MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyerukan gerakan optimalisasi wakaf sebagai pilar pokok pendanaan perguruan tinggi. Hal ini disampaikan dalam forum "Wakaf GOES to Campus XV" yang digelar di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Senin, 20 Oktober 2025.
Acara yang merupakan edisi ke-15 dari "Wakaf GOES to Campus" (WGTC) ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk 50 mahasiswa delegasi dari UIN Malang. Turut hadir dalam forum strategis tersebut Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat , Asisten III Gubernur Jawa Timur Bidang Administrasi Umum , dan Walikota Malang. Rektor UIN Malang yang hadir juga didampingi oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga.
Dalam sambutannya yang menjadi sorotan utama, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dengan tegas memaparkan visi besar pemanfaatan wakaf untuk kemandirian institusi pendidikan. Menurutnya, wakaf diharapkan dapat menjadi pilar pokok pendanaan kampus, yang pada akhirnya dapat mewujudkan cita-cita menggratiskan biaya pendidikan bagi mahasiswa.
“Kami sangat berharap wakaf bisa menjadi pilar pokok pendanaan kampus sehingga bisa menggratiskan biaya pendidikan,” tegas Prof. Ilfi. Karena itu, beliau menyadari bahwa visi ini adalah sebuah gerakan jangka panjang, namun ia optimis bahwa kegiatan WGTC ke-15 ini dapat menjadi tonggak awal untuk bergerak lebih maju.
Untuk memperkuat argumennya, Prof. Ilfi mencontohkan dua universitas Islam tertua dan terbesar di dunia yang telah sukses membuktikan model pendanaan berbasis wakaf. “Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, dan Universitas Al-Qarawiyyin di Maroko menjadi contoh nyata bagaimana universitas mampu mendanai seluruh biaya pendidikannya murni dari dana wakaf yang produktif,” jelasnya.
Meski demikian, BWI Pusat mengidentifikasi tiga tantangan utama. Pertama, terkait regulasi pengembangan wakaf. Kedua, kompetensi nadzir (pengelola wakaf) yang belum optimal. Ketiga, dan yang paling krusial adalah masalah literasi di masyarakat. Tantangan literasi ini sejalan dengan data yang menyebutkan bahwa wakaf untuk pendidikan masih harus digalakkan, tidak seperti wakaf untuk masjid atau pesantren yang sudah mapan.
Di sinilah peran kampus menjadi sangat vital. BWI memandang kampus memiliki potensi besar sebagai insan yang berpikiran maju dan melek teknologi. “Diharapkan kerja sama dengan kampus dapat mengoptimalkan gerakan Indonesia Berwakaf,” tambahnya. Secara data, potensi wakaf nasional mencapai angka 180 triliun rupiah, dengan potensi wakaf dari ekosistem kampus sendiri diperkirakan mencapai 5,7 triliun rupiah.
Dukungan untuk gerakan wakaf produktif ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Asisten III Gubernur Jatim Bidang Administrasi Umum memaparkan model-model wakaf yang dapat dikembangkan oleh masyarakat dan institusi. “Wakaf produktif adalah model pengelolaan dana wakaf untuk lebih memberdayakan dana umat tanpa menghabiskan dana pokoknya,” jelas Asisten III. Model dana abadi (endowment fund) inilah yang menjadi fokus utama dalam konteks pendanaan universitas, sejalan dengan visi yang disampaikan Rektor UIN Malang. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Pelaksanaan Uji Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Transformasi tahun 2025 di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki hari kedua dengan suasana yang kondusif dan tertib, Minggu, 19 Oktober 2025.
Kegiatan berskala nasional ini mendapat pemantauan langsung dari Tim Penyelia Pusat, Dr. H. Nur Salim, M.Pd. dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam kunjungannya, beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan panitia dan fasilitas yang disiapkan oleh UIN Maliki Malang.
“Pelaksanaan uji pengetahuan di UIN Malang sangat kondusif dan terorganisir dengan baik. Saya mengapresiasi kesiapan panitia serta kelancaran proses ujian daring ini,” ungkapnya.
Pada hari kedua ini, baik peserta maupun panitia tampak semakin siap menjalankan proses ujian. Sesi pertama yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sebelum memasuki ruang ujian, seluruh peserta mengikuti sesi briefing teknis pukul 07.30–08.30 WIB, guna memastikan pemahaman terhadap prosedur pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Pelaksanaan ujian daring ini diharapkan tidak hanya menjadi tolok ukur kompetensi pedagogik dan profesional calon guru, tetapi juga sebagai wujud komitmen UIN Maliki Malang dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.
Dr. Nur Salim menambahkan harapannya agar seluruh rangkaian ujian dapat berjalan tanpa gangguan jaringan, sehingga peserta bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Semoga pelaksanaan hingga hari terakhir tetap lancar dan para peserta dapat mengikuti ujian dengan maksimal,” tutupnya.
Dengan semangat dan kesiapan yang matang, UIN Maliki Malang kembali membuktikan perannya sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara PPG terbaik di Indonesia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) resmi menganugerahkan gelar “Bapak Ekoteologi Indonesia” kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar. Penobatan tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang khidmat di bawah rindangnya pepohonan kampus UIN Malang pada pertengahan Oktober 2025.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si, menyampaikan bahwa gelar tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi Menag dalam mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Gagasan ekoteologi yang diusung Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya membaca alam sebagai bagian dari ayat-ayat Tuhan. Dalam berbagai kesempatan, beliau menyampaikan bahwa pohon, sungai, udara, dan tanah merupakan tanda-tanda kebesaran Ilahi yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab spiritual. Konsep tersebut telah berkembang menjadi gerakan nasional yang diwujudkan melalui kebijakan Kementerian Agama, salah satunya mewajibkan calon ASN menanam pohon sebelum pelantikan sebagai simbol pengabdian terhadap bumi.
Prof. Ilfi menilai, bahwa Prof. Nasaruddin telah menunjukkan bentuk keimanan yang membumi, bukan sekadar konsep teologis. Menurutnya, tindakan nyata seperti menanam pohon mencerminkan ibadah yang menyentuh tanah dan mengakar dalam kehidupan. Di lingkungan madrasah dan pesantren, gerakan ini telah menginspirasi peserta didik untuk memahami bahwa merawat alam merupakan bagian dari ibadah dan akhlak mulia sebagai khalifah di muka bumi.
Kementerian Agama juga menggandeng berbagai pihak seperti Kementerian Lingkungan Hidup, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan untuk memperluas gerakan ekoteologi lintas iman. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kesadaran ekologis sebagai misi kemanusiaan universal. Prof. Nasaruddin Umar dinilai berhasil membangun paradigma baru bahwa mencintai Tuhan harus disertai dengan menjaga ciptaan-Nya.
Melalui penanaman pohon, UIN Malang dan Kementerian Agama ingin menanam harapan dan amal jariyah yang terus tumbuh meski manusia telah tiada. Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol doa, zikir, dan pengabdian yang berbuah kebaikan. Dari kampus hijau UIN Malang, pesan ekoteologi bergema sebagai langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi masa depan umat dan semesta. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar Seminar Nasional Filsafat Kesadaran yang diikuti oleh 97 peserta dari kalangan mahasiswa dan umum acara ini di gelar sabtu, 18 Oktober 20225.
Acara yang berlangsung di Home Theater Fakultas Humaniora ini mengangkat tema “Integritas Filsafat dan Nilai Keislaman untuk Mewujudkan Pendidikan Holistik yang Berkarakter dan Dekat terhadap Realitas Sosial.” Ketua Umum HMPS IPS, Aliyafi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar memiliki pola pikir yang lebih kritis, terbuka, dan berintegritas.
“Seminar ini diharapkan dapat mendongkrak pemikiran mahasiswa agar mampu berubah menjadi lebih baik dan memperoleh hal-hal yang berdampak besar di masyarakat,” ujarnya.
Dalam sesi utama, para narasumber menegaskan bahwa filsafat kesadaran merupakan kunci penting bagi mahasiswa dalam menemukan arah dan tujuan hidup. Mereka menyampaikan bahwa kurikulum pendidikan boleh berubah, namun jika tujuan hidup mahasiswa tidak jelas, maka proses belajar tidak akan memberikan hasil yang maksimal.
“Mahasiswa harus memiliki cita-cita dan arah hidup, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan itulah yang akan menjadi sumber semangat dalam menjalani kehidupan,” ungkap salah satu pemateri.
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana interaktif dan antusiasme tinggi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran filosofis dan nilai-nilai keislaman di kalangan mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa dapat menjadi pribadi yang berkarakter, berpikir kritis, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Klinik Rawat Jalan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kampus. Sabtu 18 Oktober 2025, klinik tersebut menggelar Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi sivitas akademika, khususnya para musrif dan musrifah Ma’had Al Jamiah, yang berlangsung di Aula Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag, dan turut dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan Bisnis (P2B), Dr. H. Suud Fuadi, M.E.I. Dalam sambutannya, Prof. Triyo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim Klinik UIN Malang atas inisiatifnya menyelenggarakan pelatihan penting dan aplikatif ini. “Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat, karena pengetahuan tentang bantuan hidup dasar dapat menjadi penyelamat nyawa di situasi darurat. Ini juga merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap kesehatan dan keselamatan seluruh sivitas akademika,” ungkap Prof. Triyo. Sementara itu, Kepala Klinik UIN Maliki Malang, dr. H. Christyaji Indradmojo, menjelaskan bahwa workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang emergensi medis, yaitu Bunga Lailatul Fitriyah, Amd. Kep dan dr. Putra Agung Dewata, Sp.EM.
“Keduanya memberikan materi lengkap mulai dari teori dasar, teknik resusitasi jantung paru (RJP), hingga simulasi langsung di lapangan,” ujar dr. Christyaji. Ia menambahkan, pelatihan ini menjadi langkah konkret UIN Malang dalam menumbuhkan kepedulian dan kesiapsiagaan di lingkungan kampus dan juga masyarakat. “Kami berharap para peserta, terutama para musrif dan musrifah, mampu menerapkan pengetahuan ini untuk memberikan pertolongan pertama yang tepat saat dibutuhkan. Niat baik seperti ini pasti membawa manfaat besar bagi sesama,” tambahnya. Suasana workshop yang berlangsung sehari penuh itu terasa hangat dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mempraktikkan teknik BHD secara langsung, sambil mengikuti simulasi lapangan dengan penuh semangat. Di penghujung acara, panitia juga mengadakan sesi doorprize yang menambah keceriaan dan kebersamaan seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, Klinik UIN Malang berharap seluruh sivitas akademika semakin sigap, tanggap, dan terampil dalam menghadapi kondisi gawat darurat, sekaligus menjadi agen kepedulian kesehatan di lingkungan kampus. “Ayo kita bangun kepedulian sesama. Pembekalan seperti ini bukan sekadar teori, tapi wujud nyata dari semangat UIN Maliki untuk Indonesia,” tutup dr. Christyaji penuh optimisme.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu kampus unggulan dalam pengembangan profesi guru di Indonesia. Pada 18–20 Oktober 2025, kampus berlogo Ulul Albab ini dipercaya Kementerian Agama RI untuk menyelenggarakan Uji Pengetahuan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Periode 4 Tahun 2025, sebuah tahapan penting dalam proses sertifikasi guru nasional.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UIN Maliki Malang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik. Uji pengetahuan uji Kompetensi Mahasiswa PPG bertujuan mengukur dua aspek utama kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional, sebelum mereka dinyatakan layak menyandang gelar guru profesional bersertifikat.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maliki Malang, Dr. Muhammad Walid, M.A., yang juga bertindak sebagai koordinator pengawas ujian, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 8.540 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta mengikuti ujian secara daring dalam beberapa sesi selama tiga hari penuh, dengan pengawasan ketat oleh 200 pengawas ujian pada 430 ruang virtual.
“Uji kompetensi ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Kami ingin menjamin bahwa guru yang lulus benar-benar memiliki kemampuan pedagogik dan profesional yang mumpuni,” ujar Dr. Walid.
Pelaksanaan uji pengetahuan ini turut diawasi oleh tim penyelia pusat dari berbagai perguruan tinggi, salah satunya Dr. H. Nur Salim, M.Pd. dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Ia memberikan apresiasi terhadap kesiapan UIN Maliki Malang dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional ini.
“Pelaksanaan ujipengetahuan uji kompetensi mahasiswa PPG di UIN Malang berlangsung sangat kondusif dan nyaman. Sarana dan prasarana yang lengkap, serta dukungan teknis yang baik, membuat kegiatan ini berjalan lancar. Ini layak direkomendasikan untuk kembali menjadi tuan rumah di tahun mendatang,” ungkapnya.
Ia juga berharap seluruh rangkaian ujian berjalan lancar tanpa kendala jaringan, sehingga peserta dapat mengikuti ujian daring dengan maksimal.
Dengan suksesnya pelaksanaan uji pengetahuan PPG Periode 4 tahun 2025 ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus rujukan nasional dalam penguatan mutu pendidikan dan profesionalisme guru di Indonesia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Klinik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) dan Ma’had Al-Jami’ah bersinergi menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan (Bantuan Hidup Dasar) pada Sabtu, 18 Oktober 2025 di Aula Fakultas Humaniora. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UIN Malang dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kepedulian kesehatan di lingkungan kampus.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil integrasi tiga lembaga yang memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi bagi kemanusiaan. “Kegiatan ini akan membekali kita bagaimana pertolongan pertama yang benar. Dan kegiatan ini menjadi bagian dari solusi kemanusiaan,” ujar Prof. Triyo. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini juga mencerminkan visi UIN Malang untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas. “Melalui pelatihan ini diharapkan tumbuh budaya peduli, adanya sikap tanggap terhadap kondisi, saling menolong sesama, dan semua ini sejalan dengan semangat kampus kita sebagai rahmatan lil ‘alamin,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Bisnis (P2B), Dr. H. Suud Fuadi, M.E.I., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan berharap agar tidak berhenti pada satu momentum saja. “Kegiatan seperti ini setidaknya tidak hanya dilaksanakan secara insidental, tapi harus dilakukan secara rutin. Di Ma’had kegiatannya sangat banyak, jadi yang memiliki pemahaman kegawatdaruratan juga harus banyak,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa pihak P2B akan terus mendorong keberlanjutan kegiatan ini. “Alhamdulillah kami dari P2B terus mendorong kegiatan seperti ini untuk terus dilaksanakan. Insyaallah setelah BPJS kami disetujui, upaya preventif ini akan kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dr. Putra Agung Dewata, Sp.EM., dengan materi menyeluruh mulai dari teori dasar hingga simulasi lapangan secara langsung. Manajer Klinik UIN Malang, Dr. H. Christyaji Indradmojo, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret kampus dalam menumbuhkan kesiapsiagaan dan kepedulian di kalangan sivitas akademika. Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat luas bagi para peserta, terutama musyrif dan musyrifah Ma’had Al-Jami’ah.
Melalui sinergi antara Klinik, P2B, dan Ma’had Al-Jami’ah ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan kampus yang sehat, tanggap, dan berdaya, sebagai bagian dari upaya mewujudkan sivitas akademika yang peduli dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Jenni Karmila Santi, Mahasiswi Prodi Hukum Ekonomi Syariah yang resmi dinobatkan sebagai Pemenang Utama (Winner) Duta Kebudayaan Indonesia 2025 di Gedung Kisam bin Djiun, Jakarta Timur, Jumat 17 Oktober 2025 dengan berkat advokasi uniknya yang mengintegrasikan nilai budaya, agama, dan pengembangan kepercayaan diri.
Malam penobatan yang berlangsung megah tersebut menjadi puncak dari kompetisi bergengsi yang diikuti oleh 110 pemudi berbakat dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Dalam suasana yang penuh haru dan kebanggaan, Jenni Karmila Santi berhasil unggul setelah melalui serangkaian proses karantina dan penilaian yang ketat dari dewan juri.
Kemenangan Jenni tidak hanya ditandai dengan diraihnya gelar Pemenang Utama. Dalam ajang tersebut, ia juga berhasil memborong tiga nominasi bergengsi lainnya, yakni "Best Advocacy" (Advokasi Terbaik), "Duta Berbakat", dan "Best Video Profil" (Video Profil Terbaik). Pencapaian ini menegaskan dominasi Jenni di berbagai aspek penilaian kunci, mulai dari gagasan, keterampilan, hingga kemampuan komunikasi digital.
Diraihnya penghargaan "Best Advocacy" secara khusus menggarisbawahi kekuatan konsep yang ia usung, yang dinilai paling relevan dan berdampak. Sementara itu, gelar "Duta Berbakat" membuktikan kemampuannya dalam mengekspresikan nilai-nilai budaya secara artistik. Adapun "Best Video Profil" menunjukkan kematangannya dalam memanfaatkan media digital untuk menyebarkan visi dan misinya secara efektif kepada publik yang lebih luas.
Sepanjang kompetisi, mahasiswi fakultas syariah tersebut secara konsisten memukau dewan juri melalui presentasi advokasi budayanya yang berjudul "Integrasi Agama dan Kepercayaan Diri". Ia memaparkan sebuah visi kebudayaan yang komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada pelestarian seni atau tradisi secara superfisial, tetapi juga menyentuh aspek pembentukan karakter generasi muda.
Dengan kemenangan ini, Jenni Karmila Santi akan resmi mengemban tugas sebagai Duta Kebudayaan Indonesia 2025 selama dua tahun ke depan. Ia akan menjadi wajah dan juru bicara Indonesia dalam berbagai misi kebudayaan, baik di dalam maupun di luar negeri, dengan fokus utama memperkenalkan dan memperkuat harmoni antara kebudayaan luhur bangsa dan nilai-nilai keagamaan di Tanah Air. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar program “Psikologi Goes to Pesantren” sebagai bagian dari peringatan Dies Maulidiyah ke-64. Kegiatan ini dimulai pada Jumat, 17 Oktober 2025 dan akan berlangsung hingga 25 Oktober mendatang. Program tersebut melibatkan puluhan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang diterjunkan ke sepuluh pesantren di Malang Raya dan wilayah Jawa Timur.
Mengusung tema “Santri Bahagia, Jiwa Sehat, dan Ibadah Kuat,” program ini bertujuan memberikan pendampingan psikologis, penguatan mental, serta spiritual kepada sekitar 1.870 santri. Wakil Rektor III UIN Maliki, Prof. Triyo Supriyatno, M.Ag., Ph.D., menekankan pentingnya kebahagiaan sebagai fondasi keimanan santri. Ia menyatakan bahwa kebahagiaan tetap dapat diraih meski dalam kondisi sulit, selama keimanan terjaga.
Ketua pelaksana Dies Maulidiyah ke-64 sekaligus Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Siti Mahmudah, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar enam pesantren di Malang dan empat lainnya di luar kota, termasuk Pesantren Ngading yang dikenal sebagai pesantren tertua di Malang. Sebanyak 75 peserta akan memberikan penguatan mental, perilaku positif, dan kecerdasan spiritual kepada para santri. Pendekatan yang digunakan tetap mempertahankan tradisi pesantren sesuai arahan para kiai.
Tiga fokus utama dalam pendampingan meliputi penguatan keilmuan, perilaku positif, dan spiritualitas. Dr. Siti menegaskan bahwa jiwa yang sehat akan melahirkan perilaku yang baik, sementara kecerdasan spiritual mendorong pola pikir optimis dan berakhlak. Program ini sejalan dengan visi UIN Maliki untuk mencetak masyarakat religius, berilmu, dan berdaya saing global.
Kegiatan ini melengkapi rangkaian Dies Maulidiyah ke-64 yang sebelumnya diisi dengan konferensi internasional, seminar akademik, dan aksi sosial lintas fakultas. Dengan semangat pengabdian dan cinta terhadap pesantren, UIN Maliki menegaskan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak intelektual Muslim, tetapi juga menjaga kesehatan jiwa santri Indonesia. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani