., Supervisor Mutu dan Auditor Halal LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang mengulas secara mendalam mekanisme sertifikasi halal untuk dapur SPPG Program MBG. Dalam materinya, Taufiq menjelaskan landasan regulasi yang digunakan, yaitu Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 944 Tahun 2024 dan KMA Nomor 748 Tahun 2021, serta penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) pada unit dapur penyelenggara makan bergizi.

Ia menekankan bahwa setiap SPPG wajib memiliki penyelia halal bersertifikat, dan seluruh fasilitas produksi harus terbebas dari bahan babi maupun turunannya. Selain itu, fasilitas pengolahan makanan wajib memiliki area pencucian bahan, peralatan, dan food tray yang memadai, ruang penyajian yang higienis, serta alat transportasi khusus untuk distribusi makanan agar tidak terjadi kontaminasi silang. Pengelolaan limbah juga harus dilakukan secara mandiri dan tidak berbagi fasilitas dengan bahan non-halal.

Lebih lanjut, Taufiq menjelaskan bahwa pengajuan sertifikasi halal dilakukan per jenis produk, dan setiap pengajuan akan memperoleh satu sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Bagi lembaga atau yayasan yang menaungi lebih dari satu unit SPPG, diwajibkan untuk mendaftarkan seluruh unit dapur secara terpisah, sementara unit yang belum beroperasi dapat diajukan setelah siap menjalankan kegiatan produksi.

Melalui kegiatan ini, LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap seluruh pengelola dapur SPPG di Indonesia semakin memahami dan siap menerapkan mekanisme sertifikasi halal sesuai standar yang ditetapkan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional dalam meningkatkan gizi dan kesehatan anak bangsa. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Prof. Ilfi Terima Penghargaan Gubernur Jatim atas Dukungan UIN Malang dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Senin, 3 November 2025 . in Berita . 218 views
10323_123.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur dengan kategori “Dukungan Peran Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Perlindungan dan Pengelolaan.” dalam acara Festival Mangrove VIII yang digelar di Pantai Martajasah, Bangkalan, Madura, pada Senin, 3 November 2025.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur ini diawali dengan penanaman mangrove dan pelepasan burung ke alam bebas, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

10325_125.jpeg

Dalam kesempatan ini, Prof. Ilfi hadir didampingi oleh Kepala Bagian Umum, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., serta 15 mahasiswa yang turut berpartisipasi aktif. Kehadiran mahasiswa ini menjadi wujud nyata keterlibatan civitas akademika dalam mendukung kegiatan pelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai green campus di lingkungan UIN Maliki Malang.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Jumadi, M.MT, kepada UIN Maliki Malang atas kontribusi nyata dalam pengembangan kawasan hutan kampus menjadi kawasan hutan kota di Kota Batu. Menurut beliau, langkah UIN Maliki Malang tersebut menjadi contoh konkret bagaimana perguruan tinggi dapat berperan langsung dalam mewujudkan keseimbangan ekologis di lingkungan pendidikan tinggi.

10324_124.jpeg

Menambah semarak suasana, acara Festival Mangrove VIII turut menghadirkan Kaka “Slank”, yang menampilkan karya musik bertema pelestarian alam. Melalui penampilannya, Kaka mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui seni dan aksi nyata.

Penghargaan yang diterima oleh Rektor UIN Maliki Malang ini menjadi pengakuan atas komitmen kampus hijau tersebut dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Yaitu; pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pelestarian lingkungan hidup.

Dengan raihan penghargaan ini, UIN Maliki Malang menegaskan peran sebagai pelopor perguruan tinggi berbasis ekologi dan spiritualitas Islam, serta terus berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan di Jawa Timur dan Indonesia. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Ketua Forum PSGA PTKI Soroti Tiga Dosa Besar Pendidikan dalam Diskusi Podcast Mahasiswa
Senin, 3 November 2025 . in Berita . 191 views
10317_124.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Ketua Forum Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Dr. Istiadah, M.Pd., soroti pentingnya penanganan serius terhadap isu perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan saat menjadi narasumber utama dalam sebuah siniar (podcast) mahasiswa yang mengangkat topik seputar gender dan anak. Dalam diskusi yang berlangsung edukatif pada Senin, 27 Oktober 2025. 

10318_1123.png

Dalam pemaparannya, Kepala PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) UIN malang periode 2020-2025 tersebut mengutip kembali pernyataan yang pernah disampaikan oleh Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim. Beliau menjelaskan bahwa perundungan menempati prioritas utama dalam masalah yang harus diselesaikan di institusi pendidikan Indonesia.

Menurutnya, setiap kejadian perundungan, sekecil apa pun, merupakan hal yang patut disesali oleh seluruh pihak di dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa fenomena ini tidak boleh dianggap remeh atau dinormalisasi sebagai bagian dari kenakalan remaja semata, karena dampaknya yang sangat destruktif bagi korban.

“Kejadian bullying merupakan kejadian yang patut untuk disesali oleh seluruh pihak di dunia pendidikan,” ujar Dr. Istiadah mengawali penjelasannya. “Karena Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim saat itu mengungkapkan bahwa ada 3 dosa besar dalam dunia pendidikan; Nomor satu adalah bullying (perundungan), nomor dua adalah intoleransi, dan nomor tiga adalah kekerasan seksual,” lanjutnya.

Dengan menempatkan perundungan sebagai dosa besar pertama, Dr. Istiadah menggarisbawahi bahwa urgensi penanganannya setara dengan intoleransi dan kekerasan seksual. Dalam konteks kajian gender dan anak, perundungan seringkali berkelindan dengan dua dosa lainnya, di mana korban acap kali dipilih berdasarkan perbedaan atau kerentanan yang mereka miliki.

Beliau menyarankan agar kebijakan tersebut dapat mengadopsi semangat dan mekanisme dari regulasi yang telah ada dan terbukti cukup efektif di perguruan tinggi. “Dengan kepada pihak yang memiliki wewenang adalah dengan dibuatkannya sebuah kebijakan terkait kasus pembullyan, seperti Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT),” paparnya.

Menurutnya, kehadiran sebuah regulasi yang kuat akan mengubah cara pandang institusi pendidikan. Perundungan tidak akan lagi dilihat sebagai "konflik antar siswa", melainkan sebagai pelanggaran serius terhadap hak-hak peserta didik yang membutuhkan intervensi dan sanksi yang tegas dari lembaga.

Diskusi dalam podcast mahasiswa ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran baru di kalangan akademisi muda. Dr. Istiadah berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik itu perundungan, intoleransi, maupun kekerasan seksual. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
UIN Malang Dorong Akademisi PTKI Responsif terhadap Isu Krisis Iklim
Senin, 3 November 2025 . in Berita . 157 views
10307_wr-2.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Greenpeace Indonesia menggelar kegiatan Capacity Building dosen bertema “Dari Iman ke Aksi: Ulama dan Kurikulum Hijau di PTKI untuk Pendidikan Islam yang Responsif terhadap Krisis Iklim”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 03 November 2025 di Ruang Meeting Lantai 3 Gedung Ir. Soekarno, dan diikuti oleh para dosen rumpun agama serta dosen PPKn di lingkungan UIN Malang.

Perwakilan Greenpeace Indonesia, Rahma Shofiana, S.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari temuan lapangan mengenai minimnya literasi lingkungan di perguruan tinggi Islam. “Sejak tahun lalu kami bersama PPIM berupaya melihat bagaimana isu lingkungan di kampus. Salah satu feedback yang muncul adalah bahwa basic knowledge dosen terkait isu lingkungan masih belum memadai,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa isu ini tidak hanya milik aktivis, tetapi juga perlu menjadi perhatian agama. “Kampus harus mampu melahirkan guru, imam, dan ulama yang terlibat dalam isu lingkungan.”

Sementara itu, fasilitator kegiatan, Dadi Darmadi, M.A., menyoroti peran akademisi dalam menghadapi krisis iklim yang kini dialami negara-negara di kawasan global south. “Sebagai dosen, kita bukan hanya pengajar, tapi juga pembentuk karakter. Capacity building ini bukan hanya akademik, tetapi juga agama, moral, dan inovasi interdisipliner,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa PTKI memiliki tanggung jawab moral untuk memperkuat jejaring dan merespons isu lingkungan secara nyata.

10308_foto-bersamaa.jpg

Melalui kegiatan ini, UIN Malang menegaskan perannya dalam mendorong penguatan kurikulum hijau di lingkungan perguruan tinggi Islam, serta membangun kesadaran bahwa krisis iklim merupakan isu keagamaan, kemanusiaan, dan akademik yang harus dijawab secara bersama.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
UIN Malang Dampingi Warga Sumberagung Kembangkan Wirausaha Jamur Tiram
Senin, 3 November 2025 . in Berita . 107 views
10328_128.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program "Qoryah Thoyyibah" di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pada Sabtu, 1 November 2025. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya dan wirausaha jamur tiram untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi lokal.

Tim Pengabdian UIN Malang diketuai oleh Dr. Muhammad Walid, M.A., dengan anggota Fitratul Uyun, M.Pd., serta mahasiswa pascasarjana Aninda Tri Safinatun Najah, S.Pd.. Program ini bertujuan untuk membantu 15 peserta yang merupakan pelaku usaha jamur rumahan, dalam meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan pemasaran, dan membangun wirausaha baru berbasis potensi lokal.

10331_132.jpeg

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan tersebut menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi kampus dalam menerapkan konsep community empowerment berbasis nilai-nilai Islam. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga pendampingan, menanamkan semangat kemandirian, tanggung jawab, dan etos kerja yang berlandaskan nilai keislaman. Harapannya, warga bisa menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” tutur Dr. Walid.

Program pengabdian ini dilaksanakan selama tiga sesi pertemuan. Pelatihan pertama berfokus pada Budidaya Jamur Tiram Modern, yang mencakup cara pembuatan media tanam (baglog), teknik sterilisasi, inokulasi bibit, dan perawatan kumbung. Narasumber ahli, Sugeng Hariadi, selaku Ketua Komunitas Omah Jamur Tiram Makmur, turut berbagi pengalaman dalam mengelola usaha jamur secara profesional.

Sesi kedua difokuskan pada Pelatihan Pengolahan Hasil Panen Menjadi Produk Kuliner Jamur. Dalam sesi praktik langsung ini , warga dilatih mengolah jamur menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti keripik, nugget, sate, dan kerupuk jamur. Peserta juga mempelajari teknik pengemasan dan strategi penentuan harga jual agar produk lebih kompetitif di pasaran.

10330_131.jpeg

Sesi ketiga adalah Pelatihan Pemasaran Digital yang disampaikan oleh praktisi digital marketing, Aninda Tri Safinatun Najah, S.Pd.. Peserta dikenalkan dengan strategi promosi melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business. Pelatihan yang dilaksanakan di Lembaga Dita Computer ini juga mengajarkan cara membuat konten promosi sederhana dan membangun citra produk (branding).

Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kampus merdeka berbasis pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, program serupa diharapkan dapat berlanjut melalui pelaksanaan program magang dan pendirian “Warung Serba Jamur” sebagai wadah praktik wirausaha baru berbasis kuliner jamur tiram. Warung ini diharapkan menjadi ikon ekonomi kreatif Desa Sumberagung. (af)

Kontributor: Aninda Tri Safinatun Najah
Editor: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Pendaftaran UTBK-SNBT 2026 Dimulai Maret, Ini Rinciannya
Sabtu, 1 November 2025 . in Berita . 6029 views
10316_123.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 akan segera dibuka sebagai salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, mulai 25 Maret hingga 7 April 2026. Informasi ini disampaikan dalam Konferensi Pers Peluncuran SNPMB 2026 yang dirilis oleh panitia resmi.

Sebelum mendaftar UTBK-SNBT, peserta wajib melakukan registrasi akun SNPMB siswa yang dibuka sejak 12 Januari hingga 7 April 2026 pukul 15.00 WIB. Pelaksanaan UTBK akan berlangsung pada 21–30 April 2026, dan hasil SNBT diumumkan pada 25 Mei 2026. Sertifikat UTBK dapat diunduh mulai 2 Juni hingga 31 Juli 2026.

Daya tampung jalur UTBK-SNBT tahun ini tidak mengalami perubahan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Layanan Umum (PTN BLU) dan PTN Satuan Kerja (SATKER) menyediakan kuota minimum sebesar 40%, sementara PTN Badan Hukum (PTNBH) menetapkan kuota minimum sebesar 30%. Ketentuan ini berlaku secara nasional dan menjadi acuan bagi seluruh institusi pendidikan tinggi negeri.

Syarat utama bagi peserta UTBK-SNBT 2026 adalah memiliki akun SNPMB siswa yang terdaftar melalui portal resmi. Peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selain itu, peserta harus merupakan siswa kelas terakhir SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2026, atau peserta didik Paket C tahun 2026 dengan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026.

Bagi peserta yang belum memiliki ijazah, diwajibkan membawa surat keterangan sebagai siswa kelas terakhir yang dilengkapi pas foto berwarna terbaru, stempel sekolah, dan tanda tangan kepala sekolah. Sementara itu, lulusan tahun 2024 dan 2025 dari jenjang SMA/SMK/MA atau Paket C juga diperbolehkan mendaftar, dengan batas usia yang sama. Lulusan dari luar negeri wajib menyertakan ijazah yang telah disetarakan oleh instansi terkait.

Peserta yang memilih program studi di bidang seni dan olahraga diwajibkan mengunggah portofolio sesuai bidang yang dipilih. Terdapat 11 jenis portofolio yang diakomodasi dalam SNBT 2026, antara lain seni rupa, desain, kriya, tari, musik, karawitan, etnomusikologi, teater, fotografi, film televisi, seni pedalangan, dan sendratasik. Peserta tunanetra wajib menyertakan surat pernyataan khusus sebagai bukti kebutuhan khusus.

Selain itu, peserta harus memiliki kondisi kesehatan yang memadai agar tidak mengganggu proses studi di perguruan tinggi. Pembayaran biaya UTBK menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi sebelum mengikuti ujian. Informasi lebih lanjut mengenai besaran biaya dan mekanisme pembayaran akan diumumkan melalui laman resmi SNPMB.

Materi UTBK-SNBT 2026 terdiri dari dua komponen utama, yaitu Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi. Tes Potensi Skolastik mencakup 90 soal yang terdiri dari penalaran umum, pengetahuan dan pemahaman umum, pemahaman bacaan dan menulis, serta pengetahuan kuantitatif. Tes Literasi mencakup 70 soal yang terdiri dari literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, dan penalaran matematika.

Total keseluruhan soal dalam UTBK-SNBT 2026 berjumlah 160 soal dengan durasi pengerjaan selama 195 menit atau 3 jam 15 menit. Ujian ini dirancang untuk mengukur kemampuan akademik dan literasi peserta secara komprehensif. Panitia SNPMB menegaskan bahwa pelaksanaan UTBK akan dilakukan secara ketat dan transparan untuk menjamin integritas proses seleksi.

Panitia juga mengingatkan bahwa peserta yang telah lulus melalui jalur SNBP tahun 2024 hingga 2026 tidak diperkenankan mengikuti SNBT 2026. Ketentuan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi peserta lain yang belum mendapatkan tempat di perguruan tinggi negeri. Informasi tambahan mengenai pemilihan program studi dan ketentuan teknis lainnya tersedia di laman resmi SNPMB.

Dengan dibukanya pendaftaran UTBK-SNBT 2026, calon mahasiswa di seluruh Indonesia diimbau untuk segera mempersiapkan diri. Persiapan meliputi pemenuhan syarat administratif, pemahaman materi ujian, serta pengumpulan dokumen pendukung seperti portofolio dan surat keterangan. Panitia berharap proses seleksi tahun ini berjalan lancar dan menghasilkan mahasiswa yang berkualitas. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up